Thumbnail
4 months ago
Semarak Lomba dalam Kegiatan Bersih Kampung di TPQ Al-Ikhlas bersama Mahasiswa AM UIN Malang

MEKARILLA ANANDA RAMADHANTY

TPQ Al-Ikhlas menyelenggarakan kegiatan Lomba Bersih Kampung yang dikemas secara menarik dengan nuansa perlombaan khas 17 Agustusan. Kegiatan ini dilaksanakan pada [isi hari, tanggal] bertempat di lingkungan TPQ Al-Ikhlas, dengan melibatkan seluruh santri serta didukung oleh Mahasiswa Asistensi Mengajar dari UIN Malang sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan dengan mahasiswa dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi santri. Selain bertujuan untuk menanamkan nilai kebersihan sebagai bagian dari iman, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta rasa tanggung jawab sosial. Sejak awal kegiatan, suasana tampak meriah dan penuh semangat. Para santri terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan simbolis pemotongan pita sebagai tanda dimulainya lomba, yang disambut dengan sorak gembira dari para peserta. Berbagai jenis perlombaan khas perayaan 17 Agustus turut memeriahkan kegiatan ini, seperti lomba estafet, lomba ketangkasan, lomba kekompakan tim, serta permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia santri. Selain itu, kegiatan utama berupa lomba bersih kampung juga menjadi fokus utama, di mana para santri diajak untuk membersihkan lingkungan sekitar TPQ, merapikan area belajar, serta menjaga kebersihan fasilitas yang ada. Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang berperan aktif dalam mengoordinasikan jalannya kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Mereka juga memberikan pendampingan langsung kepada santri selama kegiatan berlangsung, sehingga tercipta suasana yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa ini memberikan warna tersendiri serta menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus semangat dalam menuntut ilmu.Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan nilai-nilai positif seperti kebersamaan, kepedulian, serta rasa tanggung jawab. Santri terlihat saling membantu, berbagi tugas, dan bekerja sama dalam menyelesaikan setiap kegiatan yang diberikan. Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pemberian apresiasi kepada kelompok terbaik. Meskipun demikian, seluruh peserta tetap mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik. Secara keseluruhan, kegiatan Lomba Bersih Kampung yang dikombinasikan dengan lomba 17 Agustusan ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keceriaan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter santri yang peduli lingkungan, disiplin, serta memiliki semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, TPQ Al-Ikhlas bersama Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang kreatif dan inovatif, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara keagamaan, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar      

Thumbnail
4 months ago
Semangat Mandagres! Mengintip Persiapan Intensif Siswa MAN 2 Gresik Menuju Podium Juara

M AS HISBILLAH ROSYID

Ada yang bilang, perpustakaan adalah tempat paling tenang. Tapi di MAN 2 Gresik, perpustakaan juga bisa berubah jadi "ruang perang" ide yang penuh semangat! ​Hari ini, suasana bimbingan menjelang lomba terasa sangat hangat. Tidak ada meja tinggi yang membatasi, cukup duduk lesehan beralaskan lantai porselen yang dingin, tapi dengan diskusi yang panas dan produktif. Inilah potret nyata perjuangan di balik setiap trofi yang terpajang di lemari sekolah kita. ​Menghapus Jarak, Membangun Mental ​Duduk melingkar seperti ini bukan tanpa alasan. Di MAN 2 Gresik, bimbingan bukan hanya soal transfer ilmu dari guru ke siswa, tapi soal membangun chemistry. ​Diskusi Terbuka: Siswa lebih berani bertanya dan mengeluarkan pendapat tanpa rasa canggung. ​Bedah Materi: Setiap butir soal dan strategi teknis kita kupas tuntas bersama. ​Dukungan Moral: Selain asupan materi, mental mereka juga kita siapkan agar tetap tenang saat menghadapi lawan di ajang lomba nanti. ​Lebih dari Sekadar Lomba ​Bagi kami para pembimbing, melihat keseriusan di mata para siswi saat meneliti berkas-berkas di lantai ini adalah sebuah kebanggaan. Kami tidak hanya sedang menyiapkan mereka untuk menjawab soal atau tampil di panggung, tapi kami sedang menyiapkan mentalitas tangguh yang akan mereka bawa seumur hidup. ​Doa dan Harapan untuk Mandagres ​Perjalanan menuju juara memang tidak pernah ada jalan pintas. Butuh waktu luang yang dikorbankan dan fokus yang tajam. Untuk anak-anakku yang sedang berjuang, ingatlah: ​"Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Setiap menit yang kalian habiskan di lantai ini adalah langkah pasti menuju kesuksesan."

