GUNTUR ADI PANGESTU
https://arkanasvara26.blogspot.com/2026/01/sambut-mahasiswa-kkm-arkanasvara-26.html Malang – Takmir Masjid Noor yang berlokasi di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, secara resmi menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Kelompok 26, yang mengusung nama ARKANASVARA. Kegiatan penerimaan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 24 Desember 2025, bertempat di Masjid Noor, dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan bersama jajaran pengurus masjid. Mahasiswa KKM ARKANASVARA 26 hadir didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan, Ibu Siti Fatimah, yang secara langsung memperkenalkan seluruh anggota kelompok kepada pengurus Masjid Noor. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan KKM merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya di lingkungan masjid dan warga sekitar. Dalam sambutannya, perwakilan Takmir Masjid Noor menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif melalui program-program inovatif yang bersifat edukatif, religius, dan sosial kemasyarakatan. “Kami berharap mahasiswa KKM ARKANASVARA 26 dapat menghadirkan ide-ide kreatif dan inovatif, terutama dalam upaya memakmurkan masjid, meningkatkan partisipasi jamaah, serta mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan Masjid Noor,” ujar salah satu pengurus masjid. Sementara itu, mahasiswa KKM ARKANASVARA 26 menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan takmir masjid dan masyarakat Kelurahan Sukoharjo. Sejumlah program kerja telah disusun dengan fokus pada bidang keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lingkungan setempat. Pelaksanaan KKM ARKANASVARA 26 direncanakan berlangsung mulai 24 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan masjid serta program sosial kemasyarakatan. Ibu Siti Fatimah juga menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik antara mahasiswa, pengurus masjid, dan masyarakat selama pelaksanaan KKM. Menurutnya, keberhasilan KKM tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari dampak positif dan keberlanjutan yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Dengan diterimanya mahasiswa KKM ARKANASVARA 26 di Masjid Noor, diharapkan dapat terjalin sinergi yang harmonis antara institusi pendidikan dan masyarakat, serta lahir berbagai inovasi yang bermanfaat bagi umat dan lingkungan sekitar.
ELVIRA TUKHFA ELIVANA CAMILA
Program kerja mengajar di TPQ Masjid Nurul Jihad menjadi ruang pengabdian yang sarat makna dan nilai spiritual. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat setiap minggunya, sebagai wujud komitmen untuk turut serta membina generasi Qur’ani sejak usia dini. Setiap pertemuan tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman dalam suasana yang hangat dan menyenangkan. Kebersamaan bersama anak-anak TPQ menghadirkan semangat yang luar biasa. Program pelatihan qiro’ah menjadi salah satu fokus utama, di mana anak-anak dibimbing untuk membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, tartil, dan penuh penghayatan. Dengan pendampingan yang sabar dan konsisten, perlahan anak-anak menunjukkan perkembangan dalam kelancaran membaca, keberanian melafalkan ayat, serta meningkatnya rasa percaya diri saat tampil di hadapan teman-temannya.
FALBIANZA
Pada tanggal 25 Januari 2026, di Balai Desa Nglebeng, Kelompok KKM Universitas Islam Negeri Malang Darmabaksya 190 mengadakan seminar pariwisata bertema “Pengembangan Pariwisata Berbasis Potensi dan Partisipasi Masyarakat.” Seminar ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kesadaran sumber daya manusia (SDM) terkait peran mereka dalam pengelolaan dan keberlanjutan wisata di Kecamatan Nglebeng. Kecamatan Nglebeng sendiri memiliki potensi wisata pantai yang indah dan menjadi daya tarik utama daerah tersebut. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh kesiapan masyarakat dalam mengelolanya secara profesional dan berkelanjutan. Seminar ini dihadiri oleh Ketua Pokdarwis beserta wakil, kepala dusun, serta para pelaku UMKM dari sektor wisata setempat. Kegiatan menghadirkan Ibu Ririn Setyo Widihastutik, S.Pd., Ketua Pengelola Desa Wisata sekaligus pendamping desa wisata yang telah mengantarkan beberapa desa masuk dalam kategori 100, 300, dan 500 terbaik nasional. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa SDM merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan dan keberlanjutan pariwisata. Menurutnya, potensi alam yang baik tidak akan berkembang tanpa pengelolaan yang didukung oleh kemampuan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan soft skill, seperti kemampuan berbahasa dan peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, mahasiswa KKM turut menyusun peta potensi wisata yang dapat menjadi acuan bagi pengembangan wisata di Kecamatan Nglebeng ke depan.
