Thumbnail
4 months ago
Bakti Sosial sebagai Wujud Kepedulian Mahasiswa terhadap Kesejahteraan Lansia: Refleksi Kegiatan KKM Satriya Karsa Abhipraya di Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi

ANNISA RIZQY CAHYA OKTAVIANTI

KKM KELOMPOK 67 Bakti Sosial sebagai Wujud Kepedulian Mahasiswa terhadap Kesejahteraan Lansia:  Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi Ringkasan Eksekutif Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh KKM Satriya Karsa Abhipraya pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini mengusung tema “Sehari Bersama, Sejuta Bahagia” dengan tujuan memberikan perhatian dan kebersamaan kepada para lansia. Melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, para peserta berupaya menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi penghuni panti sosial. Mahasiswa dari berbagai jurusan turut berpartisipasi sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Kehadiran mereka menjadi jembatan antara dunia akademik dan realitas kehidupan masyarakat yang membutuhkan empati serta perhatian. Kegiatan ini tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami persoalan kesejahteraan lansia. Mahasiswa dapat menyadari pentingnya perhatian lintas generasi dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, kegiatan ini memberikan pemahaman tentang peran lembaga sosial dalam menopang kehidupan warga lanjut usia yang membutuhkan dukungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang menekankan pentingnya peran bersama dalam meningkatkan kesejahteraan lansia.   Latar Belakang Penuaan penduduk merupakan fenomena demografis yang semakin nyata di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur. Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi merupakan salah satu lembaga sosial yang menampung dan merawat para lansia yang tidak lagi memiliki keluarga atau tidak dapat dirawat oleh keluarganya. Para penghuni panti, yang akrab disapa Mbah kakung dan Mbah uti, membutuhkan tidak hanya pelayanan fisik berupa tempat tinggal dan makan. Mereka juga memerlukan pemenuhan kebutuhan psikologis seperti perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan. Kebutuhan tersebut seringkali sulit terpenuhi di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki panti.(WHO, 2020) KKM Satriya Karsa Abhipraya sebagai bagian dari Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang hadir dengan inisiatif sosial yang bermakna. Menyadari bahwa mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial, kelompok ini merancang kegiatan bakti sosial yang dirancang khusus untuk menyentuh hati para lansia, menghadirkan keceriaan, dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai Islam tentang penghormatan terhadap orang tua dan kepedulian terhadap sesama yang menjadi ciri khas institusi pendidikan berbasis nilai agama seperti UIN Malang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. (Chambers, 2014) Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik. Selain itu, kegiatan ini mendukung tujuan nomor 10 mengenai pengurangan kesenjangan sosial. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam berinteraksi dengan kelompok rentan, kegiatan ini memberikan pengalaman sosial yang bermakna. Perguruan tinggi dengan demikian turut berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli dan empatik. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sosial yang berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat.. (United Nations, 2015) (Sen, 1999) Rumusan Masalah Bagaimana kegiatan bakti sosial mahasiswa dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi? Bagaimana membangun sinergi yang berkelanjutan antara kelompok KKM mahasiswa dengan lembaga sosial panti werdha dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada lansia? Sejauh mana kegiatan pengabdian masyarakat berbasis bakti sosial mampu menumbuhkan empati, kepekaan sosial, dan karakter peduli pada diri mahasiswa peserta KKM? Bagaimana model kegiatan bakti sosial yang efektif dapat dirancang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi lansia, bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat?   