LILA AULIANI AN`NISA
Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya? Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan. Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu. Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional” Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah. Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada. Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung. Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional. Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah. Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar. Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!
UDSY SILVIATUS SALMA
Gelak tawa dan sorak-sorai santri memenuhi ruangan ketika para mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari UIN Malang menggelar lomba antar kelas sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mereka. Kegiatan lomba antar santri yang diselenggarakan di TPQ Al Mabrur menjadi momen penuh semangat dan antusiasme bagi para peserta dari berbagai jenjang usia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar santri melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Berbagai jenis lomba digelar dengan menyesuaikan tingkat usia dan kemampuan santri.Tercatat ada tiga kategori lomba utama yang diikuti oleh santri dari kelas pra, diniyah, hingga tahfidz. Untuk kategori pertama, lomba diperuntukkan bagi kelas pra, yaitu anak usia dini sekitar 3--5 tahun. Pada kategori ini, lomba yang diadakan adalah lomba mewarnai. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas, motorik halus, serta mengenalkan anak pada suasana belajar yang menyenangkan sejak usia dini. Dengan tema islami yang sederhana, anak-anak terlihat antusias menuangkan warna dan imajinasi mereka di atas kertas. Selanjutnya, untuk santri kelas diniyah diadakan lomba Olimpiade Mabadi' Fiqih. Lomba ini menguji pemahaman dasar santri terkait ilmu fiqih, seperti tata cara ibadah, hukum-hukum dasar dalam Islam, serta pengetahuan keagamaan sehari-hari. Dengan konsep kompetisi yang edukatif, lomba ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus melatih kepercayaan diri santri dalam menjawab soal-soal keislaman. Sementara itu, bagi santri kelas tahfidz, diselenggarakan lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an). Lomba ini menjadi ajang bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Penilaian dalam MHQ meliputi kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur'an. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kecintaan santri terhadap Al-Qur'an. Kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, keberanian tampil, serta mempererat kebersamaan antar santri. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan TPQ Al Mabrur dapat terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan berdampak positif bagi perkembangan santri. kegiatan ini ditutup dengan penuh kebahagiaan melalui pembagian hadiah kepada para peserta dan apresiasi bagi seluruh santri yang telah berpartisipasi. Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya itu, kebersamaan yang terjalin antara santri, pengajar, dan mahasiswa KKM juga menjadi nilai berharga yang mempererat hubungan di lingkungan TPQ Al Mabrur. untuk kedepannya, kegiatan serupa direncanakan dapat menjadi agenda rutin, sehingga mampu menjaga semangat belajar santri secara berkelanjutan di tengah tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar para santri dapat terus tumbuh dan berkembang. Teruslah berusaha, belajar, dan menggapai cita-cita dengan penuh keyakinan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman. Semangat belajar, santri hebat!
AUNIA SHIFNI EL WARDAH
Gresik, MINU Trate Putri Gresik menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Penyerahan Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 15 Januari 2026, yang berlangsung pukul 10.00-11.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Asistensi Mengajar sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa calon pendidik. Sebanyak 12 mahasiswa Asistensi Mengajar turut serta dalam kegiatan ini, yang berasal dari tiga program studi, yaitu: 7 mahasiswa Program Studi PGMI, 3 mahasiswa Program Studi PAI, dan 2 mahasiswa Program Studi PBA. Para mahasiswa tersebut secara resmi diserahkan kepada pihak sekolah untuk melaksanakan kegiatan asistensi pembelajaran di kelas sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing. Acara penyerahan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ibu Fitratul Uyun, M.Pd, serta Kepala MINU Trate Putri Gresik, Ibu Ainur Rahmah, S.Ag, beserta seluruh guru MINU Trate Putri Gresik yang menjadi guru pamong. Adapun guru pamong yang mendampingi mahasiswa Asistensi Mengajar adalah sebagai berikut: Nurul Qoidah, S.Pd, Arumma Fissamawati, S.Pd, Hj. Siti Ruqoyah, S.Pd, Siti Nafisa Huli Hulis, S.Pd, Bariroh Zayanna Nizma, S.Pd, Annisa Wahyu Ningtyas, S.Pd, Aminatuzzhurriyah, S.Pd, Agus Wahyudi, S.Pd.I, Ahmad Nu'im, S.Pd.I, A. Bisri Ismail, S.Pd.I, A. Tajul Umam, S.Pd.I Rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan khidmat sesuai dengan susunan acara yang telah ditetapkan. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketua Kelompok Asistensi Mengajar, Dosen Pembimbing Lapangan, dan Kepala MINU Trate Putri Gresik. Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan mahasiswa Asistensi Mengajar secara simbolis oleh Dosen Pembimbing Lapangan kepada pihak sekolah, yang kemudian dilanjutkan dengan doa dan penutup. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan penguatan kerja sama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan MINU Trate Putri Gresik. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Asistensi Mengajar dapat mengaplikasikan teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran nyata di sekolah, sekaligus memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pendidikan di MINU Trate Putri Gresik.
