Thumbnail
5 months ago
Pamit Undur Diri: Momen Hangat Penutupan KKM 156 Patibrata Bersama Sekdes dan Para Kadus Sepakek

M. RAYHAN NURSYAMSI

Sepakek, 31 Januari 2026 – Sebulan rasanya berlalu begitu cepat. Tawa anak-anak TPQ, hangatnya sapaan warga saat berpapasan di jalan, hingga lelah yang nikmat usai menjalankan proker kini harus berubah menjadi tumpukan rindu. Hari ini, perjalanan pengabdian KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" UIN Malang di Desa Sepakek resmi berakhir. Kami menggelar acara penutupan sekaligus perpisahan secara sederhana namun penuh kehangatan di Kantor Desa Sepakek. Kehadiran yang Penuh Makna Meskipun Bapak Kepala Desa dan beberapa perangkat desa lainnya berhalangan hadir karena adanya agenda yang tak bisa ditinggalkan, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kekhidmatan acara. Pemerintah Desa Sepakek diwakili langsung oleh Bapak Sekretaris Desa (Sekdes), yang selama ini juga banyak membantu urusan administratif kami. Yang membuat momen ini semakin berkesan adalah kehadiran para Bapak Kepala Dusun (Kadus) se-Desa Sepakek. Merekalah "orang tua asuh" kami di lapangan; sosok-sosok yang selalu membukakan pintu, memberikan izin, dan mendampingi kami saat blusukan dari satu surau ke surau lainnya. Menitipkan Jejak, Membawa Kenangan Dalam sambutannya, Bapak Sekdes mewakili pihak desa menyampaikan apresiasi atas program-program yang telah berjalan, mulai dari Lomba SIGMA, mengajar ngaji, hingga sosialisasi lingkungan. Sebagai simbol purna tugas, Ketua Kelompok 156 menyerahkan plakat kenang-kenangan dan secara resmi menyerahkan dokumen Policy Brief terkait pengelolaan sampah terintegrasi kepada Bapak Sekdes. Harapan kami, risalah kecil tersebut bisa menjadi sumbangsih pemikiran yang bermanfaat bagi kemajuan Desa Sepakek ke depannya. Terima Kasih, Sepakek! Di hadapan Bapak Sekdes dan para Kadus, kami menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami sadar, sebagai mahasiswa yang masih dalam tahap belajar, tentu ada tutur kata, tingkah laku, atau program kerja yang kurang sempurna di hati masyarakat Sepakek. Kini, atribut almamater telah kami lepas dari tempat ini, namun ikatan kekeluargaan yang terjalin tidak akan pernah putus. Terima kasih atas segala bimbingan, ruang belajar, dan senyuman tulus yang selalu menyambut kami di setiap sudut dusun. Sepakek bukan sekadar tempat kami mengabdi, tapi rumah tempat kami menemukan keluarga baru. Sampai jumpa di lain waktu, semoga Sepakek semakin asri, mandiri, dan sejahtera!

Thumbnail
5 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Turut Hadir dalam Kegiatan Rutinan Ishari di Musholla Babussalam Dusun Bendo

MUHAMMAD IRKHAM MAJID

KKM Unggulan Halal Center Mahasiswa KKM UIN Malang Turut Hadir dalam Kegiatan Rutinan Ishari di Musholla Babussalam Desa Bendo pada tanggal Januari 14, 2026   Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut diajak berpartisipasi dalam kegiatan rutinan Ishari yang diselenggarakan di Musholla Babussalam, Desa Bendo, Dusun Jabung. Kegiatan keagamaan ini dihadiri oleh para jamaah laki-laki dari masyarakat setempat dan berlangsung dengan penuh khidmat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM laki-laki ikut hadir dan mengikuti rangkaian rutinan Ishari bersama jamaah. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan eratnya hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Bendo selama masa pengabdian. Sementara itu, mahasiswa KKM perempuan turut berperan aktif dengan membantu warga dalam menyiapkan suguhan untuk para jamaah. Mulai dari menata makanan ringan hingga minuman, para mahasiswi bekerja sama dengan ibu-ibu setempat sebagai bentuk partisipasi dan kebersamaan dalam kegiatan sosial keagamaan. Kegiatan rutinan Ishari ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antara mahasiswa KKM UIN Malang dan masyarakat Desa Bendo. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan keagamaan desa, mahasiswa dapat lebih mengenal nilai-nilai religius dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKM UIN Malang dan warga Desa Bendo semakin erat, serta mampu menciptakan suasana pengabdian yang harmonis dan penuh makna selama pelaksanaan KKM.