Deskripsi  Kegiatan Bakti Sosial KKM Satriya Karsa Abhipraya dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, bertempat di Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi, Blitar, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.45 hingga selesai dengan rangkaian acara yang dirancang penuh kasih sayang dan kebermaknaan untuk para mbah kakung dan mbah uti. Adapun rundown kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: Waktu Acara Petugas Keterangan 05.45 - 06.00 Persiapan Panitia Seluruh Panitia KKM standby di lokasi 06.00 - 06.45 Pengondisian Peserta (Oma Opa) Seluruh Panitia Dipimpin oleh Ibu Najwa dan Ibu Maisa 06.45 - 07.00 Senam Lansia Ceria Ibu Lis & Perwakilan Panitia Senam ringan dengan instruktur dari panitia KKM 07.00 - 07.30 Cooling Down & Snack Time Panitia KKM Pembagian sarapan (bubur) 07.30 - 08.30 Panggung Kenangan (ungkap kesan terindah, foto/video) MC: Ibu Tiara Panitia mendampingi kelompok kecil Oma Opa 08.30 - 09.00 Penyerahan Baksos MC: Ibu Tiara Labib menyerahkan baksos kepada pihak Panti 09.00 - 09.20 Penutup & Do’a MC: Ibu Tiara Do’a dipimpin oleh Ustadz Bahrul 09.20 - 09.30 Foto Bersama Sie PDD Sesi foto bersama Oma Opa, pengurus panti, dan panitia KKM   Analisis dan Temuan Berdasarkan pelaksanaan kegiatan bakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi, diperoleh sejumlah temuan yang signifikan dalam memahami kebutuhan para lansia serta potensi kontribusi mahasiswa dalam konteks pengabdian masyarakat. Pertama, Berdasarkan pelaksanaan kegiatan di Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi, ditemukan bahwa kebutuhan akan interaksi sosial dan perhatian dari generasi muda merupakan aspek yang sangat krusial bagi para lansia. Lansia tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan emosional yang berkelanjutan. Sesi “Panggung Kenangan” yang dirancang sebagai ruang ekspresi terbukti efektif dalam memfasilitasi lansia untuk berbagi pengalaman hidup dan kenangan personal. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta mengindikasikan bahwa kebutuhan akan komunikasi interpersonal sering kali belum terpenuhi secara optimal. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa ruang berbagi cerita dapat menjadi sarana terapeutik yang sederhana namun berdampak signifikan. Dengan demikian, interaksi sosial yang bermakna perlu diposisikan sebagai bagian penting dalam pelayanan lansia. Kedua,  aktivitas fisik ringan seperti Senam Lansia Ceria memiliki manfaat multidimensional bagi para lansia. Secara fisiologis, kegiatan ini membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan fleksibilitas, serta memperlancar peredaran darah. Selain itu, dari aspek psikologis, aktivitas ini mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan meningkatkan suasana hati peserta. Keterlibatan aktif lansia dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki motivasi untuk berpartisipasi dalam aktivitas kolektif. Hal ini menegaskan pentingnya perancangan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental. Oleh karena itu, pendekatan holistik dalam pelayanan lansia menjadi sangat relevan untuk diterapkan.(WHO, 2020) Ketiga, Penyerahan bantuan sosial secara simbolis dan substantif dari mahasiswa kepada pihak panti memberikan dampak moral yang signifikan. Bagi para lansia, kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa mereka tetap mendapatkan perhatian dan penghargaan dari generasi muda. Hal tersebut berkontribusi dalam meningkatkan rasa dihargai dan mengurangi perasaan kesepian yang kerap dialami. Di sisi lain, bagi mahasiswa, keterlibatan langsung dalam kegiatan ini menumbuhkan kesadaran sosial yang lebih mendalam. Proses interaksi dan pemberian tersebut memperkuat nilai empati, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap kelompok rentan. Dengan demikian, kegiatan bakti sosial tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga membentuk karakter sosial pemberi manfaat. (Sen, 1999) Keempat, temuan ini menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Partisipasi mahasiswa dari program studi seperti Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan IPS, Tadris Bahasa Inggris, dan Tadris Matematika menunjukkan bahwa kegiatan sosial bersifat inklusif dan multidisipliner. Hal ini mengindikasikan bahwa pengabdian masyarakat tidak memerlukan spesialisasi sempit, melainkan keterbukaan untuk berkolaborasi. Sinergi lintas disiplin memungkinkan terciptanya pendekatan yang lebih komprehensif dalam merespons kebutuhan masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini juga memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami realitas sosial secara lebih luas. Dengan demikian, empati dan kemampuan bekerja sama menjadi kompetensi utama yang perlu dikembangkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Rekomendasi Kebijakan dan Strategi  LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat mempertimbangkan kegiatan bakti sosial ke panti lansia sebagai salah satu alternatif program dalam pelaksanaan KKM. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi kesejahteraan emosional lansia. Selain itu, kegiatan ini juga efektif dalam menumbuhkan empati dan kepedulian sosial mahasiswa. Dengan demikian, program serupa berpotensi untuk direplikasi oleh kelompok KKM lainnya.   Kegiatan bakti sosial yang telah dilaksanakan menunjukkan potensi untuk dikembangkan menjadi program berkelanjutan. Oleh karena itu, kelompok KKM berikutnya dapat mempertimbangkan adanya kunjungan lanjutan atau interaksi periodik dengan panti sosial. Upaya ini bertujuan menjaga kesinambungan hubungan sosial yang telah terbangun. Dengan pola tersebut, manfaat kegiatan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para lansia.   Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dapat berperan sebagai fasilitator dalam menjaga keberlanjutan kolaborasi antara panti sosial dan perguruan tinggi. Peran ini dapat diwujudkan melalui koordinasi program dan dukungan administratif. Kolaborasi yang terstruktur akan membantu mempertahankan kualitas layanan sosial yang sudah baik. Selain itu, sinergi ini juga memperkuat jaringan pengabdian masyarakat di tingkat lokal.   Berdasarkan temuan kegiatan, aspek interaksi sosial dan perhatian emosional perlu menjadi fokus utama dalam setiap program yang melibatkan lansia. Oleh karena itu, kegiatan yang bersifat partisipatif seperti berbagi cerita, hiburan, dan pendampingan sosial perlu terus dikembangkan. Pendekatan ini terbukti lebih bermakna dibandingkan sekadar bantuan material. Dengan demikian, program yang dirancang dapat lebih sesuai dengan kebutuhan psikososial lansia.  Panti sosial lansia dapat terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan komunitas. Keterbukaan ini dapat disertai dengan sistem koordinasi yang baik agar kegiatan berjalan tertib dan efektif. Dengan adanya manajemen kunjungan yang terencana, setiap program dapat memberikan manfaat maksimal bagi para lansia. Hal ini juga akan memperkuat hubungan antara panti sosial dan masyarakat luas. Referensi Chambers, R. (2014). Rural Development: Putting the Last First. Routledge. Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community’s Assets. ACTA Publications. Mikkelsen, B. (2005). Methods for Development Work and Research: A New Guide for Practitioners (2nd ed.). Sage Publications. Buku Pedoman Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler 2026. (2026). Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Chambers, R. (2014). Rural development: Putting the last first. Routledge. Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Standar pelayanan panti sosial tresna werdha. Kementerian Sosial RI. Laporan KKM Satriya Karsa Abhipraya. (2026). Laporan kegiatan bakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Wlingi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Mikkelsen, B. (2005). Methods for development work and research: A new guide for practitioners (2nd ed.). Sage Publications. Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford University Press. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. https://sdgs.un.org/goals World Health Organization. (2020). Decade of healthy ageing: Baseline report. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240017900   Policy Brief berjudul “Bakti Sosial sebagai Wujud Kepedulian Mahasiswa terhadap Kesejahteraan Lansia” ini telah disusun sebagai salah satu bentuk refleksi akademik dan kontribusi pengabdian masyarakat berdasarkan pengalaman langsung Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Satriya Karsa Abhipraya. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merancang program-program yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan para lansia di panti sosial. (UU No. 13 Tahun 1998) Dengan ini, dokumen Policy Brief dinyatakan untuk digunakan sebagaimana mestinya.   Blitar, 9 Mei 2026 Menyetujui   Naufal Labib Hibatullah Ketua KKM Satriya Karsa Abhipraya NIM. 230104110077 Dimas Femy Sasongko, M.Pd Dosen Pembimbing Lapangan NIP. 1990041020180201136

