SHANZA NAFISA AQUILA AZZAHRO
Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Balai Desa Ngadirejo, Kec. Tutur, Pasuruan dengan suasana yang tertib dan penuh keakraban. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan pelaksanaan KKM pertama kalinya dari UIN Malang di Desa Ngadirejo. Acara tersebut dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKM yang disambut dengan hangat oleh warga setempat. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC) yang memandu kegiatan dari awal hingga akhir. MC menyampaikan susunan acara serta mengajak seluruh hadirin untuk mengikuti kegiatan dengan khidmat. Suasana berlangsung kondusif dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Desa Ngadirejo yang tetap solid meskipun umat Muslim berada dalam posisi minoritas di desa tersebut. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Desa Ngadirejo yang menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Desa Ngadirejo sebagai lokasi KKM, sekaligus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengalaman pertama bagi desa menerima mahasiswa KKM dari UIN Malang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi, kebersamaan, dan sikap saling menghormati yang selama ini telah terbangun di tengah masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KKM yang menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan KKM, serta harapan agar program-program yang dijalankan dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat. Ketua KKM juga memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, meliputi bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Setelah itu, seluruh anggota KKM memperkenalkan diri satu per satu sebagai langkah awal menjalin kedekatan dengan perangkat desa dan warga. Rangkaian kegiatan pembukaan KKM ditutup dengan doa dan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kegiatan KKM secara resmi. Foto bersama tersebut menjadi penanda awal kebersamaan antara mahasiswa KKM UIN Malang dan masyarakat Desa Ngadirejo. Diharapkan, pelaksanaan KKM perdana ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi awal terjalinnya kerja sama yang baik antara UIN Malang dan Desa Ngadirejo. Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pembukaan KKM UIN Malang di Desa Ngadirejo Kec. Tutur, Pasuruan", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmkalaaksara1513279/694c14aac925c430a76ecd72/pembukaan-kkm-uin-malang-di-desa-ngadirejo-kec-tutur-pasuruan Kreator: Kkmkalaaksara 151 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
ANISA NUR SYAFITRI
8 Febuari 2026 Penanaman TOSA dan Pelabelan Edukatif Malang--Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertugas di SMP Sunan Giri melaksanakan salah satu program kerja bidang lingkungan, yaitu kegiatan penanaman Tanaman Obat Sekolah (TOGA) yang disertai dengan pelabelan nama latin dan manfaat tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung penguatan Program Adiwiyata serta pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Kegiatan penanaman TOGA dilaksanakan di area lingkungan sekolah yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Berbagai jenis tanaman obat ditanam dalam pot dan lahan terbatas, sehingga mudah dirawat dan dimanfaatkan. Tanaman yang dipilih merupakan tanaman obat yang umum dijumpai dan memiliki manfaat kesehatan, sehingga relevan untuk dikenalkan kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari nilai edukatif kegiatan, mahasiswa KKM juga melakukan pelabelan tanaman yang memuat informasi nama lokal, nama latin, serta manfaat tanaman obat. Pelabelan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai jenis tanaman obat dari sisi ilmiah dan fungsional. Dengan adanya label tersebut, area tanaman obat sekolah tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran berbasis literasi lingkungan dan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kader Adiwiyata SMP Sunan Giri yang berperan aktif dalam proses penanaman dan penataan tanaman. Keterlibatan kader Adiwiyata menjadi bagian dari pembinaan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam merawat tanaman secara berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa KKM dan kader Adiwiyata diharapkan dapat memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Program kerja penanaman TOGA ini sejalan dengan komitmen SMP Sunan Giri sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan sekolah secara edukatif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang hijau, sehat, dan informatif, sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung bagi siswa. Diharapkan, hasil dari program kerja ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga sekolah. Tanaman obat yang telah ditanam dan diberi label edukatif diharapkan terus dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran lingkungan hidup serta penguatan karakter peduli lingkungan di SMP Sunan Giri.
