RIZALDO SEPTA RAHMANDITYA
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 45 melaksanakan salah satu program kerja keagamaan berupa pembacaan Surat Al-Kahfi setiap hari Jumat. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di mushola Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dengan melibatkan mahasiswa KKM serta masyarakat sekitar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca Surat Al-Kahfi secara istiqamah. Sebagaimana diketahui, membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai cahaya bagi pembacanya dari satu Jumat ke Jumat berikutnya. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap hari Jumat dengan suasana yang khusyuk dan sederhana. Mahasiswa KKM bersama jamaah mushola membaca Surat Al-Kahfi secara bergantian, disertai dengan penyimakan bacaan agar tetap sesuai dengan kaidah tajwid. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga menjadi wadah belajar dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, terlihat cukup baik dalam mengikuti kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa KKM 45 memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan di mushola. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga Desa Kemiri, sehingga tercipta suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui program kerja pembacaan Surat Al-Kahfi ini, Kelompok KKM 45 berharap dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan, meskipun masa pengabdian di desa bersifat sementara. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setempat sebagai rutinitas ibadah setiap hari Jumat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
AULA NISWA MARDHATILAH
MALANGRAYA.CO- Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus didorong melalui pengembangan program Family Corner berbasis masjid. Takmir Masjid Al Iksan Gadang, Kota Malang, mengumumkan kegiatan penguatan kapasitas pengelola Family Corner, pada Sabtu (10/1/2026), sebagai langkah penunjukan peran masjid dalam pelayanan sosial dan pembinaan keluarga. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Takmir Masjid Al Iksan, H. Moh. Zaini, yang menegaskan bahwa masjid memiliki potensi strategis sebagai pusat layanan keluarga apabila dikelola secara terencana dan kolaboratif. “Saya mendukung penuh kegiatan ini. Terima kasih kepada narasumber, Dr. Miftah dari Fakultas Syariah, yang akan berbagi wawasan dan informasi baru bagi pengurus Family Corner Masjid Al Iksan,” Didukung. Penguatan kapasitas ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok Pradipaloka 118 UIN Malang dengan pengurus Masjid Al Iksan. Seluruh pengelola Family Corner turut dilibatkan bersama mahasiswa KKM sebagai upaya Menghidupkan kembali peran masjid dalam membangun ketahanan keluarga di tengah masyarakat Ketua Family Corner Masjid Al Iksan, Ustadz Sya'roni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang dinilainya mampu membangkitkan kembali semangat pengurus yang sempat vakum. “Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menggagas kegiatan ini. Mudah-mudahan pengurus Family Corner semakin aktif, dan remaja masjid juga kembali giat beraktivitas di masjid,” ungkapnya. Kegiatan bertajuk “Masjid sebagai Model Edukasi Keluarga Berkelanjutan” tersebut menghadirkan Dr. H. Miftahul Huda, dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus fasilitator Bimbingan Perkawinan Kementerian Agama. Dalam pemaparannya, Dr. Miftah menekankan bahwa fungsi masjid tidak sebatas sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat solusi berbagai persoalan sosial, khususnya keluarga. Sumber Artikel berjudul "Masjid Al Iksan Jadi Pusat Edukasi Keluarga Lewat Program Family Corner UIN Malang", selengkapnya dengan link: https://malangraya.pikiran-rakyat.com/kota-malang/pr-3629923920/masjid-al-iksan-jadi-pusat-edukasi-keluarga-lewat-program-family-corner-uin-malang
ALVIN ZAKY AMALY
Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.
NAJWAH MARSA SALSABILA
Masjid An-Nur BMW terus berperan aktif sebagai ruang pembinaan keislaman, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bagi mahasiswa KKN 09 UIN Malang. Melalui serangkaian kajian keislaman, masjid ini menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat spiritualitas selama masa pengabdian masyarakat. Salah satu agenda utama yang diikuti mahasiswa adalah Kajian Tauhid bersama Ustadz Samsul Arifin. Dalam dua kali pertemuan, para mahasiswa diajak untuk menguatkan fondasi akidah melalui pemahaman yang ilmiah dan rasional. Materi yang disampaikan fokus pada pengenalan sifat-sifat wajib Allah SWT dengan penjelasan yang ringan dan relevan bagi kehidupan sehari-hari. Dalam kajian tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa Allah SWT tidak sama dengan makhluk, tidak membutuhkan tempat, dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. Pemahaman ini menjadi penting bagi mahasiswa agar memiliki akidah yang lurus dan kokoh, terutama di tengah perkembangan zaman dan arus pemikiran yang beragam. Tidak hanya sisi teologis, mahasiswa juga aktif dalam kegiatan Murojaah Subuh yang digelar rutin setiap Rabu pagi. Dibimbing langsung oleh Ustadz Said, kegiatan ini menerapkan Metode UMMI yang dikenal sistematis dan mudah dipahami. Fokus utamanya adalah memastikan setiap bacaan Al-Qur'an mahasiswa sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Lebih dari sekadar memperbaiki bacaan, Metode UMMI juga bertujuan menumbuhkan kedisiplinan serta rasa cinta terhadap Al-Qur'an. Suasana subuh yang tenang menjadi momentum yang tepat bagi mahasiswa untuk bermuhasabah dan mengisi energi spiritual sebelum memulai aktivitas harian. Perpaduan antara penguatan tauhid dan literasi Al-Qur'an ini memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa bagi kelompok KKM. Pengetahuan yang didapat di Masjid An-Nur BMW menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi positif ini, Masjid An-Nur BMW membuktikan perannya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keteguhan iman.