Thumbnail
4 months ago
Ruang Senandika: Mengukir Jejak, Merajut Asa dalam Penutupan KKM di Desa Pojok Klitih

MUHAMMAD NAWAWI

POJOK KLITIH, Kec. Plandaan 5 mei 2026 Kuliah Kerja Nyata (KKM) merupakan fase di mana teori akademik berbenturan dengan realitas sosial. Setelah menjalani masa pengabdian selama 30 hari, tim mahasiswa KKM UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG resmi menutup rangkaian program kerja mereka yang bertajuk “Ruang Senandika”. Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, “Ruang Senandika” yang di cetuskan kini hadir sebagai wadah pertukaran ide dan perasaan antara mahasiswa dengan masyarakat local, mulai dari anak sekolah dasar hingga pemuda bahkan orang tua ikut serta dalam mendukung proses selama menjalankan program-program yang ada. Filosofi di Balik Nama Menurut Ketua Unit KKM, Alfinoza Rolis, pemilihan nama Senandika yang berarti wacana dengan diri sendiri dipilih karena program ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Desa Pojok Klitih. “Kami tidak ingin sekadar datang dan pergi. Ruang Senandika adalah upaya kami untuk mendengar suara hati masyarakat, memahami keresahan mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dan pada akhirnya kami mencetuskan nama yang dimana nama itulah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk Masyarakat terkhusus pada pendidikan” ujarnya dalam sambutan penutupan. Program Unggulan yang Terlaksana Selama masa pengabdian, tim KKM berhasil merealisasikan beberapa program strategis, di antaranya: 1. Pojok Literasi: Pembangunan (ruang senandika) atau taman baca yang inklusif bagi anak-anak desa guna meningkatkan minat baca sejak dini mulai dari pembelajaran keagamaan, akademik maupun non akademik. 2. Serbasana ( sesrawungan bareng senandika ) : Program penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga serta melakukan kerja bakti Bersama. Kesan dari Masyarakat Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga Desa pojok klitih. Ibu Luluk Ismiyatin, selaku salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan banyak rasa terima kasihnya. “Mahasiswa bukan lagi tamu, tapi sudah seperti keluarga. Melalui program program yang dibuat oleh mahasiswa terutama Ruang Senandika, banyak anak di desa kami yang kini lebih berani bermimpi mulai dari akademiknya, non akademiknya maupun dari keagamaannya dan banyak pemuda sekarang ikut turut aktif dalam kegiatan di desa ” tuturnya.  Ruang Senandika mungkin telah ditutup secara formal, namun semangat kolaborasi dan refleksi yang ditinggalkan akan terus bergema di setiap sudut Desa Pojok Klitih. Mahasiswa kini pulang membawa bukan hanya nilai di transkrip, tapi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di ruang kelas.

Thumbnail
4 months ago
Saat Kepedulian Menjadi Aksi: Langkah Kecil Mahasiswa KKM Abhipraya Altara bersama Warga Madrasah Hadirkan Dampak Besar bagi Lingkungan dan Masyarakat serta membangun Ukhuwah Islamiyah

