AHMAD RIFKI EL AQLI
Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat membuat anak-anak merasa lebih dekat dan nyaman selama proses belajar berlangsung. Melalui kegiatan Fun English Learning ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang bahasa Inggris, tetapi juga melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dengan cara yang seru dan menyenangkan. Secara keseluruhan, Fun English Learning bersama Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat menjadi salah satu program yang memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Mulyoarjo. Dengan metode yang kreatif, aktif, dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini serta menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi mereka
MUHAMMAD AHSAN AZHARI
Edukasi pencegahan bullying sukses diselenggarakan oleh Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 UIN Malang di dua sekolah dasar di Kecamatan Dampit. Kegiatan pertama dilaksanakan di SDN 02 Dampit pada Sabtu (10/01/26), sedangkan kegiatan kedua digelar di SDN 03 Dampit pada Senin (12/01/26). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menyikapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Edukasi disampaikan melalui pemaparan materi sederhana, diskusi interaktif, serta simulasi ringan agar mudah dipahami oleh siswa. Penyelenggaraan edukasi ini merupakan upaya persuasif KKM Kelompok 84 UIN Malang dalam membentuk karakter generasi muda yang berani bersikap baik, saling menghargai, dan menolak segala bentuk penindasan. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan. Respon positif ditunjukkan oleh pihak sekolah maupun para siswa. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif menjawab pertanyaan, dan berani menyampaikan pendapat mereka terkait pengalaman di sekolah. Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan ini dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 84 UIN Malang berharap siswa dapat menerapkan nilai-nilai anti bullying dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah maupun masyarakat. https://www.kompasiana.com/nadiya84707/698a9f8134777c097d0038c3/demi-menjaga-generasi-anti-penindasan-mahasiswa-kkm-uin-malang-adakan-edukasi-cegah-bullying-di-dampit?page=1&page_images=2
MASYTHA EMHARIANI
Malang - Pada hari Selasa (20/01/26), mahasiswa KKM Kelompok 95 Arunika mengadakan kegiatan demo pembuatan sabun cuci piring bersama ibu-ibu PKK. Kegiatan ini menjadi bentuk “oleh-oleh” dari kelompok KKM dengan harapan dapat membantu menambah penghasilan ibu-ibu PKK. Program tersebut merupakan usulan salah satu anggota kelompok yang sebelumnya telah memulai transmisi pembuatan sabun cuci piring. Kegiatan PKK ini dilaksanakan di balai desa, sehingga pesertanya tidak hanya berasal dari Dusun Busu, tetapi juga dari wilayah Desa Slamparejo. Acara diawali dengan pembukaan dan perayaan yang dipimpin oleh ibu-ibu PKK seperti kegiatan rutin pada umumnya. Selanjutnya, sesi kedua diserahkan sepenuhnya kepada siswa KKM untuk menyampaikan materi dan praktik. Proses pembuatan sabun dipandu oleh anggota kelompok yang mengusulkan program tersebut, dengan dibantu anggota lainnya sesuai tugas masing-masing. Kegiatan demo ini juga melibatkan ibu-ibu PKK secara langsung. Antusiasme peserta terlihat jelas, bahkan saat praktik berlangsung hampir seluruh langkah pembuatan diambil alih oleh ibu-ibu PKK. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan ini adalah penggunaan alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan. Beberapa bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan kulit kering atau gatal jika terkena langsung. Setelah proses pencampuran selesai, sabun cair perlu diamkan minimal selama dua jam sebelum digunakan. Sebagai penutup, mahasiswa KKM membagikan sabun cuci piring hasil praktik yang telah dibuat beberapa hari sebelumnya dan dikemas dalam botol berlogo kelompok sebagai kenang-kenangan. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.
