Thumbnail
4 months ago
Perkuat Karakter Islami, Siswa MTs Al Ma'arif 02 Singosari Antusias Ikuti Kegiatan SKU Keagamaan Setiap Sabtu

MUH. UBAIDILLAH AL AZHARI

Suasana religius tampak menyelimuti lingkungan MTs Al Ma’arif 02 Singosari dalam kegiatan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 tersebut berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh antusias. Program mingguan ini diselenggarakan sebagai salah satu pilar utama madrasah dalam memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter islami peserta didik sejak dini. Dalam pelaksanaannya, kegiatan SKU keagamaan ini dirancang secara komprehensif dengan materi yang variatif namun terukur. Para siswa mendapatkan bimbingan materi keagamaan praktis, mulai dari hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an (Juz Amma), hafalan doa-doa harian, hingga pembelajaran fiqih dasar yang relevan dengan ibadah sehari-hari. Guna menyuntikkan semangat, kegiatan juga diselingi dengan sesi pemberian motivasi spiritual oleh masing-masing guru pembimbing di tiap kelas. Sejak bel kegiatan berbunyi, atmosfer pembelajaran yang khidmat langsung terasa di dalam ruang-ruang kelas. Para siswa secara bergiliran menyetorkan hafalan surat pendek dan doa harian mereka secara individual kepada guru pendamping. Proses setoran ini berjalan objektif dan interaktif; tidak hanya berfokus pada kuantitas hafalan semata, tetapi guru juga memberikan koreksi tajwid serta penjelasan mendalam mengenai makna terjemahan. Lebih dari itu, implementasi materi fiqih dalam kehidupan sehari-hari turut ditekankan agar siswa tidak sekadar menghafal, melainkan mampu mengamalkannya dengan benar. Di samping aspek akademis-kognitif keagamaan, program SKU di MTs Al Ma’arif 02 Singosari ini juga menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter (character building) peserta didik. Melalui untaian motivasi yang diberikan oleh guru pembimbing di akhir sesi, siswa diajak dan dibina untuk selalu menanamkan sikap disiplin waktu, menjaga akhlakul karimah (akhlak mulia), menaruh hormat yang tinggi kepada orang tua dan guru, serta membiasakan diri untuk menjalankan ibadah wajib maupun sunah secara istiqamah. Pihak manajemen MTs Al Ma’arif 02 Singosari menyampaikan bahwa kontinuitas kegiatan SKU ini memegang target jangka panjang yang strategis. Madrasah berkomitmen penuh untuk mencetak generasi muda yang seimbang (tidak hanya cerdas dan unggul secara akademik), tetapi juga memiliki fondasi keimanan dan pemahaman keagamaan yang kokoh. Lewat program rutin ini, peserta didik diharapkan konsisten meningkatkan hafalan mereka, fasih beribadah sesuai tuntunan fiqih, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai islami dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya kegiatan SKU yang terstruktur dan dilaksanakan secara berkala setiap hari Sabtu ini, besar harapan keluarga besar MTs Al Ma’arif 02 Singosari agar seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu luas, berakhlak mulia, serta senantiasa memiliki gairah dan semangat yang tinggi untuk mempelajari serta mengamalkan ajaran agama.

Thumbnail
4 months ago
Mengenal Lebih Dekat MTs AlMaarif 02 Singosari Melalui Kegiatan BOHAS (Bongkar Rahasia)

ERNA CHULIANA

Singosari, 9 Februari 2026 - - Asistensi Mengajar kelompok 40 Navasakha telah ikut melaksanakan kegiatan BOHAS (Bongkar Rahasia) bertempat di MTs AlMaarif 02 Singosari pada sabtu (9/2) . Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi sekolah yang ditujukan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)  guna mengenalkan lingkungan serta program sekolah kepada peserta. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diawali dengan Registrasi peserta dan pengarahan ke aula sekolah. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan yang berisi pemaparan materi dari pihak sekolah mengenai informasi sekolah dan Rlangga mengenai cara cepat menghitung rumus matematika. Setelah materi selesai, peserta melaksanakan simulasi ujian sebagai bentuk latihan. kemudian, peserta diajak mengunjungi pameran yang menampilkan berbagai informasi  dan karya sekolah. Rangkaian kegiatan pada sesi pertama kemudian dilanjutkan dengan penampilan hiburan berupa drama musikal yang dibawakan oleh siswa-siswi sekolah. Setelah penampilan berakhir, dilaksanakan penyerahan hadiah kepada peserta yang memperoleh nilai terbaik dalam simulasi ujian. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada sesi kedua dengan rangkaian acara yang pada dasarnya sama seperti sesi pertama, namun berbeda pada penampilan hiburannya. Pada sesi kedua ditampilkan pertunjukan tari serta demonstrasi pencak silat Pagar Nusa. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kembali dilaksanakan penyerahan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan.

