RESA RISMAYANTI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultatif Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah melaksanakan program konseling sebaya di Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2, Tambakberas, Jombang. Program kerja ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan psikologi secara langsung di lingkungan pesantren. Mahasiswa KKM berupaya menghadirkan layanan konseling sebaya yang menjadi ruang aman dan mudah diakses bagi para santri yang ingin berbagi cerita. Program konseling sebaya sendiri merupakan layanan pendampingan psikologis yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai konselor sebaya. Layanan ini memberikan kesempatan kepada para santri untuk berbagai cerita, keluh kesah, dan permasalahan pribadi lainnya secara terbuka. Mahasiswa KKM sebagai konselor berusaha memberikan ruang aman bagi para santri (klien) tanpa menghakimi selama proses konseling berlangsung. Hal ini sebagai upaya agar santri merasa aman, nyaman, dan merasa bahwa mereka dipahami. Pelaksanaan konseling sebaya mendapatkan respons positif di para santri. Hal ini terlihat dari antusiasme minat yang tinggi santri untuk mengakses layanan konseling sebaik-baiknya. Banyak santri yang secara sukarela mengikuti sesi konseling dan berusaha terbuka saat berbagi cerita dan permasalahan. Hal ini menunjukkan bahwa program konseling sebaya mampu menjawab kebutuhan santri akan ruang untuk mereka berbagi cerita. Program konseling sebaya dilatarbelakangi oleh kebutuhan santri untuk memperoleh dukungan emosional dalam berbagi cerita atau permasalahan. Santri seringkali menghadapi berbagai tekanan, baik tekanan akademik, sosial, maupun personal, namun mereka tidak selalu memiliki tempat yang memadai untuk mengekspresikan perasaan dan kebingungan yang dialami. Selain itu, latar belakang pelaksanaan konseling sebaya juga diperkuat oleh hasil program kerja sebelumnya, yaitu Sharing Session. Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa banyak santri yang mengalami kebingungan terkait masa depan, seperti perencanaan pendidikan selanjutnya, perkuliahan, pilihan karir, serta permasalahan pertemanan. Temuan ini menunjukkan adanya urgensi untuk menghadirkan layanan pendampingan yang pada hal ini telah mahasiswa KKM realisasikan dalam bentuk konseling sebaya. Program konseling sebaya dilaksanakan selama tiga pekan, yakni mulai tanggal 8 hingga 26 Januari 2026. Program ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren An-Najiyah 2 untuk santri putra dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2 untuk santri putri. Pembagian lokasi tersebut dilakukan agar seluruh santri memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan konseling. Menyesuaikan dengan padatnya jadwal kegiatan pesantren, layanan konseling dilaksanakan secara terjadwal sebanyak dua kali dalam satu minggu, yaitu pada Senin malam dan Kamis malam. Jadwal konseling untuk santri putra dijadwalkan pada 21.00 - 23.00, sedangkan untuk santri putri dijadwalkan pada pukul 20.00 - 22.00. Setiap jadwal konseling dilayani oleh tiga konselor, baik untuk santri putra maupun santri putri. Dalam pelaksanaannya, setiap sesi konseling berlangsung dengan durasi maksimal 60 menit untuk setiap klien. Apabila sesi konseling selesai sebelum batas waktu tersebut, konselor dapat melanjutkan sesi dengan klien berikutnya. Pengaturan durasi yang fleksibel ini memungkinkan layanan konseling menjangkau lebih banyak santri tanpa mengurangi kualitas konseling, sekaligus memastikan bahwa proses konseling tetap berlangsung secara efektif. Pelaksanaan program konseling sebaya menunjukkan adanya berbagai permasalahan yang dialami santri. Selama periode pelaksanaan program, tercatat kurang lebih 70 santri yang sudah mengakses layanan konseling sebaya dan secara aktif memanfaatkan sesi konseling yang disediakan. Berdasarkan hasil pendampingan selama proses konseling, permasalahan yang paling banyak muncul berkaitan dengan aspek akademik dan perencanaan karir masa depan. Dalam banyak kasus, permasalahan ini juga berkaitan dengan dinamika keluarga. Sejumlah santri mengungkapkan kebingungan dalam menentukan arah pendidikan selanjutnya, seperti pilihan jurusan dan rencana melanjutkan pendidikan. Sementara di sisi lain mereka juga menghadapi tuntutan atau harapan tertentu dari keluarga yang tidak selalu sejalan dengan keinginan pribadi. Selain permasalahan yang berkaitan dengan aspek akademik dan dinamika keluarga, konflik pertemanan serta proses pencarian jati diri juga menjadi permasalahan yang cukup sering muncul dalam sesi konseling sebaya. Permasalahan-permasalahan tersebut menunjukkan bahwa santri menghadapi berbagai tekanan dalam proses perkembangan diri mereka dan membutuhkan dukungan untuk mengelola masalah yang dihadapi. Melalui konseling sebaya, santri mendapatkan ruang untuk memahami permasalahan yang dialami, mengekspresikan perasaan, serta mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih tepat dalam menyikapi berbagai permasalahan tersebut. Melalui pelaksanaan program konseling sebaya ini, mahasiswa KKM Unggulan Fakultatif Psikologi UIN Malang berharap layanan konseling serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan di lingkungan pesantren. Konseling sebaya diharapkan dapat berkelanjutan menjadi ruang bagi santri untuk berbagi cerita dan mengelola permasalahan yang dihadapi, khususnya terkait aspek akademik, perencanaan masa depan, serta dinamika sosial dan keluarga. Selain itu, mahasiswa KKM juga berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut antara pihak pesantren dan perguruan tinggi, terutama untuk menghadirkan program-program yang lebih fokus pada kesehatan mental santri. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan keberlanjutan program konseling sebaya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti saat masa KKM berlangsung., tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pesantren yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis santri. Kehadiran konseling sebaya ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi santri untuk didengarkan serta didampingi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mereka alami.
