ERIZKA NUR AMALINA ELVANDA
Istighasah bersama menjadi salah satu kegiatan yang penuh makna selama pelaksanaan kegiatan di SDN 3 Srigading. Kegiatan ini diikuti oleh teman-teman KKM, bapak dan ibu guru, serta seluruh siswa dan siswi. Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah berkumpul bersama untuk berdoa dan memohon kelancaran dalam kegiatan belajar serta kesehatan bagi semua yang terlibat. Sejak kegiatan dimulai, suasana sudah terasa tenang dan khidmat. Seluruh siswa mengikuti rangkaian istighasah dengan tertib, mulai dari pembacaan doa dan dzikir bersama hingga doa penutup yang dipimpin oleh pihak sekolah. Meskipun dilaksanakan secara sederhana, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan penuh kesungguhan oleh para siswa. Kegiatan istighasah ini tidak hanya menjadi momen berdoa bersama, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa sejak dini. Siswa diajak untuk membiasakan diri berdoa, menjaga sikap, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dengan teman dan guru di lingkungan sekolah. Bagi teman-teman KKM, kegiatan ini juga menjadi momen yang berkesan karena dapat berkumpul dan berinteraksi langsung dengan seluruh warga sekolah dalam suasana yang hangat. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan membuat hubungan antara mahasiswa, guru, dan siswa menjadi semakin dekat. Momen ini di tutup dengan sambjutan hangat oleh bapak dan ibu guru melalui tausiah singkat tentang keagamaan yang tentunya menambah wawasan para siswa dan siswi maupun kami selaku mahasiswa yang berisikan wejangan wejangan yang nantinya akan berguna bagi warga sekolah maupun para mahasiswa KKM. Harapannya, kegiatan istighasah bersama ini dapat memberikan manfaat dan menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan di lingkungan sekolah, sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman, harmonis, dan penuh kebersamaan di SDN 3 Srigading.
NADIEN HAJAR
Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 124 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Tawakkal, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan pertama dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2025, berupa berbagai lomba keagamaan yang diikuti oleh 21 peserta dari jenjang TK, SD, hingga SMP di lingkungan sekitar masjid. Perlombaan yang digelar meliputi lomba adzan, hafalan surat pendek, mewarnai kaligrafi, serta baca tartil Al-Qur’an. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung dengan lancar serta penuh antusiasme dari peserta. Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta meningkatkan semangat belajar agama dan kreativitas anak sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKM dan masyarakat sekitar Masjid Tawakkal. Rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj dilanjutkan dengan pengajian umum pada Kamis, 16 Januari 2025, di lokasi yang sama. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawah, serta sambutan dari Ketua Ta’mir Masjid Tawakkal, Prof. Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta pemberian santunan kepada 25 anak yatim dan piatu sebagai bentuk kepedulian sosial. Salah satu momen yang menjadi perhatian jamaah adalah prosesi pengislaman yang berlangsung khidmat di hadapan pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat. Pengajian ditutup dengan tausiyah oleh Prof. Dr. H. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., yang mengajak jamaah meneladani hikmah perjalanan spiritual Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar serta memberikan dampak positif dalam memperkuat nilai spiritual, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di lingkungan Masjid Tawakkal.
LAILATUL FITRIA
Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ashta Traya di PAUD Desa Panggungrejo ditutup melalui kegiatan penutupan yang melibatkan anak-anak PAUD, guru, dan mahasiswa KKM. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya seluruh program pendampingan yang telah dilaksanakan selama masa KKM. Acara penutupan diawali dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh anak-anak PAUD, guru, dan mahasiswa. Kegiatan berlangsung dengan suasana santai dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan dengan pendampingan guru dan mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa KKM Ashta Traya menyerahkan vandel kepada pihak PAUD sebagai bentuk kenang-kenangan dan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama kegiatan KKM. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni dari anak-anak PAUD dan mahasiswa KKM yang berlangsung dalam suasana hangat dan kebersamaan. Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti kegiatan cap tangan bersama. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan serta kenangan atas kegiatan KKM yang telah dilalui bersama di PAUD Desa Panggungrejo. Secara keseluruhan, kegiatan penutupan KKM di PAUD Desa Panggungrejo berjalan dengan baik dan penuh kebersamaan, serta meninggalkan kesan positif bagi anak-anak, guru, dan mahasiswa KKM Ashta Traya.
