Thumbnail
5 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 20 Wujudkan Kepedulian Sosial Melalui Penyaluran Infaq Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 20 Wujudkan Kepedulian Sosial Melalui Penyaluran Infaq", Klik untuk baca:

MUHAMMAD IQBAL AGUSTIAWAN

https://www.kompasiana.com/kkm20luminara6010/6989b66c34777c2a9e7600d2/mahasiswa-kkm-uin-malang-kelompok-20-wujudkan-kepedulian-sosial-melalui-penyaluran-infaq Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 20 melaksanakan kegiatan penyaluran infaq di sekitar lingkungan Masjid Al-Basyirah sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.   Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat siang, setelah pelaksanaan Salat Jumat. Sejak siang hari, mahasiswa KKM telah menyiapkan infaq berupa barang-barang kebutuhan sehari-hari. Sekitar pukul 13.00 WIB, mahasiswa KKM kemudian berangkat dan menyebar ke sejumlah titik di lingkungan sekitar masjid untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.   Penyaluran infaq ini dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial mahasiswa KKM terhadap masyarakat sekitar, sekaligus untuk menumbuhkan nilai empati, kebersamaan, dan semangat berbagi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat nyata serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.  Selain dilakukan pada siang hari, kegiatan penyaluran infaq juga dilanjutkan pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. Penyaluran pada waktu tersebut dilakukan untuk menjangkau warga yang belum sempat ditemui sebelumnya, sehingga bantuan dapat tersampaikan secara lebih merata.   Melalui kegiatan penyaluran infaq ini, mahasiswa KKM Kelompok 20 berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian di tengah masyarakat.        

Thumbnail
5 months ago
KKM 36 UIN Malang Menginspirasi "Pustaka Surau Merdeka Kembali Jadi Pusat Literasi Anak”

ISMI AMANAH

(28/01/2025) KKM 36 UIN Malang – Ardhacitta kembali menghidupkan semangat belajar di Pustaka Surau Kecil Merdeka, RT 01 Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan bimbingan belajar dan literasi ini rutin dilaksanakan setiap Senin dan Selasa, 5–20 Januari 2025, pukul 18.15–19.30 WIB, diikuti oleh 25 anak usia TK hingga SD. Kehadiran mahasiswa bersama dukungan orang tua dan masyarakat setempat menjadikan kegiatan ini semakin bermakna. Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali Pustaka Surau Kecil Merdeka sebagai ruang belajar berbasis kampung yang partisipatif, menyenangkan, dan berkelanjutan. Anak-anak dibimbing membaca, menulis, berhitung, serta mendampingi tugas sekolah. Metode pembelajaran dibuat interaktif dan kontekstual, sehingga anak-anak tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga terlatih aktif berdiskusi, berani bertanya, dan mengekspresikan ide mereka.   Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Anak-anak mendapatkan pendampingan belajar yang mendukung proses pendidikan mereka, minat baca meningkat, kemampuan literasi dan akademik terasah, serta hubungan sosial antar mahasiswa, anak, dan orang tua semakin kuat. Pustaka Surau Kecil Merdeka kembali menjadi pusat literasi anak di kampung, tempat belajar yang menyenangkan sekaligus produktif.   Salah satu peserta, Almira, mengungkapkan kegembiraannya: “Makasih kak sudah bantu aku mengerjakan tugas-tugas. Aku senang belajar di sini. Nanti kalau kakak pulang, aku sedih, soalnya nggak ada yang ngajarin bimbel lagi.” Melalui kegiatan ini, KKM 36 Ardhacitta berharap penggerak kampung dan masyarakat terus berperan aktif sehingga program bimbingan belajar dan literasi dapat berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi seluruh anak-anak Kampung Utara Desa Belung.

