FIQHAN DALLA
Upaya pengenalan konsep pertanian sederhana di lingkungan masyarakat menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Dalam konteks tersebut, mahasiswa KKM 249 Citteswara melaksanakan kegiatan penyemaian umbi bawang merah menggunakan sistem wick sebagai bagian dari pendekatan urban integrated farming. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal pengenalan metode tanam alternatif yang dapat diterapkan secara sederhana dan bertahap. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian program KKM yang berlangsung di Desa Ngenep. Lingkungan sekitar desa didominasi oleh aktivitas pertanian konvensional seperti penanaman padi dan jagung. Oleh karena itu, penyemaian bawang merah dengan sistem wick dipilih sebagai bentuk pengenalan awal terhadap metode budidaya yang berbeda, tanpa bermaksud menggantikan pola pertanian yang sudah ada. Pendekatan ini lebih diarahkan sebagai percobaan awal sekaligus sarana pembelajaran. Sistem wick yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari metode hidroponik sederhana. Metode ini dipilih karena relatif praktis dan mudah diterapkan, khususnya sebagai tahap awal dalam kegiatan pengenalan budidaya tanaman. Sistem wick bekerja dengan memanfaatkan sumbu untuk menyalurkan air dari sumber air menuju media tanam, sehingga tanaman dapat memperoleh kebutuhan air secara bertahap. Wadah yang digunakan dalam penyemaian ini adalah polybag, dengan susunan media tanam yang dibagi ke dalam beberapa lapisan. Lapisan pertama merupakan wick zone dengan ketebalan sekitar 2--3 cm, yang terdiri dari kain flanel dan kerikil. Lapisan ini berfungsi sebagai penarik air dari kolam atau sumber air menuju media tanam di atasnya. Lapisan kedua adalah zona distribusi air dengan ketebalan sekitar 3--4 cm, menggunakan campuran arang sekam dan pasir kasar. Lapisan ini berfungsi untuk menyebarkan air yang ditarik oleh wick agar dapat merata ke bagian atas media. Selanjutnya, lapisan ketiga merupakan zona akar aktif dengan ketebalan sekitar 6--8 cm, menggunakan campuran tanah remah, kompos, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1. Lapisan ini menjadi area utama bagi perkembangan akar tanaman. Di atasnya terdapat lapisan transisi dengan ketebalan kurang lebih 1 cm yang menggunakan pasir Malang murni atau kerikil. Penggunaan pasir Malang disesuaikan dengan kondisi lokasi KKM yang berada di wilayah Karangploso, Malang. Lapisan ini berfungsi sebagai pemisah antara zona akar dan zona umbi. Lapisan terakhir adalah zona umbi dengan ketebalan sekitar 7--10 cm, yang terdiri dari campuran 50--60% pasir Malang atau kerikil, 30--40% sekam bakar, dan 0--10% pasir kasar biasa. Penyemaian bawang merah dalam sistem ini masih berada pada tahap awal pembuatan media dan penanaman umbi. Kegiatan ini belum difokuskan pada pengamatan pertumbuhan atau hasil akhir tanaman. Kegiatan difokuskan pada tahap persiapan dan penyemaian awal. Dengan demikian, belum diperlukan penanganan khusus terhadap permasalahan teknis di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 249 Citteswara memperoleh pengalaman dalam merancang sistem tanam sederhana yang dapat diaplikasikan di lingkungan dengan keterbatasan lahan. Pendekatan urban integrated farming melalui sistem wick ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pengenalan metode budidaya alternatif, khususnya sebagai media pembelajaran dan pengembangan ide pertanian sederhana di tingkat masyarakat.
