Thumbnail
3 months ago
Edukasi Lingkungan Sejak Dini, KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena Pasang Papan Informasi “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”

MOCHAMMAD HAFIDZ FAHREZA RACHIM

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan salah satu program kerja bertema kepedulian lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sampah bertajuk “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”. Program ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sederhana namun berdampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai bahaya sampah anorganik yang sulit terurai. Papan informasi tersebut berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam. Beberapa contoh yang dicantumkan di dalam papan informasi antara lain styrofoam yang tidak dapat terurai, botol plastik yang membutuhkan waktu sekitar 450 tahun, kaleng yang membutuhkan waktu sekitar 200 tahun, kemasan sachet sekitar 20 tahun, serta puntung rokok yang membutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk terurai. Melalui informasi tersebut, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami bahwa sampah yang terlihat kecil dan sepele ternyata memiliki dampak besar bagi lingkungan dalam jangka panjang. Edukasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah. Program kerja papan informasi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Dusun Jambangan. Dengan adanya papan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak adalah tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan yang lebih baik.  

Thumbnail
3 months ago
Kolaborasi Strategis Mahasiswa dan IPNU IPPNU dalam Penguatan Integrasi Sosial Pemuda Desa

NEVANDA NUR SYAHDANU

Upaya membangun solidaritas sosial di kalangan generasi muda tidak selalu harus diwujudkan melalui forum formal atau diskusi konseptual. Terkadang, nilai-nilai kebersamaan justru tumbuh secara alami melalui aktivitas kolaboratif yang melibatkan partisipasi aktif dan interaksi langsung. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan Kolaborasi Outbond bersama IPNU IPPNU Robyong, Sukosari, dan Pandansari yang dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 38. Kegiatan ini menjadi ruang sinergi antara mahasiswa dan organisasi kepemudaan desa dalam membangun komunikasi yang lebih cair dan produktif. IPNU dan IPPNU sebagai wadah kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta komitmen sosial generasi muda di tingkat desa. Kolaborasi bersama mahasiswa KKM menghadirkan dinamika baru yang mempertemukan perspektif akademik dengan realitas sosial kepemudaan di lapangan. Outbond yang dilaksanakan bukan sekadar aktivitas permainan luar ruang, melainkan dirancang sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Setiap sesi permainan menuntut kerja sama, strategi, komunikasi efektif, serta kepemimpinan kolektif. Dalam konteks ini, kegiatan outbond berfungsi sebagai instrumen penguatan soft skills, seperti kemampuan problem solving, manajemen konflik, serta solidaritas tim. Mahasiswa KKM berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan, membangun suasana inklusif, serta mendorong interaksi lintas desa agar tercipta rasa saling mengenal dan saling memahami. Interaksi tersebut menjadi penting mengingat dinamika sosial antarwilayah sering kali memerlukan ruang temu yang konstruktif agar terhindar dari sekat-sekat sosial. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kohesi sosial pemuda lintas desa. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan outbond memperlihatkan bahwa kolaborasi mampu mereduksi jarak sosial dan memperluas jejaring komunikasi. Melalui aktivitas bersama, para peserta belajar untuk saling menghargai perbedaan karakter, latar belakang, dan pengalaman organisasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan komunikasi antarorganisasi kepemudaan. Mahasiswa KKM tidak hanya berperan sebagai fasilitator kegiatan, tetapi juga sebagai jembatan kolaborasi yang membuka peluang sinergi program di masa mendatang. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan akan lahir kegiatan-kegiatan lanjutan yang lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat. Seluruh rangkaian aktivitas KKM Kelompok 38 ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kivah Aha Putra, M.Pd.I. Pendampingan akademik dari DPL memastikan bahwa setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya bersifat partisipatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif, relevansi sosial, serta selaras dengan visi pengabdian universitas. Dalam perspektif pengabdian masyarakat, kolaborasi outbond ini menunjukkan bahwa pembangunan sosial dapat dimulai dari penguatan relasi interpersonal. Generasi muda yang solid, komunikatif, dan terbiasa bekerja sama akan menjadi modal sosial yang berharga bagi pembangunan desa. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, mahasiswa KKM UIN Malang belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang program kerja yang terstruktur, tetapi juga tentang menghadirkan energi positif dan memperkuat jaringan sosial yang telah ada. Kegiatan ini pada akhirnya menjadi refleksi bahwa kolaborasi lintas desa bukan sekadar agenda temporer, melainkan investasi sosial jangka panjang. Di tangan generasi muda yang kompak dan terbuka terhadap sinergi, harapan akan tumbuhnya masyarakat yang harmonis dan progresif menjadi semakin nyata. Kata Kunci KKM UIN Malang IPNU IPPNU Outbond Pemuda Kolaborasi Lintas Desa Pengabdian Masyarakat