Thumbnail
5 months ago
Rekap Kegiatan Pengabdian Kelompok 98 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang

NURUS SHOMADIYAH

https://drive.google.com/drive/folders/1HP1trPzJlLbGDxMv7reDL4kGFf_2APyt

Thumbnail
5 months ago
Mahasiswa KKM Kelana 173 Turut Sukseskan Pelaksanaan Posyandu di Empat Titik Desa Kemiren

DIEVA RULLYEZA CHELSEALIA PUTRI

Kemiren, 13–17 Januari 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelana 173 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di empat lokasi di Desa Kemiren. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan desa. Posyandu tersebut dilaksanakan di empat titik yang tersebar di wilayah Desa Kemiren, yaitu Posyandu Mawar di Pustu Kemiren, Posyandu Seruni di Mushola Baitul Mukmin Dusun Kedaleman, Posyandu Anggrek di Kantor PNPM, dan Posyandu Melati di Balai Desa Kemiren. Pelaksanaan di beberapa lokasi ini bertujuan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan mudah diakses oleh warga dari berbagai dusun. Dalam kegiatan ini, sebanyak 20 mahasiswa KKM Kelana 173 diterjunkan dan dibagi menjadi dua kelompok kecil. Setiap kelompok beranggotakan 10 mahasiswa yang ditugaskan membantu di lokasi posyandu yang telah ditentukan. Para mahasiswa berperan aktif dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari proses pendaftaran peserta, pengukuran, pencatatan data, hingga mendampingi jalannya pelayanan kesehatan. Pelayanan posyandu kali ini difokuskan pada dua kelompok sasaran utama, yaitu balita dan lansia. Untuk balita, dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemeriksaan kesehatan umum. Sementara itu, bagi lansia dilakukan pengecekan tekanan darah dan konsultasi kesehatan ringan. Selama kegiatan berlangsung, para kader posyandu setempat turut bekerja sama dengan mahasiswa KKM demi memastikan pelayanan berjalan dengan lancar. Selain membantu pelayanan kesehatan, mahasiswa juga mengisi kegiatan dengan sosialisasi tentang stunting dan parenting. Materi stunting membahas bahaya kekurangan gizi pada anak serta upaya pencegahannya sejak dini. Adapun sosialisasi parenting berfokus pada pola asuh anak yang baik dan sesuai dengan tahapan usia perkembangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan orang tua dalam merawat dan membesarkan anak secara optimal. Untuk mengisi waktu tunggu sebelum sosialisasi, mahasiswa mengadakan kegiatan senam bersama para lansia. Senam dipandu langsung oleh mahasiswa dan diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu serta lansia yang hadir. Suasana kegiatan menjadi lebih ceria dan semangat, sekaligus memberikan manfaat kesehatan melalui aktivitas fisik ringan yang baik bagi kebugaran tubuh, khususnya bagi lansia. Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian pelayanan posyandu, para peserta mendapatkan buah segar dan camilan sebagai bentuk apresiasi. Pemberian konsumsi ini tidak hanya menjadi tanda terima kasih, tetapi juga bertujuan untuk memastikan peserta memperoleh asupan gizi yang cukup setelah mengikuti kegiatan. Antusiasme warga Desa Kemiren terhadap kegiatan posyandu ini terlihat sangat tinggi. Banyak warga yang datang sejak pagi hari agar mendapatkan giliran lebih awal. Para lansia juga tampak bersemangat mengikuti senam dan merasa senang dapat berinteraksi serta berbincang dengan para mahasiswa. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena dinilai sangat membantu dalam memantau kesehatan keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan posyandu ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Kemiren. Melalui program KKM ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata sesuai dengan kebutuhan warga setempat. Pewarta M.  Kavin Ikmalil Hayat     

