Thumbnail
4 months ago
Business Pitching: Kelas Bisnis KKM Unggulan Inkubasi Bisnis dan Etika Profesional

NAILA FADILA

Pada Selasa, 20 Januari, telah dilaksanakan kegiatan Kelas Bisnis KKM Inkubasi Bisnis yang bertempat di GIO Coffee. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKM Inkubasi Bisnis yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam dunia bisnis.  Kegiatan ini menghadirkan kak Elsafan Nahak sebagai pemateri. Beliau merupakan alumni The University of Texas at Austin, Texas, USA melalui program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship, serta lulusan Agricultural Development Polytechnics Malang, Indonesia.  Dalam kelas bisnis ini, peserta mendapatkan materi mengenai cara berhadapan dan membangun komunikasi dengan orang-orang sukses atau profesional, serta bagaimana menyampaikan pitching bisnis secara baik, jelas, dan meyakinkan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi peserta. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pitching secara langsung dengan maju ke depan. Setiap praktik pitching kemudian dinilai dan diberikan masukan langsung oleh pemateri, sehingga peserta dapat mengetahui kelebihan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam penyampaian ide bisnis mereka. Foto Sesi Praktik Pitching oleh Anggota KKM Unggulan Inkubasi Bisnis Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sharing session, di mana para peserta berbagi cerita, pengalaman, serta tantangan dalam menjalankan atau merintis usaha masing-masing. Melalui sesi ini, peserta memperoleh tambahan wawasan serta sudut pandang baru terkait dunia bisnis. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan terlibat aktif dalam setiap sesi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta KKM Inkubasi Bisnis mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapan dalam menyampaikan ide bisnis secara profesional.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM-MI UIN Malang Kelompok 177 gandeng SDN 4 Sukomulyo menuju Adiwiyata melalui program "Serambi Hijau"

SALSA BILA AYU RAMADANI

Malang, 31 Januari 2026- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 177 yang bernama ESHORA menunjukkan komitmennya dalam mendukung terwujudnya SDN 4 Sukomulyo sebagai sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui program "Serambi Hijau."  Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong sekolah menuju predikat "Sekolah Adiwiyata", yakni sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program "Serambi Hijau" difokuskan pada pembuatan tanaman gantung serta penataan sudut taman sekolah dengan memanfaatkan area kosong yang ada di pojok sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih asri, sehat dan nyaman bagi siswa. Pada tahap persiapan, seluruh siswa SDN 4 Sukomulyo turut dilibatkan. Siswa diminta membawa media tanam dari rumah, seperti botol air mineral bekas, galon bekas, serta tanaman hias, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan ini. Bahan-bahan tersebut kemudian dimanfaatkan dalam pembuatan tanaman gantung dan penataan sudut taman sekolah. Pemanfaatan barang bekas ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai daur ulang serta kepedulian terhadap pengelolaan sampah sejak dini. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Kelompok 177 bekerja sama secara langsung dengan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 dalam proses pembuatan serta pemasangan tanaman gantung dan penataan area taman. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, di mana mahasiswa dan siswa saling berkolaborasi, belajar, serta berbagi peran dalam mewujudkan "Serambi Hijau" sebagai sudut taman baru di lingkungan sekolah. Tidak hanya berfokus pada penghijauan, mahasiswa KKM juga memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Canva kepada perwakilan siswa kelas 5 dan 6. Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas siswa dalam membuat poster edukatif visual yang nantinya akan dipasang di lingkungan sekolah sebagai media kampanye peduli lingkungan. Pihak sekolah pun menyambut baik kolaborasi ini dan mengaku merasa sangat terbantu serta senang dengan adanya kegiatan mahasiswa KKN. Dengan hadirnya "Serambi Hijau", SDN 4 Sukomulyo kini memiliki sudut pojok taman yang ditata lebih rapi berkat bantuan mahasiswa. Area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sederhana sekaligus menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi siswa saat berada di lingkungan sekolah. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 177 berharap hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh pihak sekolah bersama siswa. Mereka juga berharap apa yang sudah dibuat dapat menjadi awal dari kebiasaan peduli lingkungan di sekolah serta dapat dilanjutkan oleh warga sekolah secara mandiri.

