MUHAMMAD KHOIRUL UMAM
KKM 85 MITSEVA Jika mahasiswa sebagai kaum terpelajar merasa dirinya lebih pintar sehingga tidak mau melebur dengan masyarakat, lebih baik pendidikan itu ditiadakan saja, begitu tutur Tan Malaka. Dengan berbekal semangat Solid Tanpa Batas, Kompak Sampai Tuntas Kami melangkah bersama, saling menguatkan, dan menyelesaikan tiap tantangan dengan penuh kekompakan. Tuesday, February 3, 2026 Menyalakan Panggung Perdana TPQ Rahmatullah Bersama KKM 85 MITSEVA Sabtu malam, 31 Januari 2026, TPQ Rahmatullah untuk pertama kalinya menyelenggarakan acara haflah sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Malam itu menjadi momen bersejarah bagi TPQ Rahmatullah, karena untuk kali pertama para santri tampil dalam sebuah pentas yang dikemas secara terbuka. Dalam momentum berharga tersebut, mahasiswa kelompok KKM 85 MITSEVA turut ambil bagian dalam menyemarakkan acara. Kehadiran kami bukan sekadar sebagai tamu, tetapi terlibat langsung dalam proses persiapan hingga pelaksanaan. Pengasuh TPQ Rahmatullah menaruh harapan besar kepada kami untuk membantu melatih adik-adik santri sekaligus mendampingi jalannya acara sebagai protokoler. Awalnya, rasa ragu sempat menyelimuti kami. Pengalaman dalam dunia pementasan yang masih minim membuat kami mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Namun, kepercayaan penuh yang diberikan oleh pengasuh TPQ menjadi suntikan semangat tersendiri. Dengan keyakinan tersebut, kami berusaha memberikan yang terbaik, mendampingi para ustadzah dalam melatih santri sore hari menjelang acara. Kerja sama yang terjalin akhirnya membuahkan hasil manis. Pada malam pelaksanaan, suasana TPQ Rahmatullah tampak begitu hidup. Antusiasme para santri terpancar jelas dari setiap penampilan yang mereka suguhkan. Rasa haru pun tak terelakkan ketika satu per satu adik-adik tampil dengan penuh percaya diri di hadapan para wali santri dan masyarakat sekitar. Penampilan yang ditampilkan sangat beragam, sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing, mulai dari kelas jilid hingga kelas Al-Qur’an. Ada yang tampil menyanyi bersama, membacakan puisi, melantunkan sholawat, hingga penampilan kreatif lainnya. Keberagaman tersebut menjadi bukti bahwa setiap santri memiliki potensi yang dapat dikembangkan ketika diberi ruang dan dukungan. Di penghujung acara, pengasuh TPQ Rahmatullah menyampaikan rasa terima kasih yang begitu tulus. “... Mungkin jika bukan karena mas dan mbak KKM, acara ini tidak akan semeriah dan se-modern ini, ...” tuturnya. Acara yang pada awalnya diliputi keraguan tersebut akhirnya dapat terlaksana dengan maksimal. Keberhasilan ini tentu bukan hanya hasil dari tekad panitia dan mahasiswa KKM, tetapi juga berkat dukungan penuh masyarakat, baik secara finansial maupun emosional. Dukungan itulah yang menjadi fondasi kuat dalam menyukseskan haflah dan peringatan Isra’ Mi’raj TPQ Rahmatullah. Melalui kegiatan ini, KKM MITSEVA belajar bahwa kolaborasi, kepercayaan, dan kepedulian sosial mampu melahirkan sesuatu yang bermakna, bukan hanya bagi lembaga, tetapi juga bagi tumbuhnya kepercayaan diri generasi penerus.
