MAULA MIMA SHOBIKHA
isi Sebuah angin segar berembus di lingkungan SMPN 2 Lawang di pertengahan Ramadhan tahun ini. Tidak seperti pondok Ramadhan pada umumnya yang hanya berisi ceramah satu arah, para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG justru menghadirkan terobosan: mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengajarkan esensi puasa, thaharah, dan sholat.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar transfer ilmu agama, melainkan laboratorium kecil bagaimana teknologi desain dapat menumbuhkan antusiasme siswa terhadap nilai-nilai spiritual. Mengajarkan agama di era digital tidak cukup hanya dengan ceramah. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG di SMPN 2 Lawang membuktikan hal tersebut dengan menghadirkan Pondok Ramadhan yang berbeda. Mereka mengawali kegiatan tiga hari ini bukan dengan ceramah puasa, melainkan dengan pelatihan teknis penggunaan Canva. Di hari pertama, suasana ruang multimedia SMPN 2 Lawang tampak berbeda. Tidak ada buku catatan atau kitab kuning. Yang terlihat adalah puluhan pasang mata siswa kelas 7 dan 8 yang tertuju pada layar laptop dan gawai mereka. Mahasiswa KKM memulai dengan materi dasar Canva yang meliputi: membuat akun mengenal fitur utama seperti template, elemen, teks, upload, dan background, cara menggunakan fitur drag-and-drop untuk menyusun desain, memilih font yang sesuai untuk konten Islami (misal: font kaligrafi atau sans serif yang rapi), serta menyimpan dan mengekspor desain dalam berbagai format (JPG, PNG, PDF, atau GIF). “Kami sadar, tidak semua siswa familiar dengan Canva. Ada yang baru pertama kali membuka aplikasi ini. Memasuki hari kedua, setelah siswa cukup mahir secara teknis, mahasiswa KKM mulai menyisipkan materi inti keagamaan namun tetap menggunakan Canva sebagai media interaktif. Pada sesi pertama tentang puasa, siswa tidak hanya mendengarkan ceramah tentang rukun dan sunnah puasa. Mereka langsung diminta membuat infografis digital berisi: lima hal yang membatalkan puasa (dengan ikon visual), tiga manfaat puasa untuk kesehatan dan jiwa, serta jadwal imsakiyah versi desain mereka sendiri. Pada sesi kedua tentang thaharah dan sholat, mahasiswa KKM menyiapkan template kuis interaktif Canva yang berisi animasi urutan wudhu (setiap klik menampilkan gerakan dan doa), “Dengan Canva, materi yang dulu terasa berat dan membosankan sekarang jadi seperti bermain game. Mereka belajar sambil mempraktikkan langsung desain,” Para siswa pun berlomba-lomba menyelesaikan kuis dan mendesain infografis terbaik. Guru pendamping yang turut hadir mengaku takjub melihat perubahan metode yang menyedot perhatian siswa sepenuhnya. Di hari ketiga, rangkaian Pondok Ramadhan memasuki puncaknya. Setelah dua hari belajar teknis dan mengaplikasikannya untuk materi agama, hari ketiga difokuskan pada pameran, penilaian, dan apresiasi. Agenda meliputi pameran di kelas oleh setiap anak tentang poster atau infografis bertema puasa, thaharah, atau sholat), dan yang paling ditunggu: pengumuman lomba desain Canva terbaik sepanjang kegiatan. Dewan juri dari mahasiswa KKM menilai berdasarkan tiga kriteria: kesesuaian materi Islami (apakah isi desain sesuai ajaran yang benar), estetika dan tata letak (penggunaan font, warna, elemen), serta kreativitas (apakah ada animasi, ilustrasi unik, atau ide orisinal). Para pemenang pun diumumkan. Kepala SMPN 2 Lawang, ibu sri purwati S.Pd mengaku terkesan dengan pendekatan yang digunakan mahasiswa KKM. “Biasanya pondok Ramadhan itu ceramah, ceramah, dan ceramah. Anak-anak cepat bosan. Kali ini berbeda. Mahasiswa KKM mengajarkan Canva dulu di hari pertama, baru setelah siswa bisa, mereka menggunakan Canva untuk mendesain ulang pemahaman mereka tentang puasa, thaharah, dan sholat. Ini inovasi yang luar biasa dan patut dicontoh,” tuturnya. Para mahasiswa KKM pun berharap keterampilan Canva yang telah diajarkan tidak berhenti di sini. Mereka telah menyerahkan puluhan template Canva dan modul panduan singkat kepada guru-guru, agar pembelajaran interaktif berbasis desain dapat terus berlanjut bahkan setelah kegiatan KKM usai.