WIDYA DWI LESTARI
(23/01/2026) Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, KKM 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Tadabur Alam di wilayah Belung Utara pada minggu ketiga Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak peserta bimbingan belajar dan dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran luar ruang yang edukatif dan menyenangkan. Tadabur Alam dirancang sebagai media belajar langsung dari lingkungan sekitar. Anak-anak diajak menyusuri beberapa titik di kampung, seperti area persawahan, aliran sungai, serta salah satu situs bersejarah desa yaitu Bok Pendem. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM mendampingi anak-anak untuk mengamati kondisi lingkungan sekaligus memberikan penjelasan sederhana mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian alam. Dalam perjalanan tersebut, anak-anak juga diajak berdiskusi ringan mengenai kebiasaan sehari-hari yang berdampak pada lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan atau menjaga kebersihan saluran air. Diskusi dilakukan secara santai agar mudah dipahami, sekaligus mendorong anak-anak untuk berani menyampaikan pendapat dan pengamatan mereka. Selain mengenalkan aspek lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah lokal melalui kunjungan ke Bok Pendem. Mahasiswa memberikan gambaran singkat mengenai nilai historis yang dimiliki desa, sehingga anak-anak tidak hanya mengenal alamnya, tetapi juga warisan budaya yang ada di sekitarnya. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Anak-anak terlihat aktif bertanya dan menikmati proses belajar di luar ruangan. Melalui pendekatan ini, pembelajaran terasa lebih kontekstual karena mereka dapat melihat langsung objek yang dibahas. Melalui program Tadabur Alam, KKM 36 Ardhacitta UIN Malang berharap anak-anak dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan tempat tinggalnya serta memiliki kesadaran untuk menjaga alam sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menanamkan tanggung jawab bersama dalam merawat lingkungan dan mengenal potensi desa secara lebih dekat.
MUHAMMAD HAIQAL SYARIF
https://drive.google.com/drive/folders/1HP1trPzJlLbGDxMv7reDL4kGFf_2APyt
DEVI OKTAVIA RAMAHDANI
Desa Kenongo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, memiliki potensi UMKM yang terus berkembang, salah satunya adalah Kulit Pangsit 99 Usaha Makmur. UMKM ini menjadi tujuan kunjungan KKM Kelompok 46 Dharmabhakti dalam rangka mengenal lebih dekat proses produksi sekaligus mendukung penguatan sektor usaha mikro di desa. Kulit Pangsit 99 Usaha Makmur merupakan usaha pembuatan kulit pangsit yang didirikan oleh Bapak Iron, seorang pengusaha asal Lumajang yang kini menetap dan mengembangkan usahanya di Desa Kenongo. Usaha ini mulai beroperasi sejak tahun 2022 dengan dukungan peralatan mesin produksi, bahan baku, serta tempat produksi yang memadai. Proses produksi kulit pangsit dilakukan pada malam hari, dimulai pukul 20.00 hingga 03.00 WIB, dengan melibatkan enam orang pekerja. Pada saat permintaan pasar meningkat, jam produksi dapat diperpanjang hingga pukul 05.00 WIB. Dalam sehari, Kulit Pangsit 99 Usaha Makmur mampu memproduksi sekitar 50–80 bal, dengan berat bersih 5 kilogram per bal. Dalam kunjungan ini, Kelompok 46 Dharmabhakti tidak hanya mengamati alur produksi, tetapi juga turut mencoba secara langsung proses pembuatan kulit pangsit. Mulai dari pengolahan adonan, pencetakan menggunakan mesin, hingga tahap pengemasan, seluruh proses dilakukan dengan ketelitian untuk menjaga kualitas produk yang beredar di pasaran. Bapak Iron menyampaikan bahwa konsistensi kualitas menjadi kunci keberlangsungan usahanya. “Kami selalu berusaha menjaga kualitas kulit pangsit agar tetap baik saat sampai ke tangan pembeli. Mulai dari bahan baku sampai proses produksi harus benar-benar diperhatikan,” ujar Bapak Iron. Setelah proses produksi selesai, kulit pangsit segera didistribusikan ke berbagai toko dan pasar, seperti Pasar Jabung, Tumpang, hingga Pasuruan. Distribusi yang cepat menjadi salah satu kunci agar produk tetap segar dan siap digunakan oleh konsumen. Melalui kunjungan ini, Kelompok 46 Dharmabhakti mendapatkan pemahaman langsung mengenai dinamika produksi UMKM lokal serta peran pentingnya dalam mendukung perekonomian desa. Kulit Pangsit 99 Usaha Makmur menjadi contoh nyata bahwa UMKM desa mampu berkembang, berdaya saing, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