NURUL HUDA
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 13 mengadakan kegiatan Ngopi atau Ngobrol Pintar bersama Argam (Anak Gang Masjid). Kegiatan ini dilaksanakan di Cafe Kopi Nako sebagai ruang diskusi yang santai dan terbuka. Ngopi menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKM dan Argam. Suasana kafe yang nyaman membuat diskusi berjalan lebih cair dan menyenangkan. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta. Kebersamaan menjadi nilai utama dalam kegiatan tersebut. Dalam kegiatan Ngopi ini, mahasiswa KKM dan Argam saling berbagi pengalaman dan pandangan. Topik obrolan yang dibahas cukup beragam dan ringan. Pembahasan meliputi kegiatan masjid, peran pemuda, hingga program yang sedang dan akan dijalankan. Diskusi dilakukan tanpa sekat sehingga semua peserta bebas menyampaikan pendapat. Mahasiswa KKM berperan sebagai fasilitator dalam jalannya obrolan. Argam pun aktif memberikan ide dan masukan. Pemilihan Cafe Kopi Nako sebagai lokasi kegiatan dinilai tepat. Tempat yang nyaman mendukung terciptanya suasana diskusi yang kondusif. Konsep ngopi bersama membuat kegiatan terasa tidak kaku. Peserta dapat berdiskusi sambil menikmati suasana santai. Hal ini membantu menciptakan komunikasi yang lebih akrab. Interaksi antara mahasiswa dan Argam pun semakin erat. Melalui Ngopi ini, mahasiswa KKM Kelompok 13 berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan Argam. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Ide-ide yang muncul selama diskusi diharapkan dapat direalisasikan bersama. Ngopi menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan. Mahasiswa KKM belajar memahami kondisi dan potensi pemuda sekitar masjid. Argam pun merasa dilibatkan secara aktif dalam setiap rencana kegiatan. Kegiatan Ngopi ditutup dengan kesepakatan untuk terus menjaga komunikasi yang baik. Mahasiswa KKM dan Argam berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. Diskusi santai ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan. Sinergi antara mahasiswa dan Argam menjadi modal penting dalam menjalankan program KKM. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh keakraban hingga selesai.
MUHAMMAD RIANTO SUBAKRI
Di tengah pengabdian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), sekelompok mahasiswa UIN malang menyadari bahwa Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Asyifa di desa Srigading sudah memiliki izin dari Kementerian Agama, tetapi masa berlakunya sudah habis. Meski kegiatan belajar mengaji berjalan setiap hari, para pengajar sering menghadapi keterbatasan administrasi yang membuat TPQ sulit berkembang. Melihat hal itu, mahasiswa KKM berinisiatif membantu proses pengurusan perizinan, mulai dari melengkapi berkas, menyusun profil lembaga, hingga mendampingi pihak TPQ memahami prosedur yang berlaku. Perjalanan itu tidak selalu mudah. Mereka harus berkoordinasi dengan pengurus desa, kepala TPQ, dan pihak Kemenag, memastikan setiap dokumen sesuai dengan persyaratan. Di sela kegiatan program kerja lainnya, mahasiswa meluangkan waktu untuk memeriksa ulang data, menyiapkan surat-surat, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya legalitas lembaga pendidikan keagamaan. Bagi mahasiswa KKM, proses ini bukan sekedar urusan administrasi, tetapi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Mereka belajar bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Harapannya, dengan izin resmi dari Kemenag, TPQ tersebut dapat berkembang lebih baik, mendapatkan pembinaan yang layak, dan terus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mencintai Al-Qur'an.
SUNANDAR SUHERMAN
Mahasiswa KKM Reguler Kelompok 44 “Bhavishya” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Pembuatan Buket Berbahan Kain Pita Satin sebagai upaya mendorong pengembangan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan potensi UMKM desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai Desa Gunung Jati.
AMANDA ANDIENNISA`
Anggota KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembuatan eco brick bersama di posko KKM pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Eco brick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan sisa sampah plastik non-organik. Dalam kegiatan ini, anggota KKM mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik seperti bungkus makanan dan plastik kemasan, kemudian memasukkannya ke dalam botol hingga padat dan rapi. Kegiatan pembuatan eco brick dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kebersamaan. Seluruh anggota KKM terlibat aktif, mulai dari memilah sampah, membersihkan botol, hingga memadatkan sampah plastik ke dalam botol. Suasana posko terlihat ramai namun tetap tertib dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya belajar mengelola sampah dengan baik, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah plastik yang biasanya dibuang kini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. Eco brick yang telah dibuat nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan atau produk kreatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat. Kegiatan pembuatan eco brick ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan langkah sederhana dan dilakukan bersama-sama, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil namun berdampak besar
FIRMANSYAH BAY HAQI ASHTHOFA
https://retizen.republika.co.id/posts/735909/kkm-arunika-karsa-110-uin-malang-laksanakan-survei-lokasi-bersama-takmir-masjid-muthohharun-kecamatan-sukun?utm_campaign=rolsosmed&utm_source=whatsapp