DEWI MUTMAINAH
isi Sebuah angin segar berembus di lingkungan SMPN 2 Lawang di pertengahan Ramadhan tahun ini. Tidak seperti pondok Ramadhan pada umumnya yang hanya berisi ceramah satu arah, para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG justru menghadirkan terobosan: mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengajarkan esensi puasa, thaharah, dan sholat.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar transfer ilmu agama, melainkan laboratorium kecil bagaimana teknologi desain dapat menumbuhkan antusiasme siswa terhadap nilai-nilai spiritual. Mengajarkan agama di era digital tidak cukup hanya dengan ceramah. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG di SMPN 2 Lawang membuktikan hal tersebut dengan menghadirkan Pondok Ramadhan yang berbeda. Mereka mengawali kegiatan tiga hari ini bukan dengan ceramah puasa, melainkan dengan pelatihan teknis penggunaan Canva. Di hari pertama, suasana ruang multimedia SMPN 2 Lawang tampak berbeda. Tidak ada buku catatan atau kitab kuning. Yang terlihat adalah puluhan pasang mata siswa kelas 7 dan 8 yang tertuju pada layar laptop dan gawai mereka. Mahasiswa KKM memulai dengan materi dasar Canva yang meliputi: membuat akun mengenal fitur utama seperti template, elemen, teks, upload, dan background, cara menggunakan fitur drag-and-drop untuk menyusun desain, memilih font yang sesuai untuk konten Islami (misal: font kaligrafi atau sans serif yang rapi), serta menyimpan dan mengekspor desain dalam berbagai format (JPG, PNG, PDF, atau GIF). “Kami sadar, tidak semua siswa familiar dengan Canva. Ada yang baru pertama kali membuka aplikasi ini. Memasuki hari kedua, setelah siswa cukup mahir secara teknis, mahasiswa KKM mulai menyisipkan materi inti keagamaan namun tetap menggunakan Canva sebagai media interaktif. Pada sesi pertama tentang puasa, siswa tidak hanya mendengarkan ceramah tentang rukun dan sunnah puasa. Mereka langsung diminta membuat infografis digital berisi: lima hal yang membatalkan puasa (dengan ikon visual), tiga manfaat puasa untuk kesehatan dan jiwa, serta jadwal imsakiyah versi desain mereka sendiri. Pada sesi kedua tentang thaharah dan sholat, mahasiswa KKM menyiapkan template kuis interaktif Canva yang berisi animasi urutan wudhu (setiap klik menampilkan gerakan dan doa), “Dengan Canva, materi yang dulu terasa berat dan membosankan sekarang jadi seperti bermain game. Mereka belajar sambil mempraktikkan langsung desain,” Para siswa pun berlomba-lomba menyelesaikan kuis dan mendesain infografis terbaik. Guru pendamping yang turut hadir mengaku takjub melihat perubahan metode yang menyedot perhatian siswa sepenuhnya. Di hari ketiga, rangkaian Pondok Ramadhan memasuki puncaknya. Setelah dua hari belajar teknis dan mengaplikasikannya untuk materi agama, hari ketiga difokuskan pada pameran, penilaian, dan apresiasi. Agenda meliputi pameran di kelas oleh setiap anak tentang poster atau infografis bertema puasa, thaharah, atau sholat), dan yang paling ditunggu: pengumuman lomba desain Canva terbaik sepanjang kegiatan. Dewan juri dari mahasiswa KKM menilai berdasarkan tiga kriteria: kesesuaian materi Islami (apakah isi desain sesuai ajaran yang benar), estetika dan tata letak (penggunaan font, warna, elemen), serta kreativitas (apakah ada animasi, ilustrasi unik, atau ide orisinal). Para pemenang pun diumumkan. Kepala SMPN 2 Lawang, ibu sri purwati S.Pd mengaku terkesan dengan pendekatan yang digunakan mahasiswa KKM. “Biasanya pondok Ramadhan itu ceramah, ceramah, dan ceramah. Anak-anak cepat bosan. Kali ini berbeda. Mahasiswa KKM mengajarkan Canva dulu di hari pertama, baru setelah siswa bisa, mereka menggunakan Canva untuk mendesain ulang pemahaman mereka tentang puasa, thaharah, dan sholat. Ini inovasi yang luar biasa dan patut dicontoh,” tuturnya. Para mahasiswa KKM pun berharap keterampilan Canva yang telah diajarkan tidak berhenti di sini. Mereka telah menyerahkan puluhan template Canva dan modul panduan singkat kepada guru-guru, agar pembelajaran interaktif berbasis desain dapat terus berlanjut bahkan setelah kegiatan KKM usai.