NIA RAMADHANI
Pengabdian kepada masyarakat dalam kerangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tidak hanya bertumpu pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada proses pendampingan akademik yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ke posko KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 38 menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelaksanaan pengabdian di Desa Wonomulyo. Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai agenda bimbingan dan koordinasi antara DPL dan mahasiswa. Kehadiran DPL di posko bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud komitmen institusi dalam menjaga integritas akademik, efektivitas program, serta etika sosial selama masa pengabdian berlangsung. Interaksi langsung di lapangan memungkinkan evaluasi yang lebih komprehensif terhadap dinamika yang dihadapi mahasiswa. Dosen Pembimbing Lapangan KKM Kelompok 38, Kivah Aha Putra, M.Pd.I., memberikan arahan strategis terkait pelaksanaan program kerja, penguatan koordinasi internal tim, serta penyesuaian pendekatan terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam sesi bimbingan tersebut, mahasiswa memaparkan perkembangan kegiatan, capaian yang telah diraih, serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Diskusi berlangsung secara dialogis, mencerminkan relasi akademik yang partisipatif dan konstruktif. Secara konseptual, kunjungan DPL memiliki fungsi supervisi akademik dan penguatan kapasitas mahasiswa. Supervisi ini penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan selaras dengan tujuan pembelajaran berbasis pengabdian (service learning), yakni integrasi antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di masyarakat. Dengan demikian, KKM tidak semata menjadi ruang implementasi program, tetapi juga wahana refleksi kritis dan pengembangan kompetensi sosial. Selain aspek akademik, kunjungan tersebut juga memperkuat soliditas tim. Arahan yang diberikan DPL mendorong mahasiswa untuk meningkatkan koordinasi, memperjelas pembagian tugas, serta menjaga komunikasi yang efektif, baik di internal kelompok maupun dengan perangkat desa dan masyarakat. Penguatan ini menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas pelaksanaan program kerja. Dalam perspektif kelembagaan, kehadiran DPL di posko menunjukkan akuntabilitas institusi perguruan tinggi terhadap kegiatan pengabdian mahasiswa. Pendampingan lapangan menjadi mekanisme kontrol sekaligus pembinaan, sehingga mahasiswa tetap berada dalam koridor etika, profesionalitas, dan tanggung jawab sosial. Proses ini menegaskan bahwa pengabdian bukan aktivitas individual, melainkan bagian dari sistem pendidikan tinggi yang terstruktur. Kunjungan DPL juga menghadirkan ruang refleksi bagi mahasiswa untuk mengevaluasi pendekatan yang telah digunakan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Evaluasi ini mencakup efektivitas komunikasi, sensitivitas budaya, serta keberlanjutan program yang dirancang. Dengan adanya umpan balik langsung dari DPL, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih objektif dalam menilai kinerja mereka. Secara keseluruhan, kunjungan dan bimbingan DPL ke posko KKM Kelompok 38 menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas pengabdian. Bimbingan tersebut tidak hanya mempertegas arah program, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa setiap aktivitas di lapangan merupakan bagian dari proses pembelajaran akademik yang holistik. Melalui pendampingan yang intensif dan koordinasi yang terstruktur, mahasiswa KKM UIN Malang semakin memahami bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari kualitas refleksi, kedewasaan sikap, dan komitmen etis yang menyertainya. Di sanalah esensi KKM sebagai jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial menemukan maknanya. Kata Kunci KKM UIN Malang Kunjungan DPL Bimbingan Lapangan Pengabdian Masyarakat Desa Wonomulyo
HABIBULLAH
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat, KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 melaksanakan kegiatan pemasangan reflektor jalan di Desa Ketawang Daleman. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya sederhana namun bermanfaat untuk meningkatkan visibilitas jalan, khususnya pada malam hari di wilayah yang minim pencahayaan. Kegiatan pemasangan reflektor jalan dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, dan dilakukan bersama perangkat desa. Mahasiswa KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 berangkat bersama perangkat desa sambil menyusuri jalan desa untuk menentukan titik-titik yang dinilai membutuhkan pemasangan reflektor. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pemasangan reflektor dilakukan di sekitar lima titik, yang berlokasi di Dusun Gerinih. Titik-titik tersebut berada pada bagian jalan yang memiliki pencahayaan terbatas serta pada area tikungan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Proses pemasangan reflektor jalan dilakukan secara bertahap dan berjalan dengan lancar. Reflektor dipasang di posisi yang mudah terlihat oleh pengendara sehingga dapat memantulkan cahaya kendaraan dan berfungsi sebagai penanda jalan. Kerja sama antara mahasiswa KKM dan perangkat desa menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan ini. Melalui kegiatan pemasangan reflektor jalan ini, diharapkan masyarakat Desa Ketawang Daleman dapat lebih mudah melihat tanda terang di tengah gelapnya malam, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan saat melintas. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 dalam mendukung kenyamanan dan keamanan lingkungan masyarakat.
NASH WIDAD NUR ZAEN
PETA POTENSI PROKER BESAR bagi kami KKM 190 DARMABAKSYA. kenapa kami memilih peta potensi sebagai Proker Besar kami? Melihat potensi alam yg di kelola oleh masyarakat desa Nglebeng, yg tentu sudah banyak 3-4 tempat wisata di desa Nglebeng, Setalah kami memasuki dan mencari tau tentang desa ini, kami juga masih belum tau tempat-tempat wisata tersebut, sangat di sayangkan apabila potensi wisata tersebut tidak di publikasi(dikenalkan) kepada setiap pengunjung yang baru pertama kali datang. Tidak hanya itu, peta potensi ini juga menjelaskan letak desa dan data SHP setiap dusun, dengan batasan-batasannya, seperti jalan raya, dan aliran sumber mata air di desa Nglebeng. maka dari itu, tepat pada tanggal 30 Januari 2026, kami hadiahkan kepada desa Nglebeng, papan peta potensi berdiri tegak diarea balai desa, untuk meng-awali peta potensi Desa Nglebeng, yang menonjolkan potensi-potensi yang ada di Desa Nglebeng.