Thumbnail
8 months ago
Merawat Kebugaran, Merajut Kebersamaan: Optimalisasi Program Senam Sehat dalam Meningkatkan Partisipasi dan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Dusun Premban

NABILAH ILMIATUS SHALIHAH

https://kkm-77-sahakarya.blogspot.com/ Program kerja Senam Sehat merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok KKM 77 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Premban, Desa Sumberkradenan. Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap dua minggu sekali, yaitu pada tanggal 11 Januari 2026 dan 24 Januari 2026, dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan senam dimulai pukul 08.00 WIB dan bertempat di Lapangan SDN Sumberkradenan dan lahan kosong milik warga setempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Peserta kegiatan terdiri dari warga Dusun Premban, ibu-ibu PKK khususnya RT 03, serta seluruh mahasiswa KKM 77 yang turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 77 bertanggung jawab dalam koordinasi kegiatan, mulai dari persiapan alat pengeras suara, pemilihan dan pemutaran musik, hingga penyusunan variasi gerakan senam yang energik dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung kurang lebih selama satu jam dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani masyarakat, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam kegiatan positif di lingkungan dusun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa KKM 77 dan masyarakat setempat. Adapun faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini antara lain tingginya antusiasme warga, dukungan dari perangkat desa serta RT/RW setempat, lokasi kegiatan yang mudah dijangkau, serta tersedianya instruktur dan media pendukung senam. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemui adalah adanya beberapa warga yang belum dapat mengikuti kegiatan karena kesibukan pribadi. Secara keseluruhan, program Senam Sehat ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran kesehatan serta kebersamaan masyarakat Dusun Premban.

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM 77 Sahakarya UIN Malang Ajak Warga Dusun Premban Desa Sumberkradenan Hidup Sehat Lewat Senam Pagi

HIDAYATUL MUALIFAH

Mahasiswa KKM 77 Sahakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan senam pagi bersama warga Dusun Premban, Desa Sumberkradenan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sangat mengapresiasi kegiatan ini, yang diadakan di Lapangan Dusun Premban. Kegiatan senam pagi dimulai dengan gerakan pemanasan yang bertujuan untuk mempersiapkan tubuh untuk latihan berikutnya. Gerakan ini dilakukan secara bertahap dan ringan, dipandu oleh mahasiswa KKM 77 Sahakarya dengan musik yang ceria, yang menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan senam inti. Pada sesi ini, gerakan senam dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi untuk meningkatkan kebugaran, meningkatkan stamina, dan meningkatkan peredaran darah. Orang-orang di lapangan terlihat aktif mengikuti setiap gerakan dengan penuh antusias dan berkolaborasi. Senam dilanjutkan dengan senam penguin untuk membuatnya lebih seru. Dengan gerakan yang sederhana dan lucu, warga dan mahasiswa KKM 77 Sahakarya dapat menjadi lebih santai, tertawa, dan lebih dekat satu sama lain. Setelah seluruh rangkaian senam hampir selesai, gerakan pendinginan dilakukan untuk mengakhiri kegiatan senam. Ini dilakukan untuk membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi risiko pegal setelah berolahraga. Sebagai penutup, dilaksanakan dokumentasi bersama antara warga dan mahasiswa KKM 77 Sahakarya UIN Malang yang mengikuti senam di Lapangan Dusun Premban. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan, sekaligus kenang-kenangan dari kegiatan yang penuh manfaat dan keceriaan. Melalui kegiatan ini mahasiswa KKM 77 Sahakarya berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Premban Desa Sumberkradenan melalui senam pagi ini, terutama dengan menumbuhkan semangat hidup sehat dan mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga setempat .

Thumbnail
8 months ago
KKM FAKULTATIF 255 FAKULTAS PSIKOLOGI UIN MALANG

MUHAMMAD REYHAN DZAKWAN

JOMBANG – Kelompok KKM AKSARA 255 Unggulan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan wawancara dengan lima pembina santri putra di Pondok Pesantren Tebuireng Putra, Kabupaten Jombang, sebagai bagian dari tahapan pemetaan permasalahan santri dalam rangka pelaksanaan program pendampingan dan konseling

Thumbnail
8 months ago
Guncang Kuala Lumpur! Mahasiswa KKM UIN Malang Bedah Masa Depan Islamic Banking Bersama Affin Islamic Bank Berhad

LAILI FITRIYAH MASYITHAH

Kuala Lumpur, Malaysia — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalankan program internasional di Kuala Lumpur menunjukkan kiprah akademik kelas global. Mereka mengikuti kunjungan akademik dan diskusi strategis bersama Affin Islamic Bank Berhad guna memperdalam pemahaman tentang praktik dan perkembangan Islamic banking di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026). Rombongan mahasiswa KKM UIN Malang disambut langsung oleh Ustadzah Liyana yang kemudian mengarahkan peserta menuju ruang pertemuan utama. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran gagasan lintas negara melalui presentasi dan dialog mendalam seputar sistem perbankan syariah. Sesi pemaparan utama disampaikan oleh Mohamad Fakhruddin Abdul Razak, Kepala Departemen Syariah Affin Islamic Bank Berhad. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara komprehensif penerapan perbankan syariah di Malaysia, mulai dari kerangka regulasi, tata kelola syariah, hingga inovasi produk yang terus dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman. Menurut Mohamad Fakhruddin Abdul Razak, perkembangan Islamic banking di kawasan Asia Tenggara menunjukkan potensi besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis nilai dan keadilan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi akademik lintas negara memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah. “Diskusi seperti ini sangat strategis karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami praktik nyata perbankan syariah yang diterapkan di berbagai negara. Indonesia dan Malaysia memiliki kekuatan masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam pengembangan Islamic banking di masa depan,” ujarnya. Sementara itu, mahasiswa KKM UIN Malang mempresentasikan perkembangan Islamic banking di Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar perbankan syariah, ragam produk keuangan syariah, serta peran strategis bank syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa dan pihak Affin Islamic Bank Berhad saling bertukar pandangan mengenai persamaan dan perbedaan praktik perbankan syariah di kedua negara, tantangan global yang dihadapi industri keuangan syariah, hingga peluang kolaborasi dan pengembangan Islamic banking di masa depan. Keberagaman latar belakang pendidikan mahasiswa turut memperkaya jalannya diskusi dengan perspektif lintas disiplin. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang peran Islamic banking sebagai bagian penting dari sistem sosial dan ekonomi global. Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa KKM UIN Malang diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan perspektif internasional yang akan memperkuat kontribusi mereka dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Thumbnail
8 months ago
Sinergi KKM Mandiri 168 Eskalasi Abhipraya UIN Malang dan LAZ di Harlah ke-VIII Kampung Zakat: Gelar Wisuda Santri hingga Santunan Dhuafa