KHULVY BUNGA ARVELY
isi Sebuah angin segar berembus di lingkungan SMPN 2 Lawang di pertengahan Ramadhan tahun ini. Tidak seperti pondok Ramadhan pada umumnya yang hanya berisi ceramah satu arah, para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG justru menghadirkan terobosan: mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengajarkan esensi puasa, thaharah, dan sholat.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar transfer ilmu agama, melainkan laboratorium kecil bagaimana teknologi desain dapat menumbuhkan antusiasme siswa terhadap nilai-nilai spiritual. Mengajarkan agama di era digital tidak cukup hanya dengan ceramah. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG di SMPN 2 Lawang membuktikan hal tersebut dengan menghadirkan Pondok Ramadhan yang berbeda. Mereka mengawali kegiatan tiga hari ini bukan dengan ceramah puasa, melainkan dengan pelatihan teknis penggunaan Canva. Di hari pertama, suasana ruang multimedia SMPN 2 Lawang tampak berbeda. Tidak ada buku catatan atau kitab kuning. Yang terlihat adalah puluhan pasang mata siswa kelas 7 dan 8 yang tertuju pada layar laptop dan gawai mereka. Mahasiswa KKM memulai dengan materi dasar Canva yang meliputi: membuat akun mengenal fitur utama seperti template, elemen, teks, upload, dan background, cara menggunakan fitur drag-and-drop untuk menyusun desain, memilih font yang sesuai untuk konten Islami (misal: font kaligrafi atau sans serif yang rapi), serta menyimpan dan mengekspor desain dalam berbagai format (JPG, PNG, PDF, atau GIF). “Kami sadar, tidak semua siswa familiar dengan Canva. Ada yang baru pertama kali membuka aplikasi ini. Memasuki hari kedua, setelah siswa cukup mahir secara teknis, mahasiswa KKM mulai menyisipkan materi inti keagamaan namun tetap menggunakan Canva sebagai media interaktif. Pada sesi pertama tentang puasa, siswa tidak hanya mendengarkan ceramah tentang rukun dan sunnah puasa. Mereka langsung diminta membuat infografis digital berisi: lima hal yang membatalkan puasa (dengan ikon visual), tiga manfaat puasa untuk kesehatan dan jiwa, serta jadwal imsakiyah versi desain mereka sendiri. Pada sesi kedua tentang thaharah dan sholat, mahasiswa KKM menyiapkan template kuis interaktif Canva yang berisi animasi urutan wudhu (setiap klik menampilkan gerakan dan doa), “Dengan Canva, materi yang dulu terasa berat dan membosankan sekarang jadi seperti bermain game. Mereka belajar sambil mempraktikkan langsung desain,” Para siswa pun berlomba-lomba menyelesaikan kuis dan mendesain infografis terbaik. Guru pendamping yang turut hadir mengaku takjub melihat perubahan metode yang menyedot perhatian siswa sepenuhnya. Di hari ketiga, rangkaian Pondok Ramadhan memasuki puncaknya. Setelah dua hari belajar teknis dan mengaplikasikannya untuk materi agama, hari ketiga difokuskan pada pameran, penilaian, dan apresiasi. Agenda meliputi pameran di kelas oleh setiap anak tentang poster atau infografis bertema puasa, thaharah, atau sholat), dan yang paling ditunggu: pengumuman lomba desain Canva terbaik sepanjang kegiatan. Dewan juri dari mahasiswa KKM menilai berdasarkan tiga kriteria: kesesuaian materi Islami (apakah isi desain sesuai ajaran yang benar), estetika dan tata letak (penggunaan font, warna, elemen), serta kreativitas (apakah ada animasi, ilustrasi unik, atau ide orisinal). Para pemenang pun diumumkan. Kepala SMPN 2 Lawang, ibu sri purwati S.Pd mengaku terkesan dengan pendekatan yang digunakan mahasiswa KKM. “Biasanya pondok Ramadhan itu ceramah, ceramah, dan ceramah. Anak-anak cepat bosan. Kali ini berbeda. Mahasiswa KKM mengajarkan Canva dulu di hari pertama, baru setelah siswa bisa, mereka menggunakan Canva untuk mendesain ulang pemahaman mereka tentang puasa, thaharah, dan sholat. Ini inovasi yang luar biasa dan patut dicontoh,” tuturnya. Para mahasiswa KKM pun berharap keterampilan Canva yang telah diajarkan tidak berhenti di sini. Mereka telah menyerahkan puluhan template Canva dan modul panduan singkat kepada guru-guru, agar pembelajaran interaktif berbasis desain dapat terus berlanjut bahkan setelah kegiatan KKM usai.
INDAH DWI WAHYUNI PUTRI
