Thumbnail
1 week ago
Menggabungkan materi keagamaan dan Keterampilan Digital, Mahasiswa KKM Buktikan bahwa Belajar Agama Bisa Menyenangkan dan Melek Teknologi.

DWI SUGIARTI

Sebuah angin segar berembus di lingkungan SMPN 2 Lawang di pertengahan Ramadhan tahun ini. Tidak seperti pondok Ramadhan pada umumnya yang hanya berisi ceramah satu arah, para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG justru menghadirkan terobosan: mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengajarkan esensi puasa, thaharah, dan sholat.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar transfer ilmu agama, melainkan laboratorium kecil bagaimana teknologi desain dapat menumbuhkan antusiasme siswa terhadap nilai-nilai spiritual. Mengajarkan agama di era digital tidak cukup hanya dengan ceramah. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG di SMPN 2 Lawang membuktikan hal tersebut dengan menghadirkan Pondok Ramadhan yang berbeda. Mereka mengawali kegiatan tiga hari ini bukan dengan ceramah puasa, melainkan dengan pelatihan teknis penggunaan Canva. Di hari pertama, suasana ruang multimedia SMPN 2 Lawang tampak berbeda. Tidak ada buku catatan atau kitab kuning. Yang terlihat adalah puluhan pasang mata siswa kelas 7 dan 8 yang tertuju pada layar laptop dan gawai mereka. Mahasiswa KKM memulai dengan materi dasar Canva yang meliputi: membuat akun mengenal fitur utama seperti template, elemen, teks, upload, dan background, cara menggunakan fitur drag-and-drop untuk menyusun desain, memilih font yang sesuai untuk konten Islami (misal: font kaligrafi atau sans serif yang rapi), serta menyimpan dan mengekspor desain dalam berbagai format (JPG, PNG, PDF, atau GIF). “Kami sadar, tidak semua siswa familiar dengan Canva. Ada yang baru pertama kali membuka aplikasi ini.  Memasuki hari kedua, setelah siswa cukup mahir secara teknis, mahasiswa KKM mulai menyisipkan materi inti keagamaan namun tetap menggunakan Canva sebagai media interaktif. Pada sesi pertama tentang puasa, siswa tidak hanya mendengarkan ceramah tentang rukun dan sunnah puasa. Mereka langsung diminta membuat infografis digital berisi: lima hal yang membatalkan puasa (dengan ikon visual), tiga manfaat puasa untuk kesehatan dan jiwa, serta jadwal imsakiyah versi desain mereka sendiri. Pada sesi kedua tentang thaharah dan sholat, mahasiswa KKM menyiapkan template kuis interaktif Canva yang berisi animasi urutan wudhu (setiap klik menampilkan gerakan dan doa), “Dengan Canva, materi yang dulu terasa berat dan membosankan sekarang jadi seperti bermain game. Mereka belajar sambil mempraktikkan langsung desain,” Para siswa pun berlomba-lomba menyelesaikan kuis dan mendesain infografis terbaik. Guru pendamping yang turut hadir mengaku takjub melihat perubahan metode yang menyedot perhatian siswa sepenuhnya. Di hari ketiga, rangkaian Pondok Ramadhan memasuki puncaknya. Setelah dua hari belajar teknis dan mengaplikasikannya untuk materi agama, hari ketiga difokuskan pada pameran, penilaian, dan apresiasi. Agenda meliputi pameran di kelas oleh setiap anak tentang poster atau infografis bertema puasa, thaharah, atau sholat), dan yang paling ditunggu: pengumuman lomba desain Canva terbaik sepanjang kegiatan. Dewan juri dari mahasiswa KKM menilai berdasarkan tiga kriteria: kesesuaian materi Islami (apakah isi desain sesuai ajaran yang benar), estetika dan tata letak (penggunaan font, warna, elemen), serta kreativitas (apakah ada animasi, ilustrasi unik, atau ide orisinal). Para pemenang pun diumumkan. Kepala SMPN 2 Lawang, ibu sri purwati S.Pd mengaku terkesan dengan pendekatan yang digunakan mahasiswa KKM. “Biasanya pondok Ramadhan itu ceramah, ceramah, dan ceramah. Anak-anak cepat bosan. Kali ini berbeda. Mahasiswa KKM mengajarkan Canva dulu di hari pertama, baru setelah siswa bisa, mereka menggunakan Canva untuk mendesain ulang pemahaman mereka tentang puasa, thaharah, dan sholat. Ini inovasi yang luar biasa dan patut dicontoh,” tuturnya. Para mahasiswa KKM pun berharap keterampilan Canva yang telah diajarkan tidak berhenti di sini. Mereka telah menyerahkan puluhan template Canva dan modul panduan singkat kepada guru-guru, agar pembelajaran interaktif berbasis desain dapat terus berlanjut bahkan setelah kegiatan KKM usai.

