JESIKA DEVI MUFITA ANGGRAINI
Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 62 berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa selama masa pengabdian di desa. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), tokoh masyarakat, serta warga setempat. Susunan acara dimulai dari persiapan dan penyambutan tamu undangan, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC. Nuansa kebersamaan terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa. Dalam sambutannya, Ketua KKM Kelompok 62 menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak desa selama pelaksanaan KKM. Hal senada juga disampaikan oleh DPL dan Kepala Desa yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan desa. Pada sesi pemaparan output program kerja, mahasiswa menyampaikan rangkuman capaian utama selama KKM. Program pertama yang dipaparkan adalah program parenting stunting, yang berfokus pada edukasi orang tua terkait pola asuh, pemenuhan gizi anak, serta upaya pencegahan stunting sejak dini. Program ini mendapat perhatian khusus karena relevansinya dengan isu kesehatan keluarga di tingkat desa. Program kedua yang disampaikan adalah pengolahan Eco Enzyme sebagai upaya pengelolaan sampah organik rumah tangga. Melalui program ini, mahasiswa mendorong kesadaran lingkungan sekaligus memberikan solusi sederhana dan aplikatif bagi warga dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Selanjutnya, pemaparan program penguatan UMKM desa menjadi agenda ketiga. Program ini mencakup pendampingan pelaku usaha lokal, khususnya dalam aspek pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu UMKM desa untuk lebih adaptif dan berdaya saing. Sebagai puncak dan sekaligus program kerja terakhir, dilakukan penyerahan peta desa kepada pemerintah desa. Peta desa ini menjadi output akhir KKM Kelompok 62, yang memuat informasi wilayah dan potensi desa. Penyerahan peta desa tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menandai berakhirnya seluruh rangkaian program kerja mahasiswa KKM di desa tersebut. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan dan penyerahan tumpeng, penyerahan cinderamata, serta penutupan dan doa oleh MC. Sebagai penutup, diputar video after movie KKM yang menampilkan perjalanan dan kenangan selama pengabdian, dilanjutkan dengan dokumentasi dan hiburan karaoke bersama yang menambah kehangatan suasana. Melalui kegiatan penutupan ini, diharapkan hasil program kerja KKM UIN Malang Kelompok 62 dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa. Penyerahan peta desa menjadi simbol akhir pengabdian mahasiswa, sekaligus awal bagi desa untuk melanjutkan pembangunan berbasis potensi dan kolaborasi.
ARMIDITA SALSA PUTRI CALINANTARA
Program kerja mengajar di TPQ Masjid Nurul Jihad menjadi ruang pengabdian yang sarat makna dan nilai spiritual. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat setiap minggunya, sebagai wujud komitmen untuk turut serta membina generasi Qur’ani sejak usia dini. Setiap pertemuan tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman dalam suasana yang hangat dan menyenangkan. Kebersamaan bersama anak-anak TPQ menghadirkan semangat yang luar biasa. Program pelatihan qiro’ah menjadi salah satu fokus utama, di mana anak-anak dibimbing untuk membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, tartil, dan penuh penghayatan. Dengan pendampingan yang sabar dan konsisten, perlahan anak-anak menunjukkan perkembangan dalam kelancaran membaca, keberanian melafalkan ayat, serta meningkatnya rasa percaya diri saat tampil di hadapan teman-temannya. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan adzan sebagai upaya menanamkan keberanian dan tanggung jawab dalam syiar Islam. Anak-anak dilatih melantunkan adzan dengan suara lantang dan penuh keyakinan, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar yang hidup. Tak kalah penting, pelatihan pidato turut diberikan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, membentuk karakter percaya diri, serta membiasakan anak-anak menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan bahasa yang santun dan bermakna. Melalui program mengajar di TPQ Masjid Nurul Jihad ini, terjalin hubungan yang hangat antara pendamping dan anak-anak. Setiap tawa, usaha, dan kemajuan kecil yang terlihat menjadi bukti bahwa proses belajar yang dilakukan bersama mampu menumbuhkan semangat, akhlak, dan keberanian. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam menapaki masa depan, sekaligus menjadi ladang amal dan pengalaman bermakna bagi seluruh pihak yang terlibat. https://kkmsatvasevana125.blogspot.com/2026/01/menyemai-cahaya-ilmu-di-tpq-masjid.html
AOVAL MAROM
Masjid Jami Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, telah ditunjuk sebagai salah satu titik rest area bagi para pemudik Natal dan Tahun Baru. Penunjukan ini menjadi bukti peran masjid sebagai pusat pelayanan umat dan ruang sosial yang terbuka bagi masyarakat luas. Bersama KKM 16 Masjid Jami Al-Khoirot UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pihak masjid memfasilitasi kebutuhan para pemudik dengan menyediakan tempat peristirahatan yang nyaman serta konsumsi bagi para pelintas yang sedang menempuh perjalanan jauh. Fasilitas ini dihadirkan untuk membantu pemudik memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan dengan aman. Inisiatif pendirian rest area ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam yang menekankan kepedulian, keramahan, dan tolong-menolong. Masjid Jami Al-Khoirot hadir tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat toleransi antarumat beragama, di mana masjid membuka diri untuk melayani para pemudik tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Melalui pelayanan istirahat dan konsumsi ini, Masjid Jami Al-Khoirot dan KKM 16 UIN Malang ingin menegaskan bahwa kebersamaan dan saling menghormati merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan, keberadaan rest area ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemudik sekaligus menjadi contoh praktik toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
DWI ANDINI
Lombok bukan hanya terkenal dengan pantai-pantainya yang indah atau keanggunan Gunung Rinjani. Ketika kamu mengunjungi Pulau Seribu Masjid dan menemukan kemacetan karena iring-iringan pengantin yang disertai musik tradisional yang meriah, selamat! Kamu sedang melihat Nyongkolan. Nyongkolan merupakan puncak dari serangkaian upacara pernikahan adat suku Sasak yang penuh warna, suara ,dan filosofi mendalam. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang tradisi yang menarik ini. Secara harfiah, istilah Nyongkolan berasal dari kata "songkol" yang berarti mengantar atau mendatangi. Ini adalah acara di mana pengantin pria (Silaq) mendampingi pengantin wanita (Dende) kembali ke rumah orang tuanya setelah beberapa hari proses "penculikan" yang disebut Merariq. Tujuan dari prosesi ini sangat mulia: untuk mengumumkan secara resmi kepada masyarakat bahwa kedua mempelai telah sah sebagai suami istri, serta menjadi kesempatan bersilaturahmi antar keluarga besar. Tahapan dan Elemen Unik dalam Nyongkolan 1. Iring-iringan Budaya Kedua mempelai berjalan layaknya raja dan ratu (Datu dan Putri). Mereka mengenakan pakaian tradisional Sasak yang disebut Lambung untuk wanita dan Sapuk (ikat kepala) untuk pria. 2. Gendang Beleq Ini adalah inti dari kemeriahan Nyongkolan. Gendang Beleq adalah ansambel musik perkusi tradisional yang dimainkan oleh sekelompok pemuda. Suaranya yang penuh energi menambah semarak dan kesan megah pada acara tersebut. 3. Iringan Keluarga dan Tokoh Adat Di belakang mempelai, terdapat barisan keluarga besar dan tokoh masyarakat setempat. Para wanita sering menjunjung beberie (seserahan atau makanan) di atas kepala mereka dengan keseimbangan yang mengagumkan. Nyongkolan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Tradisi ini bukan sekadar upacara, tetapi juga penghubung antara dua keluarga melalui musik, tarian, dan langkah yang serasi. Jika kamu berkunjung ke Lombok, jangan lupa untuk menyaksikan prosesi ini secara langsung!