Thumbnail
4 months ago
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKM UIN Malang Edukasi Siswa SD

MAIYA HASANATUD DAROINI

https://www.kompasiana.com/regitacahya7671/697ecffa34777c02d3526ff3/cegah-bullying-sejak-dini-mahasiswa-kkm-uin-malang-edukasi-siswa-sd?lgn_method=google&google_btn=onetap

Thumbnail
4 months ago
Menyiapkan Fisik Menuju Tanah Suci: Peran Pola Hidup Sehat bagi Calon Jamaah Haji

REVA VALENTINA ROSY

Ibadah haji merupakan puncak perjalanan spiritual seorang Muslim. Namun, di balik kekhusyukan ibadah tersebut, terdapat tuntutan fisik yang tidak ringan. Rangkaian ibadah seperti thawaf, sa’i, dan perjalanan antarlokasi ibadah menuntut kekuatan fisik, daya tahan tubuh, serta kondisi kesehatan yang optimal. Oleh karena itu, kesiapan fisik atau istithaah kesehatan menjadi aspek penting yang harus dipersiapkan oleh calon jamaah haji sejak jauh hari. Tantangan Kesehatan Calon Jamaah Haji Sebagian besar calon jamaah haji di Indonesia berada pada kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Kondisi ini sering kali disertai dengan berbagai faktor risiko penyakit tidak menular, seperti berat badan berlebih (overweight), hipertensi, diabetes melitus, serta kebiasaan merokok. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko kelelahan, sesak napas, hingga gangguan kesehatan serius saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci yang bercuaca panas dan padat jamaah. Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak seimbang juga berkontribusi terhadap menurunnya kebugaran tubuh. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini berpotensi menghambat kelancaran ibadah dan mengurangi kekhusyukan dalam beribadah. Pola Hidup Sehat sebagai Kunci Istithaah Kesehatan Penerapan pola hidup sehat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan fisik calon jamaah haji. Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah penerapan empat pilar gizi seimbang, yaitu: Mengonsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang sesuai prinsip “Isi Piringku”. Membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak untuk mencegah penyakit metabolik. Menjaga berat badan ideal melalui pengaturan makan dan aktivitas fisik teratur. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk menghindari kebiasaan merokok. Pola hidup sehat ini tidak hanya bermanfaat untuk mencegah penyakit, tetapi juga membantu meningkatkan stamina, daya tahan jantung-paru, serta kekuatan otot yang sangat dibutuhkan selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Aktivitas Fisik Terstruktur dan Edukasi Kesehatan Aktivitas fisik ringan namun terstruktur, seperti senam sederhana dan jalan kaki rutin, dapat menjadi latihan persiapan yang efektif bagi calon jamaah haji. Aktivitas ini membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas berjalan jarak jauh yang akan ditemui saat ibadah haji. Selain itu, edukasi kesehatan melalui media poster dan video menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai kondisi lingkungan di Tanah Suci, risiko kesehatan yang mungkin muncul, serta cara pencegahannya. Pendekatan ini terbukti membantu meningkatkan kesadaran dan motivasi calon jamaah untuk menjaga kesehatannya secara mandiri. Monitoring Kesehatan dan Journaling Harian Pemantauan kesehatan secara berkala, seperti pengukuran berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah, berperan penting dalam mendeteksi dini risiko kesehatan. Dikombinasikan dengan journaling harian pola hidup—meliputi aktivitas fisik, pola tidur, dan kebiasaan merokok—calon jamaah haji dapat lebih memahami kondisi tubuhnya dan terdorong untuk melakukan perubahan perilaku yang lebih sehat. Penutup Kesiapan fisik merupakan bagian tak terpisahkan dari kesiapan spiritual dalam menjalankan ibadah haji. Melalui penerapan pola hidup sehat, aktivitas fisik terstruktur, edukasi kesehatan, serta monitoring yang berkelanjutan, calon jamaah haji dapat mencapai kondisi istithaah kesehatan yang optimal. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, ibadah haji dapat dijalankan dengan lebih aman, lancar, dan khusyuk.

Thumbnail
4 months ago
Resmikan Family Corner dan Seminar Parenting, KKM Kelompok 19 UIN Malang Permudah Akses Layanan Konsultasi Keluarga