Thumbnail
5 months ago
Potret Indah Toleransi di Sepakek: KKM 156 "Patibrata" Sukses Gelar Lomba SIGMA, Anak-Anak Lintas Agama Turut Meriahkan Panggung

MUHAMMAD IBNU MUALIFIN

Sepakek, 28 Januari 2026 – Semangat kebersamaan dan toleransi menyelimuti Desa Sepakek selama tiga hari berturut-turut. Mahasiswa KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar ajang kompetisi anak bertajuk SIGMA (Semarak Islam dan Generasi Maju). Digelar dari tanggal 25 hingga 27 Januari 2026, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga simbol persatuan antar-dusun dari total 11 dusun. Sebanyak 165 peserta berusia 5-13 tahun memadati lokasi lomba, mewakili dusun masing-masing dengan penuh kebanggaan. Menembus Sekat Perbedaan Yang membuat SIGMA tahun ini istimewa bukan hanya jumlah pesertanya yang membludak, melainkan semangat inklusivitasnya. Meski acara ini diinisiasi oleh mahasiswa kampus Islam, pintu kompetisi terbuka lebar untuk semua. Hal ini terbukti dengan kehadiran adik-adik dari Dusun Taman Bali yang beragama Hindu. Mereka turut berkompetisi dengan antusias dalam kategori umum seperti Lomba Mewarnai dan Fashion Show. Kehadiran mereka membuktikan bahwa kreativitas dan semangat generasi maju tidak memandang latar belakang agama. "Kami sangat senang melihat adik-adik dari Taman Bali berbaur tanpa canggung dengan teman-temannya dari dusun lain. Ini adalah wajah asli Sepakek yang harmonis," ujar salah satu perwakilan KKM 156 Patibrata. Tiga Hari Pesta Kreativitas Rangkaian acara SIGMA berlangsung meriah dengan pembagian agenda sebagai berikut: Hari Pertama (25/1): Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 107 peserta. Jumlah yang fantastis ini membuat arena lomba penuh warna. Hari Kedua (26/1): Uji mental dan intelektual lewat Lomba Adzan (13 peserta) dan Ranking 1 (11 peserta). Hari Terakhir (27/1): Ditutup dengan gemerlap Lomba Fashion Show yang diikuti 34 peserta, di mana anak-anak tampil percaya diri dengan busana terbaik mereka. Dominasi Juara dan Momen Apresiasi Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah yang dilakukan langsung oleh jajaran Perangkat Desa dan para Kepala Dusun (Kadus) Sepakek. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan pendamping. Berdasarkan akumulasi perolehan piala, Dusun Sepakek resmi dinobatkan sebagai Juara Umum karena berhasil menyabet gelar juara terbanyak di berbagai kategori. Namun, kejutan manis datang dari kategori Mewarnai dan Fashion Show, di mana talenta dari Dusun Taman Bali berhasil mencuri perhatian juri dan menyabet podium tertinggi. Berikut adalah daftar lengkap pemenang Lomba SIGMA KKM 156 Patibrata: ? Kategori Lomba Mewarnai Juara 1: Rara Ulun Anggita (Dusun Taman Bali) Juara 2: Farendra Nugraha (Dusun Sepakek) Juara 3: Adelia (Dusun Sepakek Utara) Harapan 1: Aliya Ainun (Dusun Penjangka) Harapan 2: Husna Ningsih (Dusun Sepakek) Harapan 3: Raisya Farhana (Dusun Sepakek Utara) ? Kategori Lomba Adzan Juara 1: Saka (Dusun Sepakek Utara) Juara 2: Arbani Devin (Dusun Sepakek) Juara 3: Pangeran Ozil (Dusun Sepakek) ? Kategori Ranking 1 Juara 1: Didi Amirul Hakim (Dusun Peresak) Juara 2: Ahmad Yasa (Dusun Kelana) Juara 3: Zaidi T. (Dusun Sepakek Selatan) ? Kategori Fashion Show Juara 1: Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 2: I Gusti Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 3: Diva Syahira Zafali (Dusun Sepakek) Kelompok 156 "Patibrata" berharap kegiatan SIGMA ini dapat menjadi kenangan manis dan pemantik semangat bagi anak-anak Desa Sepakek untuk terus berprestasi, menjaga kerukunan, dan menjadi generasi yang maju di masa depan.

