ABDULLAH HAMDANI HUSAIN
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY—Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya. Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, perasaan bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis diinterpretasikan sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik. Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita memperlihatkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi aircraft marshaller dan aktor. Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat ditinjau dan dipetakan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karier mereka. Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam.
RISMA NUR FIRDAUSI HADIANTI PUTRI
Sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja di bidang pendidikan, kelompok Ranasvara mulai melaksanakan kegiatan mengajar di MI Al Ishlah Desa Sumbersuko. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil silaturahmi serta kesepakatan kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya dengan pihak sekolah. Program ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman edukatif yang positif bagi para siswa. Pada dua hari pertama pelaksanaan kegiatan, para guru MI Al Ishlah memberikan keleluasaan kepada mahasiswa KKM untuk mengisi aktivitas di dalam kelas. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh mahasiswa KKM untuk mengenal karakter, kebiasaan, serta pola belajar murid-murid melalui berbagai kegiatan interaktif, seperti permainan edukatif dan aktivitas kebersamaan. Suasana kelas pun menjadi lebih santai, menyenangkan, dan kondusif untuk membangun kedekatan antara mahasiswa KKM dan para siswa. Memasuki hari ketiga, kegiatan belajar mengajar mulai dilaksanakan secara lebih terstruktur. Setiap mahasiswa KKM diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang akan diajarkan serta menentukan kelas yang akan diampu, sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Sistem ini membantu proses pembelajaran berjalan dengan lebih efektif, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan materi. Dalam pelaksanaannya, salah satu mahasiswa KKM yang berperan sebagai admin dan memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi memilih untuk mengajar mata pelajaran Seni Budaya. Meskipun berada di luar bidang utama, kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan penuh tantangan, serta mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih kreatif dan interaktif di dalam kelas. Melalui kegiatan mengajar di MI Al Ishlah ini, kelompok Ranasvara berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang positif dan bermakna bagi para siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKM untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia pendidikan, sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat Desa Sumbersuko, khususnya dalam mendukung pendidikan dasar.
ELMA IZZATUNNABILA
MALANG — Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya. Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, perasaan bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik. Penyampaian teknis kegiatan Jariku Ceritaku oleh kelompok KKM Pratikara Sahaya (27/11/2026) Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis diinterpretasikan sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik. Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita memperlihatkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi aircraft marshaller dan aktor. Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat ditinjau dan dipetakan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karier mereka. Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam.
IZZATUN NISA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertugas di Desa Turirejo menggelar kegiatan seminar di SMA Plus Darussalam pada Jumat, 9 Januari 2026. Seminar ini mengangkat tema "Membangun Sikap Moderat dan Etika Sosial dalam Kehidupan Remaja." Kegiatan seminar tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya perilaku bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan edukasi kepada para siswa agar mampu bersikap saling menghargai, toleran, dan beretika dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKM menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap tengah yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Selain itu, isu bullying juga menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan sosial remaja. Para siswa SMA Plus Darussalam tampak antusias mengikuti seminar tersebut. Mereka diajak untuk berdiskusi, memahami contoh-contoh perilaku moderat, serta mengenali bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Diharapkan, melalui seminar ini para siswa mampu menerapkan sikap moderat, menjunjung etika sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
ACHMAD ROCHMATULLOH
Implementasi Pengabdian Masyarakat Berbasis Edukasi dan Digitalisasi oleh KKM Wening Praja 166 di Desa Tamansari Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kelompok Wening Praja 166 mengimplementasikan pendekatan partisipatif di Desa Tamansari melalui serangkaian program tematik yang menyasar pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan. Pertama, kegiatan jalan sehat dilaksanakan sebagai upaya promotif kesehatan fisik siswa sekolah dasar. Aktivitas ini mendorong kebiasaan hidup aktif serta memperkuat relasi sosial antara mahasiswa dan warga sekolah. Kedua, sosialisasi bullying dan kenakalan remaja difokuskan pada pembentukan karakter dan pencegahan perilaku menyimpang sejak dini. Metode pembelajaran interaktif digunakan agar materi mudah dipahami. Ketiga, digitalisasi UMKM melalui QRIS menjadi inovasi ekonomi berbasis teknologi finansial. Pendampingan ini memberikan literasi keuangan digital bagi pedagang kecil serta memperluas akses transaksi. Keempat, pengajaran TPQ berkontribusi pada peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan pembinaan moral generasi muda. Secara keseluruhan, program KKM Wening Praja 166 menunjukkan sinergi antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat. Pendekatan aplikatif ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan bagi desa binaan di masa mendatang.
IRLY RAYA QURANI
Kegiatan KKM Gentara 264 dilaksanakan di SRMP 14 Kota Batu dengan tujuan mendukung proses pembelajaran, penguatan karakter, serta peningkatan kepedulian sosial dan lingkungan bagi siswa. Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa melaksanakan berbagai program kerja yang mencakup bidang kepemimpinan, perlindungan anak, literasi, kreativitas, keagamaan, serta pengabdian masyarakat. Program kerja yang dilaksanakan meliputi sosialisasi kepemimpinan dan budaya organisasi, sosialisasi anti bullying, kegiatan ecoprinting sebagai pembelajaran berbasis lingkungan, bedah film Inside Out 2 untuk pengenalan dan pengelolaan emosi, serta peringatan Isra Mi’raj melalui berbagai lomba Islami. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan literasi melalui SERASI (Sela-Sela Literasi) dan JUMANJI (Jumat Literasi), serta kegiatan SAGASATU (Sapa Warga, Sapa Batu) sebagai bentuk interaksi dan penguatan hubungan dengan masyarakat sekitar. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan siswa dan pihak sekolah, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan terbangun nilai tanggung jawab, empati, kreativitas, kepedulian lingkungan, serta kebersamaan antara mahasiswa KKM, siswa, dan masyarakat. Link Blog: https://www.kompasiana.com/kkmunggulangentara264