Thumbnail
4 months ago
Pembekalan Strategis Bersama DPL, KKM DarmaWidya Siap Dorong Percepatan Sertifikasi Halal UMK

NURUL ISNAINI FITRIATUN NABILA

Fokus Pemantapan Teknis Program dan Percepatan Sertifikasi Halal UMK Kelompok DarmaWidya melaksanakan kegiatan Pembekalan dan Final Checking KKM bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 09.00–11.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Lantai 2 dan menjadi tahapan penting menjelang pelaksanaan KKM di lokasi pengabdian. Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta 6 dari 13 anggota Kelompok KKM DarmaWidya. Agenda ini bertujuan untuk memastikan kesiapan akhir mahasiswa, baik dari aspek teknis, maupun substansi program, agar pelaksanaan KKM dapat berjalan secara terarah dan optimal.       Pemaparan Timeline dan Arah Pelaksanaan KKM Pada sesi awal, dilakukan pemaparan timeline KKMyang mencakup tahapan pra-pelaksanaan, pelaksanaan di lapangan, hingga pasca-KKM. DPL menekankan pentingnya pemahaman alur kegiatan secara menyeluruh agar setiap program dapat terlaksana sesuai jadwal serta memenuhi target yang telah ditetapkan. Penjelasan timeline ini sekaligus menjadi sarana evaluasi awal untuk memastikan seluruh anggota memahami peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing selama KKM berlangsung.       Strategi Promosi Percepatan Sertifikasi Halal UMK Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada strategi promosi percepatan sertifikasi halal bagi produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebagai fokus utama KKM Unggulan Halal Center. DPL menegaskan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat, khususnya pelaku UMK, mengenai pentingnya sertifikasi halal. Oleh karena itu, strategi sosialisasi harus disusun secara komunikatif, kontekstual, dan mudah dipahami oleh masyarakat desa sasaran, baik melalui pendekatan langsung maupun melalui media pendukung.     Pembuatan Konten Edukatif dan Administrasi Pendukung Dalam pembekalan ini juga dibahas pembuatan konten yang efektif sebagai sarana edukasi dan promosi program KKM. Konten yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung sosialisasi sertifikasi halal sekaligus mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan KKM. Selain itu, DPL menyampaikan beberapa luaran wajib pasca-KKM yang harus disiapkan oleh kelompok, meliputi: Policy brief, Artikel berita, Video dokumenter berdurasi 5–7 menit, serta Pengarsipan sertifikat dan dokumen pendukung dalam Google Drive. Ketentuan ini disampaikan sebagai bagian dari standar pelaporan akademik dan institusional KKM Unggulan. Praktik Pembuatan Akun SiHalal         Simulasi Pembuatan Akun Sihalal dan Pembuatan NIB Pada sesi praktik, anggota kelompok mengikuti simulasi pembuatan akun Sihalal sebagai bekal pendampingan langsung kepada Pelaku Usaha (PU) di lokasi KKM. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai proses pendaftaran PU ke dalam sistem Sihalal, mulai dari tahap awal hingga pengisian data dasar. Selain itu, dibahas pula mekanisme pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai prasyarat administratif yang penting bagi pelaku UMK sebelum mengajukan sertifikasi halal.     Penegasan Akhir dari DPL Melalui kegiatan pembekalan dan final checking ini, DPL menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa tidak hanya secara administratif, tetapi juga dari segi pemahaman substansi program. Seluruh anggota KKM DarmaWidya diharapkan mampu menjalankan perannya secara profesional, komunikatif, dan bertanggung jawab, sehingga pelaksanaan KKM Unggulan dapat memberikan dampak nyata bagi percepatan sertifikasi halal UMK di desa sasaran. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian persiapan sebelum mahasiswa terjun langsung ke masyarakat, sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjalankan pengabdian yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Thumbnail
4 months ago
Kelompok KKM 95 Arunika Mengadakan Lomba Antar TPQ di Dusun Busu

