MISBAHUL BAHAUDDIN MUSABBIHI
KKM 109 sebentar lagi akan menapak jejak sesungguhnya untuk mengabdikan diri di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kediri. Hal tersebut ditandai dengan adanya kegiatan koordinasi sekaligus forum group discussion dengan para pengurus pondok pesantren, guru madrasah, hingga perwakilan siswa. Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk menyamakan visi, misi, serta memberikan gambaran awal mengenai dinamika yang tengah terjadi dalam lingkup pondok pesantren. Pertemuan ini terlaksana dengan suasana yang penuh kehangatan dan keakraban. Semua elemen saling bersinergi dan berdiskusi untuk mempersiapkan kegiatan KKM agar berjalan dengan lancar. Pada momen ini pula sekaligus menjadi pemantik dan pemberi petunjuk bagi kelompok KKM 109 Pradipa Nawasena untuk mempersiapkan berbagai program kerja dan bentuk pengabdian yang mampu memberikan kebermanfaatan bagi seluruh elemen masyarakat dalam pondok pesantren. Sebagai bagian dari pengenalan dan penerimaan secara resmi rencananya akan dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2025 bertepatan dengan tahun akademik baru bagi para santriwan-santriwati. Ketepatan momen ini menjadi salah satu peluang bagi kelompok KKM 109 untuk menjalin hubungan dan mendekatkan diri dengan para santiwan-santriwati selama kegiatan KKM berlangsung.
DIVANI AULIYA
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 UIN Malang menggelar sosialisasi kelas ibu hamil di wilayah Ngelak, Kecamatan Dampit, pada Jumat (23/01/26). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kesehatan ibu dan janin di lingkungan masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para ibu hamil mengenai pentingnya mengikuti kelas ibu hamil sebagai sarana memperoleh edukasi seputar kehamilan, persalinan, serta perawatan ibu dan bayi. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, penyediaan gizi, serta persiapan proses persalinan. Dalam pelaksanaannya, KKM Kelompok 84 UIN Malang berkoordinasi dengan pihak setempat untuk mengajak para ibu hamil mengikuti kegiatan sosialisasi. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan aktif dalam sesi diskusi. Melalui kegiatan sosialisasi kelas ibu hamil ini, KKM Kelompok 84 UIN Malang berharap para ibu hamil semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia demi keselamatan ibu dan bayi. https://www.kompasiana.com/alifiakurnia/698ab55d34777c2f687b2742/dukung-kesehatan-ibu-dan-janin-kkm-kelompok-84-uin-malang-gelar-sosialisasi-kelas-ibu-hamil-di-ngelak-dampit
YANUAR PURWA ANDRIANSAH
Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berangkat dari hal tersebut, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan kegiatan menanam sayuran di polybag bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh anggota perempuan KKM yang berkolaborasi langsung dengan ibu-ibu KWT. Adapun jenis sayuran yang ditanam antara lain sawi dan cabai, yang dinilai mudah dirawat dan cocok ditanam menggunakan media polybag. Proses penanaman dimulai dari persiapan media tanam, pengisian tanah ke dalam polybag, hingga penanaman bibit. Ibu-ibu KWT dengan antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka seputar cara menanam dan merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang teknik menanam sayuran, tetapi juga memahami pentingnya peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Penanaman sayuran di polybag menjadi solusi praktis bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan. Kegiatan menanam bersama ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa KKM. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT yang sangat terbuka dan suportif terhadap kegiatan kami. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, serta mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Bagi kami, pengabdian melalui KKM bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar dan tumbuh bersama masyarakat.