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksara Bhakti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ An-Nur yang berlokasi di 4M75+8PR, Pagetan, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yaitu Program Bilingual dan Program Tilawah Al-Qur'an. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at mulai tanggal 20 Januari hingga 4 Mei 2026 dengan melibatkan kurang lebih 48 santri TPQ. Adapun jumlah santri kelas ula sebanyak 37 orang dan santri kelas wustho sebanyak 11 orang. Program tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa dan pembelajaran Al-Qur'an bagi para santri TPQ. Program Bilingual untuk Santri Kelas Ula Program pertama yang dilaksanakan yaitu Program Bilingual yang ditujukan kepada santri kelas ula. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajarkan kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara bergantian kepada para santri melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran dikemas menggunakan lagu-lagu edukatif agar santri lebih mudah memahami dan menghafalkan kosa kata yang diajarkan. Suasana belajar yang ceria dan aktif membuat para santri terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran setiap pekannya. Program bilingual ini bertujuan untuk mengenalkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris kepada para santri sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan bahasa di era modern saat ini. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri santri dalam mempelajari bahasa asing. Program Tilawah Al-Qur'an untuk Santri Kelas Wustho Selain program bilingual, kelompok KKM Aksara Bhakti juga melaksanakan Program Tilawah Al-Qur'an yang ditujukan kepada santri kelas wustho yang telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar. Dalam program ini, mahasiswa membimbing para santri untuk membaca Al-Qur'an secara baik dan benar dengan memperhatikan kaidah tartil, pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, serta keindahan suara ketika membaca Al-Qur'an. Para santri juga diberikan contoh bacaan tilawah agar mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih merdu dan penuh penghayatan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Muzammil ayat 4 yang berbunyi: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." Selain itu, program ini juga berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW: "Perindahlah Al-Qur'an dengan suara kalian." Melalui program tersebut, diharapkan para santri mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Pelaksanaan Lomba sebagai Penutup Program Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap kemampuan santri, kelompok KKM Aksara Bhakti menyelenggarakan perlombaan yang terdiri dari dua cabang lomba, yaitu lomba bilingual dan lomba tartil Al-Qur'an. Perlombaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh santri sesuai kategori perlombaan masing-masing. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah pada tanggal 9 Mei 2026 sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi para santri selama mengikuti program kegiatan. Antusiasme dan Perkembangan Santri Pelaksanaan program unggulan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan santri TPQ An-Nur. Antusias belajar santri mengalami peningkatan, khususnya dalam pembelajaran bilingual karena para santri tertarik dengan metode pembelajaran yang menggunakan lagu-lagu edukatif dan menyenangkan. Selain itu, para santri mulai mampu menghafalkan berbagai kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang telah diajarkan selama program berlangsung. Pada program tilawah, kemampuan membaca Al-Qur'an para santri juga mengalami peningkatan, baik dari segi pelafalan maupun keindahan bacaan. Hambatan dalam Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan program, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa KKM, di antaranya masih banyak santri yang belum dapat fokus dan mengikuti pembelajaran dengan cermat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh usia santri yang masih berada pada tahap anak-anak sehingga masih cenderung aktif bermain dan belum mampu sepenuhnya mengikuti pembelajaran secara serius. Meskipun demikian, mahasiswa KKM tetap berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan kondusif agar para santri tetap tertarik mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Menumbuhkan Generasi Qur'ani dan Berwawasan Bahasa Melalui dua program unggulan tersebut, kelompok KKM Aksara Bhakti berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pendidikan santri TPQ An-Nur, baik dalam bidang bahasa maupun pembelajaran Al-Qur'an. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang religius, berakhlak baik, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta mempunyai wawasan bahasa yang dapat menunjang masa depan mereka di tengah perkembangan zaman.
