RAHMA SARI HIDAYAH WIDYAWATI
TAROKAN, KEDIRI – Suasana senja di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Tarokan kini tak lagi sama. Sejak kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 3 Februari lalu, lantunan ayat suci Al-Qur’an kini bersahutan dengan tawa ceria dan antusiasme tinggi dari para santri. Melalui program bertajuk "Ngaji Bareng", para mahasiswa membawa warna baru dalam pengabdian masyarakat. Program ini tidak hanya fokus pada kelancaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral anak-anak sejak dini. Sentuhan Kreatif Jika biasa nya pembelajaran TPQ cenderung monoton , tim KKM UIN Malang mengubahnya menjadi interaktif. Mereka menyisipkan metode belajar melalui permainan edukatif, mendongeng kisah para Nabi, hingga menyanyi lagu-lagu religi. "Kami ingin anak-anak merasa bahwa mengaji itu menyenangkan, bukan beban. Dengan begitu, nilai-nilai agama akan lebih mudah meresap ke hati mereka," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKM. Salah seorang santri mengaku sangat menikmati kehadiran para mahasiswa. "Senang sekali ada kakak-kakak KKM, ngajinya jadi lebih seru dan tidak membosankan," ungkapnya dengan wajah sumringah. Kedekatan Emosional Peran mahasiswa di sini melampaui sekadar pengajar. Mereka membangun kedekatan emosional sebagai teman cerita dan motivator bagi para santri. Hal ini mendapat apresiasi besar dari para ustadz setempat dan masyarakat sekitar yang merasakan dampak positif pada kedisiplinan anak-anak mereka dalam beribadah. Penutupan KKM Sebagai puncak pengabdian, pada 13-14 April lalu, mahasiswa menggelar rangkaian perlombaan sebagai ajang apresiasi bagi para santri. Berbagai lomba seperti hafalan doa harian dan lomba mewarnai digelar dengan penuh kemeriahan. Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Tarokan. Meski masa penugasan telah berakhir, harapan besar telah dititipkan pada pundak generasi kecil ini untuk tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan berdaya di masa depan. (Red/ADV)
UMMI HANIK
Pembina Pramuka bersama anggota Pramuka yang tergabung dalam regu Garuda sukses mengadakan kegiatan Hiking Rally di kawasan Kendedes pada hari senin tanggal 16 Febuari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusiasme oleh seluruh anggota pramuka. Acara Hiking Rally merupakan kegiatan penjelajahan yang dilakukan dengan berjalan kaki sesuai jarak dan rute yang telah ditentukan pembina. Selain bertujuan melatih ketahanan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kekompakan, kedisiplinan, dan kerja sama antaranggota kelompok Pramuka. Sejak pagi hari, peserta telah berkumpul di lapangan sekolah Al Ma’arif 02 Singosari sesuai dengan anggota kelompok pramuka masing-masing untuk mengikuti apel pembukaan yang dipimpin oleh pembina Pramuka. Dalam sambutannya, pembina menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter agar anggota Pramuka mampu menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab. Serta menyampaikan alur roundown acara hingga selesai. Selama perjalanan, para peserta melewati beberapa pos yang telah disiapkan panitia. Di setiap pos, peserta mendapatkan tantangan dan penilaian, mulai dari keterampilan kepramukaan, ketepatan waktu, hingga kerja sama tim. Meski menempuh perjalanan yang cukup jauh, seluruh anggota tetap bersemangat hingga mencapai garis akhir di kendedes. Setelah tiba di Kendedes sebagai garis akhir perjalanan, seluruh peserta mengikuti kegiatan penutup berupa refreshing berenang bersama. Kegiatan ini menjadi momen untuk melepas rasa lelah setelah menempuh perjalanan hiking rally, sekaligus mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota Pramuka Garuda dalam suasana yang penuh keceriaan dan semangat.Kegiatan Hiking Rally Garuda di Kendedes berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Di akhir acara, panitia memberikan apresiasi kepada regu yang menunjukkan kekompakan dan semangat terbaik selama kegiatan berlangsung.
AHMAD BAHRUL `ULUM RAMADHANI
Blitar -- Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2026 disambut dengan penuh antusias oleh seluruh warga MAN 2 Blitar.
