SITI TRI WULANDARI
Sosialisasi bullying di SDN Karanganyar 01, Poncokusumo, Kabupaten Malang, merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh kami dari Kelompok KKM 116 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons atas realitas sosial yang masih menunjukkan adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah dasar. Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKM, kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan sosialisasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Perundungan sering kali dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang atau sekadar candaan antarteman. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa rendah diri, kecemasan, bahkan trauma yang memengaruhi perkembangan sosial dan akademik anak. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami batas antara bercanda dan menyakiti. Materi yang kami sampaikan tidak hanya berfokus pada definisi dan bentuk-bentuk bullying, tetapi juga dampaknya bagi korban maupun pelaku serta langkah pencegahannya. Selain penyampaian materi, kami juga mengadakan sesi konseling kelompok dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam sesi ini, anak-anak diberi ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman secara lebih personal, sehingga mereka belajar mengungkapkan perasaan sekaligus mendengarkan teman dengan empati. Sebagai penutup, kami menghadirkan sesi “Pohon Bercerita”, yaitu kegiatan menuliskan pengalaman atau pesan terkait bullying pada selembar kertas yang kemudian ditempel hingga membentuk simbol pohon. Kegiatan reflektif ini menjadi media sederhana namun bermakna untuk menanamkan empati sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik secara akademik maupun emosional.
MUHAMMAD WILDAN KHOIRUL IZZAM GHONI
Bakso Teras merupakan salah satu UMKM unggulan yang berada di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, yang hadir sebagai usaha kuliner dengan cita rasa khas rumahan dan suasana yang hangat. Dengan konsep sederhana di teras rumah, Bakso Teras menjadi tempat favorit warga untuk menikmati bakso yang lezat, terjangkau, serta dilayani dengan ramah. Kehadiran usaha ini tidak hanya memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam KKM Eshora, kami berupaya mendukung perkembangan Bakso Teras melalui kegiatan promosi, publikasi digital, serta pembuatan konten kreatif agar usaha ini semakin dikenal luas. Kami berharap Bakso Teras dapat terus berkembang melalui inovasi menu, peningkatan kualitas pelayanan, dan pemanfaatan media digital. Dengan dukungan masyarakat dan semangat wirausaha yang kuat, Bakso Teras berpotensi menjadi ikon kuliner Desa Sukomulyo serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan bersama.
MUHAMMAD FARHAN ROFIQI
KKM 81 Abhinaya Bhakti melaksanakan kegiatan Jumat Bersih sebagai program rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat selama masa pengabdian di Desa Ngadilangkung. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan masjid dan musholla sebagai upaya menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kesakralan tempat ibadah, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pelaksanaan Jumat Bersih perdana dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan menyasar ke beberapa musholla di wilayah Desa Ngadilangkung. Lokasi kegiatan meliputi Musholla Joko Lelono di Jalan Sidodadi RT 04/ RW 01, Musholla At-Thoriq di Jalan Sidodadi RT 06/ RW 03, serta Musholla Sunan Kalijogo di Jalan Sidodadi Barat RT 06/ RW 03. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan membersihkan area dalam dan luar musholla. Kegiatan Jumat Bersih selanjutnya dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, dengan Lokasi Masjid At-Thohiriyah di Jalan Sidoluhur RT 03/ RW 01 dan Masjid Al Husain di Jalan Sidomakmur Barat RT 04/ RW 03. Selain itu, pada jadwal berikutnya direncanakan pembersihan musholla Miftahul Huda di Jalan Sidoluhur RT 03/RW 03, serta Musholla Babussalam di Jalan Sidoluhur Barat RT 05/ RW 03. Jadwal kegiatan akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, mahasiswa KKM 81 Abhinaya Bhakti dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Kelompok pertama terdiri dari Rofiqi, Fathan, Millati, dan Mufida. Kelompok kedua terdiri dari Amar, Abieza, Aisyah, Umrah, dan Alva. Sementara kelompok ketiga terdiri dari Vian, Sastra, Izzul, Muwati, daan Madilla. Pembagian kelompok ini bertujuan agar pelaksanaan pembersihan dapat berjalan lebih efektif dan merata di setiap lokasi. Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, KKM 81 Abhinaya Bhakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan tempat ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
ALAUDDIN AMRI ALHUDA