Thumbnail
3 months ago
Partisipasi KKM Artana sebagai Panitia Isra Mi’raj dan Penguatan Moderasi Beragama

SITI ROCHMAH MAULIDAH

Hari ke-33 pelaksanaan KKM menjadi momen berkesan bagi Kelompok Artana. Atas ajakan Bapak Ketua LPMK, mahasiswa KKM dipercaya untuk turut terlibat sebagai panitia dalam kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh agama, yang menambah kekhidmatan sekaligus makna kebersamaan dalam acara tersebut. Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, Kelompok Artana ikut membantu berbagai kebutuhan kegiatan agar acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Peringatan Isra Mi’raj berlangsung dengan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali mengingat dan merenungkan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, sekaligus meneladani nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai moderasi beragama dalam kegiatan ini tercermin dari kebersamaan berbagai unsur masyarakat yang hadir. Kehadiran aparatur kelurahan, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam satu kegiatan menjadi contoh nyata sikap saling menghormati, menjaga keharmonisan, dan hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman. Tanpa disampaikan secara formal, nilai-nilai tersebut terlihat melalui kebersamaan dan keteladanan para tokoh yang terlibat. Bagi Kelompok Artana, keterlibatan sebagai panitia dalam kegiatan ini bukan hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga bentuk nyata pengabdian dan pembelajaran langsung tentang pentingnya kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. KKM Artana — Mengabdi dengan Iman, Meneladani Harmoni, Tumbuh Bersama Masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah, Mahasiswa KKM 65 UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting di SDN 02 Kalirejo

MUHAMMAD REZA SAFRI NASRULLAH

Sosialisasi Parenting dilaksanakan di SD Negeri 02 Kalirejo, Kecamatan Kalipare, pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan yang bertempat di ruang kelas sekolah ini merupakan bagian dari rangkaian program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang berfokus pada penguatan peran orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak. Kegiatan ini diikuti oleh wali murid dan siswa SD Negeri 02 Kalirejo. Kegiatan sosialisasi parenting mengusung tema "Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak". Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam mendampingi anak, terutama pada usia Sekolah Dasar yang merupakan masa krusial dalam pembentukan karakter dan kebiasaan belajar. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di ruang kelas 2 SD Negeri 02 Kalirejo-Kalipare. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Para wali murid dan siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan perhatian penuh selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang positif dan efektif. Orang tua diajak untuk lebih sadar akan perannya dalam mendampingi anak, baik dalam aspek pendidikan, perkembangan emosional, maupun pembentukan karakter di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang positif dan efektif. Orang tua diajak untuk lebih sadar akan perannya dalam mendampingi anak, baik dalam aspek pendidikan, perkembangan emosional, maupun pembentukan karakter di lingkungan keluarga.  

Thumbnail
3 months ago
Penempatan dan pengelolaan Bank sampah didusun duren

KHILDATUS SOLIKAH

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus mewujudkan koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang fokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah dimulai sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
Penempatan dan Pengelolaan Bank Sampah di Dusun Nduren

JIHAN HANIFA NURAIDIN

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus mewujudkan koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang fokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah dimulai sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.