AHMAD NAFAR TSANI SAPUTRA
Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kualitas hidup yang baik, terutama bagi kalangan lansia yang rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit GRHA Husada Gresik di Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Manyar Sidorukun mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang difokuskan bagi kalangan lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada potensi dan aset yang dimiliki masyarakat. Tahap awal dimulai melalui proses discovery, di mana mahasiswa KKM melakukan observasi dan komunikasi bersama perangkat desa terkait kondisi kesehatan masyarakat lansia. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Selanjutnya, pada tahap dream, muncul harapan bersama agar masyarakat lansia memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga kesehatan serta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui proses design dengan membangun kerja sama antara Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, dan mahasiswa KKM dalam merancang pelaksanaan kegiatan. Dalam proses define, mahasiswa KKM turut mengambil peran aktif selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membantu proses registrasi peserta, mengatur alur pelayanan kesehatan, mendampingi peserta lansia selama pemeriksaan, membantu tenaga medis, melakukan dokumentasi kegiatan, hingga membantu publikasi melalui media sosial. Tahap destiny diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berjalan tertib dan lancar. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.
ALAINA NAFA`UN NI`MAH
Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kualitas hidup yang baik, terutama bagi kalangan lansia yang rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit GRHA Husada Gresik di Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Manyar Sidorukun mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang difokuskan bagi kalangan lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada potensi dan aset yang dimiliki masyarakat. Tahap awal dimulai melalui proses discovery, di mana mahasiswa KKM melakukan observasi dan komunikasi bersama perangkat desa terkait kondisi kesehatan masyarakat lansia. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Selanjutnya, pada tahap dream, muncul harapan bersama agar masyarakat lansia memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga kesehatan serta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui proses design dengan membangun kerja sama antara Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, dan mahasiswa KKM dalam merancang pelaksanaan kegiatan. Dalam proses define, mahasiswa KKM turut mengambil peran aktif selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membantu proses registrasi peserta, mengatur alur pelayanan kesehatan, mendampingi peserta lansia selama pemeriksaan, membantu tenaga medis, melakukan dokumentasi kegiatan, hingga membantu publikasi melalui media sosial. Tahap destiny diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berjalan tertib dan lancar. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 hingga 80 peserta lansia dari Desa Manyar Sidorukun. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara gratis dan memperoleh edukasi kesehatan secara langsung dari tenaga medis. Keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pihak Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, mahasiswa KKM, dan masyarakat setempat. Selain memberikan manfaat dalam bidang kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat Desa Manyar Sidorukun. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pola hidup sehat serta mempererat hubungan sosial antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan desa.
IMAD ZAKKY MUBARAK
Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an. Semangat inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2026 di TPQ Al-Mubarak, Desa Tawang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini berlangsung selama 17 hari, tepatnya pada 1--17 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Mengusung tema "Optimalisasi Pembelajaran Al-Qur'an Melalui Kegiatan Edukatif dan Religius", para mahasiswa KKM hadir bukan sekadar menjalankan program akademik, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak. Tema ini dipilih karena pembelajaran Al-Qur'an tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga perlu dikemas secara menarik, menyenangkan, dan penuh makna agar santri semakin termotivasi untuk belajar. TPQ Al-Mubarak: Rumah Belajar Al-Qur'an bagi Generasi Qur'ani Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com TPQ Al-Mubarak merupakan lembaga pendidikan nonformal Islam yang telah menjadi pusat pembinaan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan Desa Tawang dan sekitarnya. Dengan jumlah santri kurang lebih 100 anak, TPQ ini memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, TPQ Al-Mubarak membagi santri ke dalam dua kategori kelas utama: Kelas Qur'ani, yang diperuntukkan bagi santri pemula dengan fokus pada pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, dan dasar-dasar membaca Al-Qur'an. Kelas Utsmani, yang ditujukan bagi santri yang telah memiliki kemampuan membaca lebih lanjut dengan menggunakan metode Utsmani untuk meningkatkan ketepatan tajwid dan kelancaran bacaan. Pembagian kelas ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih terarah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing santri. Pengajaran Al-Qur'an Bin-Nadhor Program utama dalam KKM ini adalah pengajaran Al-Qur'an Bin-Nadhor, yaitu pembelajaran membaca Al-Qur'an secara langsung dengan melihat mushaf. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM mendampingi santri satu per satu untuk memperbaiki pelafalan huruf, panjang-pendek bacaan, hukum tajwid, serta kelancaran membaca. Metode yang digunakan tidak hanya bersifat klasikal, tetapi juga individual. Santri diberikan perhatian khusus sesuai dengan kemampuan mereka. Pendekatan ini terbukti efektif karena setiap anak memperoleh bimbingan yang lebih intensif. Selain itu, suasana pembelajaran dibuat santai namun tetap disiplin, sehingga santri merasa nyaman dan antusias mengikuti setiap sesi. Pekan Lomba Ramadhan: Belajar yang Menyenangkan dan Kompetitif Salah satu program yang paling ditunggu oleh para santri adalah Pekan Lomba Ramadhan. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus mengasah keberanian dan kepercayaan diri anak-anak. Berbagai perlombaan diselenggarakan, antara lain: Lomba hafalan surat pendek Lomba mewarnai Islami Lomba cerdas cermat keislamaan Antusiasme santri sangat tinggi. Mereka mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Melalui kompetisi yang sehat, santri belajar bahwa prestasi dapat diraih melalui latihan, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang. Pengajian Umum Menyambut Nuzulul Qur'an Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM bersama pengurus TPQ dan masyarakat setempat menyelenggarakan Pengajian Umum Menyambut Nuzulul Qur'an. Acara ini menjadi momen refleksi untuk mengingat kembali turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi umat Islam. Pengajian dihadiri oleh santri, wali santri, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Dampak Positif bagi Santri dan Masyarakat Pelaksanaan KKM di TPQ Al-Mubarak memberikan sejumlah dampak positif yang nyata, di antaranya: Meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur'an santri secara lebih tartil dan benar. Bertambahnya motivasi belajar melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Tumbuhnya rasa percaya diri santri dalam menunjukkan kemampuan mereka. Semakin eratnya hubungan antara mahasiswa, pengajar TPQ, dan masyarakat. Meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan Al-Qur'an. Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam konteks nyata di tengah masyarakat. Menyalakan Cahaya Al-Qur'an di Tengah Masyarakat Kegiatan KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2026 di TPQ Al-Mubarak Tawang membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa dapat memberikan dampak konkret bagi masyarakat. Selama 17 hari di bulan suci Ramadhan, mahasiswa tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk membentuk generasi Qur'ani yang cinta Al-Qur'an, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan. Optimalisasi pembelajaran Al-Qur'an melalui kegiatan edukatif dan religius menunjukkan bahwa pendidikan terbaik lahir ketika ilmu pengetahuan, nilai-nilai spiritual, dan pengabdian sosial berjalan beriringan. Dari Desa Tawang, semangat itu menyala: membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup.
MOH. FIZAM DANIS
Kediri -- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan sosialisasi moderasi beragama agar berjalan terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal bersama siswa di MAN 3 Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep moderasi beragama sebelum memasuki sesi utama. Mahasiswa menilai bahwa penting untuk meluruskan persepsi sejak awal agar diskusi yang berlangsung nantinya tidak keluar dari konteks serta tetap berlandaskan nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air. Dalam sesi sharing tersebut, mahasiswa memulai dengan diskusi ringan seputar keberagaman di Indonesia, pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, serta contoh konkret penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. Penjelasan ini diberikan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat sebelum mengikuti materi lanjutan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat sebelum pelaksanaan sharing utama tentang moderasi beragama. Pihak madrasah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai moderasi beragama secara utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan madrasah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap kebangsaan yang harmonis.
AIDIN ADAM
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Paron terus berjalan aktif melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu program utama yang rutin dilaksanakan oleh kelompok Satyagraha adalah pendampingan belajar di TPQ Ar-Rohman Paron. Kegiatan TPQ dilaksanakan setiap sore bersama para santri usia TK hingga SD. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendampingi anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur’an, Iqro’, tajwid dasar, hafalan doa sehari-hari, serta surat-surat pendek. Selain itu, mahasiswa juga membantu proses pembelajaran agar suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Antusiasme para santri terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak aktif mengikuti pembelajaran bersama ustadz, ustadzah, dan mahasiswa KKM. Meskipun kemampuan membaca setiap santri berbeda-beda, kegiatan pendampingan tetap berjalan dengan baik melalui metode belajar bergiliran dan pendekatan yang lebih santai agar anak-anak merasa nyaman saat belajar. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga belajar secara langsung mengenai pentingnya peran pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di TPQ Ar-Rohman diharapkan dapat membantu meningkatkan semangat belajar santri sekaligus mendukung kegiatan pendidikan Al-Qur’an yang telah berjalan di Desa Paron. Kegiatan pendampingan TPQ menjadi salah satu pengalaman berharga bagi kelompok KKM Satyagraha karena memberikan kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat serta ikut berkontribusi dalam penguatan literasi Al-Qur’an anak-anak sejak usia dini.
NAJWAY HAS SUGAR PRATIKNO
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami kehidupan sosial secara langsung, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Hal tersebut juga dilakukan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan kegiatan pengabdian selama satu bulan dengan fokus mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kegiatan mengajar TPQ dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan keagamaan anak-anak di desa. Selama satu bulan, mahasiswa KKM aktif mendampingi para santri dalam belajar membaca Al-Qur’an, menghafal doa sehari-hari, memahami dasar-dasar ilmu agama, hingga memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan edukatif dan lagu islami. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusias oleh para santri maupun masyarakat sekitar. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi motivator bagi anak-anak agar lebih semangat dalam belajar agama. Berbagai metode pembelajaran interaktif diterapkan agar suasana belajar menjadi lebih aktif dan tidak membosankan. Dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif, mahasiswa berusaha menciptakan hubungan yang dekat dengan para santri sehingga proses belajar berjalan lebih efektif. Selain memberikan pembelajaran agama, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung. Interaksi bersama warga dan para santri memberikan banyak pelajaran tentang arti kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya berbagi ilmu kepada sesama. Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan semangat belajar anak-anak di TPQ. Pengabdian sederhana yang dilakukan selama satu bulan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga hadir untuk memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Kegiatan mengajar TPQ ini pun menjadi salah satu momen berkesan bagi mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Harapannya, semangat belajar para santri dapat terus tumbuh dan kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.