SITI ROFI`ATUL MAFULA
Mahasiswa KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Sosialisasi Wudhu dan Kegiatan Keagamaan di Tambak Rejo Bulan Ramadhan merupakan momen yang penuh berkah dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan berbagai kegiatan ibadah. Suasana kebersamaan, semangat belajar agama, serta kegiatan keagamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat selama bulan suci ini. Melalui berbagai kegiatan positif, nilai-nilai keagamaan dapat semakin ditanamkan, terutama kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Semangat tersebut juga diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tambak Rejo, Jombang. Selama menjalankan program KKM di bulan Ramadhan, mahasiswa mengadakan beberapa kegiatan keagamaan bersama masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan antara lain tadarus Al-Qur’an bersama warga serta mengajar anak-anak di TPQ. Kegiatan tadarus bertujuan untuk menghidupkan suasana Ramadhan dan meningkatkan semangat masyarakat dalam membaca Al-Qur’an. Sementara itu, kegiatan mengajar TPQ dilakukan untuk membantu anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur’an serta memahami dasar-dasar ajaran Islam dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM juga mengadakan sosialisasi mengenai tata cara wudhu yang benar sesuai ajaran Islam. Sosialisasi ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, di Desa Tambak Rejo, Jombang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan langkah-langkah berwudhu secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak maupun masyarakat yang hadir. Kegiatan sosialisasi tata cara wudhu berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh antusias. Anak-anak TPQ mengikuti kegiatan tersebut dengan semangat karena selain mendapatkan penjelasan, mereka juga diajak untuk mempraktikkan langsung langkah-langkah wudhu yang benar. Mahasiswa KKM menjelaskan setiap tahapan wudhu secara perlahan, mulai dari niat, membasuh anggota wudhu, hingga urutan yang sesuai dengan ajaran Islam, sehingga mudah dipahami oleh para peserta. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan memberikan pertanyaan kepada anak anak agar mereka lebih memahami materi yang telah dijelaskan. Beberapa anak terlihat aktif bertanya mengenai hal-hal yang sering mereka lakukan saat berwudhu, seperti urutan membasuh anggota tubuh dan kesalahan yang sering terjadi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap anak-anak tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu mempraktikkan wudhu dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan dukungan selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM juga melakukan penyerahan sertifikat kepada guru TPQ di Desa Tambak Rejo. Penyerahan sertifikat ini diberikan sebagai tanda terima kasih atas peran guru TPQ yang telah membantu mendampingi kegiatan mengajar serta mendukung terlaksananya program keagamaan selama bulan Ramadhan. Momen tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi simbol terjalinnya hubungan baik antara mahasiswa KKM dan para pengajar TPQ di desa tersebut. Melalui rangkaian kegiatan tadarus, mengajar TPQ, dan sosialisasi tata cara wudhu ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Tambak Rejo. Kegiatan sederhana tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar agama bagi anak-anak serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan yang penuh berkah. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian sebelum melaksanakan ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga Desa Tambak Rejo selama bulan Ramadhan.
WELDHI ANDRIANSYAH PUTRA
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang AM Anakhta melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di MAN 1 Probolinggo dengan salah satu program unggulan berupa pendampingan siswa dalam persiapan Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (OLIMPABA) Jawa Timur 2026. OLIMPABA merupakan ajang turnamen yang diselenggarakan oleh KKG-MGMP PAI dan Bahasa Arab Jawa Timur. Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Jawa Timur, dengan puncak grand final yang akan digelar pada tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengembangkan potensi akademik siswa, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Mahasiswa UIN Malang mulai melaksanakan pendampingan secara intensif sejak 14 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dipercaya untuk membimbing dan mempersiapkan siswa-siswi MAN 1 Probolinggo agar siap bersaing dalam kompetisi tersebut. siswa siswi yang ikut dalam kopetisi ini sebanyak 25 siswa. Bidang SKI 5 siswa, Qurdis 5 siswa, Bahasa Arab 5 siswa, Akidah 5 siswa, Fiqih 5 siswa. Materi yang diberikan meliputi latihan soal, pembahasan materi, hingga strategi menghadapi lomba. Menariknya, proses bimbingan dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan waktu luang siswa. Sesi pembelajaran yang dilaksanakan saat jam istirahat sekolah maupun pada hari libur, terkadang dilakukan dengan onlilne melaluin zoom meet dan latihan soal melalui googlefroom, sehingga tidak mengganggu kegiatan akademik utama siswa. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih santai namun tetap efektif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi bimbingan. Interaksi yang terjalin antara siswa dan siswa juga berlangsung dengan baik, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan komunikatif. Siswa tidak hanya berperan sebagai pembimbing, tetapi juga sebagai motivator yang mendorong semangat belajar siswa. Pelaksanaan OLIMPABA sendiri diadakan pada tanggal 11 April 2026. Pelaksanaan lomba tahap pertama di laksanakan di lab komputer sekolah secara onlilne. Kegiatan pendampingan ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesiapan siswa dalam menghadapi lomba. Melalui program ini, diharapkan siswa MAN 1 Probolinggo dapat meraih hasil terbaik serta semakin percaya diri dalam berkompetisi di tingkat provinsi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam dunia pendidikan secara nyata.
IZZATI BINTA WARDATI
Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 65 melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Roudlotul Aitam, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial, tetapi juga bertujuan memperkuat dukungan emosional serta membangun kedekatan dengan anak-anak panti. Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan berupa kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni panti. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan anak-anak panti, seperti permainan edukatif, sesi berbagi cerita, serta kegiatan yang mendorong keberanian anak dalam mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka. Melalui interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan, mahasiswa berupaya menciptakan suasana yang nyaman sehingga anak-anak dapat merasa dihargai, didengarkan, dan mendapatkan perhatian emosional yang positif. Dukungan emosional memiliki peran penting dalam membantu perkembangan psikologis anak, terutama bagi mereka yang tinggal dalam lingkungan pengasuhan alternatif seperti panti asuhan. Penelitian menunjukkan bahwa perhatian, komunikasi yang baik, dan hubungan sosial yang positif dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri serta kesejahteraan emosional anak. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga mengembangkan rasa empati, tanggung jawab sosial, serta kemampuan berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. Pihak Panti Asuhan Roudlotul Aitam menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM 65. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena memberikan manfaat positif bagi perkembangan sosial dan emosional anak-anak panti. Melalui kegiatan bakti sosial ini, mahasiswa KKM 65 berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi, mempererat hubungan kemanusiaan, serta memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kebutuhan sosial dan emosional anak-anak panti asuhan. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui kehadiran, perhatian, dan interaksi yang bermakna.