Thumbnail
4 months ago
KKM FITK UIN Malang Sukses Dampingi Siswa MAN 2 Gresik di Lomba Khitobah Provinsi, Dari Pembinaan Menuju Podium Juara

NABILA MEILANI

Semangat dan tekad kuat yang dimiliki siswi MAN 2 Gresik dalam meraih prestasi benar-benar menjadi inspirasi bagi banyak orang. Berawal dari sebuah cerita sederhana, lahirlah perjalanan penuh perjuangan yang akhirnya mengantarkan nama sekolah menuju ajang tingkat provinsi, 26 Januari hingga 13 Mei 2026. Semua bermula ketika seorang siswi MAN 2 Gresik memberanikan diri untuk bercerita dan mencurahkan kecemasannya kepada anggota KKM FITK UIN Malang. Ia mengungkapkan keinginannya untuk belajar khitobah bahasa Arab, meskipun sebelumnya masih merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Dari percakapan sederhana itulah semangat baru mulai tumbuh. Mahasiswa KKM FITK UIN Malang (Azmi Salsabila (PAI), Nur Wahid Muhammad (PBA), Qurrota A’yun (PBA), Ainatus Salwa (PAI), ⁠Awwaliyatul hikmah (TBI), M As Hisbillah Rosyid (PIPS), Nabila Meilani (PBA), Muhammad Tsani El Jamhari (PIPS), dan Amaisyah Zahra Kirana (PIPS) melihat bahwa di balik rasa cemas tersebut, tersimpan potensi besar yang hanya perlu diarahkan dan diasah. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh motivasi, proses pembinaan pun dimulai sedikit demi sedikit. Tidak hanya mengajarkan cara berpidato yang baik, tetapi juga membangun keberanian untuk tampil di depan banyak orang. Melihat antusias dan niat besar dari siswi tersebut, mahasiswa KKM FITK UIN Malang mulai memberikan pendampingan secara intensif. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, siswi itu kemudian memberanikan diri untuk mendaftarkan diri pada ajang lomba khitobah tingkat Kabupaten. Selama kurang lebih dua minggu, proses pembinaan dilakukan secara konsisten. Setiap hari diisi dengan latihan pelafalan bahasa Arab, penguatan mental, pengaturan intonasi, hingga ekspresi ketika menyampaikan pidato. Terkadang rasa lelah dan gugup muncul, namun semangat untuk terus belajar selalu menjadi alasan untuk bertahan. Tidak sedikit waktu istirahat yang dikorbankan demi mempersiapkan penampilan terbaik. Seusai jam pelajaran, latihan tetap berlangsung dengan penuh semangat. Bahkan, mahasiswa KKM dan para siswa sering memanfaatkan waktu sore hingga malam untuk mengevaluasi penampilan dan memperbaiki setiap kekurangan. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Siswi MAN 2 Gresik berhasil meraih Juara 2 tingkat kabupaten dalam Lomba Khitobah ‘Araby. Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti suasana ketika pengumuman juara dibacakan. Prestasi itu menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba tidak pernah mengkhianati hasil. Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kemenangan pribadi bagi siswi yang mengikuti lomba, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi sekolah dan mahasiswa KKM FITK UIN Malang yang turut membersamai proses perjuangan itu dari awal. Melihat potensi dan perkembangan yang luar biasa, pihak sekolah kemudian mendaftarkan siswi tersebut untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi. Tantangan yang dihadapi tentu jauh lebih besar karena harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah. Namun, hal itu justru menjadi motivasi baru untuk terus berkembang. Semangat positif yang muncul dari keberhasilan tersebut ternyata menular kepada siswa lainnya. Banyak siswa mulai tertarik untuk mengikuti pembinaan dan mengembangkan kemampuan mereka di berbagai bidang perlombaan, seperti MHQ, MFQ, qira’ah, olimpiade, syi’ir bahasa Arab, dan cabang lomba keagamaan lainnya. Melihat antusiasme yang semakin besar, mahasiswa KKM FITK UIN Malang bersama pihak sekolah membuka ruang pembinaan yang lebih luas. Suasana sekolah perlahan berubah menjadi lebih hidup dengan semangat belajar dan budaya berprestasi yang semakin kuat. Selama satu bulan penuh, para siswa dibimbing dan digembleng bersama oleh mahasiswa KKM FITK UIN Malang. Setiap latihan bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang bertumbuh bersama. Para siswa saling mendukung, saling menyemangati, dan belajar untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Tidak jarang mahasiswa KKM juga memberikan motivasi tentang pentingnya mencoba dan berani gagal. Sebab, menurut mereka, kemenangan sejati bukan hanya tentang mendapatkan piala, tetapi tentang keberanian untuk melangkah dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Usaha dan doa yang terus mengiringi akhirnya kembali menghadirkan hasil yang membanggakan. Salah satu siswa berhasil meraih Juara Harapan 1 Khitobah tingkat Provinsi, sementara siswa lainnya sukses menyabet Juara 3 pada cabang Syi’ir ‘Araby tingkat Provinsi. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara siswa, sekolah, dan mahasiswa KKM mampu melahirkan pencapaian yang luar biasa. Dari yang awalnya hanya sebuah curhatan sederhana, kini berubah menjadi perjalanan inspiratif yang memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar kemenangan, pengalaman ini juga mengajarkan bahwa potensi akan berkembang ketika dipertemukan dengan lingkungan yang mendukung dan orang-orang yang mau membersamai prosesnya. Kepercayaan diri yang dulu terasa sulit tumbuh, kini perlahan berubah menjadi keberanian untuk tampil dan bersinar. Kehadiran mahasiswa KKM FITK UIN Malang di MAN 2 Gresik tidak hanya menjalankan program pengabdian masyarakat, tetapi juga meninggalkan semangat baru bagi para siswa untuk terus bermimpi dan berprestasi. Mereka membuktikan bahwa pengabdian yang tulus dapat melahirkan perubahan nyata. Semoga prestasi ini menjadi awal dari lahirnya generasi-generasi hebat MAN 2 Gresik yang mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, dan bangsa. Karena sejatinya, setiap langkah kecil yang dimulai dengan niat baik dapat membawa seseorang menuju pencapaian yang besar.