Thumbnail
1 week ago
Seminar Anti-Bullying dan Mental Health di MINU Tratee Putera Gresik

NAJWA ADIBAH HANUM

   Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka.    Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka. Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya.       Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri.     Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.

Thumbnail
1 week ago
Menggabungkan materi keagamaan dan Keterampilan Digital, Mahasiswa KKM Buktikan bahwa Belajar Agama Bisa Menyenangkan dan Melek Teknologi.

SALWATUL AISY

isi Sebuah angin segar berembus di lingkungan SMPN 2 Lawang di pertengahan Ramadhan tahun ini. Tidak seperti pondok Ramadhan pada umumnya yang hanya berisi ceramah satu arah, para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG justru menghadirkan terobosan: mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengajarkan esensi puasa, thaharah, dan sholat.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar transfer ilmu agama, melainkan laboratorium kecil bagaimana teknologi desain dapat menumbuhkan antusiasme siswa terhadap nilai-nilai spiritual. Mengajarkan agama di era digital tidak cukup hanya dengan ceramah. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari [Nama Universitas] di SMPN 2 Lawang membuktikan hal tersebut dengan menghadirkan Pondok Ramadhan yang berbeda. Mereka mengawali kegiatan tiga hari ini bukan dengan ceramah puasa, melainkan dengan pelatihan teknis penggunaan Canva. Di hari pertama, suasana ruang multimedia SMPN 2 Lawang tampak berbeda. Tidak ada buku catatan atau kitab kuning. Yang terlihat adalah puluhan pasang mata siswa kelas 7 dan 8 yang tertuju pada layar laptop dan gawai mereka. Mahasiswa KKM memulai dengan materi dasar Canva yang meliputi: membuat akun mengenal fitur utama seperti template, elemen, teks, upload, dan background, cara menggunakan fitur drag-and-drop untuk menyusun desain, memilih font yang sesuai untuk konten Islami (misal: font kaligrafi atau sans serif yang rapi), serta menyimpan dan mengekspor desain dalam berbagai format (JPG, PNG, PDF, atau GIF). “Kami sadar, tidak semua siswa familiar dengan Canva. Ada yang baru pertama kali membuka aplikasi ini.  Memasuki hari kedua, setelah siswa cukup mahir secara teknis, mahasiswa KKM mulai menyisipkan materi inti keagamaan namun tetap menggunakan Canva sebagai media interaktif. Pada sesi pertama tentang puasa, siswa tidak hanya mendengarkan ceramah tentang rukun dan sunnah puasa. Mereka langsung diminta membuat infografis digital berisi: lima hal yang membatalkan puasa (dengan ikon visual), tiga manfaat puasa untuk kesehatan dan jiwa, serta jadwal imsakiyah versi desain mereka sendiri. Pada sesi kedua tentang thaharah dan sholat, mahasiswa KKM menyiapkan template kuis interaktif Canva yang berisi animasi urutan wudhu (setiap klik menampilkan gerakan dan doa), “Dengan Canva, materi yang dulu terasa berat dan membosankan sekarang jadi seperti bermain game. Mereka belajar sambil mempraktikkan langsung desain,” Para siswa pun berlomba-lomba menyelesaikan kuis dan mendesain infografis terbaik. Guru pendamping yang turut hadir mengaku takjub melihat perubahan metode yang menyedot perhatian siswa sepenuhnya. Di hari ketiga, rangkaian Pondok Ramadhan memasuki puncaknya. Setelah dua hari belajar teknis dan mengaplikasikannya untuk materi agama, hari ketiga difokuskan pada pameran, penilaian, dan apresiasi. Agenda meliputi pameran di kelas oleh setiap anak tentang poster atau infografis bertema puasa, thaharah, atau sholat), dan yang paling ditunggu: pengumuman lomba desain Canva terbaik sepanjang kegiatan. Dewan juri dari mahasiswa KKM menilai berdasarkan tiga kriteria: kesesuaian materi Islami (apakah isi desain sesuai ajaran yang benar), estetika dan tata letak (penggunaan font, warna, elemen), serta kreativitas (apakah ada animasi, ilustrasi unik, atau ide orisinal). Para pemenang pun diumumkan. Kepala SMPN 2 Lawang, ibu sri purwati S.Pd mengaku terkesan dengan pendekatan yang digunakan mahasiswa KKM. “Biasanya pondok Ramadhan itu ceramah, ceramah, dan ceramah. Anak-anak cepat bosan. Kali ini berbeda. Mahasiswa KKM mengajarkan Canva dulu di hari pertama, baru setelah siswa bisa, mereka menggunakan Canva untuk mendesain ulang pemahaman mereka tentang puasa, thaharah, dan sholat. Ini inovasi yang luar biasa dan patut dicontoh,” tuturnya. Para mahasiswa KKM pun berharap keterampilan Canva yang telah diajarkan tidak berhenti di sini. Mereka telah menyerahkan puluhan template Canva dan modul panduan singkat kepada guru-guru, agar pembelajaran interaktif berbasis desain dapat terus berlanjut bahkan setelah kegiatan KKM usai.