Thumbnail
5 months ago
Pengembangan Aplikasi BPSAB sebagai Digitalisasi Pencatatan Air Desa

ALVI FARAH AZ-ZAHRAH

Sebagai bagian dari rangkaian program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok  Dharmayatra 106 melaksanakan inovasi digital berupa  pengembangan Aplikasi BPSAB  yang terintegrasi melalui website Desa Srigading. Program ini dirancang untuk membantu  BUMDes  dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan layanan air bersih desa, khususnya dalam hal pencatatan dan pemantauan pembayaran iuran bulanan masyarakat. Sebelum adanya Aplikasi BPSAB, proses pencatatan pelanggan dan pembayaran iuran air desa masih dilakukan secara  manual , baik melalui buku catatan maupun arsip tertulis. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kendala, seperti data yang tidak terstruktur, risiko kehilangan catatan, kesulitan dalam melacak konsumen yang rutin maupun tidak rutin membayar, serta kesulitan dalam menyusun laporan secara cepat dan akurat. Melihat permasalahan tersebut, Kelompok Dharmayatra 106 menggagas pembuatan Aplikasi BPSAB sebagai solusi digital yang dapat mendukung tata kelola BUMDes secara lebih modern, efisien, dan transparan. Pengembangan Aplikasi BPSAB bertujuan untuk: Mempermudah BUMDes dalam mencatat data pelanggan air desa secara ringkas. Membantu proses  pelacakan  konsumen berdasarkan tingkat kedisiplinan pembayaran iuran bulanan. Mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan. Mendukung digitalisasi administrasi layanan air desa. Aplikasi BPSAB dirancang sebagai sistem pencatatan berbasis website dengan beberapa fungsi utama, antara lain: Pencatatan Data Konsumen Aplikasi ini memuat data pelanggan layanan air desa, seperti identitas pelanggan, alamat, dan status layanan. Seluruh data disimpan secara digital sehingga lebih mudah diakses dan diperbarui. Pelacakan Pembayaran Iuran Bulanan Melalui sistem ini, BUMDes dapat menampung konsumen yang rutin membayar maupun yang mengalami keterlambatan. Informasi pembayaran tersedia secara terstruktur, sehingga memudahkan proses evaluasi dan tindak lanjut. Rekapitulasi dan Arsip Data Aplikasi BPSAB memungkinkan pembuatan rekap data pembayaran secara berkala. Hal ini membantu BUMDes dalam menyusun laporan administrasi dengan lebih cepat dan sistematis. Integrasi dengan Website Desa Aplikasi ini terintegrasi dengan website Desa Srigading sebagai bagian dari sistem informasi desa, sehingga mendukung satu pintu akses digital untuk pelayanan dan administrasi desa. Dengan hadirnya Aplikasi BPSAB, B UMDes Desa Srigading diharapkan dapat mengelola layanan air desa secara lebih tertib dan profesional. Sistem pencatatan yang sebelumnya manual kini beralih ke sistem digital yang lebih aman, efisien, dan mudah digunakan. Bagi, pengelolaan masyarakat yang lebih baik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta kejelasan administrasi pembayaran. Program kerja pengembangan  Aplikasi BPSAB  oleh Kelompok  Dharmayatra 106  merupakan bentuk nyata kontribusi pelajar dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa. Diharapkan, aplikasi ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh BUMDes sebagai sarana pendukung pengelolaan layanan air desa yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan.