YUSTIKA BERLIAN CINDY APRILLIA
Sebuah angin segar berembus di lingkungan SMPN 2 Lawang di pertengahan Ramadhan tahun ini. Tidak seperti pondok Ramadhan pada umumnya yang hanya berisi ceramah satu arah, para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG justru menghadirkan terobosan: mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengajarkan esensi puasa, thaharah, dan sholat.Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar transfer ilmu agama, melainkan laboratorium kecil bagaimana teknologi desain dapat menumbuhkan antusiasme siswa terhadap nilai-nilai spiritual. Mengajarkan agama di era digital tidak cukup hanya dengan ceramah. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MALANG di SMPN 2 Lawang membuktikan hal tersebut dengan menghadirkan Pondok Ramadhan yang berbeda. Mereka mengawali kegiatan tiga hari ini bukan dengan ceramah puasa, melainkan dengan pelatihan teknis penggunaan Canva. Di hari pertama, suasana ruang multimedia SMPN 2 Lawang tampak berbeda. Tidak ada buku catatan atau kitab kuning. Yang terlihat adalah puluhan pasang mata siswa kelas 7 dan 8 yang tertuju pada layar laptop dan gawai mereka. Mahasiswa KKM memulai dengan materi dasar Canva yang meliputi: membuat akun mengenal fitur utama seperti template, elemen, teks, upload, dan background, cara menggunakan fitur drag-and-drop untuk menyusun desain, memilih font yang sesuai untuk konten Islami (misal: font kaligrafi atau sans serif yang rapi), serta menyimpan dan mengekspor desain dalam berbagai format (JPG, PNG, PDF, atau GIF). “Kami sadar, tidak semua siswa familiar dengan Canva. Ada yang baru pertama kali membuka aplikasi ini. Memasuki hari kedua, setelah siswa cukup mahir secara teknis, mahasiswa KKM mulai menyisipkan materi inti keagamaan namun tetap menggunakan Canva sebagai media interaktif. Pada sesi pertama tentang puasa, siswa tidak hanya mendengarkan ceramah tentang rukun dan sunnah puasa. Mereka langsung diminta membuat infografis digital berisi: lima hal yang membatalkan puasa (dengan ikon visual), tiga manfaat puasa untuk kesehatan dan jiwa, serta jadwal imsakiyah versi desain mereka sendiri. Pada sesi kedua tentang thaharah dan sholat, mahasiswa KKM menyiapkan template kuis interaktif Canva yang berisi animasi urutan wudhu (setiap klik menampilkan gerakan dan doa), “Dengan Canva, materi yang dulu terasa berat dan membosankan sekarang jadi seperti bermain game. Mereka belajar sambil mempraktikkan langsung desain,” Para siswa pun berlomba-lomba menyelesaikan kuis dan mendesain infografis terbaik. Guru pendamping yang turut hadir mengaku takjub melihat perubahan metode yang menyedot perhatian siswa sepenuhnya. Di hari ketiga, rangkaian Pondok Ramadhan memasuki puncaknya. Setelah dua hari belajar teknis dan mengaplikasikannya untuk materi agama, hari ketiga difokuskan pada pameran, penilaian, dan apresiasi. Agenda meliputi pameran di kelas oleh setiap anak tentang poster atau infografis bertema puasa, thaharah, atau sholat), dan yang paling ditunggu: pengumuman lomba desain Canva terbaik sepanjang kegiatan. Dewan juri dari mahasiswa KKM menilai berdasarkan tiga kriteria: kesesuaian materi Islami (apakah isi desain sesuai ajaran yang benar), estetika dan tata letak (penggunaan font, warna, elemen), serta kreativitas (apakah ada animasi, ilustrasi unik, atau ide orisinal). Para pemenang pun diumumkan. Kepala SMPN 2 Lawang, ibu sri purwati S.Pd mengaku terkesan dengan pendekatan yang digunakan mahasiswa KKM. “Biasanya pondok Ramadhan itu ceramah, ceramah, dan ceramah. Anak-anak cepat bosan. Kali ini berbeda. Mahasiswa KKM mengajarkan Canva dulu di hari pertama, baru setelah siswa bisa, mereka menggunakan Canva untuk mendesain ulang pemahaman mereka tentang puasa, thaharah, dan sholat. Ini inovasi yang luar biasa dan patut dicontoh,” tuturnya. Para mahasiswa KKM pun berharap keterampilan Canva yang telah diajarkan tidak berhenti di sini. Mereka telah menyerahkan puluhan template Canva dan modul panduan singkat kepada guru-guru, agar pembelajaran interaktif berbasis desain dapat terus berlanjut bahkan setelah kegiatan KKM usai.