Thumbnail
1 week ago
Mahasiswa Uin Maulana Malik Ibrahim Malang Menggelar Seminar Sering Sebelum Sharing di Man 3 Kediri

NURFIRDAUSI NUZULA

Seminar Moderasi Beragama di MAN 3 Kediri Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar sebelum sesi sharing bersama siswa MAN 3 Kediri dengan tema *“Moderasi Beragama Biar Tidak Salah Arah.”* Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya bersikap toleran, saling menghargai, dan bijak dalam menyikapi perbedaan di lingkungan sekitar. Dalam seminar tersebut, mahasiswa menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga kerukunan antar sesama, menghindari sikap fanatik berlebihan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun pergaulan yang dapat membawa pengaruh negatif. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif selama sesi berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai-nilai moderasi beragama sehingga mampu bersikap lebih bijak, terbuka, dan tidak salah arah dalam kehidupan sehari-hari. Acara berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh semangat.

Thumbnail
1 week ago
Seminar Anti-Bullying dan Mental Health di MINU Tratee Putera Gresik

ZILZA ZAITIN RIAS SONDAK

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka.  Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka. Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya.  Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri.  Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.

Thumbnail
1 week ago
Kolaborasi KKM UIN Malang Kelompok 77 Satyaseva dan MAN 2 Malang Gelar Rangkaian Edukasi "Madrasah Ramah Anak" Guna Cegah Perundungan dan Adiksi

NUR WILUJENG FEBRIANTI

MALANG - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan mental remaja, perundungan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan adiksi digital, sekolah dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagai kasus kekerasan verbal, diskriminasi sosial, hingga tekanan psikologis yang dialami pelajar menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di tingkat global maupun nasional, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan lokal. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, MAN 2 Malang terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026 di Masjid Al-Asmu'i MAN 2 Malang. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Rangkaian acara dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang membahas isu keberagaman, kesetaraan, anti perundungan, kesehatan mental, hingga pencegahan adiksi di kalangan remaja. Tidak hanya menjadi kegiatan edukatif biasa, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial maupun emosional. Hari Pertama : Seminar "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan" Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00-15.10 WIB dengan seminar bertema "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan". Seminar ini menghadirkan Drs. Khotfirul Aziz, Fadilla Atsjira, dan Afiq Fatturrohman Vidiansyah sebagai pemateri. Dua pemateri terakhir merupakan mahasiswa AM UM Malang yang turut berpartisipasi dalam memberikan edukasi kepada peserta. Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Para pemateri menekankan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, maupun kemampuan individu bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Selain itu, seminar juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang sering muncul di lingkungan remaja, baik secara verbal, sosial, maupun psikologis. Banyak tindakan yang sering dianggap "candaan biasa" ternyata dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hari Kedua : Talkshow "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" Kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.00-14.00 WIB melalui kegiatan Talkshow bertema "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" yang menghadirkan Diah Mayasari, M.Psi. sebagai pemateri utama. Seminar ini dimoderatori oleh M. Izzul Islam, mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam pemaparannya, Diah Mayasari menekankan bahwa konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar program formal atau slogan sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Membangun Madrasah Ramah Anak bukan sekadar label, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan sistem perlindungan nyata bagi siswa," jelasnya di hadapan peserta seminar. Beliau juga mengajak para siswa untuk mulai lebih peka terhadap kondisi teman di sekitar mereka. Terkadang, tindakan sederhana seperti menghargai, mendengarkan, dan tidak merendahkan orang lain dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Sesi seminar berlangsung dinamis dan komunikatif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. Hari Kedua : Workshop "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Workshop ini menghadirkan Octaviana R., S.Psi. sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Sania Sahril M., mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja masa kini, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan sosial. Pemateri menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan gadget secara berlebihan dapat memicu berbagai bentuk adiksi yang berdampak pada kesehatan mental, pola belajar, hingga hubungan sosial siswa. Selain membahas tentang adiksi digital, workshop juga mengupas pentingnya menjaga keseimbangan emosional, mengelola stres akademik, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebihan, kelelahan emosional, dan penurunan motivasi belajar. Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman maupun fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan kondisi remaja saat ini. Wujud Kolaborasi Madrasah dan Mahasiswa dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman Rangkaian kegiatan "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati sosial, dan kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Kolaborasi lintas institusi ini menghadirkan suasana kegiatan yang lebih dinamis dan dekat dengan para siswa. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya membantu proses pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pendekatan edukatif yang lebih relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Para mahasiswa turut berperan aktif dalam pendampingan peserta, koordinasi kegiatan, hingga membangun suasana diskusi yang komunikatif dan interaktif. Sinergi antara pihak madrasah, organisasi siswa, dan mahasiswa Asistensi Mengajar ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Malang. Melalui kegiatan ini pula, para siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mental, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk perundungan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif bagi semua.