Thumbnail
5 months ago
Kolaborasi Guna Tingkatkan Literasi Anak Dusun paras

HANAN MAHIRA AMANI

KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) kelompok 129 Weningga Wirabhana UIN Malang bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Dolan Edukatif bagi anak-anak usia sekolah Dasar di Dusun Paras, Desa karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Januari 2026, bertempat di Rumah Singgah Dusun Paras, mulai pukul 08:30 hingga 14:30 WIB. Kegiatan Dolan Edukatif merupakan program edukatif dan literatif yang dirancang untuk memberikan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Dusun paras berusia Sekolah Dasar sebagai peserta utama, dengan pendampingan langsung dari Mahasiswa KKM 129 Weningga Wirabhana UIN Malang serta mahasiswa UMM seagai tutor dan fasilitator kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar menulis, bercerita, dan jurnalistik sederhana. Selain itu, kegiatan ini bertujuan melatih anak-anak untuk bekerja sama dengan tim, meningkatkanrasa percaya diri, serta mengenalkan penggunaan gawai secara positif dan produktif sejak usia dini. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui berbagai metode interaktif yang disesuaikan dengan usia peserta. Anak-anak menerima materi penulisan anak, storytelling, jurnalis cilik, serta pengenalan foto dan video. Setelah pembentukan kelompok, peserta diajak melakukan kegiatan hunting video dan  dilanjut proses editing sederhana secara berkelompok, kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya mereka di akhir kegiatan. Selama sesi istirahat, anak-anak mengikuti kegiatan membaca bersama dengan memanfaatkan perpustakaan berjalan yang sudah disediakan oleh mahasiswa UMM. Kegiatan ini menjadi sarana pendukung menumbuhkan kebiasaan membaca di sela-sela aktivitas utama. Melalui kegiatan Dolan Edukatif ini, mahasiswa berharap dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi, kreativitas, serta kemampuan sosial anak-anak Dusun Paras, sekaligus mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
5 months ago
Langkah Akhir Kelompok KKM 104 UIN Malang: Jalan Sehat, Kebudayaan, serta Kebersamaan Warga Dusun Ampelgading

DILA MAULIDA ZAHRANI

Suasana pagi di Dusun Ampelgading seolah turut membangun semangat warga yang berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat Dusun Ampelgading 2026. Warga berkumpul sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan sebagai bagian dari penutupan program KKM. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat setelah menjalani berbagai program pengabdian. Acara diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Gerakan senam yang sederhana dan iringan musik yang mengiringi membuat suasana semakin hidup. Senam pagi menjadi sarana pemanasan sekaligus membangun semangat kebersamaan sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya. Usai senam, peserta memulai jalan sehat menyusuri rute yang telah ditentukan. Langkah demi langkah dilalui bersama dalam suasana santai dan penuh keakraban. Jalan sehat ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga dan mahasiswa KKM. Sesampainya di area finish kembali ke lapangan warga disuguhi pertunjukan bantengan/mberot salah satu kesenian tradisional khas Jawa Timur yang selalu dinanti. Aksi para pemain dengan kostum warna-warni dan alunan musik tradisional berhasil memukau peserta. Hiburan ini memberikan nuansa kebudayaan sekaligus menjadi hadiah hiburan setelah jalan sehat bersama. Kemeriahan ini menjadi kebanggaan sendiri atas kebudayaan lokal. Kemeriahan berlanjut dengan pembagian doorprize kepada peserta yang beruntung. Tawa dan sorak gembira terdengar ketika hadiah dibagikan, menambah kemeriahan dalam kegiatan tersebut. Doorprize menjadi wujud apresiasi kepada seluruh warga yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan jalan sehat. Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan sambutan dari perwakilan panitia dan tokoh masyarakat Dusun Ampelgading. Mereka menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak terutama mahasiswa KKM yang telah membantu selama program pengabdian berlangsung. Rasa syukur dan haru terasa ketika mahasiswa menyampaikan pamit kepada warga, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan KKM dengan penuh kenangan manis.