MUFTI SABILI
PROBOLINGGO – Kelestarian lingkungan pesisir bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan sebuah aksi kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Di Pantai Permata, Kelurahan Pilang, momentum pengabdian masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata penanaman mangrove yang memadukan semangat mahasiswa, aparat keamanan, dan komunitas lokal. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM Vidyatama kelompok 89 dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang berjumlah delapan orang dengan berbagai mitra strategis, kegiatan reboisasi pesisir tahun 2026 ini terselenggara dengan penuh antusiasme. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, bertempat di kawasan Pantai Permata, Kota Probolinggo ini mengangkat semangat pelestarian lingkungan sebagai bentuk mitigasi abrasi. Program ini dipilih sebagai upaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vegetasi mangrove sebagai benteng alami pantai. Acara diawali dengan persiapan sejak pukul 06.30 WIB oleh seluruh panitia untuk memastikan kesiapan alat dan lokasi. Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serangkaian sambutan disampaikan untuk menegaskan tujuan kegiatan. Koordinator Am/KKM UIN Malang menjelaskan bahwa program ini adalah wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan dari Kepolisian Probolinggo, Bapak Anton, yang memberikan dukungan penuh terhadap aspek keamanan dan legitimasi kegiatan. Beliau menekankan bahwa sinergi antara mahasiswa dan kepolisian sangat penting dalam mendukung program-program lingkungan yang berdampak pada kesejahteraan warga pesisir. Selain itu, Bapak Maryudi selaku pengelola sekaligus penjaga wisata Pantai Permata turut hadir memberikan arahan teknis mengenai kondisi aktual di lapangan. Beliau berbagi pengetahuan lokal mengenai tantangan penurunan jumlah pengunjung dan pentingnya menjaga keasrian pantai agar tetap menjadi destinasi wisata yang menarik. Suasana kolaboratif semakin kuat dengan kehadiran anggota organisasi Mandapala MAN 2 Probolinggo. Sebagai komunitas pecinta alam dari sekolah mitra, keterlibatan aktif mereka menunjukkan peran generasi muda dalam menjaga estafet pelestarian lingkungan di tingkat lokal. Mereka bersama mahasiswa dan masyarakat bahu-membahu menanam bibit mangrove di area yang telah teridentifikasi mengalami degradasi. Sebagai puncak aksi, seluruh peserta melakukan penanaman bersama pada pukul 08.00 WIB. Mangrove dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap karbon, mencegah erosi, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting. Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan antara seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara mahasiswa KKM UIN Malang, Kepolisian, pengelola pantai, dan Mandapala MAN 2 Probolinggo menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat melahirkan gerakan lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan, bibit-bibit mangrove yang ditanam hari ini mampu tumbuh kuat dan menjadi warisan hijau bagi masa depan masyarakat pesisir Probolinggo.
YUNI PUTRI LESTARI PRAMUDI
Pada tanggal 2 Mei 2026, mahasiswa KKM FITK Kelompok Gentlemind melaksanakan kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional di MIN 1 Jombang. Kegiatan diawali dengan upacara dan penyampaian amanat tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa. Setelah itu, mahasiswa memberikan motivasi kepada siswa-siswi agar lebih semangat belajar dan menghargai jasa para guru. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap pendidikan serta meningkatkan motivasi siswa dalam meraih cita-cita. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib, antusias, dan penuh semangat. Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa semakin sadar akan pentingnya pendidikan dalam kehidupan.