DANISH FAIZA ALIYAH PUTRI
https://drive.google.com/drive/folders/1HP1trPzJlLbGDxMv7reDL4kGFf_2APyt
DHEA ALFA DILLA
Desa Dengkol, 18 Januari 2026 - Dalam memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sejumlah perlombaan yang berlangsung dengan meriah di Masjid Darul Muttaqin. Acara ini diikuti oleh anak-anak, terutama santri TPQ yang selama ini mendapatkan bimbingan dari mahasiswa KKM. Peserta lomba dihadkan untuk tingkat TK sampai SD, agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan usia peserta yang mengikuti perlombaan. Perlombaan yang diadakan terdiri dari lomba adzan, lomba mewarnai kaligrafi, dan lomba menyambung ayat Juz 30. Setiap acara lomba ini ditujukan tidak hanya untuk bersaing, tetapi juga untuk mendidik dan menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap nilai-nilai islam sejak dini. Rangkaian acara perlombaan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Anak-anak mengikuti perlombaan dengan sangat antusias pada setiap cabang lomba yang mereka ikuti sehingga memberi rasa semangat pada panitia yang bertugas. Untuk panitia lombanya sendiri tiada lain adalah para Mahasiswa KKM, mulai dari pendampingan peserta lomba, penilaian tiap-tiap lomba, dan dokumentasi guna menangkap tiap momen menyenangkan di hari tersebut. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, Panitia lantas melakukan penilaian pada tiap-tiap peserta lomba, dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang lomba pada sore harinya, tepatnya ba'da sholat ashar di mesjid. Momen ini menjadi puncak acara yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak yang turut serta memeriahkan acara melalui perlombaan yang mereka ikuti. Mengajak serta anak-anak desa Dengkol dalam memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW melalui perlombaan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran kepada anak-anak untuk lebih mengenal Nabi Muhammad SAW dan perjalanan Isra' Mi'raj yang beliau lakukan. Harapannya, anak-anak semakin termotivasi untuk lebih mengenal Sosok Baginda Nabi dan akhlaq mulianya, memperdalam pembelajaran dan ilmu pengetahuan dalam menekuni Al-Qur'an, dan kebersamaan yang terjalin antara anak-anak walau mereka datang dari TPQ yang berbeda. Perayaan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKM 42 Narakarya dalam mendukung kegiatan keagamaan di Desa Dengkol sekaligus wadah untuk mempererat tali silahturami mahasiswa KKM dengan anak-anak dari masyarakat tempat mereka mengabdi dalam program KKM ini.
SITI AISAH
Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.
MUNIROTUD DIYANAH
Pada hari Minggu tanggal 2 Februari 2026 Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 150 resmi ditutup melalui acara penutupan yang diselenggarakan di Balai Desa Alas Kandang. Acara ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung selama beberapa waktu di tengah-tengah masyarakat desa. Penutupan KKM berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Alas Kandang yang selama ini telah memberikan dukungan dan kerja sama kepada mahasiswa KKM Kelompok 150. Suasana kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan eratnya hubungan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Dalam perayaannya, perwakilan Kelompok 150 menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat Alas Kandang atas penerimaan, bimbingan, serta kebersamaan yang telah diberikan. Selama pelaksanaan KKM, siswa telah melakukan berbagai program kerja, mulai dari kegiatan pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan UMKM, yang semuanya bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pihak pemerintah desa juga menyampaikan penghargaan atas kontribusi dan dedikasi mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 150. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan warna baru serta semangat positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan dan kegiatan sosial di desa.
MUHAMMAD RIDHO FIRMANSYAH
Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.