ELSA DWI RAHMAWATI
Pada Selasa, 20 Januari, telah dilaksanakan kegiatan Kelas Bisnis KKM Inkubasi Bisnis yang bertempat di GIO Coffee. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKM Inkubasi Bisnis yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam dunia bisnis. Kegiatan ini menghadirkan kak Elsafan Nahak sebagai pemateri. Beliau merupakan alumni The University of Texas at Austin, Texas, USA melalui program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship, serta lulusan Agricultural Development Polytechnics Malang, Indonesia. Dalam kelas bisnis ini, peserta mendapatkan materi mengenai cara berhadapan dan membangun komunikasi dengan orang-orang sukses atau profesional, serta bagaimana menyampaikan pitching bisnis secara baik, jelas, dan meyakinkan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi peserta. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pitching secara langsung dengan maju ke depan. Setiap praktik pitching kemudian dinilai dan diberikan masukan langsung oleh pemateri, sehingga peserta dapat mengetahui kelebihan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam penyampaian ide bisnis mereka. Foto Sesi Praktik Pitching oleh Anggota KKM Unggulan Inkubasi Bisnis Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sharing session, di mana para peserta berbagi cerita, pengalaman, serta tantangan dalam menjalankan atau merintis usaha masing-masing. Melalui sesi ini, peserta memperoleh tambahan wawasan serta sudut pandang baru terkait dunia bisnis. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan terlibat aktif dalam setiap sesi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta KKM Inkubasi Bisnis mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapan dalam menyampaikan ide bisnis secara profesional.
FAT`HAN ABDULLAH MUNTHE
Kegiatan pengajaran Bahasa Arab menjadi salah satu program Pendidikan yang dilaksanakan oleh KKM 81 Abhinaya Bhakti selama masa pengabdian di Desa Ngadilangkung. Program ini dilaksanakan di dua Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), yaitu TPQ Khoirun Najwa dan TPQ Darul Muttaqin, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembelajaran keagamaan bagi anak-anak. Pengajaran Bahasa Arab di TPQ Khoirun Najwa dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan Jumat. Kegiatan ini diikuti oleh santri TPQ dengan antusias, terutama karena materi yang disampaiakn menggunakan metode yang mudah dipahami dan sederhana seperti bernyanyi dan menggunakan flash card. Hal ini diupayakan oleh mahasiswa KKM untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar santri lebih mudah memahami kosakata dasar Bahasa Arab. Sementara itu, pengajaran Bahasa Arab di TPQ Darul Muttaqin dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM mendampingi santri dalam pelafalan Bahasa Arab yang benar. Kegiatan ini juga dikombinasikan dengan latihan membaca dan pengulangan bersama untuk mrningkatkan pemahaman santri. Metode pengajaran yang dipakai juga sama dengan menggunakan lagu dan flash card, serta memberikan hadiah berupa snack sebagai bentuk apresiasi kepada santri yang telah berani menjawab soal pertanyaan. Melalui kegiatan pengajaran ini, KKM 81 Abhinaya Bhakti berharap dapat membantu meningkatkan minat belajar santri terhadap Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam dunia Pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat desa. Program pengajaran Bahasa Arab di dua TPQ ini mendapat respon positif dari pengurus TPQ dan para santri. Keharidan mahasiswa KKM dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan dan keagamaan.
RIZZA ALJANNAH
Kegiatan Bina Senja di Dusun Dempok menjadi salah satu bentuk penguatan sosial-keagamaan yang menyasar kelompok usia lanjut. Program ini merupakan wadah pembinaan yang berfokus pada pendampingan orang-orang sepuh, khususnya dalam aspek keagamaan, sosial, dan kebersamaan. Bina Senja sendiri didirikan oleh Karang Taruna setempat pada tahun 2012 sebagai respons atas kebutuhan ruang belajar yang ramah dan inklusif bagi para lansia. Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mendampingi proses penyuluhan dan pembinaan. Materi yang disampaikan meliputi penguatan dasar-dasar keagamaan, pendampingan cara mengaji sesuai kemampuan masing-masing, serta pembinaan cara bersosialisasi agar para peserta tetap aktif dan merasa dihargai dalam kehidupan bermasyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam Bina Senja bersifat persuasif dan dialogis. Tidak ada tuntutan untuk menguasai materi secara sempurna, melainkan penekanan pada kenyamanan, kebersamaan, dan keberlanjutan interaksi. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian lintas generasi. Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Bina Senja menjadi pembelajaran penting bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu berorientasi pada anak muda atau produktivitas ekonomi semata. Orang sepuh memiliki kebutuhan sosial dan spiritual yang sama pentingnya, dan keberadaan ruang seperti Bina Senja menjadi bukti bahwa pembangunan sosial desa juga harus bersifat inklusif dan berkelanjutan.