Thumbnail
4 months ago
KOPER SAKTI: Inovasi Sederhana Kelola Sampah Organik di Desa Ngenep

STELLA EGA PANGGALIH

Permasalahan sampah masih menjadi isu utama di berbagai wilayah pedesaan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Tim KKM Unggulan Fakultatif 249 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ke beberapa dusun di Desa Ngenep, sebagian besar masyarakat menyampaikan keluhan terkait penumpukan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Sampah yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan bau tidak sedap serta mengundang lalat, sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan. Dalam proses pengkajian permasalahan tersebut, Tim KKM didampingi oleh Kelompok Tani Integrated Farming untuk mencari solusi yang tepat dan aplikatif. Dari hasil kajian tersebut, ditemukan sebuah inovasi pengelolaan sampah organik rumah tangga berupa KOPER SAKTI. Melalui pengelolaan ini, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dapat berkurang hingga sekitar 30%. KOPER SAKTI merupakan singkatan dari Kotak Komposter Sampah Aktif Kelola Terintegrasi, yaitu sebuah kotak sederhana yang digunakan untuk mengolah sampah dapur menjadi pupuk kompos. Inovasi ini dipilih karena bahan pembuatannya mudah diperoleh dari lingkungan sekitar, tidak menimbulkan bau apabila digunakan dengan benar, serta hasil akhirnya sangat bermanfaat karena dapat langsung dimanfaatkan sebagai kompos dan media tanam. Tujuan utama dari kegiatan penyuluhan KOPER SAKTI adalah untuk mengedukasi masyarakat Desa Ngenep agar dapat mengurangi ketergantungan pada truk pengangkut sampah. Selama ini, pengangkutan sampah hanya dilakukan satu hingga dua kali seminggu, sehingga apabila sampah dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan bau dan penumpukan. Dengan KOPER SAKTI, sampah organik dapat dikelola langsung dari rumah. Bahan pembuatan KOPER SAKTI terdiri dari bahan rangka dan bahan isian. Rangka KOPER SAKTI dibuat dari gedeg (anyaman bambu) yang diperkuat dengan kayu penjepit, kawat, dan paku, serta menggunakan alat bantu seperti tang dan sekop. Sementara bahan isian meliputi ranting, sekam, kohe (kotoran hewan), starter (air rebusan kentang, humus bambu, dan molase), sampah organik seperti sisa sayur dan kulit buah, tanah, daun kering, serta plastik atau karung bekas pakan kucing sebagai penutup. Proses pembuatannya diawali dengan membuat gedeg berukuran panjang 1 meter dan lebar 50 cm, kemudian dicat menggunakan cat minyak agar lebih awet. Bagian rangka diperkuat menggunakan kawat atau paku agar kokoh. KOPER SAKTI kemudian diletakkan langsung di atas tanah tanpa alas seperti paving atau lantai. Setelah itu, bahan komposter disusun secara berlapis, dimulai dari ranting dan sekam, kohe, starter, sampah organik, tanah, daun kering, dan terakhir ditutup menggunakan plastik. Dalam penggunaannya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses pengomposan berjalan optimal, seperti suhu, kelembapan, keseimbangan antara bahan organik dan bahan kering, sirkulasi udara, serta sistem pelapisan bahan. Selain itu, lokasi KOPER SAKTI sebaiknya berada di tempat yang teduh, terlindung dari hujan, dan dijauhkan dari area sensitif seperti dapur atau rumah tetangga. Hasil dari KOPER SAKTI dapat dimanfaatkan sebagai kompos organik sekaligus media tanam. Kegiatan penyuluhan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat, khususnya Ibu-ibu PKK, yang terlihat antusias dan tertarik untuk mencoba penerapannya secara mandiri di rumah. Diharapkan melalui penerapan KOPER SAKTI, jumlah sampah organik di Desa Ngenep dapat berkurang secara signifikan dan inovasi ini dapat ditiru oleh lebih banyak masyarakat. Program ini memiliki potensi besar untuk diterapkan secara berkelanjutan karena bersifat praktis, sederhana, dan dapat diaplikasikan baik di rumah maupun di Green House desa. Melalui kegiatan ini, Tim KKM Unggulan Fakultatif 249 berharap KOPER SAKTI dapat memberikan manfaat nyata, berdampak positif bagi lingkungan, serta menjadi langkah kecil menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Thumbnail
4 months ago
Revitalisasi Wisata Edukasi D'Embung Park Oleh KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

