Thumbnail
4 months ago
Membuka Cakrawala Masa Depan: Psikoedukasi Perencanaan Karier KKM 109 UIN Malang Menyulut Mimpi Siswa MA Plus Al-Hikam

RIVALZAKY ECHA RAMADHAN

Masa depan bukanlah sesuatu yang datang secara kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan yang disadari sejak dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan psikoedukasi perencanaan karir bagi siswa-siswi MA Plus Al-Hikam Kandangan sebagai upaya membuka wawasan tentang pilihan karir dan dunia perkuliahan di masa depan. Kegiatan berlangsung di lingkungan MA Plus Al-Hikam Kandangan dengan suasana penuh semangat dan antusiasme. Acara diawali dengan berbagai sekaligus pemberian motivasi oleh Gus Mochammad Riyadh Auwibi, SS, M.Pd, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kandangan. Dalam pengungkapannya, beliau menekankan pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas serta keberanian untuk bermimpi besar, seraya mengajak para siswa untuk mempersiapkan masa depan dengan sungguh-sungguh, baik secara akademik maupun mental. Sambutan tersebut menjadi pemantik semangat sebelum memasuki sesi utama, yakni pemaparan materi psikoedukasi perencanaan karir yang dipandu oleh Rivalzaky Echa Ramadhan. Dengan penyampaian yang komunikatif, sistematis, dan mudah dipahami, materi disajikan secara interaktif sehingga mampu menarik perhatian peserta. Siswa-siswi diajak mengenali potensi diri, memahami minat dan bakat, serta mendapatkan gambaran tentang berbagai pilihan karir dan jalur pendidikan tinggi yang dapat dicapai setelah lulus dari madrasah. Tidak hanya sebatas teori, sesi psikoedukasi juga membuka ruang diskusi aktif. Beragam pertanyaan seputar dunia perkuliahan, jurusan, hingga prospek karir di masa depan disampaikan oleh para siswa dengan antusias. Hal ini menunjukkan besarnya rasa ingin tahu dan kesadaran mereka akan pentingnya perencanaan karir sejak bangku sekolah menengah. Sepanjang kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat konsisten dari awal hingga akhir acara. Interaksi yang terbangun antara pemateri dan peserta menciptakan suasana belajar yang hidup dan inspiratif. Psikoedukasi ini menjadi ruang refleksi bagi siswa-siswi MA Plus Al-Hikam Kandangan untuk mulai menata arah langkah mereka dengan lebih terencana dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, KKM 109 UIN Malang berharap dapat memberikan bekal awal bagi para siswa dalam mempersiapkan masa depan, khususnya dalam menghadapi dunia perkuliahan dan karier. Lebih dari sekedar kegiatan edukatif, psikoedukasi perencanaan karir ini menjadi wujud nyata kepedulian siswa terhadap generasi muda agar mampu menentukan pilihan hidup secara sadar, matang, dan bertanggung jawab.

Thumbnail
4 months ago
Empat Puluh Hari di Dusun Gumul: Belajar Mengabdi, Belajar Memaknai KKM ESHORA 177