ALIFA IZZATUNNISA

  Dalam rangka memberi kemudahan akases layanan konsultasi keluarga bagi masyarakat. Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 Sattvaghana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) meresmikan Family Corner dan juga menggelar acara Seminar Parenting. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Ainul Yaqin Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Selasa (27/1/2026).  KKM Kelompok 19 UIN Malang memfasilitasi seluruh rangkaian acara, mulai dari pelantikan pengurus serta Seminar Parenting lintas generasi dalam satu kesatuan program kerja yang komprehensif. Langkah Strategis Menjamin Keberlanjutan Layanan Konsultasi Keluarga Dalam laporannya, Renata Dwi Yasarah menjelaskan rangkaian acara diawali dengan prosesi pelantikan pengurus Family Corner Masjid Ainul Yaqin. “Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan layanan konsultasi keluarga di lingkungan masyarakat,” ujar Renata. Kelompok KKM 19 UIN Malang berperan penting dalam mengawal pembentukan struktur. Sehingga ke depannya warga memiliki wadah resmi yang dikelola secara profesional untuk mengadukan serta mencari solusi atas permasalahan rumah tangga.  Family Corner sebagai Ruang Aman bagi Masyarakat Pada kegiatan utama yang dilaksanakan KKM Kelompok 19 UIN Malang. Inisiator Family Corner UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag secara resmi meresmikan fasilitas tersebut sekaligus memberikan sosialisasi mendalam terkait konsep Family Corner.  “Kehadiran lembaga ini bertujuan untuk mendekatkan layanan penguatan keluarga ke basis masyarakat terkecil,” jelas Prof. Mufidah. Dalam sosialisasinya, ia menekankan bahwa Family Corner dirancang sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan edukasi. Selain itu juga sebagai solusi atas berbagai problematika rumah tangga dengan landasan nilai-nilai religi yang kokoh. Gandeng Dosen Psikologi UIN Malang dalam Acara Seminar Parenting Melengkapi aspek sosialisasi kelembagaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang menghadirkan narasumber dari dosen Psikologi UIN Malang, Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd, C.HT. Melalui materi bertema Peran Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Zaman: Anak, Orang Tua, dan Kakek-Nenek. Ia memberikan pandangan dan strategi praktis pengasuhan yang menitikberatkan pada pentingnya keselarasan komunikasi antara tiga generasi agar tidak terjadi benturan pola asuh di era digital yang penuh tantangan. Antusiasme peserta yang didominasi oleh warga lokal dan penggiat keluarga, menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang edukasi seperti sangatlah tinggi.  Kolaborasi antara LP2M UIN Malang, KKM 19, dan takmir Masjid Ainul Yaqin serta kepengurusan Family Corner. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mencetak keluarga yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui peresmian dan pembekalan materi ini, Family Corner Masjid Ainul Yaqin siap beroperasi secara optimal untuk memberikan manfaat luas bagi kemaslahatan umat. Penulis: Bagus Rachmad Saputra Editor: Herlianto. A

Thumbnail
4 months ago
Jejak Bakti "Cakrawala" di Ujung Banyuwangi: Membangun Generasi Tangguh dan Berkarakter di Desa Sarongan