ELLYA RAHMAWATI RAHAYU

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 92 Wirasaharsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyusun sebuah karya desain bertajuk Taman Wisata Edukasi D’Embung Park di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Karya ini disusun sebagai bentuk kontribusi akademik mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi desa, khususnya pada pemanfaatan ruang terbuka hijau berbasis edukasi dan rekreasi masyarakat.     Desain ini memuat perencanaan tata kawasan D’Embung Park secara menyeluruh, mulai dari layout kawasan, desain kolam renang edukasi, area duduk, hingga pembagian zona aktivitas. Perancangan dilakukan dengan menjadikan embung sebagai elemen pusat kawasan, sehingga sirkulasi pengunjung menjadi lebih terarah dan mudah dipahami. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ruang yang fungsional, nyaman, dan memiliki nilai edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat.     Dalam karya ini, mahasiswa KKM juga melakukan redesain area duduk dengan memperhatikan aspek visual dan kenyamanan. Pemilihan vegetasi diarahkan pada tanaman yang rapi, mudah dirawat, serta memiliki variasi warna, sehingga kawasan terlihat lebih bersih, tertata, dan mendukung aktivitas pengunjung. Selain itu, pembagian zona seperti kolam ikan, pembibitan, edukasi kambing, greenhouse, taman literasi, kantin UMKM, musholla, hingga balai pertemuan dirancang agar saling terintegrasi dan saling mendukung fungsi edukasi maupun rekreasi.     Melalui penyusunan karya desain D’Embung Park ini, mahasiswa KKM 92 Wirasaharsa berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Pandanmulyo. Karya ini diharapkan menjadi referensi awal bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan taman wisata edukasi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi bukti bahwa KKM bukan hanya kegiatan pengabdian, tetapi juga ruang aktualisasi ilmu dan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan desa.

Thumbnail
4 months ago
Tanamkan Pola Asuh Sehat Sejak Dini, Mahasiswa KKM Uin Malang Gelar Seminar Parenting Bagi Warga Bantaran

SHILVAN DZIKRI AL ADZKIYA`

Mahasiawa KKM Kelompok 124 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan seminar parenting bersama warga bantaran di Masjid Tawakkal, Jalan Bantaran, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat yang datang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh anak yang tepat dan berkelanjutan. Dalam seminar tersebut, Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd., C.Ht., dosen UIN Malang, menyampaikan materi secara rinci tentang pola asuh anak dari perspektif umum. Ia menjelaskan bahwa pola asuh tidak hanya berpengaruh pada perilaku anak di masa kini, tetapi juga sangat menentukan karakter dan kepribadian anak di masa depan. “Pola asuh yang diberikan orang tua sejak dini akan membentuk cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan ketika anak dewasa nanti,” jelasnya. Lebih lanjut, Dr. Rofiqah menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Menurutnya, orang tua perlu hadir secara emosional dan tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan fisik anak. “Anak tidak hanya butuh makan dan sekolah, tetapi juga butuh didengar dan dihargai,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membandingkan anak satu dengan yang lain karena setiap anak memiliki potensi dan karakter yang berbeda. Seminar ini juga menghadirkan Ir. Zainal Arifin, M.M., yang membahas pola asuh anak dalam perspektif Islam. Ia menegaskan bahwa mendidik anak merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan. “Anak belajar bukan dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang kita contohkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.  Melalui kegiatan seminar parenting ini, diharapkan para orang tua di wilayah bantaran semakin memahami pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang harmonis, komunikatif, dan berkarakter, serta menjadi bekal bagi orang tua dalam mendidik anak secara bijak dan berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Thumbnail
4 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung

IMAM FATHONI

KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung   Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah.   Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta.   Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku.   Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain.   Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual.   Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.   Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.