LINA ZULFA ALMAIDA

Kampung Zakat Terpadu yang berada di Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, kembali menggelar agenda tahunan dalam rangka peringatan hari lahir ke-VIII Tahun 1447 H atau 2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026. Rangkaian acara mencakup wisuda santri, khataman Al-Qur'an, berbagai perlombaan edukatif, hingga aksi sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan harlah menjadi momentum penting bagi Kampung Zakat Terpadu untuk merefleksikan peran zakat tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan pendidikan dan sosial masyarakat. Selama tiga hari, suasana Dusun Paceh tampak lebih hidup dengan kehadiran santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan zakat, serta mahasiswa yang terlibat dalam pendampingan kegiatan. Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya seluruh rangkaian acara. Pembukaan ini menjadi titik temu antara panitia, masyarakat, dan para santri untuk menyamakan semangat dan tujuan kegiatan. Setelah pembukaan, panitia langsung menggelar berbagai lomba yang dirancang sesuai dengan kemampuan santri dan tingkatan jilid yang tersedia di TPQ Darul Qur'an Al-Ibrahimy. Lomba mewarnai diperuntukkan bagi santri TK A sebagai sarana melatih motorik dan kreativitas. Lomba bilal, hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati Al-Qur'an, serta baca kitab menjadi bagian utama yang menekankan aspek penguasaan dasar-dasar keagamaan diperuntukkan bagi santri jilid 1-6 dan madin. Pada hari pertama, kegiatan yang dilaksanakan berupa santunan dan pentasyarufan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) kepada masyarakat yang berhak menerima (anak yatim, lansia, dan kaum dhuafa). Penyaluran zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara langsung dan terbuka, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta memperkuat rasa kebersamaan antara pengelola zakat dan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa zakat tidak berhenti pada pengumpulan dana, tetapi harus hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan hafalan, pemahaman, dan keterampilan santri. Lomba hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati, serta baca kitab dilanjutkan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Selain itu, panitia menambah variasi lomba yang bersifat edukatif dan kolaboratif. Lomba merangkai kalimat dan huruf dirancang untuk melatih kemampuan dasar literasi santri. Lomba muadzin melatih keberanian dan ketepatan dalam melafalkan adzan. Hafalan nadlom Aqidatul Awam menjadi sarana penguatan akidah melalui tradisi keilmuan pesantren. Panitia juga menggelar lomba lagu belajar atau nasyid yang bertujuan menumbuhkan minat belajar melalui media seni. Hafalan surat-surat pendek dan ayat pilihan menjadi bagian dari upaya membiasakan santri dekat dengan Al-Qur'an sejak dini. Lomba cerdas cermat menutup rangkaian hari kedua dengan suasana kompetitif yang sehat, mendorong santri untuk berpikir cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar pengetahuan agama dan umum. Hari ketiga menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pengajian atau majlisul ilmi yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar. Pengajian ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti pada perlombaan dan seremoni. Setelah pengajian, dilaksanakan muwadda'ah atau perpisahan dengan guru tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri serta mahasiswa KKM 168 Eskalasi Abhipraya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025--2026 yang telah mendampingi kegiatan pendidikan dan sosial di Kampung Zakat Terpadu. Prosesi kirab santri menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Santri berjalan menyusuri kampung zakat dengan membawa obor secara bersama-sama dengan diiringi marching band sebagai simbol perjalanan belajar yang telah mereka tempuh. Kirab ini dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri dan khataman Al-Qur'an. Wisuda tidak dimaknai sebagai akhir proses belajar, tetapi sebagai penanda capaian dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras santri selama mengikuti kegiatan. Rangkaian kegiatan harlah ditutup secara resmi oleh panitia. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya kegiatan, sekaligus awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan Kampung Zakat Terpadu sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan tertib dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Harlah ke-VIII Kampung Zakat Terpadu menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan keagamaan. Kampung Zakat Terpadu tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi dana zakat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan santri dan penguatan nilai sosial. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana zakat, pendidikan, dan partisipasi masyarakat dapat saling terhubung dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pengelola zakat, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat desa Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh berupaya membangun model pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan lokal. Kegiatan harlah menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari desa dengan pendekatan yang sederhana, terencana, dan berbasis nilai keislaman.

Thumbnail
8 months ago
KKM NAVASHILA DORONG KADER POSYANDU KARANGANYAR MENJADI GARDA TERDEPAN MENCEGAH STUNTING DAN MEMPERBAIKI PARENTING

ZAKIYYAH FAIZAHTUL FAZAHRO`

Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.