ELOK SOFIATUR RAHMAH

Kesadaran akan pentingnya keselamatan diri sejak usia dini menjadi prioritas utama bagi mahasiswa KKM-Mandiri Integritas (KKM-MI) Kelompok 186 "Cakrawala" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap letak geografis Desa Sarongan yang berada di wilayah pesisir selatan Banyuwangi, yang dikenal memiliki potensi risiko bencana alam tinggi seperti gempa bumi dan tsunami. Mengingat bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam, mahasiswa merasa perlu membekali generasi muda dengan pengetahuan yang mumpuni agar mereka mampu menjadi subjek yang tanggap terhadap prosedur keselamatan. Pada Jumat, 23 Januari 2026, agenda besar dimulai dengan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana di SDN 3 Sarongan yang melibatkan siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6. Untuk memastikan materi yang disampaikan akurat dan profesional, mahasiswa Cakrawala menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi dan tim BPBD Desa Sarongan. Sinergi ini menciptakan sebuah kurikulum edukasi yang komprehensif, di mana teori yang dipelajari di kelas langsung diuji melalui praktik lapangan. Kegiatan di SDN 3 diawali di dalam ruang kelas dengan suasana belajar yang dibuat santai namun serius. Siswa dijelaskan secara mendetail mengenai tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi, serta apa yang harus dilakukan dalam detik-detik pertama guncangan gempa. Penjelasan dilakukan dengan bahasa yang ramah anak untuk memastikan setiap istilah teknis mitigasi dapat diserap dengan baik tanpa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Suasana seketika berubah saat simulasi dimulai, di mana efek suara dentuman dan guncangan gempa diputar melalui pengeras suara agar terdengar sangat nyata. Efek suara ini sengaja dirancang untuk melatih aspek psikologis anak-anak agar mereka tidak panik saat mendengar suara peringatan asli di masa depan. Dalam hitungan detik, para siswa langsung mempraktikkan gerakan melindungi kepala dan bergerak menuju titik kumpul di lapangan terbuka sesuai prosedur keselamatan. Keseruan berlanjut saat materi meningkat ke tahap yang lebih menantang, yaitu pelatihan menjadi tim penolong. Para siswa diajarkan bahwa dalam sebuah bencana, kerja sama tim adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa. Mereka diperkenalkan dengan berbagai alat keselamatan, salah satunya adalah tandu evakuasi yang menjadi alat vital dalam menyelamatkan korban yang mengalami cedera atau tidak sadarkan diri. Instruktur dari BPBD memberikan penjelasan yang sangat detail mengenai tata cara mengangkat korban menggunakan tandu dengan benar. Siswa didampingi untuk mempraktikkan posisi tangan yang tepat dan koordinasi langkah agar beban seimbang dan kondisi korban tetap stabil. Anak-anak tampak sangat antusias saat mencoba peran sebagai tim medis darurat, belajar teknik khusus agar tidak memperparah cedera pada tulang belakang korban. Meski berkaitan dengan situasi darurat, acara ini berhasil dikemas dengan penuh keceriaan melalui permainan pertanyaan seru. Para murid sangat bersemangat berebut menjawab pertanyaan seputar materi, sehingga rasa bosan tidak terlihat sepanjang acara. Langkah kecil di sekolah ini diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya Desa Sarongan sebagai desa tangguh bencana di masa depan. Berlanjut pada Sabtu, 24 Januari 2026, Kelompok 186 "Cakrawala" melaksanakan puncak pengabdian mereka di SDN 1 Sarongan. Acara penutupan ini bukan sekadar seremoni perpisahan biasa, melainkan sebuah simfoni pendidikan yang merangkum berbagai nilai kehidupan. Agenda pertama di sekolah ini kembali fokus pada mitigasi bencana dengan pendampingan dari perwakilan BPBD Desa Sarongan. Di SDN 1, mahasiswa mengajarkan teknik dasar perlindungan diri di dalam kelas, seperti cara melindungi kepala menggunakan tas atau tangan dan mengenali titik aman. Penjelasan yang sangat detail diberikan agar para siswa tetap waspada namun tidak panik jika terjadi keadaan darurat. Sesi ini juga diselingi dengan pembagian hadiah bagi siswa yang aktif, menjaga suasana belajar tetap menyenangkan bagi seluruh peserta. Materi kedua yang dibawakan oleh mahasiswa adalah topik "Menabung Sejak Dini" untuk menanamkan nilai kedisiplinan finansial. Mahasiswa memaparkan berbagai manfaat menabung, mulai dari melatih kesabaran hingga kemampuan untuk membantu orang tua di masa depan. Tips praktis seperti menyisihkan uang saku sebelum digunakan untuk jajan menjadi bahasan menarik yang dilengkapi dengan pembagian doorprize. Memasuki materi ketiga, suasana perlahan berubah menjadi lebih reflektif saat bahasan anti-bullying dimulai. Mahasiswa menjelaskan secara mendetail mengenai bahaya perundungan serta dampaknya yang sangat merugikan bagi semua pihak yang terlibat. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan penuh kasih sayang tanpa ada perilaku menyakiti teman sendiri. Untuk memperdalam empati, para siswa diajak menonton sebuah film pendek yang menggambarkan dampak emosional bagi korban bullying. Visualisasi dalam film tersebut begitu kuat hingga menyentuh nurani terdalam para siswa, hingga satu per satu air mata mulai menetes di pipi mereka. Isak tangis semakin pecah saat mereka menyadari bahwa hari itu juga merupakan momen terakhir belajar bersama kakak-kakak mahasiswa KKM. Sebagai wadah untuk mencurahkan isi hati, mahasiswa menghadirkan "Pohon Ungkapan" di setiap kelas. Setiap siswa diberikan sticky note untuk menuliskan perasaan mereka sebagai simbol pertumbuhan emosi dan hubungan erat yang telah dipupuk selama dua minggu. Satu per satu siswa maju menempelkan tulisan mereka pada ranting-ranting pohon tersebut dalam suasana yang penuh haru. Prosesi ini diwarnai dengan pelukan hangat perpisahan antara siswa dan mahasiswa, menunjukkan betapa dekatnya ikatan emosional yang telah terjalin. Sebagai tanda ikatan yang tak terputus, mahasiswa turut menandatangani pohon tersebut sebelum dipasang secara permanen di dinding kelas sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, acara berlanjut pada prosesi pamitan resmi kepada dewan guru dan kepala sekolah. Pihak SDN 1 Sarongan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Kelompok 186 yang dianggap telah memberikan warna baru bagi semangat belajar siswa. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama di halaman sekolah sebagai saksi bisu kebersamaan indah yang telah terjalin. Meskipun raga mahasiswa tak lagi berada di sana, namun ilmu tentang mitigasi, menabung, dan anti-bullying akan terus tumbuh di hati para siswa.