Thumbnail
4 months ago
Sinergi KKM Mandiri 168 Eskalasi Abhipraya UIN Malang dan LAZ di Harlah ke-VIII Kampung Zakat: Gelar Wisuda Santri hingga Santunan Dhuafa

PRYANKA ADRIANI RIYANTI

Kampung Zakat Terpadu yang berada di Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, kembali membuka agenda tahunan dalam rangka peringatan hari lahir ke-VIII Tahun 1447 H atau 2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026. Rangkaian acara mencakup wisuda santri, khataman Al-Qur'an, berbagai edukatif, hingga aksi sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah Kegiatan harlah menjadi momentum penting bagi Kampung Zakat Terpadu untuk merefleksikan peran zakat tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan pendidikan dan sosial masyarakat. Selama tiga hari, suasana Dusun Paceh tampak lebih hidup dengan kehadiran santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan zakat, serta pelajar yang terlibat dalam pendampingan kegiatan. Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya seluruh rangkaian acara. Pembukaan ini menjadi titik temu antara panitia, masyarakat, dan para santri untuk menyamakan semangat dan tujuan kegiatan. Setelah pembukaan, panitia langsung menggelar berbagai lomba yang dirancang sesuai dengan kemampuan santri dan tingkatan jilid yang tersedia di TPQ Darul Qur'an Al-Ibrahimy. Lomba mewarnai diperuntukkan bagi santri TK A sebagai sarana melatih motorik dan kreativitas. Lomba bilal, hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati Al-Qur'an, serta baca kitab menjadi bagian utama yang penekanan aspek penguasaan dasar-dasar keagamaan diperuntukkan bagi santri jilid 1-6 dan madin. Hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan hafalan, pemahaman, dan keterampilan santri. Lomba hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati, serta baca kitab dilanjutkan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Selain itu, panitia menambah variasi lomba yang bersifat edukatif dan kolaboratif. Lomba merangkai kalimat dan huruf dirancang untuk melatih kemampuan dasar literasi santri. Lomba muadzin melatih keberanian dan ketepatan dalam melafalkan adzan. Hafalan nadlom Aqidatul Awam menjadi sarana penguatan akidah melalui tradisi keilmuan pesantren. Panitia juga menggelar lomba lagu belajar atau nasyid yang bertujuan menumbuhkan minat belajar melalui media seni. Hafalan surat-surat pendek dan ayat pilihan menjadi bagian dari upaya membiasakan santri dekat dengan Al-Qur'an sejak dini. Lomba cerdas cermat menutup rangkaian hari kedua dengan suasana kompetitif yang sehat, mendorong santri untuk berpikir cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar pengetahuan agama dan umum. Hari ketiga menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pengajian atau majlisul ilmi yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar. Pengajian ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti pada perlombaan dan seremoni. Setelah pengajian, dilaksanakan muwadda'ah atau perpisahan dengan guru tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri serta mahasiswa KKM 168 Eskalasi Abhipraya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025--2026 yang telah mendampingi kegiatan pendidikan dan sosial di Kampung Zakat Terpadu. Prosesi kirab santri menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Santri berjalan menyusuri kampung zakat dengan membawa obor secara bersama-sama dengan diiringi marching band sebagai simbol perjalanan belajar yang telah mereka tempuh. Kirab ini dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri dan khataman Al-Qur'an. Wisuda tidak dimaknai sebagai akhir proses belajar, tetapi sebagai penanda capaian dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras santri selama mengikuti kegiatan. Rangkaian kegiatan harlah ditutup secara resmi oleh panitia. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya kegiatan, sekaligus awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan Kampung Zakat Terpadu sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan tertib dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Harlah ke-VIII Kampung Zakat Terpadu menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan keagamaan. Kampung Zakat Terpadu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendistribusian dana zakat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan santri dan penguatan nilai-nilai sosial. Kegiatan ini menampilkan bagaimana zakat, pendidikan, dan partisipasi masyarakat dapat saling terhubung dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pengelola zakat, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat desa Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh berupaya membangun model pemberdayaan yang dilaksanakan pada kebutuhan lokal. Kegiatan harlah menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari desa dengan pendekatan yang sederhana, terencana, dan berbasis nilai keislaman.