Thumbnail
5 months ago
Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari

ADITYA FIRMANSYAH

Desa Balesari merupakan desa yang memiliki kekayaan nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakatnya. Kondisi sosial yang partisipatif serta kuatnya ikatan sosial antarwarga menjadikan Desa Balesari sebagai lokasi yang relevan bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi dalam menjalin sinergi dengan masyarakat desa melalui pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan kontekstual. Pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari melibatkan Kelompok 114 dan Kelompok 115 yang ditempatkan di dua wilayah dusun berbeda. Kelompok 114 melaksanakan kegiatan pengabdian di Dusun Segelan, Sidomulyo, sementara Kelompok 115 ditempatkan di Dusun Krajan. Penempatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat secara langsung, sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta permasalahan di masing-masing wilayah. Dalam konteks ini, mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat yang belajar bersama, mendengarkan aspirasi warga, serta berperan aktif dalam proses pemberdayaan, bukan sebagai pihak yang bersifat instruktif. Secara konseptual, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui KKM Reguler, mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar memberikan manfaat nyata, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial, empati, kemampuan komunikasi, serta kerja sama lintas disiplin. Selaras dengan tujuan tersebut, pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari diarahkan pada upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan menekankan partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan. Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berperan sebagai agen perubahan sosial yang berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan yang moderat. Pengabdian yang dilakukan tidak bersifat satu arah, melainkan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat sebagai subjek utama pembangunan sosial. Dengan demikian, KKM Reguler menjadi ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan ilmu dari kampus dengan kearifan lokal masyarakat Desa Balesari. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa dalam membangun tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Balesari. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan persiapan acara yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok KKM, meliputi penataan tempat, perlengkapan acara, serta koordinasi panitia guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Balesari, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat serta mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115, sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Balesari. Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mahardika Putra Sumarsono dan Karina Aning Ramadani. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zaqi T, yang menghadirkan suasana khidmat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Nazaluna Sania Zahro sebagai wujud nasionalisme dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Memasuki sesi sambutan, acara diawali oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 114, Muhamad Taufik Hidayat, dan dilanjutkan oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 115, Padil Hasyim Ali. Keduanya menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian serta harapan terjalinnya kerja sama yang baik dengan masyarakat Desa Balesari. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Bapak Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan peran mahasiswa sebagai pendamping masyarakat selama pelaksanaan KKM.  Dalam sambutannya, Dr. Musleh Harry menyampaikan harapannya agar masyarakat Desa Balesari dapat menerima kehadiran mahasiswa KKM dengan terbuka. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak segan untuk memberikan teguran dan masukan apabila terdapat kekeliruan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan. "Mahasiswa kami datang dengan bekal ilmu yang terbatas dan juga untuk belajar bersama masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, jangan sepenuhnya menyalahkan mahasiswa, melainkan menjadi tanggung jawab kami sebagai pembimbing. Insyaallah, kami berkomitmen bahwa mahasiswa KKM Reguler ini tidak akan mengecewakan," ujarnya. Puncak sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Balesari yang diwakilkan oleh Bapak Muhibullah, S.Pd.I. selaku Sekretaris Desa Balesari, yang secara resmi menerima mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta harapan agar mahasiswa dapat berkontribusi secara aktif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Balesari. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM Reguler. "Kami dari pihak desa siap membantu dan mendukung keberlangsungan kegiatan KKM ini apabila mahasiswa membutuhkan bantuan. Kami juga berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi para remaja di Desa Balesari untuk terus melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu setinggi-tingginya," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan peserta KKM yang diwakili oleh masing-masing ketua kelompok, sebagai simbol diterimanya mahasiswa KKM Reguler oleh pemerintah desa. Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Reguler, dilakukan simbolis pembukaan melalui pemotongan pita dan serah terima peserta KKM oleh perwakilan pemerintah desa bersama Dosen Pembimbing Lapangan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ulil Albab Abdilla, sebagai harapan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar serta membawa keberkahan bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, nuansa kebersamaan semakin terasa dalam keseluruhan proses pelaksanaan KKM Reguler. Momen ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik awal terbangunnya kepercayaan dan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Kehadiran mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 dimaknai sebagai proses pendampingan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, dialog, dan saling menghargai antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Reguler berperan sebagai mitra masyarakat yang berupaya memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan lokal. Pendekatan partisipatif menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan, sehingga program yang dijalankan tidak bersifat satu arah, melainkan tumbuh dari komunikasi dan kesepakatan bersama. Masyarakat Desa Balesari pun berperan aktif sebagai subjek pengabdian yang terlibat dalam mendukung dan menyukseskan berbagai agenda KKM. Secara keseluruhan, Kuliah Kerja Mahasiswa Reguler di Desa Balesari menjadi ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun harmoni melalui pengabdian. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses manusiawi yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi yang dilandasi kepercayaan dan kebersamaan, KKM Reguler diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa.