Thumbnail
4 months ago
Dari Pembinaan ke Podium Juara: KKM UIN Malang Sukses Dampingi Siswa MAN 2 Gresik di Lomba Khitobah Provinsi

QURROTA A`YUN

Semangat dan tekad kuat yang dimiliki siswi MAN 2 Gresik dalam meraih prestasi di bidang khitobah ‘araby benar-benar menjadi inspirasi bagi banyak orang. Berawal dari sebuah cerita sederhana, lahirlah perjalanan penuh perjuangan yang akhirnya mengantarkan nama sekolah menuju ajang tingkat provinsi. Semua bermula ketika seorang siswi MAN 2 Gresik memberanikan diri untuk bercerita dan mencurahkan kecemasannya kepada anggota KKM UIN Malang. Ia mengungkapkan keinginannya untuk belajar khitobah bahasa Arab, meskipun sebelumnya masih merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Dari percakapan sederhana itulah semangat baru mulai tumbuh. Mahasiswa KKM UIN Malang melihat bahwa di balik rasa cemas tersebut, tersimpan potensi besar yang hanya perlu diarahkan dan diasah. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh motivasi, proses pembinaan pun dimulai sedikit demi sedikit. Tidak hanya mengajarkan cara berpidato yang baik, tetapi juga membangun keberanian untuk tampil di depan banyak orang. Melihat antusias dan niat besar dari siswi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang mulai memberikan pendampingan secara intensif. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, siswi itu kemudian memberanikan diri untuk mendaftarkan diri pada ajang lomba khitobah tingkat kabupaten. Selama kurang lebih dua minggu, proses pembinaan dilakukan secara konsisten. Setiap hari diisi dengan latihan pelafalan bahasa Arab, penguatan mental, pengaturan intonasi, hingga ekspresi ketika menyampaikan pidato. Terkadang rasa lelah dan gugup muncul, namun semangat untuk terus belajar selalu menjadi alasan untuk bertahan. Tidak sedikit waktu istirahat yang dikorbankan demi mempersiapkan penampilan terbaik. Seusai jam pelajaran, latihan tetap berlangsung dengan penuh semangat. Bahkan, mahasiswa KKM dan para siswa sering memanfaatkan waktu sore hingga malam untuk mengevaluasi penampilan dan memperbaiki setiap kekurangan.