MUHAMMAD NAUVAL HAMDANI
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksara Bhakti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ An-Nur yang berlokasi di 4M75+8PR, Pagetan, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yaitu Program Bilingual dan Program Tilawah Al-Qur'an. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at mulai tanggal 20 Januari hingga 4 Mei 2026 dengan melibatkan kurang lebih 48 santri TPQ. Adapun jumlah santri kelas ula sebanyak 37 orang dan santri kelas wustho sebanyak 11 orang. Program tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi pelajar dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa dan pembelajaran Al-Qur'an bagi para santri TPQ. Program Bilingual untuk Santri Kelas Ula Program pertama yang dilaksanakan yaitu Program Bilingual yang ditujukan kepada santri kelas ula. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajarkan kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara bergantian kepada para santri melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran dikemas menggunakan lagu-lagu edukatif agar santri lebih mudah memahami dan menghafalkan kosa kata yang diajarkan. Suasana belajar yang ceria dan aktif membuat para santri terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran setiap pekannya. Program bilingual ini bertujuan untuk mengenalkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris kepada para santri sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan bahasa di era modern saat ini. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri santri dalam mempelajari bahasa asing. Program Tilawah Al-Qur'an untuk Santri Kelas Wustho Selain program bilingual, kelompok KKM Aksara Bhakti juga melaksanakan Program Tilawah Al-Qur'an yang ditujukan kepada santri kelas wustho yang telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar. Dalam program ini, mahasiswa membimbing para santri untuk membaca Al-Qur'an secara baik dan benar dengan memperhatikan kaidah tartil, pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, serta keindahan suara ketika membaca Al-Qur'an. Para santri juga diberikan contoh bacaan tilawah agar mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih merdu dan penuh penghayatan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Muzammil ayat 4 yang berbunyi: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” Selain itu, program ini juga berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW: "Perindahlah Al-Qur'an dengan suara kalian." Melalui program tersebut, diharapkan para santri mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Pelaksana Lomba sebagai Penutup Program Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap kemampuan santri, kelompok KKM Aksara Bhakti menyelenggarakan perlombaan yang terdiri dari dua cabang lomba, yaitu lomba bilingual dan lomba tartil Al-Qur'an. Perlombaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh santri sesuai kategori perlombaan masing-masing. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman kejuaraan dan Pembagian hadiah pada tanggal 9 Mei 2026 sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi para santri selama mengikuti program kegiatan. Antusiasme dan Perkembangan Santri Pelaksanaan program unggulan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan santri TPQ An-Nur. Antusias belajar santri mengalami peningkatan, khususnya dalam pembelajaran bilingual karena para santri tertarik dengan metode pembelajaran yang menggunakan lagu-lagu edukatif dan menyenangkan. Selain itu, para santri mulai mampu menghafalkan berbagai kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang telah diajarkan selama program berlangsung. Pada program tilawah, kemampuan membaca Al-Qur'an para santri juga mengalami peningkatan, baik dari segi pelafalan maupun keindahan bacaan. Hambatan dalam Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan program, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa KKM, di antaranya masih banyak santri yang belum dapat fokus dan mengikuti pembelajaran dengan cermat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh usia santri yang masih berada pada tahap anak-anak sehingga masih cenderung aktif bermain dan belum mampu sepenuhnya mengikuti pembelajaran secara serius. Meskipun demikian, mahasiswa KKM tetap berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan kondusif agar para santri tetap tertarik mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Menumbuhkan Generasi Qur'ani dan Berwawasan Bahasa Melalui dua program unggulan tersebut, kelompok KKM Aksara Bhakti berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pendidikan santri TPQ An-Nur, baik dalam bidang bahasa maupun pembelajaran Al-Qur'an. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang religius, berakhlak baik, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta mempunyai wawasan bahasa yang dapat menunjang masa depan mereka di tengah perkembangan zaman.