HANIN UMMU ZAKIYAH

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2025–2026 menjadi perjalanan pengabdian yang penuh makna bagi saya. Selama kurang lebih 40 hari, saya bersama tim KKM melaksanakan kegiatan di Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon. Perjalanan ini diawali dengan pelepasan resmi oleh pihak kampus yang memberikan pembekalan mengenai peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Setibanya di lokasi, kami melakukan koordinasi awal serta silaturahmi dengan Kepala Dusun, Ketua RT, dan warga sekitar. Sambutan hangat yang kami terima menjadi awal yang baik dalam membangun komunikasi dan kerja sama selama pelaksanaan program. Hari-hari awal kami isi dengan persiapan pembukaan KKM serta penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pembukaan KKM di Balai Desa Sukomulyo berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh perangkat desa serta warga. Momentum tersebut menjadi tanda dimulainya pengabdian kami secara resmi. Sejak saat itu, berbagai kegiatan kami jalankan secara konsisten, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, maupun lingkungan. Dalam bidang keagamaan, kami melaksanakan program One Day One Juz yang berlangsung selama 30 hari hingga khatam Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan antaranggota tim. Selain itu, kami turut mengikuti pembacaan rutin Al-Kahfi dan Al-Waqiah, sholawat Nariyah malam Jumat, serta kegiatan tahlil dan yasinan bersama masyarakat. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, terjalin kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga Dusun Gumul. Dalam bidang pendidikan, kami aktif mengajar di SDN Sukomulyo 4 dengan mendampingi kegiatan senam pagi serta proses belajar mengajar di kelas. Kami berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang interaktif dan kreatif agar siswa lebih aktif dan antusias. Selain itu, kami mendampingi latihan seni seperti tari, vokal, MC, dan dirigen sebagai bagian dari pengembangan minat dan bakat siswa. Kami juga terlibat dalam pembuatan video profil sekolah serta pelaksanaan program Adiwiyata yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Program tersebut mendapat respon positif dari pihak sekolah dan berjalan sesuai rencana. Selain di sekolah formal, kami juga mengajar di TPQ Baitussalam, TPQ Al-Qodar, dan TPQ P. Imron. Setiap sore, kami mendampingi santri belajar membaca Al-Qur’an dan memperbaiki tajwid. Proses ini mengajarkan kami arti kesabaran, konsistensi, dan pentingnya pendekatan personal dalam mendampingi anak-anak. Perkembangan kemampuan santri dari hari ke hari menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Sebagai mahasiswa Psikologi, saya juga terlibat dalam program sosialisasi parenting di TPQ Al-Qodar yang membahas pentingnya pola asuh dalam perkembangan anak. Selain itu, kami menyelenggarakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di Balai Desa yang membahas dampak psikologis dan sosial pernikahan dini serta pentingnya kesiapan mental dan pendidikan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Dalam bidang sosial dan lingkungan, kami turut membantu pembagian bantuan beras, mendampingi musyawarah desa, melakukan kerja bakti di Sumber Dawuhan, menjaga kebersihan posko, serta memproduksi konten promosi untuk UMKM Teras Bakso. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut mengajarkan kami bahwa pengabdian tidak selalu tentang program besar, tetapi juga tentang hadir dan membantu dalam hal-hal sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat. Menjelang akhir masa KKM, kami melakukan persiapan penutupan dan evaluasi seluruh rangkaian kegiatan. Penutupan KKM berlangsung dengan lancar dan penuh rasa syukur. Momen pamitan kepada warga Dusun Gumul terasa hangat dan haru, karena selama 40 hari kami bukan hanya menjalankan program, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan. Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa pengabdian adalah proses pembelajaran dua arah. Mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi, tetapi juga menerima pelajaran berharga tentang kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab, dan nilai gotong royong yang kuat di tengah masyarakat desa. KKM menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan empati yang tidak akan tergantikan. Empat puluh hari di Dusun Gumul bukan sekadar bagian dari kewajiban akademik, melainkan perjalanan yang meninggalkan jejak makna dalam kehidupan saya.

Thumbnail
4 months ago
Malam Penutupan KKM Kelompok 20 UIN Malang dengan Masjid Al-Basyirah Berakhir dengan Rasa Haru dan Hangat

MUHAMAD FATHUR AHIMZA

MALANG, 2 FEBRUARI 2026 – Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 20 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah sampai di penghujung. Masjid Al-Basyirah di Kedungkandang ramai oleh suara tawa dan tak jarang decak haru. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB itu dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), seluruh mahasiswa KKM, pengurus takmir masjid, pengurus Gerakan Anak Muda Masjid (GAMAS), serta warga sekitar. Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Al-Basyirah, Abdul Munthalib, menyampaikan terima kasih dan rasa haru atas kehadiran mahasiswa KKM karena dalam 44 hari waktu pelaksanaan program, kehadiran para mahasiswa terasa begitu berarti. Waktunya terasa singkat karena kedekatan yang terjalin begitu erat antara masjid, masyarakat, dan para peserta KKM. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan divisi peribadatan masjid, Dosen Pendamping Lapangan, serta Ketua KKM Kelompok 20, Luminara. Ketua KKM mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat selama program berlangsung dan pengalaman juga kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. Momen paling mengharukan terjadi saat pemutaran after movie dokumentasi perjalanan KKM, dari hari kedatangan hingga aktivitas harian. Banyak peserta dan hadirin yang terbawa haru, mengenang setiap momen kebersamaan. Usai pemutaran video, dilakukan penyerahan cenderamata dari kelompok KKM kepada pihak masjid, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang khidmat. Acara yang berakhir pukul 20.35 WIB ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Tak lupa, tumpeng dipotong sebagai bentuk syukur dan doa untuk penutupan program ini. Suasana haru semakin terasa ketika sejumlah ibu-ibu warga tak dapat menahan air mata, sedih harus berpisah dengan para mahasiswa yang telah dianggap seperti keluarga sendiri. Malam Penutupan KKM itu bukan sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata bahwa silaturahmi dan dedikasi mampu meninggalkan kesan mendalam, baik di hati mahasiswa maupun warga masyarakat Bumiayu, Kedungkandang.