Thumbnail
4 months ago
Dari Pembinaan ke Prodium Juara: KKM FITK UIN Malang Sukses Dampingi Siswa MAN 2 Gresik di Lomba Khitobah Provinsi, Dari Pembinaan Menuju Podium Juara

AINATUS SALWA

FITK INSIGHT – Semangat dan tekad kuat yang dimiliki siswi MAN 2 Gresik dalam meraih prestasi benar-benar menjadi inspirasi bagi banyak orang. Berawal dari sebuah cerita sederhana, lahirlah perjalanan penuh perjuangan yang akhirnya mengantarkan nama sekolah menuju ajang tingkat provinsi, 26 Januari hingga 13 Mei 2026. Semua bermula ketika seorang siswi MAN 2 Gresik memberanikan diri untuk bercerita dan mencurahkan kecemasannya kepada anggota KKM FITK UIN Malang. Ia mengungkapkan keinginannya untuk belajar khitobah bahasa Arab, meskipun sebelumnya masih merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Dari percakapan sederhana itulah semangat baru mulai tumbuh. Mahasiswa KKM FITK UIN Malang (Azmi Salsabila (PAI), Nur Wahid Muhammad (PBA), Qurrota A’yun (PBA), Ainatus Salwa (PAI), ⁠Awwaliyatul hikmah (TBI), M As Hisbillah Rosyid (PIPS), Nabila Meilani (PBA), Muhammad Tsani El Jamhari (PIPS), dan Amaisyah Zahra Kirana (PIPS) melihat bahwa di balik rasa cemas tersebut, tersimpan potensi besar yang hanya perlu diarahkan dan diasah. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh motivasi, proses pembinaan pun dimulai sedikit demi sedikit. Tidak hanya mengajarkan cara berpidato yang baik, tetapi juga membangun keberanian untuk tampil di depan banyak orang. Melihat antusias dan niat besar dari siswi tersebut, mahasiswa KKM FITK UIN Malang mulai memberikan pendampingan secara intensif. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, siswi itu kemudian memberanikan diri untuk mendaftarkan diri pada ajang lomba khitobah tingkat Kabupaten. Selama kurang lebih dua minggu, proses pembinaan dilakukan secara konsisten. Setiap hari diisi dengan latihan pelafalan bahasa Arab, penguatan mental, pengaturan intonasi, hingga ekspresi ketika menyampaikan pidato. Terkadang rasa lelah dan gugup muncul, namun semangat untuk terus belajar selalu menjadi alasan untuk bertahan. Tidak sedikit waktu istirahat yang dikorbankan demi mempersiapkan penampilan terbaik. Seusai jam pelajaran, latihan tetap berlangsung dengan penuh semangat. Bahkan, mahasiswa KKM dan para siswa sering memanfaatkan waktu sore hingga malam untuk mengevaluasi penampilan dan memperbaiki setiap kekurangan. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Siswi MAN 2 Gresik berhasil meraih Juara 2 tingkat kabupaten dalam Lomba Khitobah ‘Araby. Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti suasana ketika pengumuman juara dibacakan. Prestasi itu menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba tidak pernah mengkhianati hasil. Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kemenangan pribadi bagi siswi yang mengikuti lomba, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi sekolah dan mahasiswa KKM FITK UIN Malang yang turut membersamai proses perjuangan itu dari awal. Melihat potensi dan perkembangan yang luar biasa, pihak sekolah kemudian mendaftarkan siswi tersebut untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi. Tantangan yang dihadapi tentu jauh lebih besar karena harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah. Namun, hal itu justru menjadi motivasi baru untuk terus berkembang. Semangat positif yang muncul dari keberhasilan tersebut ternyata menular kepada siswa lainnya. Banyak siswa mulai tertarik untuk mengikuti pembinaan dan mengembangkan kemampuan mereka di berbagai bidang perlombaan, seperti MHQ, MFQ, qira’ah, olimpiade, syi’ir bahasa Arab, dan cabang lomba keagamaan lainnya. Melihat antusiasme yang semakin besar, mahasiswa KKM FITK UIN Malang bersama pihak sekolah membuka ruang pembinaan yang lebih luas. Suasana sekolah perlahan berubah menjadi lebih hidup dengan semangat belajar dan budaya berprestasi yang semakin kuat. Selama satu bulan penuh, para siswa dibimbing dan digembleng bersama oleh mahasiswa KKM FITK UIN Malang. Setiap latihan bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang bertumbuh bersama. Para siswa saling mendukung, saling menyemangati, dan belajar untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Tidak jarang mahasiswa KKM juga memberikan motivasi tentang pentingnya mencoba dan berani gagal. Sebab, menurut mereka, kemenangan sejati bukan hanya tentang mendapatkan piala, tetapi tentang keberanian untuk melangkah dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Usaha dan doa yang terus mengiringi akhirnya kembali menghadirkan hasil yang membanggakan. Salah satu siswa berhasil meraih Juara Harapan 1 Khitobah tingkat Provinsi, sementara siswa lainnya sukses menyabet Juara 3 pada cabang Syi’ir ‘Araby tingkat Provinsi. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara siswa, sekolah, dan mahasiswa KKM mampu melahirkan pencapaian yang luar biasa. Dari yang awalnya hanya sebuah curhatan sederhana, kini berubah menjadi perjalanan inspiratif yang memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar kemenangan, pengalaman ini juga mengajarkan bahwa potensi akan berkembang ketika dipertemukan dengan lingkungan yang mendukung dan orang-orang yang mau membersamai prosesnya. Kepercayaan diri yang dulu terasa sulit tumbuh, kini perlahan berubah menjadi keberanian untuk tampil dan bersinar. Kehadiran mahasiswa KKM FITK UIN Malang di MAN 2 Gresik tidak hanya menjalankan program pengabdian masyarakat, tetapi juga meninggalkan semangat baru bagi para siswa untuk terus bermimpi dan berprestasi. Mereka membuktikan bahwa pengabdian yang tulus dapat melahirkan perubahan nyata. Semoga prestasi ini menjadi awal dari lahirnya generasi-generasi hebat MAN 2 Gresik yang mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, dan bangsa. Karena sejatinya, setiap langkah kecil yang dimulai dengan niat baik dapat membawa seseorang menuju pencapaian yang besar.[iz] Email : fitk@uin-malang.ac.id Website: fitk.uin-malang.ac.id Instagram : fitkuinmlg Tiktok : fitk.uinmalang Youtube : fitkuinmlg Layanan : – WA : 0816561337 (15. Layanan FITK) – Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)  

