Thumbnail
4 months ago
Digitalisasi UMKM Desa Kalirejo Melalui Pemasangan Banner dan Pendaftaran Google Maps oleh Mahasiswa KKN Kelompok 65 Malang Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Digitalisasi UMKM Desa Kalirejo Melalui Pemasangan Banner dan Pendaftara

AZIZUL MANAL WA FATKHU BAABIL WISHOL

Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 65 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pemasangan banner promosi serta pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps di dua UMKM yang berada di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan branding dan digitalisasi UMKM lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Pemasangan banner dilakukan sebagai media promosi visual yang dapat menarik perhatian konsumen secara langsung, sementara pendaftaran lokasi usaha di Google Maps bertujuan memudahkan pelanggan dalam menemukan lokasi UMKM secara daring. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemilik UMKM terkait desain banner yang sesuai dengan identitas usaha masing-masing. Setelah banner selesai dicetak, mahasiswa KKN Kelompok 65 melakukan pemasangan di lokasi usaha yang strategis dan mudah terlihat oleh masyarakat. Selanjutnya, dilakukan proses pendaftaran UMKM ke Google Maps dengan menginput data usaha, titik koordinat lokasi, informasi kontak, serta jam operasional usaha. Para pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi peran mahasiswa KKN dalam membantu promosi dan digitalisasi usaha mereka. Salah satu pemilik UMKM menyampaikan bahwa sebelumnya usaha mereka belum terdaftar di platform digital, sehingga pelanggan luar daerah mengalami kesulitan dalam menemukan lokasi usaha. Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 65 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap UMKM lokal di Desa Kalirejo dapat semakin dikenal, meningkatkan jumlah pelanggan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi digital UMKM dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa.

Thumbnail
4 months ago
Menanam Makna dalam Pengabdian : Menyatu dan Belajar Bersama di Desa Sukarara

AAS SITI AISAH

Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa. Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran mahasiswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal kedatangan, interaksi yang baik penuh keramahan mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian. Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang ditempuh melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari keterlibatan sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat pelaksanaan melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, sebab apapun itu pasti berharga dan berarti. Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anaka Pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema "Healthy Relationship". Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai relasi yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun toxic relationship di berbagai lingkungan.  Nilai keagamaan dan kebersamaan turut diperkuat melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana religius. Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami turut mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat.e Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama Sepanjang proses pengabdian, mahasiswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, tetapi juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam bersikap. Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegas bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa berdampaknya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.

Thumbnail
4 months ago
Penguatan Karakter melalui Cerita Pengalaman Pribadi Anak MI

ILMIATUS SHOFA ROMADHONI

Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Selain membekali peserta didik dengan pengetahuan akademik, MI juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial sejak dini. Salah satu upaya yang dilakukan KKM kelompon 108 adalah melalui kegiatan penguatan karakter dengan cerita pengalaman pribadi anak di kertas yang dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Februari 2026, bertempat di MI Sunan Giri, dengan sasaran peserta didik kelas VI. Kegiatan diawali dengan menonton sebuah film edukatif yang mengangkat tema perjuangan orang tua dalam mengupayakan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Film tersebut memberikan gambaran nyata tentang pengorbanan, kerja keras, serta kasih sayang orang tua demi masa depan anak. Melalui tayangan ini, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya pendidikan serta menghargai peran orang tua dalam mendukung proses belajar mereka. Setelah kegiatan menonton film, peserta didik diminta untuk menuliskan dan menceritakan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan kehidupan mereka di rumah maupun di sekolah. Anak-anak mengungkapkan pengalaman yang menyedihkan maupun membahagiakan, khususnya yang berkaitan dengan perhatian, dukungan, dan pengorbanan orang tua. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi bagi peserta didik untuk mengaitkan isi film dengan pengalaman nyata yang mereka alami. Melalui cerita pengalaman menyedihkan, peserta didik belajar mengenali dan mengelola emosi, seperti rasa sedih, haru, dan penyesalan. Sementara itu, cerita pengalaman membahagiakan menumbuhkan rasa syukur, empati, serta kesadaran akan besarnya kasih sayang orang tua. Kegiatan ini juga melatih kejujuran, keberanian, dan kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan perasaan secara tertulis maupun lisan. Selain itu, kegiatan ini turut menumbuhkan sikap saling menghargai dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan penguatan karakter yang diawali dengan menonton film dan dilanjutkan dengan cerita pengalaman pribadi ini, diharapkan peserta didik MI Sunan Giri kelas VI mampu menumbuhkan sikap empati, rasa syukur, serta kesadaran akan pentingnya menghormati dan menghargai perjuangan orang tua dalam mendukung pendidikan anak.

Thumbnail
4 months ago
Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM Perkuat Pemahaman Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkn48pranayasena2539/69

RISMA AMALIA NABIHA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.      