Thumbnail
4 months ago
formula-hybrid-anti-rontok-jeruk-langkah-sederhana-untuk-menguatkan-buah-dan-daun

AHMAD KAHMAS QISI

Kerontokan buah jeruk dan perubahan warna daun menjadi kuning sebelum masa panen merupakan permasalahan yang sering ditemui di kebun jeruk masyarakat. Masalah ini kerap dianggap sebagai hal wajar dan dibiarkan begitu saja, padahal jika terus berulang dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan. Banyak pohon jeruk sebenarnya masih produktif, namun kekurangan nutrisi penting membuat buah tidak mampu bertahan hingga masa panen.   Melihat kondisi tersebut, KKM Arsana Muda Kelompok 248 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menginisiasi Kegiatan III, yaitu Pembuatan Formula Hybrid "Anti-Rontok Jeruk Ca-B-ZPT + Biostimulan Alami". Kegiatan ini difokuskan pada pemberian pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat tentang cara meracik sendiri larutan perawatan jeruk yang mudah, murah, dan dapat diaplikasikan secara mandiri.   Memahami Masalah Sebelum Meracik Solusi   Sebelum masuk ke tahap pembuatan, masyarakat terlebih dahulu dikenalkan pada penyebab utama rontoknya buah jeruk. Secara umum, kerontokan dini terjadi akibat kekurangan kalsium (Ca) yang berfungsi menguatkan jaringan tanaman, serta boron (B) yang berperan penting dalam pembentukan bunga dan buah. Selain itu, ketidakseimbangan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) juga menyebabkan buah mudah lepas dari tangkai dan daun cepat menguning.       Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Meracik Formula Hybrid Anti-Rontok Jeruk :Langkah Sederhana untuk Menguatkan Buah dan Daun", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmarsanamuda3353/695d0feec925c46e9c6b77b3/meracik-formula-hybrid-anti-rontok-jeruk-langkah-sederhana-untuk-menguatkan-buah-dan-daun   Kreator: KKM Arsana Muda       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
4 months ago
Pengabdian Mahasiswa melalui Kegiatan Mengajar di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)

TSARWAH NABILA ROSYADAH PUTRI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 108 melaksanakan kegiatan mengajar dan pendampingan pembelajaran di Sekolah Dasar yang berada di Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Kamis dan Jumat, yang dimulai pada Kamis, 08 Januari 2026.  Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam membantu proses belajar mengajar serta mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan mengajar dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 108 bersama guru kelas dan siswa Sekolah Dasar Desa Ngebruk. Mahasiswa membantu penyampaian materi, mendampingi siswa selama pembelajaran, serta mendukung aktivitas kelas agar berjalan dengan tertib dan nyaman. Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan pihak sekolah dalam mendukung proses pendidikan. Selain itu, kegiatan mengajar ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi langsung dengan siswa dan memahami kondisi pembelajaran di sekolah dasar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah semangat belajar siswa.

Thumbnail
4 months ago
Edukasi Lingkungan Sejak Dini, KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena Pasang Papan Informasi “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”

MUHAMMAD RIZAL ALFARIZI LALENO

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan salah satu program kerja bertema kepedulian lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sampah bertajuk “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”. Program ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sederhana namun berdampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai bahaya sampah anorganik yang sulit terurai.     Papan informasi tersebut berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam. Beberapa contoh yang dicantumkan di dalam papan informasi antara lain styrofoam yang tidak dapat terurai, botol plastik yang membutuhkan waktu sekitar 450 tahun, kaleng yang membutuhkan waktu sekitar 200 tahun, kemasan sachet sekitar 20 tahun, serta puntung rokok yang membutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk terurai.     Melalui informasi tersebut, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami bahwa sampah yang terlihat kecil dan sepele ternyata memiliki dampak besar bagi lingkungan dalam jangka panjang. Edukasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah.     Program kerja papan informasi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Dusun Jambangan. Dengan adanya papan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak adalah tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan yang lebih baik.