Thumbnail
3 months ago
Menyalakan Harapan dari Minyak Jelantah Bersama Ibu PKK

NUR ALYA ULAYYA FAROH AZZAHROH

Desa Dengkol, 28 Januari 2026 —Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah yang bertempat di aula Balai Desa Dengkol. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Dengkol dengan antusias. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah agar tidak terbuang sia-sia serta dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang minyak jelantah dan dampak pembuangannya, kemudian dilanjutkan dengan penguapan serta praktik langsung pembuatan lilin. Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKM 42 Narakarya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Thumbnail
3 months ago
KKM NAVASHILA DORONG KADER POSYANDU KARANGANYAR MENJADI GARDA TERDEPAN MENCEGAH STUNTING DAN MEMPERBAIKI PARENTING

ZIANA ADINDA CHARISMA PUTRI

Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.

Thumbnail
3 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

ANAM FADHILLA AFIF

[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.

Thumbnail
3 months ago
Mengawali Pagi dengan Penuh Energi: KKM UIN Malang Kelompok 5 “Arunikanusa” Mengadakan Senam Pagi yang Menyenangkan di Pandanwangi

DIVA CHINTIA BELLA

Pada Minggu pagi, 4 Januari 2026, kelurahan Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang dipenuhi tawa, kegembiraan, dan energi positif. Kelompok KKM UIN Malang 5, yang dikenal sebagai Arunikanusa, berhasil melaksanakan salah satu program kerja bakti kami: sesi olahraga pagi yang ceria dan menyegarkan bersama warga setempat. Kegiatan tersebut diadakan dalam suasana lingkungan yang hangat dan ramah. Seperti terlihat pada foto, para peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa berkumpul bersama dengan senyum cerah dan semangat tinggi. Anak-anak duduk dengan gembira di depan, mengenakan pakaian warna-warni, sementara tim KKM dan warga setempat berdiri dengan bangga di belakang mereka. Suasana terasa hidup, santai, dan penuh kebersamaan. Program olahraga pagi ini dirancang tidak hanya untuk mempromosikan gaya hidup sehat tetapi juga untuk memperkuat ikatan antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Kesehatan adalah fondasi penting untuk kehidupan sehari-hari, dan melalui kegiatan sederhana seperti olahraga kelompok, kami berharap dapat mendorong warga untuk tetap aktif dan menjaga kesejahteraan mereka. Yang membuat acara ini semakin bermakna adalah antusiasme dari anak-anak. Energi dan kegembiraan mereka benar-benar memberikan suasana yang menyenangkan di pagi hari. Melihat mereka tertawa, berpose dengan percaya diri untuk foto grup, dan berpartisipasi aktif mengingatkan kita mengapa keterlibatan masyarakat itu penting. Ini bukan hanya tentang menyelesaikan program tetapi tentang menciptakan momen-momen yang berkesan dan koneksi yang bermakna. Dukungan dari warga setempat dan anggota masyarakat juga memainkan peran besar dalam keberhasilan kegiatan ini. Sambutan hangat mereka membuat kami merasa seperti di rumah dan memperkuat semangat kolaborasi antara mahasiswa KKM dan masyarakat Pandanwangi. Melalui program ini, KKM UIN Malang Kelompok 5 “Arunikanusa” berharap dapat memberikan dampak positif, bahkan dengan cara yang sederhana. Tubuh yang sehat, hati yang bahagia, dan komunitas yang bersatu inilah semangat yang ingin kami sebarkan. Kami percaya bahwa langkah-langkah kecil, seperti berolahraga bersama di Minggu pagi, dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan komunitas yang lebih sehat. Dan ini hanyalah permulaan dari banyak kegiatan bermakna lainnya yang akan datang. ?

