DARIS MAR`ATUS SHOLIHAH
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di kalangan anak-anak, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja Pesantren Kilat di Masjid AL-Iksan Gadang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, selama menjalankan program KKM. Program Pesantren Kilat dipilih atas kebutuhan masyarakat akan adanya pembinaan keagamaan yang lebih intensif bagi anak-anak, terutama di luar jam pendidikan formal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, sekaligus membentuk karakter peserta agar memiliki akhlak yang baik dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Pesantren Kilat dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dan bertempat di Masjid Al-Iksan Gadang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusiasme. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi keislaman, antara lain pembelajaran membaca Al-Qur'an, fun learning, pembinaan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari, serta hafalan surat-surat pendek. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta agar mudah dipahami. Mahasiswa KKM berperan aktif sebagai pendamping dan pengajar dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM turut bekerja sama dengan pihak TPQ sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Program Pesantren Kilat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya para orang tua peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat yang nyata dalam membantu meningkatkan pemahaman agama serta membentuk sikap religius anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKM melalui program ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pembinaan generasi muda di masjid. Melalui pelaksanaan Pesantren Kilat, mahasiswa KKM berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman keislaman serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus melaksanakan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir. "https://www.kompasiana.com/pradipaloka4800/695a766a34777c0b273b9712/kkm-menggerakkan-pesantren-kilat-inspiratif"
AHMAD TORIQ JAMIL
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
HABIBATUL QUDSIYAH
JOMBANG – Kelompok KKM AKSARA 255 Unggulan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan wawancara dengan para ustadzah pembina kamar di Pondok Pesantren Tebuireng Putri, Kabupaten Jombang, sebagai bagian dari tahapan pemetaan masalah santri dalam rangka pelaksanaan program pendampingan dan konseling, pada 12 Januari 2026. Kegiatan wawancara ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan psikologis, sosial, dan perilaku santri yang muncul dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Melalui pendekatan dialogis dan partisipatif, mahasiswa KKM AKSARA 255 menggali informasi langsung dari para ustadzah pembina kamar yang selama ini berperan sebagai pendamping utama santri di asrama. Dalam proses wawancara, para ustadzah menyampaikan berbagai dinamika yang dihadapi santri, mulai dari persoalan adaptasi hidup di pesantren, relasi antar santri, manajemen emosi, hingga tantangan kedisiplinan dan tekanan akademik maupun spiritual. Informasi ini menjadi dasar penting bagi tim KKM untuk menyusun program konseling dan pendampingan psikologis yang kontekstual dan sesuai dengan kultur kepesantrenan. Mahasiswa KKM AKSARA 255 juga memaparkan konsep program KKM yang berfokus pada penguatan kesejahteraan psikologis (well-being) santri melalui layanan konseling, edukasi kesehatan mental, dan kegiatan pengembangan diri yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dan tradisi pesantren. Para ustadzah menyambut baik pendekatan tersebut dan berharap program yang dijalankan dapat membantu santri menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial secara lebih sehat. Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan nyata santri di tingkat kamar dan asrama. Data yang dihimpun akan digunakan sebagai landasan dalam merancang intervensi konseling yang tepat sasaran selama masa pengabdian KKM. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga sehat secara psikologis. Dengan pendekatan berbasis empati dan keilmuan psikologi, KKM AKSARA 255 berkomitmen untuk menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan santri Tebuireng Putri.
MUHAMMAD ARIF ANWAR
Pada 12 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 126 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pelatihan ecoprint di RTQ Al-Ghozali yang ditujukan bagi santri berusia sembilan tahun ke atas. Sebagai bentuk pembelajaran kreatif yang inklusif, anak-anak yang berusia di bawah sembilan tahun difasilitasi dengan kegiatan mewarnai yang menyenangkan. Acara yang dilaksanakan pada Senin sore di area halaman RTQ Al-Ghozali ini berlangsung dalam atmosfer yang ceria dan penuh energi. Dalam sesi ini, para mahasiswa bertindak sebagai mentor yang membimbing santri memanfaatkan dedaunan serta material alami lainnya, sementara anak-anak yang lebih kecil tetap terlibat aktif melalui media gambar sesuai kemampuan mereka. Inisiatif ini utamanya bertujuan untuk mengasah sisi artistik sekaligus mengedukasi santri mengenai konsep ramah lingkungan. Pemilihan teknik ecoprint dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa karya seni estetis dapat dihasilkan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, sehingga tumbuh rasa kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Pelaksanaan program berjalan lancar dengan dukungan positif dari pengelola RTQ Al-Ghozali serta para wali murid. Para peserta terlihat sangat menikmati seluruh rangkaian proses, mulai dari tahap pemilihan daun hingga melihat hasil cetakan yang unik, begitu pula dengan kelompok mewarnai yang tampak bangga dengan hasil karya mereka.
DIMASRUHIN FARHAN
Babadan, Ngajum — Selasa, 27 Januari 2026 mahasiswa KKM melaksanakan kegiatan sosialisasi rocket stove kepada warga Dusun Babadan sebagai upaya memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan minim asap. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pembakaran sampah yang lebih aman dan terkendali. Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai rocket stove yang disampaikan oleh Dimasruhin Farhan, mahasiswa KKM 127. Dalam pemaparannya, dijelaskan pengertian rocket stove, prinsip kerja pembakaran yang lebih efisien, serta manfaatnya dalam mengurangi asap dan polusi udara dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan rocket stove. Mahasiswa KKM memperagakan cara kerja pembakaran sampah yang benar, mulai dari proses menyalakan api, memasukkan sampah yang diperbolehkan, hingga menjaga sirkulasi udara agar pembakaran berjalan optimal. Pada sesi ini juga disampaikan jenis sampah yang tidak disarankan untuk dibakar, seperti sampah yang berpotensi menimbulkan asap berlebih atau zat beracun. Warga tampak antusias mengikuti praktik tersebut dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab langsung, baik mengenai teknis penggunaan rocket stove, keamanan, maupun penerapannya dalam kegiatan sehari-hari. Sebagai penutup, dilakukan penyerahan rocket stove secara simbolis kepada Kepala Dusun Babadan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Dusun Babadan dapat memanfaatkan rocket stove secara optimal serta semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang tepat demi menjaga kesehatan dan lingkungan sekitar.
LU`ALIK TIVAL VERONIA
https://www.kompasiana.com/regitacahya7671/697ecffa34777c02d3526ff3/cegah-bullying-sejak-dini-mahasiswa-kkm-uin-malang-edukasi-siswa-sd