TIFANI ADNIA
Pada Senin, 5 Januari 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pemaparan Profiling Bisnis Anggota KKM Inkubasi Bisnis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Gedung B No. 102 Lantai 1 UIN Malang, pukul 09.30 -- 11.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 21 anggota KKM Inkubasi Bisnis dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Sri Andiani, S.E., M.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan hasil susunan profiling bisnis anggota, sehingga konsep usaha yang dimiliki menjadi lebih terstruktur dan siap dikembangkan dalam program inkubasi bisnis. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan profil usaha oleh masing-masing anggota, diskusi, serta pemberian masukan untuk penyempurnaan data bisnis. Melalui kegiatan ini, diperoleh data profiling bisnis anggota KKM yang akan digunakan sebagai dasar pendampingan dan pengembangan usaha selama program KKM Inkubasi Bisnis berlangsung. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang berkelanjutan di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
DINI NAFISA
Meriah dan Penuh Haru, Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Malang Kelompok 3 di POMURI Malang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 3 yang digelar di Perumahan Pondok Mutiara Asri (POMURI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di lingkungan perumahan yang dikenal memiliki banyak pelaku UMKM rumahan tersebut. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara nilai religiusitas dan nasionalisme dalam setiap program pengabdian yang dijalankan. Ketua Kelompok 3 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga POMURI yang telah menerima mahasiswa dengan hangat serta berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja, khususnya pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM rumahan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat dan tumbuh bersama,” ujarnya. Sambutan turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, serta Ketua Takmir Masjid Al Firdaus. Ketiganya memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penguatan ekosistem usaha halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Gebyar penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan dari lintas generasi. Anak-anak TPQ Masjid Al Firdaus menampilkan tari kreatif dan pertunjukan pantomim yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin. Remaja desa turut mempersembahkan tari khas Jawa Timur yang energik dan sarat nilai budaya lokal. Tak kalah memukau, ibu-ibu Majelis Hadrah Jidor Al Firdaus tampil membawakan lantunan shalawat yang menggugah suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga. Sebagai penampilan pamungkas, mahasiswa KKM mempersembahkan drama musikal yang mengisahkan perjalanan pengabdian mereka selama di POMURI—mulai dari pendampingan UMKM, pelatihan kreatif, hingga kebersamaan dengan anak-anak TPQ. Drama tersebut sukses menghadirkan tawa sekaligus haru di penghujung acara. Selain pentas seni, momen penting lainnya adalah pengumuman pemenang lomba kreasi anak yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pemberdayaan. Tidak hanya itu, secara simbolis juga diumumkan capaian sertifikat halal bagi pelaku usaha yang telah berhasil lolos proses pendampingan, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan UMKM di lingkungan perumahan. Acara ditutup dengan penayangan video after movie KKM dalam format short film yang merangkum seluruh perjalanan pengabdian mahasiswa. Tayangan tersebut menjadi refleksi sekaligus kenangan manis atas kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Ketua RW POMURI menyampaikan harapannya agar silaturahmi tetap terjaga meski masa KKM telah berakhir. “Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran adik-adik mahasiswa, terutama bagi UMKM rumahan yang menjadi kekuatan ekonomi warga,” ungkapnya. Gebyar penutupan ini bukan sekadar seremoni akhir kegiatan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kreativitas di tengah lingkungan perumahan yang produktif.