YULIA PUSPITA SARI
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bukan hanya tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang belajar yang nyata bagi mahasiswa. Sebagai anggota KKM kelompok 35 Pandareka, kegiatan KKM di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi saya. Salah satu program kerja yang saya ikuti adalah mengajar di TPQ Baiturrohim 1 yang berfokus pada pendampingan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, saya tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa KKM, tetapi juga belajar terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat dan proses pendidikan keagamaan di desa. Dalam pelaksanaan pembelajaran, TPQ Baiturrohim 1 menggunakan metode Yanbu’a sebagai pedoman membaca Al-Qur’an. Dalam TPQ ini terdapat beberapa kelas mulai dari pemula, jilid 1, 2, 3, 4, 5, 6 (Ghorib), hingga 7 (Tajwid). Sebagai anggota KKM 35 Pandareka, saya berperan mendampingi adik-adik jilid 2. Saya mendampingi adik-adik saat membaca, membenarkan kesalahan bacaan, menyimak hafalan, serta memberikan contoh pelafalan yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makhraj. Metode Yanbu’a membantu santri belajar secara bertahap dan terstruktur, sehingga mereka lebih mudah memahami serta meningkatkan kelancaran bacaan Al-Qur,an. Kegiatan mengajar TPQ jilid 2 ini dimulai dengan shalat ashar yang dilakukan secara berjama’ah oleh santriwan-santriwati dan dilanjutkan dengan do’a bersama. Setelah selesai shalat ashar dan do’a bersama, santri-santri masuk ke kelas masing-masing. Dilanjut dengan membaca do’a sebelum mengaji. Kemudian dilanjut dengan pengajaran pembacaan jilid dengan metode yanbu’a seperti membaca, menulis sambung-putus huruf hijaiyah, sampai dengan hafalan. Setelah itu, ditutup dengan do’a selesai belajar. Program kerja ini dilaksanakan oleh kami selaku mahasiswa KKM 35 Pandareka hari Senin dan Selasa setiap minggunya. Selama mengajar di TPQ, saya menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan kemampuan membaca antar santri dan menjaga fokus mereka saat kegiatan belajar berlangsung. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga bagi saya sebagai mahasiswa. Saya belajar untuk lebih sabra, komunikatif, dan kreatif dalam menyampaikan materi agar suasana belajar tetap kondusif dan menyenangkan bagi adik-adik santri. Melalui program kerja mengajar TPQ ini, saya menyadari bahwa peran mahasiswa KKM, khususnya KKM 35 Pandareka yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat meskipun melalui langkah-langkah sederhana. Kegiatan ini tidak hanya membantu santri meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk sikap tanggung jawab, kepedulian social, dan nilai keikhlasan dalam diri saya. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengabdian saya selama menjalani KKM.
M. SOFI BAGAS
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam rangka membangun kerja sama yang baik dengan lembaga pendidikan di lingkungan desa, Kelompok KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sowan dan koordinasi ke SD Negeri 1 Kenongo. Kegiatan sowan dan koordinasi ini dilaksanakan pada hari Senin, 05 Januari 2026, bertempat di SD Negeri 1 Kenongo. Kedatangan anggota KKM Dharmabhakti 46 disambut dengan baik oleh Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kenongo, Ibu Maulu’ah. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang santun, terbuka, dan edukatif, sehingga komunikasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat terjalin dengan lancar. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan sowan oleh anggota KKM Dharmabhakti 46. Mahasiswa memperkenalkan diri serta menyampaikan gambaran umum rencana kegiatan KKM yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Selanjutnya, dilakukan diskusi dan koordinasi bersama pihak sekolah untuk menyelaraskan program KKM dengan kebutuhan dan kondisi sekolah, sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara optimal. Kegiatan sowan dan koordinasi ini juga merupakan bagian dari arahan dan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Dharmabhakti 46, Ibu Farid Munfaati, M.Pd., yang menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama dengan mitra pendidikan sejak awal pelaksanaan KKM. Dengan adanya koordinasi yang baik, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan program kerja secara terarah dan sesuai dengan tujuan pengabdian. Melalui kegiatan ini, KKM Dharmabhakti 46 bertujuan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak sekolah serta membangun kolaborasi dalam mendukung kegiatan pendidikan. Koordinasi ini menjadi langkah awal yang penting agar program-program KKM di bidang pendidikan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Bagi mahasiswa, kegiatan sowan dan koordinasi ke SD Negeri 1 Kenongo memberikan pengalaman berharga dalam berkomunikasi dengan tenaga pendidik serta memahami peran sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik. Mahasiswa juga belajar mengenai etika, sikap profesional, serta pentingnya kerja sama dalam mendukung dunia pendidikan. Sebagai penutup, kegiatan sowan dan koordinasi ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan antara KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SD Negeri 1 Kenongo. Dengan adanya sinergi yang terbangun, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.