Surabaya, Kamis, 22 Januari 2026 --- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Inkubasi Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan visit company ke PASINBIS (Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis) Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis mahasiswa dalam menggali pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik terkait pengelolaan dan pengembangan inkubasi bisnis di lingkungan perguruan tinggi. Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh semangat mahasiswa KKM Inkubasi Bisnis UIN Malang untuk mempersiapkan pembentukan dan penguatan inkubasi bisnis di kampus sendiri. PASINBIS UNAIR dipilih sebagai tujuan kunjungan karena dikenal sebagai salah satu pusat inkubasi dan akselerasi bisnis yang aktif mendampingi startup, mendorong inovasi, serta menjembatani dunia akademik dengan dunia industri. Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa KKM Inkubasi Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim Malang disambut dengan sangat baik dan ramah oleh jajaran pengelola PASINBIS UNAIR. Suasana hangat dan terbuka langsung terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan komitmen PASINBIS dalam mendukung kolaborasi antarinstitusi pendidikan. Kegiatan inti berupa diskusi dan pemaparan materi dipimpin langsung oleh Bapak Ahmad Fadlur Rahman Bayuny, Ph.D., selaku Koordinator Bidang Start Up dan Inkubator Bisnis PASINBIS Universitas Airlangga. Dalam sesi tersebut, beliau menyampaikan secara komprehensif mengenai pengelolaan, pengembangan, serta strategi keberlanjutan PASINBIS sebagai pusat akselerasi inovasi dan bisnis di lingkungan UNAIR. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari konsep dasar inkubasi bisnis di perguruan tinggi, tahapan pendampingan startup, model pembinaan tenant, hingga strategi membangun ekosistem kewirausahaan yang kolaboratif dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengelola inkubator bisnis serta solusi yang telah diterapkan oleh PASINBIS UNAIR. Diskusi berlangsung dengan sangat seru dan informatif. Mahasiswa KKM Inkubasi Bisnis UIN Malang aktif mengajukan pertanyaan, berbagi gagasan, serta berdiskusi mengenai peluang penerapan konsep inkubasi bisnis yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Interaksi dua arah ini membuat kegiatan tidak hanya bersifat transfer ilmu, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi mahasiswa. Melalui kegiatan visit company ini, mahasiswa KKM Inkubasi Bisnis UIN Malang memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya peran inkubasi bisnis sebagai motor penggerak inovasi dan kewirausahaan di perguruan tinggi. Pengalaman dan informasi yang diperoleh dari PASINBIS UNAIR diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam proses perencanaan dan pembentukan inkubasi bisnis di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam membangun jejaring, memperluas perspektif, serta memperkuat komitmen untuk menghadirkan ekosistem bisnis dan startup yang produktif, inovatif, dan berdaya saing di lingkungan kampus. Kunjungan ke PASINBIS UNAIR tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa inkubasi bisnis di UIN Malang dapat berkembang dengan baik di masa depan.
MUHAMMAD WIRDIYAN AL FARDI
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.
NADYA ARIN ALVIOLANI
Malang - Kegiatan Posyandu menjadi salah satu layanan kesehatan yang rutin dilaksanakan di tingkat desa. Oleh karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 95 Arunika menjadikan pendampingan kegiatan Posyandu sebagai salah satu program kerja selama pelaksanaan KKM di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program ini sejalan dengan tema KKM yang diusung LP2M UIN Malang, yaitu pencegahan stunting. Lima hari sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKM menerima informasi jadwal Posyandu dari Ibu Angel, selaku istri Kepala Dusun. Kegiatan Posyandu dilaksanakan selama tiga hari, yakni Kamis, Jumat, dan Sabtu, dengan lokasi serta sasaran yang berbeda, mulai dari balita, lansia, hingga ibu hamil. Sejak awal, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan Kepala Dusun dan mendapatkan arahan agar tidak hanya melakukan pengawasan kegiatan, tetapi turut membantu ibu-ibu kader Posyandu secara langsung. Program ini bertujuan untuk meringankan tugas kader sekaligus memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa. Pada Kamis, kegiatan Posyandu dilaksanakan di Balai Dusun Busu dengan sasaran balita dan lansia. Mahasiswa KKM datang lebih awal untuk membantu persiapan tempat, seperti menata kursi dan meja serta mengangkat peralatan Posyandu. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membantu berbagai tugas, antara lain registrasi peserta, pencatatan data balita dan lansia, membantu tenaga kesehatan dalam mencatat hasil pemeriksaan tekanan darah dan GDA lansia, serta membagikan konsumsi. Di sela-sela kegiatan Posyandu, mahasiswa KKM juga mengajak para lansia yang belum mendapat giliran pemeriksaan untuk mengikuti senam bersama. Senam lansia tersebut dipandu oleh beberapa anggota Kelompok 95 Arunika sebagai upaya menjaga kebugaran dan meningkatkan semangat peserta. Sementara itu, pada Sabtu, kegiatan Posyandu difokuskan pada pelayanan ibu hamil dan balita. Salah satu anggota Kelompok 95 Arunika menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan Posyandu memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, saya jadi mengetahui cara pemeriksaan tekanan darah dan GDA beserta alat-alat kesehatan yang sebelumnya belum pernah saya pelajari,” ujarnya.