ACHMAD WISAM SYUHADAK
DESA KEMIRI, KECAMATAN JABUNG, KABUPATEN MALANG — Kamis Kliwon, 8 Januari 2026. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan rutin desa dan diikuti oleh mahasiswa KKM Kelompok 45 bersama masyarakat Desa Kemiri. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga. Khotmil Qur’an berlangsung sejak pagi hari hingga siang sekitar pukul 14.00 WIB dan bertempat di musholla yang berada di sebelah Posko KKM 45. Kegiatan diawali dengan pembukaan Khotmil Qur’an pada pagi hari dengan satu orang membaca ayat suci Al-Qur’an melalui pengeras suara secara bergantian, sementara peserta lainnya membaca bagian juz masing-masing secara serentak. Suasana khusyuk terasa sepanjang kegiatan dan mencerminkan kebersamaan dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Pembacaan Khotmil Qur’an selesai pada siang hari dan dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah serta makan bersama warga. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, mahasiswa dan masyarakat saling bercengkerama dan berbagi cerita, sehingga kedekatan yang terjalin selama pelaksanaan KKM semakin terasa. Kebersamaan tersebut berlangsung hingga menjelang waktu Ashar. Kegiatan Khotmil Qur’an yang bertepatan dengan Kamis Kliwon ini tidak hanya menjadi sarana ibadah dan doa bersama, tetapi juga menunjukkan keterlibatan mahasiswa KKM 45 dalam mengikuti serta menghormati tradisi keagamaan masyarakat Desa Kemiri.
TIRTA AHMAD ZAMHARIR
Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran program utama karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen kedokteran Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menekankan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama yang menyatukan tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Oleh karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola pengasuhan yang tepat sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi dan mental anak. Pola asuh tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Pola asuh yang baik juga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang sering terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 juga mendampingi proses diskusi dan mencatat poin-poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berpartisipasi langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama pengabdian masa depan. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat kembali dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.
DEWI EFRIZA
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181Candranawasena turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Tabligh Akbar yang diselenggarakan pada Sabtu, 17 Januari 2026 bertempat di Masjid Baitur Rohim, Dusun Jambangan. Acara Tabligh Akbar ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda Islami berdasarkan Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW”, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah serta meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena berkontribusi secara langsung sebagai panitia pelaksana, mulai dari persiapan acara, pengondisian jamaah, hingga membantu kelancaran rangkaian kegiatan pada hari pelaksanaan. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan Tabligh Akbar ini menghadirkan Ki Radityo Caritosebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keislaman yang inspiratif dan relevan dengan kehidupan generasi masa kini, khususnya mengenai pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam membangun karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Selain itu, acara ini juga menjadi bentuk sinergi antarorganisasi kemasyarakatan di Dusun Jambangan. Tabligh Akbar tersebut berkolaborasi dengan berbagai organisasi, antara lain Pemuda Ansor dan Rijalul Ansor, serta didukung oleh organisasi pencak silat seperti Pagar Nusa, IKSPI, PSHT, dan PSHW. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam menyukseskan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat semakin tertanam dalam diri masyarakat, khususnya generasi muda. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengalaman berharga dalam memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
RIFANI VYSTI NURAWALIA
Suasana pagi di Dusun Ampelgading terasa rame dan penuh semangat. Warga sudah kumpul di lapangan sejak pagi buat ikut Jalan Sehat Ampelgading 2026, yang sekaligus jadi acara penutupan KKM. Kegiatan ini jadi momen seru buat mahasiswa dan warga setelah bareng-bareng menjalani program pengabdian. Acara dimulai dengan senam pagi bareng. Gerakannya simpel tapi bikin suasana makin hidup dan semangat. Setelah itu, peserta lanjut jalan sehat dengan rute yang sudah disiapkan. Semua jalan santai sambil ngobrol dan ketawa bareng. Sampai finish, warga disuguhi pertunjukan bantengan/mberot yang selalu ditunggu-tunggu. Atraksi dan musik tradisionalnya bikin acara makin meriah dan bangga sama budaya lokal. Kemeriahan makin lengkap dengan pembagian doorprize yang disambut sorak gembira peserta. Acara ditutup dengan sambutan dari panitia dan tokoh masyarakat. Mereka ngucapin terima kasih buat mahasiswa KKM dan seluruh warga. Suasana haru pun terasa saat mahasiswa pamit, menandai berakhirnya KKM dengan kenangan manis.
NANDA SANIA AL MUBAROK
Kegiatan pengajaran di SDN 2 Srigading merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah sekaligus membantu meningkatkan semangat belajar siswa. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan membantu guru dalam proses belajar mengajar serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Selama kegiatan berlangsung, tim turut membantu guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas, seperti mendampingi siswa saat mengerjakan tugas, membantu menjelaskan materi yang belum dipahami, serta menjaga suasana belajar agar tetap kondusif. Kehadiran tim diharapkan dapat membantu proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. Selain membantu pengajaran di kelas, tim juga melakukan pembuatan dan pemasangan poster edukatif di lingkungan sekolah. Terdapat lima poster yang ditempel, yaitu poster 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), Anak Sehat, Cuci Tangan, Anti Bullying, dan Peraturan Sekolah. Poster-poster tersebut dibuat dengan tampilan yang menarik agar mudah dibaca dan dipahami oleh siswa. Pemasangan poster ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif kepada siswa sejak dini, seperti menjaga kebersihan, menerapkan perilaku hidup sehat, saling menghargai sesama teman, serta mematuhi peraturan sekolah. Dengan adanya media visual ini, diharapkan pesan-pesan edukatif dapat terus diingat oleh siswa dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kegiatan pengajaran ini mendapatkan respon positif dari pihak sekolah maupun siswa. Siswa terlihat antusias selama proses pembelajaran berlangsung, sementara guru merasa terbantu dengan adanya pendampingan di kelas. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan di SDN 2 Srigading.
CINDY AINURROHMAH
MALANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 56 sukses menyelenggarakan rangkaian lomba religi dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Kegiatan yang ditujukan bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) ini dilaksanakan di Dusun Jaten, Desa Jedong, Malang, pada Jumat (16/1). Berpusat di Masjid Rokhmatul Barokah, acara ini mengusung misi untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini. Sebanyak lebih dari 40 peserta, mulai dari jenjang pra-sekolah hingga SMP, tampak antusias memadati lokasi sejak pagi hari. Ketua KKM 56, Zidan Firdaus Tirta, bersama Ketua Pelaksana, Fachreza Fidzi Kutachi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, mereka memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat dalam belajar agama. Ada tiga kategori lomba yang dipertandingkan, yaitu lomba adzan, hafalan surah pendek, dan mewarnai kaligrafi. Kemeriahan tidak hanya datang dari para peserta, tetapi juga dari para ibu dan wali murid yang hadir memberikan dukungan. Para pengajar TPQ setempat pun turut mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak didik mereka. Rangkaian acara diawali dengan lomba adzan dan mewarnai kaligrafi yang berlangsung khidmat namun meriah. Sebagai penutup, lomba hafalan surah pendek menjadi kompetisi terakhir sekaligus menandai berakhirnya perayaan Isra Miraj yang digelar oleh mahasiswa KKM 56 di Desa Jedong tahun ini. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Peringati Isra' Mi'raj, Mahasiswa KKM 56 Desa Jedong Gelar Lomba Religi di Dusun Jaten", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/afiqmuhammad2970/696a340bed64151d3b67a613/peringati-isra-mi-raj-mahasiswa-kkm-56-desa-jedong-gelar-lomba-religi-di-dusun-jaten Kreator: Afiq Muhammad