NAURA DEVIYANTI NIVIA PUTRI

Malang - Pada hari Minggu (25/01/26), Kelompok KKM 95 Arunika mengadakan lomba antar TPQ di Dusun Busu, Desa Slamparejo. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh TPQ yang ada di Dusun Busu. Namun, tidak semua santri TPQ dapat mengikuti lomba karena adanya ketentuan tertentu, seperti batas usia dan jumlah maksimal peserta dari setiap TPQ. Meskipun demikian, antusiasme anak-anak TPQ dan para wali murid tetap tinggi. Anak-anak yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi tetap mengikuti dan menyaksikan lomba yang diminati. Bahkan, terdapat beberapa balita yang diikutkan lomba oleh orang tuanya sebagai bentuk latihan keberanian dan pengenalan kegiatan sejak dini. Lomba islami ini terdiri dari tiga kategori, yaitu lomba adzan, hafalan surat pendek dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, serta lomba mewarnai. Seluruh juri pada ketiga kategori lomba berasal dari anggota Kelompok KKM 95 Arunika. Lomba adzan dilaksanakan di masjid pada area salat laki-laki, di mana peserta mengumandangkan adzan menggunakan mikrofon. Sementara itu, lomba hafalan surat pendek dilaksanakan di area salat perempuan. Peserta yang mendapat giliran diminta mengambil dua gulungan kertas secara acak yang berisi nama surat dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, kemudian membacakannya di hadapan juri. Selanjutnya, juri akan membacakan satu ayat dari surat lain yang tidak diambil peserta sebelumnya, dan peserta diminta untuk melanjutkannya. Pada lomba mewarnai, panitia menetapkan dua kategori pemenang. Juara 1, 2, dan 3 diberikan untuk peserta sesuai batas usia yang ditentukan, sedangkan anak-anak di bawah batas usia akan dinilai untuk kategori juara harapan 1, 2, dan 3. Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada acara perpisahan Kelompok KKM 95 Arunika di Dusun Busu. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Thumbnail
4 months ago
Inkubator Bisnis: Dari Pendampingan Tenant Menuju Pusat Pengembangan Potensi Berdaya Saing Global

KURNIAWATI RAHAYU

Pada hari ini, Kamis 29 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan kunjungan (visit) ke Lembaga Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang yang bertempat di Institut ASIA Malang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KKM Unggulan Inkubasi Bisnis sebagai bagian dari upaya pengembangan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman mahasiswa mengenai peran strategis inkubator bisnis dalam mendukung ekosistem kewirausahaan dan inovasi. Sambutan dari Wakil Rektor III Institut ASIA Malang Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Rofiq, S.T., M.T., selaku Wakil Rektor III Institut ASIA Malang yang membidangi kemahasiswaan, organisasi, serta hubungan eksternal. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran inkubator bisnis dalam mendukung aktivitas mahasiswa, khususnya dalam pengembangan minat, bakat, dan potensi kewirausahaan yang berkelanjutan. Inkubator bisnis dipandang sebagai jembatan strategis antara dunia akademik dan dunia industri, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan praktik di lapangan. ADVERTISEMENT Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Dr. Puji Subekti, S.Si., M.Si., selaku Ketua Lembaga Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan secara langsung dengan profil dan perjalanan Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang, termasuk berbagai penghargaan dan capaian prestisius yang telah diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan konsistensi lembaga inkubator dalam membina dan mengembangkan potensi usaha yang dimiliki oleh para tenant dan lingkungan sekitarnya. Foto Sesi Pemaparan Materi oleh Ketua Lembaga Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh insight bahwa inkubator bisnis tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendamping tenant usaha, tetapi juga sebagai wadah strategis untuk menggali, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi yang tersedia di sekitar, baik potensi sumber daya manusia, sumber daya lokal, maupun peluang pasar. Inkubator bisnis berperan sebagai katalisator inovasi yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif, usaha berdaya saing, serta kolaborasi lintas sektor. Kegiatan kunjungan ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami praktik nyata pengelolaan inkubator bisnis yang profesional, berorientasi pada dampak, serta memiliki visi jangka panjang. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat termotivasi untuk mengembangkan potensi kewirausahaan, meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Inkubator Bisnis: Dari Pendampingan Tenant Menuju Pusat Pengembangan Potensi Berdaya Saing Global", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/inkubasibisnisuinmalang8364/697b5ff2ed641509801d48c2/inkubator-bisnis-dari-pendampingan-tenant-menuju-pusat-pengembangan-potensi-berdaya-saing-global Kreator: Inkubasi Bisnis Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
4 months ago
Wajah Baru Dusun Ampelgading: Menghidupkan Kembali Lapangan Voli dan Posyandu