Thumbnail
4 months ago
Kunjungan UMKM "Tokelap Coffee" : Melihat Langsung Proses Pengolahan Kopi Khas Kalibaru Banyuwangi

MUHAMMAD NAJIB AL-HUSAINI

Kalibaru, 27 Januari 2026 - Mahasiswa KKM Sahwahita UIN Malang melakukan kunjungan ke salah satu UMKM yang ada di Kalibaru Banyuwangi, yaitu "Tokelap Coffee". Bapak Ahmad Jaelani merupakan owner atau pemilik dari UMKM ini, seorang pebisnis  dan petani kopi sukses yang juga merupakan ketua kelompok tani "Kemiri Jaya" dengan segudang prestasi. Diantaranya adalah juara harapan 1 di fetival kopi Bondowoso, juara 1  tingkat provinsi dan mampu mengalahkan 206 kabupaten, dan masih banyak prestasi lainnya.  Dari hasil wawancara yang kami lakukan, beliau mengatakan bahwa usaha ini dirintis mulai tahun 2019, dan mulai dibranding pada tahun 2021. Asal usul diambilnya nama "Tokelap" sangatlah unik. "Tokelap" berasal  dari bahasa Madura, to artinya batu sedangkan kelap artinya petir, penyebutan tersebut terinspirasi dari bentuk biji kopi yang persis seperti batu kecil dengan garis di tengah seperti bentuk petir. Sehingga disebutlah dengan nama "Tokelap Coffee". pemilihan bahasa Madura dikarenakan beliau lahir dan tinggal di wilayah masyarakat Madura.  Dalam kunjungan ini beliau juga memaparkan terkait jenis-jenis kopi yang selama ini diproduksi, antara lain adalah kopi  robusta, arabica, kopi fermentasi, dan lain sebagainya. Sebagai petani dan pebisnis kopi hingga saat ini terhitung beliau beserta tim gabungan kelompok tani dengan 24 karyawan aktif dan anggota sebanyak 70 orang sudah mampu menghasilkan 1000 ton kopi.  Mahasiswa KKM juga diberikan penjelasan terkait proses pengolahan kopi serta diberikan izin dan kesempatan untuk dapat melakukan praktik di tempat produksi secara langsung. Proses pengolahan kopi tersebut sebagai berikut:  Sortasi green bean, yakni penyortitan biji kopi hijau untuk memisahkan biji yang cacat (defects) dan biji yang sehat, hal ini dilakukan guna memastikan hanya biji yang berkualitas yang dapat disangrai Roasting selama kurang lebih 25 menit dengan suhu 200-250 derajat celcius Pendinginan selama 10 menit Penggilingan atau grinding Packing atau pengemasan Pemasaran Penjualan rata-rata produk kopi ini terhitung selama setahun adalah 1 kwintal kopi. Beliau juga bekerja sama dengan pusat oleh-oleh di daerah Genteng, Banyuwangi dengan mengirimkan 30 bungkus kopi setiap bulannya dengan takaran kemasan 100 gram.  Selain kopi biasa, kita juga dikenalkan dengan kopi dengan nuansa dan rasa baru, yakni kopi wine. Meskipun namanya wine tapi kopi ini tetap halal untuk dikonsumsi. Sebutan wine dikarenakan kopi ini melalui proses fermentasi yang cukup lama sekitar 9 minggu. Kopi ini viral dan menjadi trend pada tahun 2019-2020 dengan harga yang lebih mahal dari kopi biasa yakni mulai dari 200.000-250.000 per kg dalam bentuk masih berupa biji kopi. Dari kopi wine ini beliau bisa mendapatkan penghasilan di kisaran angka 4-5 juta. Selain belajar tentang kopi, kami mahasiswa KKM UIN Malang juga mendapatkan banyak motivasi dan inspirasi dari Bapak Jaelani. Beliau mengatakan bahwa usaha kopi atau beliau menyebutnya dengan "meja kopi" ini membawa berkah tersendiri. Beliau juga menekankan tentang pentingnya berbagi, sebab dalam berbagi pasti ada rezeki didalamnya. Dan menurut beliau niat tulus yang ada dalam hati kita ketika melakukan pekerjaan apapun itu adalah sebuah penyelamat. Beliau juga menekankan bahwa motivasi itu sangatlah penting, hal tersebut terbukti dengan banyaknya anak muda di daerah Kalibaru yang akhirnya mau untuk mejadi petani kpi, sebuah profesi yang mungkin dipandang sebelah mata oleh para generasi z, namun ternyata  terdapat kesuksesan dan berkah didalamnya.  Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kunjungan UMKM "Tokelap Coffee" : Melihat Langsung Proses Pengolahan Kopi Khas Kalibaru Banyuwangi", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/mufidameilia61/698bc887ed64151e3a7c9fe2/kunjungan-umkm-tokelap-coffee-melihat-langsung-proses-pengolahan-kopi-khas-kalibaru-banyuwangi Kreator: KKM 175 Sahwahita UIN Malang  

Thumbnail
4 months ago
KKM Menggerakkan Pesantren Kilat Inspiratif

RAIHANAH RAHMAH

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di kalangan anak-anak, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja Pesantren Kilat di Masjid AL-Iksan Gadang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, selama menjalankan program KKM. Program Pesantren Kilat dipilih atas kebutuhan masyarakat akan adanya pembinaan keagamaan yang lebih intensif bagi anak-anak, terutama di luar jam pendidikan formal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, sekaligus membentuk karakter peserta agar memiliki akhlak yang baik dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Pesantren Kilat dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dan bertempat di Masjid Al-Iksan Gadang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusiasme. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi keislaman, antara lain pembelajaran membaca Al-Qur'an, fun learning, pembinaan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari, serta hafalan surat-surat pendek. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta agar mudah dipahami. Mahasiswa KKM berperan aktif sebagai pendamping dan pengajar dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM turut bekerja sama dengan pihak TPQ sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Program Pesantren Kilat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya para orang tua peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat yang nyata dalam membantu meningkatkan pemahaman agama serta membentuk sikap religius anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKM melalui program ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pembinaan generasi muda di desa. Melalui pelaksanaan Pesantren Kilat, mahasiswa KKM berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman keislaman serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus melaksanakan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.