AISYAH SUKMA FIRDAUSI
Malang - Pada hari Minggu (25/01/26), Kelompok KKM 95 Arunika mengadakan lomba antar TPQ di Dusun Busu, Desa Slamparejo. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh TPQ yang ada di Dusun Busu. Namun, tidak semua santri TPQ dapat mengikuti lomba karena adanya ketentuan tertentu, seperti batas usia dan jumlah maksimal peserta dari setiap TPQ. Meskipun demikian, antusiasme anak-anak TPQ dan para wali murid tetap tinggi. Anak-anak yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi tetap mengikuti dan menyaksikan lomba yang diminati. Bahkan, terdapat beberapa balita yang diikutkan lomba oleh orang tuanya sebagai bentuk latihan keberanian dan pengenalan kegiatan sejak dini. Lomba islami ini terdiri dari tiga kategori, yaitu lomba adzan, hafalan surat pendek dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, serta lomba mewarnai. Seluruh juri pada ketiga kategori lomba berasal dari anggota Kelompok KKM 95 Arunika. Lomba adzan dilaksanakan di masjid pada area salat laki-laki, di mana peserta mengumandangkan adzan menggunakan mikrofon. Sementara itu, lomba hafalan surat pendek dilaksanakan di area salat perempuan. Peserta yang mendapat giliran diminta mengambil dua gulungan kertas secara acak yang berisi nama surat dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, kemudian membacakannya di hadapan juri. Selanjutnya, juri akan membacakan satu ayat dari surat lain yang tidak diambil peserta sebelumnya, dan peserta diminta untuk melanjutkannya. Pada lomba mewarnai, panitia menetapkan dua kategori pemenang. Juara 1, 2, dan 3 diberikan untuk peserta sesuai batas usia yang ditentukan, sedangkan anak-anak di bawah batas usia akan dinilai untuk kategori juara harapan 1, 2, dan 3. Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada acara perpisahan Kelompok KKM 95 Arunika di Dusun Busu. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
ALQODHI ADLANTAMA
Pada hari Senin, 30 Januari 2025, telah diselenggarakan program kerja Family Corner oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 dengan mengangkat tema "Pernikahan Dini". Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana penyampaian edukasi dan refleksi bersama terkait fenomena pernikahan dini serta implikasinya terhadap kehidupan sosial dan keluarga.Dalam pelaksanaannya, kegiatan Family Corner menghadirkan Ustadz Muallif, M.Ag. sebagai pemateri. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan dipandu oleh pembawa acara (MC) dari anggota Kelompok KKM Svarnanta 17, dengan personel yang berbeda dari kegiatan sebelumnya namun tetap berasal dari internal kelompok. Kegiatan ini bertempat di Masjid Fattahillah, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang dan dilaksanakan setelah salat Isya. Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan materi oleh pemateri, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Audiens dalam kegiatan ini merupakan anggota Kelompok KKM Svarnanta 17 yang berperan aktif dalam jalannya diskusi. Melalui kegiatan Family Corner bertema pernikahan dini ini, diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya kesiapan moral, mental, dan spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan, sehingga dapat menjadi bekal dalam menyikapi persoalan pernikahan dini secara bijak. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Angkat Isu Pernikahan Dini, Kelompok KKM Svarnanta Gelar Podcast Family Corner Bersama Pemateri Keagamaan", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm20256697/6985ecef34777c1d951d06b2/angkat-isu-pernikahan-dini-kelompok-kkm-svarnanta-gelar-podcast-family-corner-bersama-pemateri-keagamaan?page=1&page_images=2 Kreator: SVARNANTA 17 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
DARIS
Kegiatan Bina Senja di Dusun Dempok menjadi salah satu bentuk penguatan sosial dan keagamaan yang menyasar kelompok usia lanjut. Program ini merupakan wadah pembinaan yang berfokus pada pendampingan orang-orang sepuh, khususnya dalam aspek keagamaan, sosial, dan pendidikan. Sehingga para lansia yang ikut dalam kegiatan ini bisa belajar lebih lanjut mengenai ilmu keagamaan, sosial, dan pendidikan. Bina Senja sendiri didirikan oleh Karang Taruna setempat pada tahun 2012 sebagai respons atas kebutuhan ruang belajar yang ramah dan inklusif. Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mendampingi proses penyuluhan dan pembinaan. Materi yang disampaikan meliputi penguatan dasar-dasar keagamaan, pendampingan cara mengaji sesuai kemampuan masing-masing, serta pembinaan cara bersosialisasi agar para peserta tetap aktif dan merasa dihargai dalam kehidupan bermasyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam Bina Senja bersifat persuasif dan dialogis. Tidak ada tuntutan untuk menguasai materi secara sempurna, melainkan penekanan pada kenyamanan, kebersamaan, dan keberlanjutan interaksi. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian lintas generasi. Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Bina Senja menjadi pembelajaran penting bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu berorientasi pada anak muda atau produktivitas ekonomi semata. Orang sepuh memiliki kebutuhan sosial dan spiritual yang sama pentingnya, dan keberadaan ruang seperti Bina Senja menjadi bukti bahwa pembangunan sosial desa juga harus bersifat inklusif dan berkelanjutan.