YAHDIL FALAKHI ALKHIKAM

Wajah Baru Dusun Ampelgading: Menghidupkan Kembali Lapangan Voli dan Posyandu Setiap sore, suasana di Dusun Ampelgading punya ritme yang khas. Riuh suara peluit dan tepukan bola voli menjadi musik pengiring bagi warga yang melepas penat. Antusiasme warga di sini memang luar biasa; dari remaja sampai orang tua, semua berkumpul di lapangan.   Namun, di balik semangat itu, ada satu hal yang mengusik pandangan kami: kondisi lapangan yang mulai lusuh. Garis-garisnya memudar, warnanya pun kusam, seolah kehilangan energinya. Tak jauh dari situ, berdiri gedung Posyandu yang menjadi jantung kegiatan warga—mulai dari urusan kesehatan hingga forum diskusi. Dari sinilah cerita pembenahan ini bermula. Kami ingin memberikan "nyawa baru" bagi dua titik sentral di Dusun Ampelgading ini.   Sentuhan Kreatif di Sudut Posyandu Posyandu bukan sekadar gedung untuk pemeriksaan kesehatan; bagi kami, ini adalah ruang komunal. Karena sering digunakan untuk berkumpul, kami ingin tampilannya lebih menarik dan tidak kaku.   Dekorasi Tulisan Timbul: Kami mencoba sedikit berkreasi dengan menggunakan bahan styrofoam. Kami membentuk tulisan timbul yang kemudian diberi sentuhan warna cerah agar terlihat lebih eye-catching. Hasilnya? Dinding Posyandu kini terlihat lebih modern dan segar!   Ruang Literasi (Mading): Agar komunikasi antarwarga lebih efektif, kami juga menambahkan mading (majalah dinding). Sekarang, pengumuman penting atau informasi kesehatan tidak lagi hanya terselip di grup WhatsApp, tapi terpajang rapi untuk dibaca siapa saja yang singgah.   Sinergi di Lapangan Voli Beralih ke lapangan voli, kami sadar bahwa lapangan ini adalah milik bersama. Maka, pengerjaannya pun harus dilakukan bersama. Kami berkolaborasi dengan Persatuan Voli setempat untuk melakukan aksi bersih-bersih dan pengecatan ulang.   Prosesnya sangat seru! Kami bahu-membahu membersihkan sisa debu dan lumut sebelum akhirnya menorehkan cat baru di atas lantai semen. Warna yang kini terlihat cerah bukan sekadar hiasan, tapi representasi dari semangat olahraga warga Ampelgading yang kembali berkobar.   Lebih dari Sekadar Cat dan Styrofoam Program kerja ini mungkin terlihat seperti perbaikan fisik biasa. Namun bagi kami, melihat warga kembali melakukan smash di lapangan yang cerah, atau melihat ibu-ibu memperhatikan mading di Posyandu, memberikan kepuasan yang tak ternilai.   Melalui pembenahan ini, kami belajar bahwa perubahan kecil di Dusun Ampelgading bisa membawa dampak besar jika dilakukan dengan kolaborasi. Semoga apa yang kami buat ini bisa terus dijaga dan menjadi saksi bisu keakraban warga di masa depan.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKN UIN Malang Turut Sukseskan Pelaksanaan Posyandu Lansia dan Balita di Desa Dawuhan

