ASYRAFUL ULUM HIDAYATULLAH
ARDHACITTA - (05/01/2026) Dalam rangka mendukung pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro di Desa Belung, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi “Digitalisasi UMKM Desa Belung”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 5 Januari 2025, bertempat di Musholla depan MIROTA timur (alm. Bapak Kusnaidi), sisi timur jalan raya, mulai pukul 20.00 WIB atau setelah kegiatan rutin pembacaan Sholawat Burdah dan pengajian kitab. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri pelaku UMKM Desa Belung, khususnya ibu-ibu pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha secara mandiri di era digital. Adapun materi yang disampaikan meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan branding UMKM di era Industri 4.0. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai optimalisasi penggunaan Google Maps sebagai strategi pemasaran UMKM, guna memperluas jangkauan usaha serta meningkatkan daya saing produk lokal. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta secara langsung. Para peserta diminta untuk membawa telepon genggam (HP) agar dapat mempraktikkan secara langsung materi yang disampaikan, khususnya dalam pemanfaatan fitur-fitur digital untuk mendukung pemasaran usaha. Melalui kegiatan ini, KKM 36 Ardhacitta UIN Malang berharap para pelaku UMKM Desa Belung dapat lebih siap menghadapi tantangan perkembangan usaha di era digital, serta mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan ekonomi lokal Desa Belung.
ARFAN PRAMANTA SADELANUARI
https://www.kompasiana.com/regitacahya7671/697a058c34777c52d91a6af2/mahasiswa-kkm-uin-malang-kenalkan-teknik-ecoprint-kepada-warga-dusun-krajan?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile
RIZQI SASTRA RAHAYU
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 melaksanakan kegiatan pendampingan mengajar di RA Fattahillah sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan sistem penugasan secara bergiliran (rolling) antar anggota kelompok KKM Svarnanta 17. Dalam pelaksanaannya, kegiatan mengajar dibagi ke dalam dua kelas, yaitu Kelas A dan Kelas B. Masing-masing kelas didampingi oleh dua mahasiswa kelompok KKM Svarnanta 17 yang bertugas membantu guru dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan belajar dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan praktik sholat atau kegiatan senam pagi bersama peserta didik, yang bertujuan untuk membiasakan anak-anak dalam aktivitas keagamaan serta meningkatkan kebugaran jasmani. Setelah itu, peserta didik melaksanakan waktu istirahat dan makan bersama. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan proses belajar mengajar sesuai dengan jadwal dan materi yang telah ditentukan oleh pihak RA Fattahillah. Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa kelompok KKM Svarnanta 17 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membantu kelancaran proses pembelajaran serta mendukung perkembangan karakter dan kemampuan dasar peserta didik di RA Fattahillah. Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm20256697/6982fbe8ed64153ddf3b6133/keterlibatan-kelompok-kkm-svarnanta-17-dalam-kegiatan-belajar-mengajar-di-ra-fattahillah-sebagai-kontribusi-nyata-mahasiswa#google_vignette
RISALATUL FARICHA
Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan secara khidmat di Masjid Baitus Sholihin Dawuhan, bersamaan dengan agenda rutin rotiban yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid, jamaah laki-laki dan perempuan, serta warga Desa Dawuhan yang sejak awal menyambut kehadiran mahasiswa KKM dengan penuh kehangatan dan keterbukaan. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, masyarakat menyampaikan rasa haru dan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan KKM. Warga mengungkapkan bahwa meskipun masa pengabdian hanya berlangsung selama 40 hari, kehadiran mahasiswa telah memberikan warna tersendiri dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan di desa. Sejak hari pertama kedatangan hingga momen penutupan, mahasiswa KKM senantiasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Dawuhan. Selama masa pengabdian, mahasiswa KKM aktif mengikuti dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan rutin masyarakat, seperti yasinan, tahlilan, rotiban, dibaan, pertemuan PKK, manaqiban, hingga khataman Al-Qur’an. Keterlibatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat keagamaan yang menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakat Dawuhan. Antusiasme dan sambutan hangat dari warga terlihat dari ungkapan kebahagiaan mereka atas kehadiran mahasiswa dalam setiap agenda desa. Masyarakat merasa senang dan terbantu dengan partisipasi aktif mahasiswa KKM yang selalu hadir sesuai jadwal kegiatan, serta mampu membaur dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat. Kebersamaan yang terbangun menjadi bukti nyata terjalinnya sinergi yang harmonis antara dunia akademik dan masyarakat desa. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKM juga berpamitan secara resmi kepada Kepala Desa Dawuhan dan Ibu Kepala Desa. Momen tersebut berlangsung penuh keharuan, mengingat kedekatan emosional yang telah terjalin selama masa pengabdian. Pihak desa menyampaikan rasa sedih dan kehilangan atas berakhirnya KKM, seraya berharap silaturahmi dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus terjaga di masa mendatang.