NISWAH RAHMATUL IZZA

Dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman, program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Abhipraya Altara bersama siswa serta bapak ibu guru melaksanakan kegiatan bakti sosial yang penuh makna.    Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengamalan ajaran Islam tentang pentingnya menjaga kebersihan, mempererat ukhuwah, serta menebarkan manfaat bagi sesama. Melalui langkah sederhana namun penuh keberkahan, seluruh peserta bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan alam ciptaan Allah SWT.   Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang terdiri dari mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan teman-teman jurusan lainnya, siswa, serta bapak ibu guru menjadi salah satu aktivitas penuh makna yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar madrasah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan, kenyamanan, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Dengan penuh semangat dan kekompakan, mahasiswa KKM, siswa, serta bapak ibu guru bergotong royong melaksanakan aksi bersih-bersih di berbagai tempat, mulai dari mushola, masjid, sekolah, taman, kantor desa, hingga sepanjang jalan menuju lingkungan sekolah. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika saling bekerja sama membersihkan lingkungan demi menciptakan tempat yang lebih nyaman dan asri. Dengan penuh semangat dan kekompakan, mahasiswa KKM, siswa, serta bapak ibu guru bergotong royong melaksanakan aksi bersih-bersih di berbagai tempat, mulai dari mushola, masjid, sekolah, taman, kantor desa, hingga sepanjang jalan menuju lingkungan sekolah. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika seluruh peserta saling membantu dan bekerja sama demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, indah, dan asri. Nilai gotong royong yang diajarkan dalam kehidupan bermasyarakat pun semakin tumbuh melalui kegiatan ini.   Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, gotong royong, dan kerja sama secara langsung kepada seluruh peserta. Dalam Islam, kebersihan merupakan bagian dari iman, sebagaimana ungkapan “An-nazhafatu minal iman” yang memiliki makna bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, fasilitas umum, dan tempat ibadah bukan hanya menjadi kewajiban sosial, tetapi juga bentuk pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.   Kehadiran mahasiswa KKM bersama warga sekolah pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Warga merasa senang dan terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah yang digunakan setiap hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman, sehat, dan penuh keberkahan, serta mempererat tali silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga.Keakraban semakin terasa melalui antusias masyarakat yang turut menyambut dan mendukung jalannya kegiatan. Canda, tawa, serta semangat kebersamaan menjadikan kegiatan berlangsung dengan hangat, penuh kekeluargaan, dan menciptakan hubungan yang semakin erat antara kita dan masyarakat sekitar.   Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan menanamkan nilai kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Islam mengajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Oleh sebab itu, melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk terus menjaga lingkungan, saling membantu, dan memperkuat rasa persaudaraan tanpa membedakan latar belakang.Melalui kegiatan sederhana ini, terbukti bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan niat tulus dapat menghadirkan manfaat yang besar. Dari aksi membersihkan lingkungan tumbuh rasa peduli, semangat kebersamaan, jiwa pengabdian, serta motivasi untuk terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi amal baik yang membawa keberkahan, menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan masyarakat yang bersih, sehat, harmonis, dan penuh nilai-nilai islami.

Thumbnail
4 months ago
Tiga Hari Penuh Makna!Pondok Ramadhan di MTs Almaarif 02 Singosari Bangun Semangat Islami dan Akhlak Generasi Muda

MILA ARDHIKA

Kegiatan Pondok Ramadhan di MTs Almaarif 02 Singosari berlangsung selama tiga hari pada tanggal 23-35 bulan Februari 2026 dengan penuh semangat dan antusiasme siswa. kegiatan ini menjadi ajang yang sangat penting bagi siswa karena tidak hanya memperdalam agama, tetapi juga membangun karakter dan kebersamaan di lingkungan madrasah. Pada hari pertama, para siswa mendapatkan penjelasan tentang akhlaqul karimah, hakikat puasa, serta amalan-amalan di bulan Ramadhan. Ini semua menjadi pengingat penting bagi siswa bahwa bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus saja, tetapi juga melatih akhlak, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Memasuki hari kedua, suasana kegiatan menjadi semakin meriah dengan berbagai lomba Islami yang melibatkan seluruh siswa. Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar agama dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan dan kreatif sehingga mampu meningkatkan rasa percaya didi dengan memberikan apresiasi terhadap siswa serta semangat kebersamaan antarsiswa. Sementara itu, hari ketiga menjadi penutup yang penuh makna melalui mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh salah satu dosen PKPBA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Nasihat yang diberikan diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus menjaga semangat ibadah dan akhlak baik, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, Pondok Ramadhan menjadi bukti bahwa madrasah memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang religius, aktif, dan juga berkarakter Islami.

Thumbnail
4 months ago
Berakhir di Malam Nuzulul Qur’an, KKM UIN Malang Tinggalkan Jejak Pengabdian di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal

SANIYA ALIN SALSABILA

Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 16.00 WIB menjadi saksi berakhirnya rangkaian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Berdampak Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak tujuh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang tergabung dalam Kelompok 54 Sapta Cakrawijaya menutup kegiatan pengabdian mereka. Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri atas santri, tenaga pendidik, serta pengasuh madrasah. Momen penutupan terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Nuzul Qur’an, sehingga suasana berlangsung khidmat, tenang, dan sarat makna spiritual. Kehadiran momen tersebut memberi nuansa reflektif, seolah mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari dan diajarkan memiliki nilai ibadah ketika diniatkan dengan ketulusan. Acara diawali dengan sambutan perwakilan ketua kelompok KKM yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak Madrasah Tarbiyatul Athfal atas kesempatan belajar dan mengabdi yang telah diberikan. Dalam sambutannya, tersirat apresiasi besar kepada pihak madrasah atas penerimaan, bimbingan, serta ruang belajar yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pengalaman selama KKM bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memaknai kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan dalam proses pendidikan. Ungkapan tersebut disambut baik oleh pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal, Ustadz Endik Hariyono, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Pemutaran video dokumenter di tengah acara menampilkan berbagai aktivitas mahasiswa selama berada di madrasah, mulai dari proses pembelajaran hingga kebersamaan dengan para santri. Tayangan tersebut menghadirkan kembali momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Di tengah suasana Nuzul Qur’an, video tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa setiap proses kecil dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari perjalanan kebaikan yang bernilai besar. Selanjutnya, mau’idhoh hasanah yang disampaikan pengasuh madrasah memberikan penguatan tentang pentingnya keikhlasan dalam menuntut dan mengajarkan ilmu, selaras dengan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Menurut beliau, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi para santri sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Beliau juga berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga meskipun masa KKM telah berakhir. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi salam perpisahan antara mahasiswa dan para santri. Meskipun sederhana, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Para santri tampak antusias memberikan ucapan perpisahan kepada mahasiswa KKM yang selama ini telah mendampingi mereka dalam kegiatan belajar keagamaan. Suasana haru pun tidak dapat dihindari ketika mahasiswa dan santri saling bersalaman serta mengabadikan momen terakhir bersama. Menanggapi kegiatan tersebut, dosen pembimbing lapangan Dr. Alam Aji Putra, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKM di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal. Beliau menuturkan bahwa kegiatan pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program akademik, melainkan proses pembentukan karakter calon pendidik yang mampu hadir, berbaur, dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana penutupan yang bertepatan dengan malam Nuzul Qur’an menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan pengabdian harus berjalan beriringan dengan nilai spiritualitas dan keikhlasan. Beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKM dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial mereka di masa depan.

Thumbnail
4 months ago
Peran Mahasiswa KKM Bhavana Citraloka Dalam Mendukung Pembelajaran TPQ di Yayasan Arafah Malang

HILYATUN NAFISAH

Mahasiswa KKM Bhavana Citraloka dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berada dalam satu Yayasan Arafah Malang. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 2 Maret hingga 12 Maret 2026, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat serta dukungan terhadap pendidikan keagamaan anak. Kegiatan pendampingan TPQ dilaksanakan setiap sore mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Dalam kegiatan ini, mahasiswa membantu guru TPQ dalam mendampingi santri belajar membaca Al-Qur’an, menghafal doa-doa pendek, murojaah surat pendek, serta membantu mengondisikan kelas agar proses pembelajaran berjalan dengan tertib dan menyenangkan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang nyaman dan interaktif sehingga santri TPQ lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain mendampingi membaca Al-Qur’an, mahasiswa juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar rajin belajar agama dan tetap semangat mengaji setiap hari. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan baik dari guru maupun para santri karena dinilai membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kegiatan pendampingan TPQ ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan anak-anak di lingkungan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pembelajaran keagamaan, tetapi juga belajar membangun komunikasi, kesabaran, dan kedekatan emosional dengan para santri. Sebelum kegiatan berakhir, mahasiswa juga melaksanakan penyerahan sertifikat secara sederhana kepada pihak TPQ sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kerja sama yang telah terjalin selama kegiatan berlangsung. Penyerahan sertifikat dilakukan dengan penuh rasa syukur dan diterima dengan baik oleh pihak TPQ Yayasan Arafah Malang. Pada pertemuan terakhir, kegiatan ditutup dengan acara buka bersama antara mahasiswa KKM Bhavana Citraloka, guru TPQ, dan para santri. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat karena kegiatan tersebut juga bertepatan dengan hari terakhir masuk TPQ sebelum libur Hari Raya Idulfitri. Acara buka bersama menjadi momen sederhana namun penuh makna bagi seluruh peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhavana Citraloka berharap dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar serta mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Selain itu, kegiatan pendampingan TPQ diharapkan dapat menjadi pengalaman positif yang memberikan kesan baik bagi para santri maupun mahasiswa yang terlibat.