NADIA ALMIRA
Sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak, telah dilaksanakan program kerja sosialisasi bullying kepada anak-anak TPQ Masjid Nurul Jihad. Kegiatan ini menjadi langkah preventif yang penting untuk mengenalkan sejak dini apa itu bullying, dampaknya, serta bagaimana bersikap baik dan saling menghargai sesama teman. Sosialisasi ini dikemas secara sederhana dan ramah anak, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan mudah dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak diajak memahami bahwa bullying bukan hanya tentang kekerasan fisik, tetapi juga mencakup ejekan, hinaan, dan sikap meremehkan teman. Melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak belajar membedakan perilaku yang baik dan tidak baik, serta diajak untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diselingi dengan diskusi ringan dan tanya jawab. Anak-anak diberi ruang untuk bercerita, menyampaikan pendapat, dan belajar mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang positif. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya memahami konsep anti bullying, tetapi juga berani bersikap dan berkata baik, serta saling menjaga dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan TPQ maupun di luar. Melalui sosialisasi bullying ini, diharapkan anak-anak TPQ Masjid Nurul Jihad dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat secara karakter dan kepekaan sosial. https://kkmsatvasevana125.blogspot.com/2026/01/menanamkan-sikap-saling-menghargai.html
NORUL ROHMAH
Program Terpopuler Terbaru Judul berita Topik Pilihan Komunitas Peristiwa Video K-Rewards LAGI RAME! Mulai Hari Ini, Kategori Kompasiana Akan disesuaikan Saat ini, Saatnya Kamu Mengusulkan Ide Topik Pilihan di Kompasiana Gentengisasi: Ketika Negara Ngurusin Atap Rumah Warga Wajah Lain Savana Taman Nasional Baluran Saat Musim Hujan Prilly, Kiki, dan Kisah "Banting Setir" Karir Selebriti Buku dan Pena Tak Terbeli, Anak SD di NTT Bunuh Diri Davyna RahmatulFazry UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa KKM Abadinanjaya 98 berlokasi Desa Mulyoarjo Lawang MENGIKUTI SOSIOKULTURAL Seminar Stunting sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak di Desa Mulyoarjo bersama Mahasiswa KKM 98 UIN Malang 1 Februari 2026 12:29 Diperbarui: 1 Februari 2026 12:29 9 0 0 + Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Lihat foto (Foto Seminar Stunting (Sumber: Dokumantasi KKM 98)) Seminar stunting yang diikuti oleh Kelompok KKM 98 di Desa Mulyoarjo menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pelajar terhadap isu kesehatan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai bahaya stunting serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini demi terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas. Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan persiapan panitia. Seluruh anggota KKM 98 hadir lebih awal untuk menata tempat, menyiapkan perlengkapan seminar, serta memastikan kelancaran acara. Sebelum peserta hadir, panitia juga mengadakan briefing singkat guna menyamakan persepsi dan pembagian tugas agar acara berjalan sesuai dengan susunan yang telah direncanakan. Tepat pukul 09.00 WIB, acara seminar stunting resmi dibuka. Pembukaan berlangsung dengan khidmat dan disambut antusias oleh para peserta yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu Desa Mulyoarjo. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan anak dan masa depan keluarga. Acara dilanjutkan dengan Beragam dari Kepala Desa Mulyoarjo. Dalam perayaannya, beliau menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa KKM 98 atas inisiatif dan kontribusi nyata dalam membantu program kesehatan desa. Kepala desa juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah stunting melalui pola asuh dan menyediakan nutrisi yang baik. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seminar Stunting sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak di Desa Mulyoarjo bersama Mahasiswa KKM 98 UIN Malang", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/kkm98abadinanjaya/697ee35ec925c4578b49c8b2/seminar-stunting-sebagai-upaya-peningkatan-kesehatan-anak-di-desa-mulyoarjo-bersama-mahasiswa-kkm-98-uin-malang Pencipta : Davyna RahmatulFazry Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com Setelah itu, Seremonial disampaikan oleh Ketua KKM 98 Muhammad Shohibul Fajar . Ketua KKM menyampaikan tujuan dilaksanakannya seminar stunting ini sebagai bagian dari program kerja KKM yang fokus pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Mulyoarjo. Memasuki acara inti, sesi pemaparan materi dibuka oleh pemateri utama, Ibu Eka Lestari. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, serta cara pencegahannya melalui asupan gizi seimbang dan perawatan kesehatan yang tepat. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seminar Stunting sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak di Desa Mulyoarjo bersama Mahasiswa KKM 98 UIN Malang", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/kkm98abadinanjaya/697ee35ec925c4578b49c8b2/seminar-stunting-sebagai-upaya-peningkatan-kesehatan-anak-di-desa-mulyoarjo-bersama-mahasiswa-kkm-98-uin-malang Pencipta : Davyna RahmatulFazry Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com Materi yang disampaikan oleh Ibu Eka Lestari disambut dengan penuh perhatian oleh para peserta. Bahasa yang mudah dipahami serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat peserta semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga usia balita. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seminar Stunting sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak di Desa Mulyoarjo bersama Mahasiswa KKM 98 UIN Malang", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/kkm98abadinanjaya/697ee35ec925c4578b49c8b2/seminar-stunting-sebagai-upaya-peningkatan-kesehatan-anak-di-desa-mulyoarjo-bersama-mahasiswa-kkm-98-uin-malang Pencipta : Davyna RahmatulFazry Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com