NASYWA ADRISTI QOTRUNNADA
Gelak tawa dan sorak-sorai santri memenuhi ruangan ketika para mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari UIN Malang menggelar lomba antar kelas sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mereka. Kegiatan lomba antar santri yang diselenggarakan di TPQ Al Mabrur menjadi momen penuh semangat dan antusiasme bagi para peserta dari berbagai jenjang usia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar santri melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Berbagai jenis lomba digelar dengan menyesuaikan tingkat usia dan kemampuan santri. Tercatat ada tiga kategori lomba utama yang diikuti oleh santri dari kelas pra, diniyah, hingga tahfidz. Untuk kategori pertama, lomba diperuntukkan bagi kelas pra, yaitu anak usia dini sekitar 3--5 tahun. Pada kategori ini, lomba yang diadakan adalah lomba mewarnai. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas, motorik halus, serta mengenalkan anak pada suasana belajar yang menyenangkan sejak usia dini. Dengan tema islami yang sederhana, anak-anak terlihat antusias menuangkan warna dan imajinasi mereka di atas kertas. Selanjutnya, untuk santri kelas diniyah diadakan lomba Olimpiade Mabadi' Fiqih. Lomba ini menguji pemahaman dasar santri terkait ilmu fiqih, seperti tata cara ibadah, hukum-hukum dasar dalam Islam, serta pengetahuan keagamaan sehari-hari. Dengan konsep kompetisi yang edukatif, lomba ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus melatih kepercayaan diri santri dalam menjawab soal-soal keislaman. Sementara itu, bagi santri kelas tahfidz, diselenggarakan lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an). Lomba ini menjadi ajang bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Penilaian dalam MHQ meliputi kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur'an. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kecintaan santri terhadap Al-Qur'an. Kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, keberanian tampil, serta mempererat kebersamaan antar santri. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan TPQ Al Mabrur dapat terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan berdampak positif bagi perkembangan santri. Kegiatan ini ditutup dengan penuh kebahagiaan melalui pembagian hadiah kepada para peserta dan apresiasi bagi seluruh santri yang telah berpartisipasi. Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya itu, kebersamaan yang terjalin antara santri, pengajar, dan mahasiswa KKM juga menjadi nilai berharga yang mempererat hubungan di lingkungan TPQ Al Mabrur. untuk kedepannya, kegiatan serupa direncanakan dapat menjadi agenda rutin, sehingga mampu menjaga semangat belajar santri secara berkelanjutan di tengah tantangan zaman. (dokumentasi pembagian hadiah) (foto bersama santri TPQ AL-Mabrur) Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar para santri dapat terus tumbuh dan berkembang. Teruslah berusaha, belajar, dan menggapai cita-cita dengan penuh keyakinan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman. Semangat belajar, santri hebat!