RISNA EKA SAFITRI

Mahasiswa KKN UIN Malang Turut Sukseskan Pelaksanaan Posyandu Lansia dan Balita di Desa Dawuhan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan kesehatan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu di Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini meliputi pelaksanaan Posyandu Lansia serta Posyandu Balita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga desa secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersinergi dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta perangkat desa untuk membantu proses pendataan, pendampingan peserta, hingga pengelolaan alur pelayanan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia. Melalui kegiatan ini, diperoleh data penting terkait kondisi sosial dan kesehatan masyarakat, termasuk pendataan ibu muda yang mengalami pernikahan dini. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi dan rujukan bagi pemerintah desa serta pihak terkait dalam menyusun program pelatihan keluarga, pendidikan kesehatan reproduksi, serta penguatan ketahanan keluarga di masa mendatang. Selain itu, kegiatan Posyandu Balita juga memberikan penghargaan dengan pemberian susu kepada tambahan balita dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan gizi dan upaya pencegahan stunting. Program ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya perhatian dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak-anak mereka. Koordinator KKN menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong terciptanya pola hidup sehat dan kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan keluarga di Desa Dawuhan,” ujarnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kehidupan sosial masyarakat.  

Thumbnail
4 months ago
Penutupan Kegiatan KKM di Desa Ngadas sebagai Wujud Akhir Pengabdian Mahasiswa

RAHMATIL ULYA EKAPUTRI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, resmi ditutup pada hari Rabu, 04 Februari 2026 melalui sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Penutupan ini menjadi momen refleksi atas seluruh proses pengabdian yang telah dijalani, sekaligus penanda berakhirnya kebersamaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Ngadas. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKM. Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama masa pengabdian. Penutupan KKM bukan sekadar seremoni akhir, melainkan ruang untuk saling mengapresiasi dan mengenang perjalanan bersama. Rangkaian acara diawali dengan beberapa sambutan dari ketua kelompok 94, ketua LP2M dan sambutan dari kepala Desa Ngadas. Rangkaian selanjtunya adalah penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKM kepada Pemerintah Desa Ngadas. Penyerahan ini menjadi simbol rasa terima kasih atas penerimaan, bimbingan, dan dukungan masyarakat selama kegiatan KKM berlangsung. Kenang-kenangan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat akan kolaborasi dan kebersamaan yang telah terjalin. Selanjutnya, mahasiswa KKM menyampaikan hasil program kerja yang telah dilaksanakan selama berada di Desa Ngadas. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah batik khas Ngadas, yang dirancang sebagai bentuk penguatan identitas budaya lokal sekaligus potensi ekonomi kreatif desa. Melalui batik ini, mahasiswa berupaya mengangkat nilai-nilai budaya Ngadas ke dalam karya yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Program kerja berikutnya adalah kamus bahasa Tengger, yang disusun sebagai upaya pelestarian bahasa lokal. Kamus ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda serta referensi bagi masyarakat luas yang ingin mengenal bahasa dan budaya Tengger. Program ini menjadi wujud perhatian terhadap pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman. Selain program berbasis budaya dan bahasa, mahasiswa KKM juga memperkenalkan rocket stove sebagai alat pembakaran sampah minim asap. Alat ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Ngadas dalam mengelola sampah secara lebih ramah lingkungan. Dengan sistem pembakaran yang lebih sempurna, rocket stove mampu mengurangi asap yang dihasilkan sehingga tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan sekitar. Program ini menjadi bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa. Puncak acara penutupan KKM di Desa Ngadas ditandai dengan penayangan after movie yang merangkum seluruh perjalanan kegiatan KKM. Tayangan ini menghadirkan potongan momen kebersamaan, aktivitas pengabdian, hingga interaksi sederhana antara mahasiswa dan warga desa. Suasana haru dan tawa menyatu, menggambarkan eratnya hubungan yang terbangun selama kegiatan berlangsung. Melalui acara penutupan ini, mahasiswa KKM tidak hanya meninggalkan hasil program kerja, tetapi juga kenangan dan pengalaman berharga. Sebaliknya, Desa Ngadas memberikan pelajaran tentang kebersamaan, kearifan lokal, dan makna pengabdian yang sesungguhnya. Penutupan KKM bukanlah akhir dari hubungan yang terjalin, melainkan awal dari cerita yang akan terus dikenang. Desa Ngadas akan selalu menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa, sementara jejak pengabdian yang ditinggalkan diharapkan dapat memberi manfaat dan keberlanjutan bagi masyarakat desa.