Thumbnail
3 months ago
Edukasi Bahaya Narkoba: Aksi Nyata KKM 55 Uin Malang di Desa Dalisodo Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Edukasi Bahaya Narkoba: Aksi Nyata KKM 55 Uin Malang di Desa Dalisodo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm55abhiy

SYIFA KHOIRUNNISA

Dalisodo, Wagir - Penyalahgunaan narkoba hingga saat ini masih menjadi persoalan serius yang mengancam berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga mulai merambah lingkungan pedesaan. Generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan karena berada pada fase pencarian jati diri, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan. Kondisi ini diperparah dengan masih terbatasnya akses informasi, edukasi, dan pengawasan di tingkat desa, sehingga potensi penyalahgunaan narkoba kerap tidak terdeteksi sejak awal.    Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan secara represif, tetapi harus dimulai melalui pendekatan edukatif dan preventif yang menyasar masyarakat secara langsung, khususnya remaja dan pemuda desa. Kesadaran akan pentingnya pencegahan sejak dini inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang untuk mengambil peran aktif melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dan masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.    Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada Senin (26/01), bertempat di Dusun Precet, Desa Dalisodo. Dengan menghadirkan pemateri, Bd. Suci Astuti, S.ST., M.Kes, yang memberikan penjelasan secara langsung mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari perspektif kesehatan dan sosial. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis narkoba, dampak terhadap kesehatan fisik dan mental, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh individu, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, pemuda, serta masyarakat setempat yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, serta ketertarikan mereka untuk memahami lebih jauh mengenai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan desa. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang, kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran sosial dan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran pemateri memperkuat pesan edukatif yang disampaikan serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba.      (Gambar 2. Foto Mahasiswa KKM bersama Pemuda Pemudi Dusun Precet) Dengan terlaksananya kegiatan edukasi bahaya narkoba ini, mahasiswa KKM UIN Malang bersama pemateri dan masyarakat desa telah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta masyarakat menjadi langkah awal yang penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan dan perlindungan remaja. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi, tetapi juga sarana membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan masyarakat desa. Partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masa depan generasi muda dan menyadari pentingnya pengawasan serta pembinaan yang berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya preventif dan edukatif di tingkat desa. Dengan demikian, kesadaran kolektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang dijaga dan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen masyarakat.     STOP NARKOBA !!!           Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Edukasi Bahaya Narkoba: Aksi Nyata KKM 55 Uin Malang di Desa Dalisodo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm55abhiyana3710/69856d9fed641504603033d4/edukasi-bahaya-narkoba-aksi-nyata-kkm-55-uin-malang-di-desa-dalisodo#google_vignette   Kreator: Kkm 55 Abhiyana       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
3 months ago
Belajar Penuh Semangat: Rutinitas Santri Madin Al Hikmah Bersama Mahasiswa UIN

FADHILATUR RAHMA RAMADHANI

Kegiatan belajar mengajar KKM Kelompok 111 di Madin Al Hikmah, Dusun Ringin Anom, Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, berlangsung penuh semangat setiap Senin hingga Jumat pukul 15.30-16.30 WIB. Mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok ini secara rutin hadir untuk membimbing santri dalam mempelajari Al-Quran, hafalan surah pendek, dan dasar-dasar keagamaan Islam lainnya. Suasana kelas yang telah direvitalisasi dengan pengecatan dinding hijau cerah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan, sebagaimana terlihat pada foto kegiatan yang menunjukkan santri duduk rapi di meja kayu sederhana sambil mengikuti arahan pengajar. Program ini merupakan bagian dari upaya Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk mendukung pendidikan nonformal di madrasah diniyah setempat. Selain mengajar, kelompok 111 juga melakukan perbaikan fasilitas seperti penataan ruang kelas dan penambahan sarana belajar, yang meningkatkan minat santri terhadap kegiatan keagamaan, seperti ekstrakulikuler yang terdiri dari Tari, Pidacil, dan Kaligrafi. Lokasi Madin Al-Hikmah ini terletak strategis bagi anak-anak, sehingga pembelajaran dapat berjalan konsisten tanpa hambatan yang signifikan. Dampak dari kegiatan ini terasa nyata, di mana santri menunjukkan peningkatan hafalan dan pemahaman materi secara bertahap. Pengajar menggunakan metode interaktif, seperti kelompok diskusi dan permainan edukatif, untuk menjaga fokus anak-anak usia dini. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperkuat landasan pendidikan agama di tingkat desa, sekaligus menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan masyarakat.