Thumbnail
3 months ago
Sharing Session Eco Enzyme: Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Bersama PKK Sukowilangun

ADZURA BUNGA DIVA

Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari, bertempat di Balai Desa Sukowilangun. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun di Desa Sukowilangun. Setiap dusun mengirimkan tiga perwakilan, sehingga dari empat dusun yang ada, total peserta dari PKK berjumlah dua belas orang. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan perangkat desa dan juga perwakilan anggota karang taruna. Acara diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai apa itu eco enzyme dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta. Eco enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pengurai limbah organik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dimulai dari memotong bahan-bahannya hingga proses penimbangan. Dalam praktik tersebut, digunakan galon berukuran lima liter dengan takaran tiga liter air, 300 gram sampah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran, serta 100 gram gula merah sebagai bahan fermentasi. Proses praktik dilakukan secara interaktif dengan melibatkan audiens. Beberapa ibu PKK dan juga perangkat desa tampak antusias untuk  mencoba langsung memasukkan sampah organik yang sudah dipotong-potong ke dalam galon. Untuk menambah pemahaman peserta, panitia juga memperlihatkan sampel eco enzyme yang telah jadi. Tidak hanya ditunjukkan secara visual, efektivitas eco enzyme juga dibuktikan secara langsung dengan menggunakannya untuk membersihkan kerak membandel yang ada di lantai balai desa. Hasilnya, kerak tersebut dapat dibersihkan dengan cukup mudah, sehingga membuat para peserta semakin yakin akan manfaat eco enzyme. Selama proses praktik berlangsung, suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Beberapa ibu-ibu PKK yang aktif bertanya, salah satunya mengenai alasan mengapa sampah organik yang digunakan tidak boleh terlalu keras, seperti kulit durian dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa sampah yang terlalu keras membutuhkan waktu penguraian yang sangat lama dan dapat menghambat proses fermentasi, sehingga hasil eco enzyme menjadi kurang optimal. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses perawatan eco enzyme setelah pembuatan. Dijelaskan bahwa pada satu minggu pertama, tutup botol galon harus dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Sementara itu, pada minggu-minggu berikutnya, tutup botol cukup dibuka satu kali dalam seminggu hingga proses fermentasi selesai selama kurang lebih 3 bulan. Secara keseluruhan, kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta, serta pembuktian langsung manfaat eco enzyme, membuat kegiatan ini terasa seru dan mudah dipahami. Diharapkan, melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Sharing Session Eco Enzyme: Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Bersama PKK Sukowilangun", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara1706/697a27f634777c7a437d3272/sharing-session-eco-enzime-edukasi-dan-praktik-pengelolaan-sampah-organik-bersama-pkk-sukowilangun?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop Kreator: Satyavarakkm62 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.  

Thumbnail
3 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo

SAUSAN SHALIHAH ALFIRDAUSI

Jabung -- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum" dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah.Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Pemateri menyampaikan materi mengenai bullying kepada para pelajar dalam kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di aula sekolah.  Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.  

Thumbnail
3 months ago
Stop Deg-deg-an di Tikungan! KKM Ganiswara 64 Datang Bawa Solusi

MUHAMMAD BAIHAQI RAHMAT WILDANI

Program kerja KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal mengajar dan kegiatan keagamaan, tetapi juga tentang aksi nyata demi keselamatan warga. Salah satu langkah kecil namun berdampak besar yang dilakukan adalah pemasangan kaca cembung di titik jalan yang rawan kecelakaan. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi jalan desa yang memiliki pandangan terbatas. Setelah melakukan pengamatan langsung dan berdiskusi bersama perangkat desa, mahasiswa KKM menemukan beberapa titik yang dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Jalan yang sempit dan berbelok tajam menjadi alasan utama diperlukannya alat bantu keselamatan. Dari hasil koordinasi tersebut, diputuskan pemasangan kaca cembung sebagai solusi yang paling tepat dan mudah diterapkan. Dua titik strategis akhirnya dipilih sebagai lokasi pemasangan kaca cembung, yaitu di dekat rumah Pak Joko dan di dekat rumah Pak Mudin. Kedua lokasi ini dikenal sebagai jalur yang sering dilalui warga dan memiliki jarak pandang yang terbatas. Kehadiran kaca cembung diharapkan dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Proses pemasangan kaca cembung berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Mahasiswa KKM Ganiswara 64 turun langsung bersama warga sekitar untuk memasang kaca di lokasi yang telah ditentukan. Mulai dari menyiapkan alat, menentukan posisi terbaik, hingga memastikan kaca terpasang dengan aman, semuanya dilakukan bersama-sama. Program ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Dengan adanya kaca cembung, pengendara dapat lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan yang rawan. Langkah sederhana ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan lingkungan desa. Selain memberikan manfaat fisik berupa alat keselamatan, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian bersama. Mahasiswa KKM mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan sesama pengguna jalan. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui program pemasangan kaca cembung ini, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. Aksi kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi warga dan menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keselamatan adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. https://www.kompasiana.com/ganiswara0838/697c514934777c14452510a2/stop-deg-deg-an-di-tikungan-kkm-ganiswara-64-datang-bawa-solusi

Thumbnail
3 months ago
Fun Learning: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak-anak Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Fun Learning: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak-anak", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara

DWI SASI KHOIRUN NISAK

Belajar tidak selalu harus terpaku pada buku dan papan tulis. Melalui konsep fun learning, proses belajar dapat dikemas menjadi lebih menyenangkan, aktif, dan mudah diterima oleh anak-anak. Hal inilah yang diterapkan oleh mahasiswa KKM 62 Satyavara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan pendampingan belajar anak-anak TK Dharmawanita. Kegiatan fun learning diawali dengan belajar membaca dan mengeja kata sederhana, Diaman kakak kkm sudah menyiapkan beberapa lembar kertas acak yang berisi dengan berbagai suku kata yang nantinya akan membentuk sebuah kata. Saat kakak pendamping menyebutkan kata "lima", anak-anak diminta untuk mencari dan melompat ke suku kata yang tepat secara berurutan. Permainan dilakukan secara bergiliran agar tetap rapi dan tertib. Jika ada anak yang keliru, ia diminta kembali ke barisan belakang dan menunggu giliran berikutnya hingga berhasil. Melalui permainan ini, anak-anak belajar membaca sambil bergerak, sehingga suasana belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan. Foto Kegiatan Fun Learning ( Sumber : PDD KKM UIN Malang Kelompok 62 ) Kegiatan selanjutnya adalah mendengarkan cerita pendek yang dipandu oleh kakak pendamping menggunakan boneka tangan (puppet). Cerita disampaikan secara ekspresif dan interaktif agar anak-anak tertarik untuk menyimak. Setelah cerita selesai, kakak pendamping mengajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk menguji pemahaman anak terhadap isi cerita. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan menyimak, konsentrasi, serta daya ingat anak. Setelah itu, anak-anak diajak bermain berhitung melalui permainan yang dikemas menyerupai ular-ularan. Setiap anak ditempeli nomor di bagian punggung. Anak yang mendapatkan nomor satu bertugas mencari nomor berikutnya hingga membentuk urutan angka. Permainan ini membantu anak mengenal konsep bilangan dan urutan angka, sekaligus melatih interaksi sosial dan kerja sama. Sebagai penutup, kegiatan fun learning dilanjutkan dengan mewarnai gambar. Aktivitas mewarnai berfungsi untuk mengasah kreativitas, melatih motorik halus, meningkatkan fokus, serta memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka melalui pilihan warna. Melalui rangkaian kegiatan fun learning ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca, mendengarkan, dan berhitung, tetapi juga diajak untuk berani mencoba, aktif, dan belajar sambil bermain. Suasana belajar yang menyenangkan membuat anak-anak lebih antusias, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dan dikenang dengan lebih baik. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Fun Learning: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak-anak", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara1706/697a2d10ed64157483422b02/fun-learning-menciptakan-pembelajaran-menyenangkan-untuk-anak-anak?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop Kreator: Satyavarakkm62 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
3 months ago
Workshop Pertanian Anorganik: Inovasi Pupuk Anorganik Aman dengan Jadam Sulfur

DENNI MIZANUL FAJAR

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Kelompok 32 menggelar Workshop Pertanian Organik bertajuk “Inovasi Pupuk Organik Aman dengan Jadam Sulfur” pada Senin, 25 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SD 1 Ngadireso dan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan diikuti oleh warga serta pihak yang tertarik pada pengembangan pertanian ramah lingkungan.Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik yang aman dan berkelanjutan. Jadam Sulfur diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pupuk organik yang mudah dibuat, ekonomis, serta memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tanaman dan tanah tanpa merusak lingkungan. Acara berlangsung dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar pertanian organik, manfaat Jadam Sulfur, serta langkah-langkah pembuatannya. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif dalam sesi diskusi, terutama terkait penerapan pupuk organik dalam kegiatan pertanian sehari-hari. Melalui kegiatan ini, KKM UIN Malang Kelompok 32 berharap dapat mendorong masyarakat Desa Ngadireso untuk mulai beralih ke praktik pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berwawasan lingkungan. Workshop ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Workshop Pertanian Anorganik: Inovasi Pupuk Anorganik Aman dengan Jadam Sulfur", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/rahmaanidasalsabilaaa7298/697761a5c925c41cef1ecec2/workshop-pertanian-anorganik-inovasi-pupuk-anorganik-aman-dengan-jadam-sulfur?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop Kreator: Rahmaanida Salsabilaaa Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
3 months ago
Pemasangan Cermin Cembung di Desa Arjosari

SHELY SINDI NIRMALA

Program kerja KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal mengajar dan kegiatan keagamaan, tetapi juga tentang aksi nyata demi keselamatan warga. Salah satu langkah kecil namun berdampak besar yang dilakukan adalah pemasangan kaca cembung di titik jalan yang rawan kecelakaan. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi jalan desa yang memiliki pandangan terbatas. Setelah melakukan pengamatan langsung dan berdiskusi bersama perangkat desa, mahasiswa KKM menemukan beberapa titik yang dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Jalan yang sempit dan berbelok tajam menjadi alasan utama diperlukannya alat bantu keselamatan. Dari hasil koordinasi tersebut, diputuskan pemasangan kaca cembung sebagai solusi yang paling tepat dan mudah diterapkan. Dua titik strategis akhirnya dipilih sebagai lokasi pemasangan kaca cembung, yaitu di dekat rumah Pak Joko dan di dekat rumah Pak Mudin. Kedua lokasi ini dikenal sebagai jalur yang sering dilalui warga dan memiliki jarak pandang yang terbatas. Kehadiran kaca cembung diharapkan dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Proses pemasangan kaca cembung berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Mahasiswa KKM Ganiswara 64 turun langsung bersama warga sekitar untuk memasang kaca di lokasi yang telah ditentukan. Mulai dari menyiapkan alat, menentukan posisi terbaik, hingga memastikan kaca terpasang dengan aman, semuanya dilakukan bersama-sama. Program ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Dengan adanya kaca cembung, pengendara dapat lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan yang rawan. Langkah sederhana ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan lingkungan desa. Selain memberikan manfaat fisik berupa alat keselamatan, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian bersama. Mahasiswa KKM mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan sesama pengguna jalan. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui program pemasangan kaca cembung ini, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. Aksi kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi warga dan menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keselamatan adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.