ANNAS SYAIFULLOH
Mahasiswa KKM Reguler Kelompok 44 “Bhavishya” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Pembuatan Buket Berbahan Kain Pita Satin sebagai upaya mendorong pengembangan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan potensi UMKM desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai Desa Gunung Jati. Workshop tersebut diikuti oleh 27 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Gunung Jati. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri, sehingga mampu menunjang peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat desa secara berkelanjutan. Pemilihan kain pita satin sebagai bahan utama dalam workshop ini dipilih secara pertimbangan matang. Jannah, salah satu mahasiswa KKM 44 “Bhavishya”, menyampaikan bahwa bahan pita satin sangat direkomendasikan karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar, harganya relatif terjangkau, serta mudah dibentuk tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain itu, kain pita satin dinilai memiliki nilai estetika tinggi dan fleksibel untuk dikreasikan menjadi berbagai bentuk buket yang menarik dan bernilai jual. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan buket dari kain pita satin, mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar perakitan, hingga penyusunan buket agar terlihat rapi dan menarik. Seluruh materi disampaikan oleh mahasiswa KKM sendiri sebagai narasumber, dengan metode praktik langsung yang mudah dipahami oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, berdiskusi, serta mempraktikkan langsung teknik yang diajarkan. Hasilnya, seluruh peserta berhasil menghasilkan buket kain pita satin sesuai dengan arahan, yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk UMKM kreatif Desa Gunung Jati. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” UIN Malang berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kreativitas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
MUHAMMAD HIDAYAT NURSALAM
Lombok bukan hanya terkenal dengan pantai-pantainya yang indah atau keanggunan Gunung Rinjani. Ketika kamu mengunjungi Pulau Seribu Masjid dan menemukan kemacetan karena iring-iringan pengantin yang disertai musik tradisional yang meriah, selamat! Kamu sedang melihat Nyongkolan. Nyongkolan merupakan puncak dari serangkaian upacara pernikahan adat suku Sasak yang penuh warna, suara ,dan filosofi mendalam. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang tradisi yang menarik ini. Secara harfiah, istilah Nyongkolan berasal dari kata "songkol" yang berarti mengantar atau mendatangi. Ini adalah acara di mana pengantin pria (Silaq) mendampingi pengantin wanita (Dende) kembali ke rumah orang tuanya setelah beberapa hari proses "penculikan" yang disebut Merariq. Tujuan dari prosesi ini sangat mulia: untuk mengumumkan secara resmi kepada masyarakat bahwa kedua mempelai telah sah sebagai suami istri, serta menjadi kesempatan bersilaturahmi antar keluarga besar. Tahapan dan Elemen Unik dalam Nyongkolan 1. Iring-iringan Budaya Kedua mempelai berjalan layaknya raja dan ratu (Datu dan Putri). Mereka mengenakan pakaian tradisional Sasak yang disebut Lambung untuk wanita dan Sapuk (ikat kepala) untuk pria. 2. Gendang Beleq Ini adalah inti dari kemeriahan Nyongkolan. Gendang Beleq adalah ansambel musik perkusi tradisional yang dimainkan oleh sekelompok pemuda. Suaranya yang penuh energi menambah semarak dan kesan megah pada acara tersebut. 3. Iringan Keluarga dan Tokoh Adat Di belakang mempelai, terdapat barisan keluarga besar dan tokoh masyarakat setempat. Para wanita sering menjunjung beberie (seserahan atau makanan) di atas kepala mereka dengan keseimbangan yang mengagumkan. Nyongkolan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Tradisi ini bukan sekadar upacara, tetapi juga penghubung antara dua keluarga melalui musik, tarian, dan langkah yang serasi. Jika kamu berkunjung ke Lombok, jangan lupa untuk menyaksikan prosesi ini secara langsung!