Thumbnail
5 months ago
Potret Indah Toleransi di Sepakek: KKM 156 "Patibrata" Sukses Gelar Lomba SIGMA, Anak-Anak Lintas Agama Turut Meriahkan Panggung

DIMAS ATHA PUTRA

Sepakek, 28 Januari 2026 – Semangat kebersamaan dan toleransi menyelimuti Desa Sepakek selama tiga hari berturut-turut. Mahasiswa KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar ajang kompetisi anak bertajuk SIGMA (Semarak Islam dan Generasi Maju). Digelar dari tanggal 25 hingga 27 Januari 2026, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga simbol persatuan antar-dusun dari total 11 dusun. Sebanyak 165 peserta berusia 5-13 tahun memadati lokasi lomba, mewakili dusun masing-masing dengan penuh kebanggaan. Menembus Sekat Perbedaan Yang membuat SIGMA tahun ini istimewa bukan hanya jumlah pesertanya yang membludak, melainkan semangat inklusivitasnya. Meski acara ini diinisiasi oleh mahasiswa kampus Islam, pintu kompetisi terbuka lebar untuk semua. Hal ini terbukti dengan kehadiran adik-adik dari Dusun Taman Bali yang beragama Hindu. Mereka turut berkompetisi dengan antusias dalam kategori umum seperti Lomba Mewarnai dan Fashion Show. Kehadiran mereka membuktikan bahwa kreativitas dan semangat generasi maju tidak memandang latar belakang agama. "Kami sangat senang melihat adik-adik dari Taman Bali berbaur tanpa canggung dengan teman-temannya dari dusun lain. Ini adalah wajah asli Sepakek yang harmonis," ujar salah satu perwakilan KKM 156 Patibrata. Tiga Hari Pesta Kreativitas Rangkaian acara SIGMA berlangsung meriah dengan pembagian agenda sebagai berikut: Hari Pertama (25/1): Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 107 peserta. Jumlah yang fantastis ini membuat arena lomba penuh warna. Hari Kedua (26/1): Uji mental dan intelektual lewat Lomba Adzan (13 peserta) dan Ranking 1 (11 peserta). Hari Terakhir (27/1): Ditutup dengan gemerlap Lomba Fashion Show yang diikuti 34 peserta, di mana anak-anak tampil percaya diri dengan busana terbaik mereka. Dominasi Juara dan Momen Apresiasi Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah yang dilakukan langsung oleh jajaran Perangkat Desa dan para Kepala Dusun (Kadus) Sepakek. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan pendamping. Berdasarkan akumulasi perolehan piala, Dusun Sepakek resmi dinobatkan sebagai Juara Umum karena berhasil menyabet gelar juara terbanyak di berbagai kategori. Namun, kejutan manis datang dari kategori Mewarnai dan Fashion Show, di mana talenta dari Dusun Taman Bali berhasil mencuri perhatian juri dan menyabet podium tertinggi. Berikut adalah daftar lengkap pemenang Lomba SIGMA KKM 156 Patibrata: ? Kategori Lomba Mewarnai Juara 1: Rara Ulun Anggita (Dusun Taman Bali) Juara 2: Farendra Nugraha (Dusun Sepakek) Juara 3: Adelia (Dusun Sepakek Utara) Harapan 1: Aliya Ainun (Dusun Penjangka) Harapan 2: Husna Ningsih (Dusun Sepakek) Harapan 3: Raisya Farhana (Dusun Sepakek Utara) ? Kategori Lomba Adzan Juara 1: Saka (Dusun Sepakek Utara) Juara 2: Arbani Devin (Dusun Sepakek) Juara 3: Pangeran Ozil (Dusun Sepakek) ? Kategori Ranking 1 Juara 1: Didi Amirul Hakim (Dusun Peresak) Juara 2: Ahmad Yasa (Dusun Kelana) Juara 3: Zaidi T. (Dusun Sepakek Selatan) ? Kategori Fashion Show Juara 1: Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 2: I Gusti Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 3: Diva Syahira Zafali (Dusun Sepakek) Kelompok 156 "Patibrata" berharap kegiatan SIGMA ini dapat menjadi kenangan manis dan pemantik semangat bagi anak-anak Desa Sepakek untuk terus berprestasi, menjaga kerukunan, dan menjadi generasi yang maju di masa depan.