Thumbnail
4 months ago
Merajut Kasih Lintas Generasi: Keseruan KKM Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Panti Tresna Werdha Blitar

TIARA INTAN FADILA

Wlingi, Blitar -- Masa tua adalah masa di mana seseorang membutuhkan lebih banyak kehangatan dan teman bercerita. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) & Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 67/Satriya Karsa Abhipraya dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim mengadakan kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Panti Tresna Werdha Blitar, Kec. Wlingi,Kab.  Blitar, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Mengusung tema Sehari bersama, sejuta bahagia, kegiatan ini tidak hanya sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar empati dan berbagi kebahagiaan dengan kakek dan nenek di panti wreda tersebut. Acara yang berlangsung sejak pukul 06.30 ini diawali dengan sambutan hangat dari pihak pengurus panti dan penghuni Panti Tresna Werdha Blitar. Setelah itu, suasana seketika menjadi cair dan meriah melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia mahasiswa. Beberapa kegiatan utama yang dilakukan antara lain:  Senam Pagi Bersama : Mengajak para lansia bergerak santai untuk menjaga kebugaran Berbincang Bersama dengan Para Lansia Sesi Berbagi Cerita (Panggung kenangan): Mahasiswa mendengarkan kisah hidup, pengalaman, dan petuah bijak dari para lansia, bernyanyi .Sesi ini menjadi momen yang paling haru dan penuh tawa. Membuat Kartu kenangan: Pada sesi ini, lansia diajak membuat kartu kenangan yang mana, para lansia menulis kenangan terindah mereka selama hidup. Hal ini tidak hanya untuk membantu para lansia mengingat kenangan indah selama hidup saja. Tetapi, kartu yang bertuliskan kenangan terindah ini bisa menjadi bahan pelipur lara apabila para lansia sedang merasa tidak baik-baik saja selama di Panti Tresna Werdha Blitar. Ketua Kelompok KKM Satriya Karsa Abhipraya, Naufal Labib Hibatullah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran hidup yang luar biasa bagi seluruh anggota kelompok. "Kami datang ke sini dengan niat untuk menghibur mbah putri dan mbah kakung, tapi justru kami yang banyak belajar dari mereka. Semangat hidup dan senyum mereka benar-benar jadi inspirasi buat kami para generasi muda," ujar Naufal. Dalam acara ini, kelompok KKM Satriya Karsa Abhipraya juga menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari hari seperti, popok dewasa, tissue basah sabun mandi dan sabun cuci baju kepada pihak pengurus Panti Tresna Werdha Blitar. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto yang diwarnai dengan penuh kehangatan. Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan tali silaturahmi antara mahasiswa dan panti jompo dapat terus terjalin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bentuk kepedulian sekecil apa pun, apalagi meluangkan waktu untuk sekadar mendengarkan, bisa sangat berarti bagi mereka yang berada di usia senja.