Thumbnail
4 months ago
Sinergi KKM Mandiri 168 Eskalasi Abhipraya UIN Malang dan LAZ di Harlah ke-VIII Kampung Zakat: Gelar Wisuda Santri hingga Santunan Dhuafa

ROHMATUL MAHDA

Kampung Zakat Terpadu yang berada di Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, kembali menggelar agenda tahunan dalam rangka peringatan hari lahir ke-VIII Tahun 1447 H atau 2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026. Rangkaian acara mencakup wisuda santri, khataman Al-Qur'an, berbagai perlombaan edukatif, hingga aksi sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan harlah menjadi momentum penting bagi Kampung Zakat Terpadu untuk merefleksikan peran zakat tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan pendidikan dan sosial masyarakat. Selama tiga hari, suasana Dusun Paceh tampak lebih hidup dengan kehadiran santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan zakat, serta mahasiswa yang terlibat dalam pendampingan kegiatan. Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya seluruh rangkaian acara. Pembukaan ini menjadi titik temu antara panitia, masyarakat, dan para santri untuk menyamakan semangat dan tujuan kegiatan. Setelah pembukaan, panitia langsung menggelar berbagai lomba yang dirancang sesuai dengan kemampuan santri dan tingkatan jilid yang tersedia di TPQ Darul Qur'an Al-Ibrahimy. Lomba mewarnai diperuntukkan bagi santri TK A sebagai sarana melatih motorik dan kreativitas. Lomba bilal, hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati Al-Qur'an, serta baca kitab menjadi bagian utama yang menekankan aspek penguasaan dasar-dasar keagamaan diperuntukkan bagi santri jilid 1-6 dan madin. Pada hari pertama, kegiatan yang dilaksanakan berupa santunan dan pentasyarufan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) kepada masyarakat yang berhak menerima (anak yatim, lansia, dan kaum dhuafa). Penyaluran zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara langsung dan terbuka, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta memperkuat rasa kebersamaan antara pengelola zakat dan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa zakat tidak berhenti pada pengumpulan dana, tetapi harus hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan hafalan, pemahaman, dan keterampilan santri. Lomba hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati, serta baca kitab dilanjutkan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Selain itu, panitia menambah variasi lomba yang bersifat edukatif dan kolaboratif. Lomba merangkai kalimat dan huruf dirancang untuk melatih kemampuan dasar literasi santri. Lomba muadzin melatih keberanian dan ketepatan dalam melafalkan adzan. Hafalan nadlom Aqidatul Awam menjadi sarana penguatan akidah melalui tradisi keilmuan pesantren. Panitia juga menggelar lomba lagu belajar atau nasyid yang bertujuan menumbuhkan minat belajar melalui media seni. Hafalan surat-surat pendek dan ayat pilihan menjadi bagian dari upaya membiasakan santri dekat dengan Al-Qur'an sejak dini. Lomba cerdas cermat menutup rangkaian hari kedua dengan suasana kompetitif yang sehat, mendorong santri untuk berpikir cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar pengetahuan agama dan umum. Hari ketiga menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pengajian atau majlisul ilmi yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar. Pengajian ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti pada perlombaan dan seremoni. Setelah pengajian, dilaksanakan muwadda'ah atau perpisahan dengan guru tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri serta mahasiswa KKM 168 Eskalasi Abhipraya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025--2026 yang telah mendampingi kegiatan pendidikan dan sosial di Kampung Zakat Terpadu. Prosesi kirab santri menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Santri berjalan menyusuri kampung zakat dengan membawa obor secara bersama-sama dengan diiringi marching band sebagai simbol perjalanan belajar yang telah mereka tempuh. Kirab ini dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri dan khataman Al-Qur'an. Wisuda tidak dimaknai sebagai akhir proses belajar, tetapi sebagai penanda capaian dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras santri selama mengikuti kegiatan. Rangkaian kegiatan harlah ditutup secara resmi oleh panitia. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya kegiatan, sekaligus awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan Kampung Zakat Terpadu sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan tertib dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Harlah ke-VIII Kampung Zakat Terpadu menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan keagamaan. Kampung Zakat Terpadu tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi dana zakat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan santri dan penguatan nilai sosial. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana zakat, pendidikan, dan partisipasi masyarakat dapat saling terhubung dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pengelola zakat, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat desa Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh berupaya membangun model pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan lokal. Kegiatan harlah menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari desa dengan pendekatan yang sederhana, terencana, dan berbasis nilai keislaman.