NAWWAF ZAKY ALTHAF
Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar.
KHUSNUL KHOTIMAH
Pendidikan finansial seringkali dianggap sebagai materi yang berat dan membosankan, padahal menanamkan kebiasaan mengelola uang sejak dini adalah kunci kesejahteraan di masa depan. Berangkat dari kesadaran inilah, kami dari KKM Cakrasena Kelompok 160 berinisiatif menggelar acara edukatif bertajuk "Sosialisasi Menabung". Target audiens kami kali ini adalah siswa-siswi kelas 5 dan 6 MI Darul Ulum, Desa Simpang. Mengapa kelas besar? Karena di usia inilah mereka mulai memiliki kontrol lebih besar terhadap uang saku mereka sendiri, sehingga momennya sangat pas untuk diajarkan cara mengelolanya dengan bijak. Acara yang berlangsung pada hari cerah ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Bertempat di Ruang Kelas 6 yang biasanya tenang mendadak riuh oleh semangat puluhan siswa yang telah berkumpul. Sebagai pembuka yang menghormati tuan rumah, acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah MI Darul Ulum, Ibu Kholifah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKM. Beliau menekankan betapa pentingnya ilmu ini bagi anak-anak didiknya, agar mereka tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga cerdas dalam mengatur keuangan pribadi sejak kecil. Sambutan Oleh Kepala Sekolah MI Darul Ulum Simpang. Setelah sambutan resmi, kendali acara diambil alih oleh moderator andalan kami, Kak Guntur. Dengan gaya bicaranya yang luwes dan penuh energi, Kak Guntur menyapa seluruh peserta dengan salam semangat yang langsung membakar suasana. Tidak butuh waktu lama bagi Kak Guntur untuk memecahkan kebekuan, sapaan-sapaan akrabnya membuat adik-adik yang awalnya duduk malu-malu menjadi lebih santai dan siap menerima materi. Sebelum masuk ke sesi yang lebih serius, kami menyempatkan diri untuk melakukan sesi dokumentasi foto bersama. Mumpung wajah-wajah peserta masih segar dan seragam masih rapi, kami mengabadikan momen kebersamaan ini. Senyum lebar dan pose ceria dari adik-adik kelas 5 dan 6 menjadi bukti antusiasme mereka menyambut "kakak-kakak mahasiswa" yang hari ini beralih fungsi menjadi mentor keuangan mereka. Sesi inti pun dimulai. Materi sosialisasi disampaikan oleh pemateri kami, Kak Wildan, yang membawakan presentasi visual bertema "Warna-Warni Mengenal Uang". Kak Wildan mengawali penjelasannya dengan mengenalkan kembali bentuk fisik uang yang beredar di Indonesia, mulai dari uang logam recehan hingga uang kertas dengan berbagai nominal. Meski terlihat sepele, pemahaman dasar ini penting agar mereka menghargai setiap keping uang yang mereka miliki, sekecil apa pun nilainya. Masuk ke inti materi, Kak Wildan menjelaskan definisi menabung dengan bahasa yang sangat sederhana namun ngena. Menabung, menurut penjelasan Kak Wildan, adalah aktivitas menyisihkan uang yang kita punya, alias tidak menghabiskan semua uang jajan dalam satu waktu. Konsep "menyisihkan" ini ditekankan berulang kali agar adik-adik paham bahwa menabung itu dilakukan di awal saat menerima uang, bukan menunggu sisa uang di akhir hari yang seringkali sudah ludes tak bersisa. Kak Wildan juga memperkenalkan berbagai wadah atau tempat menabung yang bisa dipilih. Mulai dari cara tradisional menggunakan celengan ayam di rumah, menabung di bank yang lebih aman, hingga pengenalan teknologi finansial modern seperti E-Wallet. Penjelasan ini membuka wawasan mereka bahwa menabung di era digital ini semakin mudah dan variatif, menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang mereka alami. Sesi Penyampaian Materi Oleh Kak Wildan dan Kak Guntur. Salah satu poin paling krusial yang disampaikan adalah membedakan antara "Kebutuhan" dan "Keinginan". Kak Wildan menjelaskan dengan gamblang bahwa kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi karena sifatnya mendesak, seperti untuk peralatan sekolah, makanan, hingga untuk rencana masa depan mereka. Sementara itu, keinginan adalah hal yang pemenuhannya bisa ditunda setelah kebutuhan utama beres, seperti mainan atau jajan berlebih. Memahami beda keduanya adalah pondasi utama agar mereka tidak terjebak perilaku boros. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Serunya Kegiatan Edukasi Menabung & Edukasi Bullying bersama KKM Cakrasena 160, UIN Malang, di MI Darul Ulum Simpang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ryanrestupangeran8016/698b590ec925c4378a6911f2/serunya-kegiatan-edukasi-menabung-edukasi-bullying-bersama-kkm-cakrasena-160-uin-malang-di-mi-darul-ulum-simpang-kecamatan-prambon-sidoarjo Kreator: KKM Cakrasena Kelompok 160
AXL AURA ALEGRA
MALANG, 31 DESEMBER 2025 — Dalam rangka mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang bernilai positif, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 20 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan remaja GAMMAS (Gerakan Anak Muda Masjid) Al-Basyiroh menyelenggarakan kegiatan Pesantren Akhir Tahun yang bertempat di Masjid Al-Basyiroh, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi alternatif bagi pemuda dan santri untuk merayakan malam tahun baru dengan aktivitas keagamaan dan kebersamaan, alih-alih mengikuti euforia perayaan yang identik dengan hura-hura di ruang publik. Kegiatan Pesantren Akhir Tahun tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKM dan pemuda masjid setempat, dengan tujuan membangun sinergi serta mempererat hubungan antara mahasiswa, remaja masjid, dan para santri. Perwakilan KKM Kelompok 20 UIN Malang menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berbaur langsung dengan masyarakat, khususnya generasi muda, serta memberikan dampak positif melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan religius. Rangkaian acara dimulai sejak malam hari dan berlangsung hingga dini hari. Memasuki suasana tengah malam, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Tasbih dan Sholat Hajat berjamaah pada pukul 22.46 WIB yang diikuti oleh seluruh peserta. Kegiatan ibadah ini menjadi momen untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang berakhirnya tahun 2025. Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Renungan Suci (Muhasabah) yang dimulai pada pukul 23.00 WIB dan berlangsung hingga detik-detik pergantian tahun. Dalam sesi muhasabah tersebut, para peserta diajak untuk melakukan refleksi diri atas perjalanan hidup dan aktivitas yang telah dilalui selama satu tahun terakhir, serta mengevaluasi diri guna mempersiapkan langkah yang lebih baik di tahun yang akan datang. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa saat seluruh peserta larut dalam doa dan perenungan bersama. Penyelenggaraan kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk mengalihkan euforia perayaan malam tahun baru yang kerap diwarnai dengan aktivitas kurang bermanfaat menjadi kegiatan yang bernilai religius dan mempererat tali silaturahmi antar pemuda. Salah satu panitia menyampaikan harapannya agar kegiatan Pesantren Akhir Tahun ini dapat menjadi wadah bagi pemuda dan santri untuk mengisi waktu pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna, sekaligus memanjatkan doa terbaik demi kebaikan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar pada tahun mendatang. Setelah rangkaian kegiatan malam selesai, para peserta diberikan waktu untuk beristirahat sejenak. Acara kemudian dilanjutkan dengan persiapan dan pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah pada pukul 03.00 WIB sebagai penutup kegiatan ibadah. Sebagai penutup keseluruhan rangkaian acara, panitia mengadakan sesi dokumentasi bersama serta pembagian hadiah kepada pemenang permainan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kenang-kenangan atas terlaksananya kegiatan Pesantren Akhir Tahun yang berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna.
UMI FARIKHA
Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar. Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.