YUNITA BIMA VATIKASARI
Sabtu, 3 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 54 bersama Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, melaksanakan kegiatan penanaman bibit di beberapa titik sekitar hutan Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan. Sejak pagi, mahasiswa KKM bersama Pak Dhori dan Pak Nanang bergotong royong menanam berbagai jenis bibit. Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremonial berlebihan, namun tetap penuh makna. Penanaman ini didampingi langsung oleh Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Pak Dhori menjelaskan bahwa kegiatan menanam bibit perlu terus dilakukan, sebagai upaya menjaga lingkungan maupun sebagai pembelajaran bagi mahasiswa KKM. Menurut beliau, kondisi alam Dusun Bendrong saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu, di mana sumber air masih melimpah dan ekosistem sungai terjaga dengan baik. "Sekarang sumber air sudah mulai berkurang, apalagi saat musim kemarau. Dulu pohon masih banyak, airnya besar," ungkap Pak Dhori. Penanaman bibit dinilai sebagai langkah awal untuk memperbaiki kondisi tersebut. Selain menjaga ketersediaan air, tanaman juga berperan dalam mencegah longsor dan membantu penyerapan air hujan. Meski hasilnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, upaya ini terus dilakukan secara bertahap. Kegiatan penanaman bibit ini juga disampaikan oleh Pak Nanang, tokoh masyarakat Dusun Bendrong yang tergabung dalam komunitas Jogo Wono, sebuah gerakan yang berfokus pada pelestarian hutan. Beliau menyebutkan bahwa penanaman bibit biasanya dilakukan hingga empat sampai lima kali dalam setahun, terutama saat ada mahasiswa KKM. Menurut Pak Nanang, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan masyarakat. Selain menjaga ketersediaan air, pohon juga berperan penting sebagai penghasil oksigen bagi seluruh makhluk hidup. Menanam pohon pun dianggap sebagai bentuk sedekah yang ikhlas karena manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk generasi mendatang. Melalui kegiatan penanaman bibit ini, KKM Kelompok 54 bersama Pak Dhori dan Pak Nanang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan menanam dan merawat tanaman, diharapkan lingkungan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat di masa depan.
RIZIKUMAR
Kuliah kerja Masyarakat (KKM) program wajib yang diadakan disetiap kampus untuk mahasiswa semester 5. kalini kampus UIN Malang melepaskan mahasiswa untuk terjun dan berbaur ke masyarakat. memberikan perubahan dalam fokus "Membangun Desa Berkelanjutan Berbasis Penguatan Moderasi Beragama dan Potensi Lokal". Seperti mahasiswa dari kelompok 188 yang melakukan KKM Mandiri Integritas di Desa Gambiron, Dusun Jagil, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pelaksaaan KKM Mandiri Intgritas, di Dusun Jagil diawali dengan semangat koloboratif antara mahasiswa kelompok 188 UIN Malang dengan masyarakat setempat. berbagai elemen warga juga dilibatkan dalam menjalankan program kerja yang ada. harapannya semua programa dapat memberikan dampak positif untuk berbagai bidang, seperti pembangunan desa berkelanjutan, moderasi beragama, serta membangun potensi lokal yang ada di desa setempat. kegiatan ini resmi berjalan dengan dilakukannya acara pembukaan. Acara pembukaan KKM Mandiri Intgritas, yang dilaksanakan di kantor posyandu dusun jagil dengan penuh rasa semangat dan hikmat. Dan dihadiri oleh segenap elemen masyarakat mulai dari kepala dusun hingga ketua RT, serta dosen pemdamping Lapangan (DPL.) yang mendukung kelancaran acaran pembukaan KKM Mandiri Intgritas (25 Desember 2025). Rangkaian acara yang berlangsung dengan hikmat. diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, Mulai dari ketua kelompok 188 KKM Mandiri Integritas Bima Raka Laksamana Putra dengan tujuan kkm "memperluas publikasi branding dusun dengan potensi lokal yang ada" ujar ketua kelompok 188. Serta dilajutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DDPL.) Whida Rositama M.Hum dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasi kepada masyarakat yang mau menerima dan mengijinkan mahasiswa dampingannya untuk menjalankan pengabdiaan selama satu bulan kedepan, dan ia berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapat membantu masrakat setempat. "saya menyerahkan anak-anak kelompok 188 ini untuk dibina dan bimbing agar dapat bermanfaat untuk kemajuan dusun ini." ujar Whida Rositama M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Lalu sambutan dilanjutkan dengan kepala Dusun Jagil, Pipit Subroto dalam sambutanya ia sangat senang dengan kedatangan mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan KKM Mandiri. Ia juga berharap agar dengan adanya mahasiswa ini dapat memberikan terobosan dan perubahan yang baik keduapannya selama satu bulan pengabdian ini. "terimakasih sudah berkenan untuk memilih dusun ini untuk jadi tempat KKM kalian semoga ini menjadi langkah baik untuk dusun ini." ujar Pipit Subroto Kepala Dusun jagil. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh sekertaris. program kerja yang sudah dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dusun setempat dengan memadukan dengan nilai-nilai keagamaan. seperti pérogram pendidikan karakter anak dengan menanamkan nilai-nilai islami hingga membantu potensi potensi yang ada di masyarakat setempat. Acara dilanjutkan dengan pembacaan do'a agar kegiatan KKM Mandiri Intgritas selama satu bulan ini bisa dapat berjalan dengan baik.