YENNI FITRIA
Kraksaan, Probolinggo --- Maliki Islamic University - KKM Unggulan PSGA 265 UIN Malang menggelar sosialisasi bertajuk "Kenali, Cegah, Hentikan Bullying - Sekolah Ramah Bebas Bullying" di aula SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam ini melibatkan 79 siswa kelas X dengan fokus pada pengenalan bullying, regulasi emosi, hingga role play interaktif yang membuat siswa memahami dampak perundungan dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegahnya. "79 siswa siap ikuti sosialisasi anti-bullying" Pengenalan Bullying dan Dampak Psikologis Ahmad Hafizi, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga Kabupaten Probolinggo, menjadi pemateri pertama yang menjelaskan mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan cyber), serta dampak serius perundungan terhadap kesehatan mental siswa. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. "Ejekan kecil ternyata bisa menghancurkan mental seseorang," ungkap salah satu siswa. "Pak Ahmad Konselor Puspaga jelaskan tentang bullying" Games "Jeruk Juruk" Cairkan Suasana! Setelah sesi materi yang serius, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking interaktif. Instruktur memimpin permainan "Jeruk Juruk Salak Selak" di mana siswa harus melompat sesuai instruksi: "Jeruk" lompat ke depan, "Juruk" ke belakang, "Salak" ke kanan, dan "Selak" ke kiri. Suasana aula menjadi penuh tawa dan semangat. Siswa laki-laki dan perempuan kompak mengikuti permainan dengan antusias, menghilangkan rasa canggung di antara mereka. "Paling seru! Capek dikit tidak masalah!" seru salah satu siswa sambil tertawa Abror & Nina: “Masa Depan Cerah Tanpa Bullying” Abror dan Nina, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM, membawakan materi kedua mengenai pentingnya menggapai masa depan dan ajakan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Abror menekankan bahwa SMK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. "Kalian dapat melanjutkan kuliah dan memiliki karir cemerlang. Namun, jika berada dalam lingkungan yang tidak sehat seperti adanya bullying, hal tersebut dapat merusak fokus dan kesehatan mental," jelasnya. Nina menambahkan pentingnya menciptakan lingkungan positif sejak dini untuk menghindari trauma jangka panjang. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar jurusan kuliah serta peluang beasiswa. "Abror & Nina ajarkan regulasi emosi" Eksperimen Kacamata Perspektif: Cerah vs Gelap Ranti Sagita, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga, memimpin sesi paling unik dalam kegiatan ini, yaitu role play perspektif menggunakan kacamata. Dua siswa ditunjuk untuk memakai kacamata dengan lensa berbeda: satu dengan lensa cerah (terang) dan satu lagi dengan lensa gelap (hitam). Bu Ranti menampilkan skenario bullying di mana seorang teman diejek karena alasan tertentu. Kepada siswa berkacamata cerah, Bu Ranti bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Siswa tersebut menjawab, "Saya melihat teman-teman dengan jelas. Semua terlihat terang. Jika ada teman yang diejek, saya akan menghiburnya." Giliran siswa berkacamata gelap, ia menjawab, "Yang saya lihat hanya kegelapan. Tidak terlihat apa-apa. Jadi jika ada teman yang diejek, saya tidak bisa membantu karena takut terjadi sesuatu." Aula menjadi hening. "Ini adalah perbedaan perspektif," tegas Bu Ranti. "Perspektif gelap membuat kita takut dan pasif. Perspektif cerah membuat kita berani dan menjadi bagian dari solusi." Siswa bertepuk tangan dan banyak yang mengangguk paham. Sesi tanya jawab berlanjut dengan partisipasi aktif dari siswa perempuan, sementara siswa laki-laki yang awalnya malu mulai berani berbicara. "Saya ingin menjadi yang berkacamata cerah," ujar salah satu siswa. "Siswa jabarkan role play kacamata" Komitmen Tertulis di Sticky Notes Anti-Bullying Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para pemateri. Yang paling berkesan adalah sesi Papan Sticky Notes Anti-Bullying, di mana seluruh 79 siswa menuliskan janji "Saya berjanji tidak akan melakukan bullying" pada sticky note dan menempelkannya di papan besar. Papan tersebut akan dipajang di sekolah sebagai pengingat harian bagi seluruh siswa. "79 siswa tempel janji anti-bullying" Mengapa Sosialisasi Ini Mendesak? Observasi oleh KKM Unggulan PSGA 265 menemukan kasus bullying antarsiswa yang dipicu oleh faktor sosial-psikologis seperti isolasi sosial, perilaku mencari perhatian (caper), dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Data menunjukkan bahwa kasus bullying di Probolinggo cukup tinggi. SMKN 4 Kota Probolinggo pernah mencatat 15 siswa menjadi korban bullying pada tahun 2022. Sekolah Berkomitmen Lanjutan Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Kraksaan menyatakan akan membentuk Klub OSIS Anti-Bullying untuk melakukan monitoring berkelanjutan. Wali Kelas X menambahkan bahwa pendekatan games sangat efektif, terutama untuk siswa laki-laki yang cenderung pemalu. "Saya akan melanjutkan dengan aktivitas kompetitif serupa," ujarnya. Tim KKM menyarankan agar sosialisasi serupa dilakukan secara rutin setiap semester. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo juga direkomendasikan untuk memperluas program ke SMK lain di wilayah tersebut. "Untuk periode berikutnya, dapat ditambahkan pretest dan posttest agar terdapat data kuantitatif yang lebih terukur," tutup Pak Ahmad. "KKM Unggulan PSGA 265 & 79 siswa SMKN 1 Kraksaan"
ISYWATUDDIYANAH
https://www.kompasiana.com/qusayali5386/69698dd1ed6415454402b6b2/menanam-harapan-untuk-masa-depan-aksi-penanaman-bibit-buah-oleh-kkm-kelompok-86-senandika-desa# Menanam Harapan untuk Masa Depan: Aksi Penanaman Bibit Buah oleh KKM Kelompok 86 Senandika Desa 16 Januari 2026 08:01 Diperbarui: 16 Januari 2026 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mahasiswa kkm 86 bersama perangkat desa melakukan penanaman bibit Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah yang bertempat di Bukit Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2026 dan menjadi salah satu program kerja unggulan kelompok dalam mendukung pelestarian lingkungan desa. Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan melibatkan masyarakat setempat. Lokasi perbukitan dipilih sebagai upaya penghijauan lahan serta pencegahan kerusakan lingkungan. Berbagai jenis bibit buah ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya bibit mangga, sirsak, kopi, palem, serta beberapa jenis tanaman lain yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan iklim wilayah tersebut. penanaman bibit oleh mahasiswa kkm Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Tanaman buah yang ditanam berpotensi menjadi sumber pangan, memperbaiki kualitas lingkungan perbukitan, serta membuka peluang ekonomi di masa depan apabila dikelola secara berkelanjutan. Perwakilan KKM Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa. Penanaman bibit buah ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menanam kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses penanaman dan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Melalui kegiatan penanaman bibit buah di Bukit Dusun Pusung, mahasiswa KKM berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang hijau, lestari, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Tag: kkmuinmalang penanaman bibit bibit tanaman kkn
WIDIYAH NUR RAHMAWATI
Maliki Islamic University-KKM Unggulan PSGA 265 UIN Malang menggelar sosialisasi bertajuk "Kenali, Cegah, Hentikan Bullying - Sekolah Ramah Bebas Bullying" di aula SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam ini melibatkan 79 siswa kelas X dengan fokus pada pengenalan bullying, regulasi emosi, hingga role play interaktif yang membuat siswa memahami dampak perundungan dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegahnya. "79 siswa siap ikuti sosialisasi anti-bullying" Ahmad Hafizi, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga Kabupaten Probolinggo. Beliau menjelaskan mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan cyber), serta dampak serius perundungan terhadap dampak psikologis siswa. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. "Ejekan kecil ternyata bisa menghancurkan mental seseorang," ungkap salah satu siswa. "Pak Ahmad Konselor Puspaga jelaskan tentang bullying" Setelah sesi materi yang serius, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking interaktif. Instruktur memimpin permainan "Jeruk Juruk Salak Selak" di mana siswa harus melompat sesuai instruksi: "Jeruk" lompat ke depan, "Juruk" ke belakang, "Salak" ke kanan, dan "Selak" ke kiri. Suasana aula menjadi penuh tawa dan semangat. Seluruh siswa sangat antusias mengikuti permainan ini, menghilangkan rasa canggung di antara mereka. "Paling seru! Capek dikit tidak masalah!" seru salah satu siswa sambil tertawa. Abror dan Nina, mahasiswa UIN Malang yang tergabung kelompok KKM Unggulan PSGA 265, membawakan materi kedua pentingnya menggapai masa depan yang cerah tanpa bullying dan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Abror menekankan bahwa SMK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. "Kalian dapat melanjutkan kuliah dan memiliki karir cemerlang. Namun, jika berada dalam lingkungan yang tidak sehat seperti adanya bullying, hal tersebut dapat merusak fokus dan kesehatan mental," jelasnya. Nina menambahkan pentingnya menciptakan lingkungan positif sejak dini untuk menghindari trauma jangka panjang. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar jurusan kuliah serta peluang beasiswa. "Abror & Nina ajarkan regulasi emosi" Ranti Sagita, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga, memimpin sesi paling unik dalam kegiatan ini, yaitu role play perspektif menggunakan kacamata . Dua siswa ditunjuk untuk memakai kacamata dengan lensa berbeda: satu dengan lensa cerah (terang) dan satu lagi dengan lensa gelap (hitam). Bu Ranti menampilkan skenario bullying di mana seorang teman diejek karena alasan tertentu. Kepada siswa berkacamata cerah, Bu Ranti bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Siswa tersebut menjawab, "Saya melihat teman-teman dengan jelas. Semua terlihat terang. Jika ada teman yang diejek, saya akan menghiburnya." Giliran siswa berkacamata gelap, ia menjawab, "Yang saya lihat hanya kegelapan. Tidak terlihat apa-apa. Jadi jika ada teman yang diejek, saya tidak bisa membantu karena takut terjadi sesuatu." Aula menjadi hening. "Ini adalah perbedaan perspektif," tegas Bu Ranti. "Perspektif gelap membuat kita takut dan pasif. Perspektif cerah membuat kita berani dan menjadi bagian dari solusi." Siswa bertepuk tangan dan banyak yang mengangguk paham. Sesi tanya jawab berlanjut dengan partisipasi aktif dari siswa perempuan, sementara siswa laki-laki yang awalnya malu mulai berani berbicara. "Saya ingin menjadi yang berkacamata cerah," ujar salah satu siswa. "Siswa jabarkan role play kacamata" Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para pemateri. Yang paling berkesan adalah sesi Papan Sticky Notes Anti-Bullying, dan seluruh 79 siswa menuliskan "Saya berjanji tidak akan melakukan bullying" pada sticky note dan menempelkannya di papan besar. Papan tersebut akan dipajang di sekolah sebagai pengingat harian bagi seluruh siswa. "79 siswa tempel janji anti-bullying" Observasi oleh KKM Unggulan PSGA 265 menemukan kasus bullying antarsiswa yang dipicu oleh faktor sosial-psikologis seperti isolasi sosial, perilaku mencari perhatian (caper), dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Data menunjukkan bahwa kasus bullying di Probolinggo cukup tinggi. SMKN 4 Kota Probolinggo pernah mencatat 15 siswa menjadi korban bullying pada tahun 2022. Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Kraksaan menyatakan akan membentuk Klub OSIS Anti-Bullying untuk melakukan monitoring berkelanjutan. Wali Kelas X menambahkan bahwa pendekatan games sangat efektif, terutama untuk siswa laki-laki yang cenderung pemalu. "Saya akan melanjutkan dengan aktivitas kompetitif serupa," ujarnya. Tim KKM menyarankan agar sosialisasi serupa dilakukan secara rutin setiap semester. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo juga direkomendasikan untuk memperluas program ke SMK lain di wilayah tersebut. "Untuk periode berikutnya, dapat ditambahkan pretest dan posttest agar terdapat data kuantitatif yang lebih terukur," tutup Pak Ahmad. "KKM Unggulan PSGA 265 & 79 siswa SMKN 1 Kraksaan"
MUHAMMAD HAFIZ
Pada Selasa, 20 Januari, telah dilaksanakan kegiatan Kelas Bisnis KKM Inkubasi Bisnis yang bertempat di GIO Coffee. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKM Inkubasi Bisnis yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam dunia bisnis. Kegiatan ini menghadirkan kak Elsafan Nahak sebagai pemateri. Beliau merupakan alumni The University of Texas at Austin, Texas, USA melalui program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship, serta lulusan Agricultural Development Polytechnics Malang, Indonesia. Dalam kelas bisnis ini, peserta mendapatkan materi mengenai cara berhadapan dan membangun komunikasi dengan orang-orang sukses atau profesional, serta bagaimana menyampaikan pitching bisnis secara baik, jelas, dan meyakinkan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi peserta. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pitching secara langsung dengan maju ke depan. Setiap praktik pitching kemudian dinilai dan diberikan masukan langsung oleh pemateri, sehingga peserta dapat mengetahui kelebihan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam penyampaian ide bisnis mereka. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sharing session, di mana para peserta berbagi cerita, pengalaman, serta tantangan dalam menjalankan atau merintis usaha masing-masing. Melalui sesi ini, peserta memperoleh tambahan wawasan serta sudut pandang baru terkait dunia bisnis. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan terlibat aktif dalam setiap sesi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta KKM Inkubasi Bisnis mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapan dalam menyampaikan ide bisnis secara profesional. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Business Pitching: Kelas Bisnis KKM Unggulan Inkubasi Bisnis dan Etika Profesional", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/inkubasibisnisuinmalang8364/69749e9034777c6fee2d33b2/business-pitching-kelas-bisnis-kkm-unggulan-inkubasi-bisnis-dan-etika-profesional Kreator: Inkubasi Bisnis Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
SYAFIIYAH SALAF
Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 89 "Satyawara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi sains dan agama, para mahasiswa yang dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi merajut kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo. 1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan lokal warga. Kepala Desa Kalisongo (yang diwakilkan oleh pengurus kepala bagian pelayanan masyarakat) dalam sambutannya memberikan lampu hijau bagi para mahasiswa untuk berinovasi. "Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini," ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo. 2. Gemuruh Fajar: One Day One Juz dan Wirdul Lathif Kegiatan One Day One Juz dan pembacaan wirdul lathif Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya. Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan dengan kedisiplinan mahasiswa dalam menjaga tradisi spiritual ini. 3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad Pembacaan ratib setelah maghrib Membangun suasana religius yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah, mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, tercipta ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan warga. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid selesai dilaksanakan. 4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar. Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. "Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria. 5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman main bagi anak-anak. Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut. 6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam PKK Mahasiswa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk mengimbangi materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03 Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga. 7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan Kunci keberhasilan adaptasi mahasiswa KKM 89 adalah kemauan untuk "lebur" dalam adat setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat. 8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu lama. 9. Semarak Isra Miraj: Dari Lomba hingga Malam Puncak Malam Puncak Peringatan Isra Miraj di Masjid Miftahul Jannah Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai perlombaan islami di Masjid Miftahul Jannah, seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan mewarnai. Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj. Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. 10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong. Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik penumpukan sampah, merapikan tanaman liar di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman. 11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03. Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading (Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui. 12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang mempersembahkan Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografis ini mencakup profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia secara daring sehingga siapapun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia. Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang kecil dusun, setiap sudut Kalisongo telah menjadi saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab. Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi Kalisongo. Penulis: KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.