Thumbnail
4 months ago
MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA, SEMINAR PERMATA SUKSES CETAK TRANSFORMASI SPIRITUAL SISWA MAN 1 KOTA KEDIRI

NUR HIDAYATUL HASANAH

KEDIRI — Masa remaja merupakan fase yang sangat krusial dalam pembentukan karakter dan pencarian jati diri. Di tengah derasnya arus pengaruh lingkungan pergaulan dan pesatnya perkembangan teknologi, para remaja sering kali dihadapkan pada tantangan moral yang cukup kompleks. Menyikapi fenomena ini, kelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil langkah nyata melalui kolaborasi keagamaan di sekolah. Pada Kamis, 26 Februari 2026, Aula Lama MAN 1 Kota Kediri dipadati oleh ratusan siswa kelas X yang tampak antusias. Mereka berkumpul untuk mengikuti perhelatan berharga bertajuk Seminar PERMATA (Power Ramadhan Membangun Takwa). Mengusung tema besar "Ramadhan: Transformasi Spiritual Menuju Pribadi Beriman dan Berakhlak Mulia", seminar ini dirancang khusus untuk membimbing para siswa agar mampu mengarahkan diri pada nilai-nilai keimanan yang kokoh. Momentum Emas di Ambang Bulan Suci Bulan Ramadhan sejatinya bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan tanpa makna. Di hadapan sekitar 344 siswa kelas X yang hadir, pihak penyelenggara menekankan bahwa bulan suci ini merupakan madrasah spiritual terbaik untuk melakukan perubahan perilaku dan pembentukan akhlak mulia. Acara akbar ini secara resmi dibuka dengan khidmat oleh Master of Ceremony (MC), yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Atmosfer hangat kian terasa saat Kepala Madrasah MAN 1 Kota Kediri memberikan sambutan hangat di podium. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi program ini dan berharap agar materi yang disampaikan mampu diserap secara nyata untuk membentengi moral para siswa di era digital. Membedah Esensi Transformasi Diri Sesi inti yang dinanti-nantikan pun dimulai di bawah panduan hangat dari saudari Zahwa Amalia Nisa’ selaku moderator. Narasumber utama, Ayu Setia Ningsih, S.S., memaparkan materi secara interaktif dan lugas di hadapan para peserta. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi bahwa kunci utama dari transformasi spiritual adalah konsistensi dalam mengimplementasikan nilai keimanan menjadi tindakan atau akhlak nyata dalam kehidupan bertetangga, sekolah, maupun keluarga. Penyampaian materi yang segar dan tidak monoton membuat suasana di dalam aula lama menjadi sangat hidup. Siswa-siswi tampak aktif mencatat poin-poin penting dan tidak ragu untuk berinteraksi langsung. Saat sesi tanya jawab dibuka, ruang aula dipenuhi dengan diskusi yang hangat. Berbagai pertanyaan kritis khas remaja bermunculan dari para audiens. Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan keaktifan para siswa selama berdiskusi, panitia memberikan apresiasi berupa cinderamata langsung di atas panggung yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Refleksi Akhir dan Harapan ke Depan Rangkaian seminar yang berlangsung produktif ini akhirnya ditutup dengan pembacaan doa bersama secara khidmat oleh perwakilan panitia. Melalui pelaksanaan seminar ini, panitia berhasil menyimpulkan bahwa target penguatan spiritual bagi siswa Fase E (Kelas X) MAN 1 Kota Kediri telah tercapai dengan sangat optimal. Kehadiran aktif dari 344 siswa menjadi bukti nyata tingginya kepekaan generasi muda terhadap pentingnya perbaikan kualitas diri.

Thumbnail
4 months ago
"Membangun Karakter Gernerasi Muda, Seminar PERMATA Sukses Cetak Transformasi Spiritual Siswa MAN 1 Kota Kediri"

FARIZ NABIEL AL SYARQI

KEDIRI - Masa remaja merupakan fase yang sangat krusial dalam pembentukan karakter dan pencarian jati diri. Di tengah derasnya arus pengaruh lingkungan pergaulan dan pesatnya perkembangan teknologi, para remaja sering kali menghadapi tantangan moral yang cukup kompleks. Menyikapi fenomena ini, rombongan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil langkah nyata melalui kolaborasi keagamaan di sekolah. Pada Kamis, 26 Februari 2026, Aula Lama MAN 1 Kota Kediri dihadiri oleh ratusan siswa kelas X yang tampak antusias. Mereka berkumpul untuk mengikuti perhelatan berharga bertajuk Seminar PERMATA (Kekuatan Ramadhan Membangun Takwa). Mengusung tema besar “Ramadhan: Transformasi Spiritual Menuju Pribadi Beriman dan Berakhlak Mulia”, seminar ini dirancang khusus untuk membimbing para siswa agar mampu mengarahkan diri pada nilai-nilai keimanan yang kokoh. Momentum Emas di Ambang Bulan Suci Bulan Ramadhan sejatinya bukanlah menjalankan rutinitas ibadah tahunan tanpa makna. Di hadapan sekitar 344 siswa kelas X yang hadir, pihak penyelenggara menekankan bahwa bulan suci ini merupakan madrasah spiritual terbaik untuk melakukan perubahan perilaku dan pembentukan akhlak mulia. Acara akbar ini secara resmi dibuka dengan khidmat oleh Master of Ceremony (MC), yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana hangat kian terasa saat Kepala Madrasah MAN 1 Kota Kediri memberikan sambutan hangat di podium. Beliau menyampaikan pemahaman mendalam atas program inisiasi ini dan berharap agar materi yang disampaikan mampu diserap secara nyata untuk membentengi moral para siswa di era digital. Membedah Esensi Transformasi Diri Sesi inti yang dinanti-nantikan pun dimulai di bawah panduan hangat dari saudari Zahwa Amalia Nisa' selaku moderator. Narasumber utama, Ayu Setia Ningsih, SS, memaparkan materi secara interaktif dan lugas di hadapan para peserta. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi bahwa kunci utama dari transformasi spiritual adalah konsistensi dalam mengimplementasikan nilai-nilai keimanan menjadi tindakan atau akhlak nyata dalam kehidupan bertetangga, sekolah, maupun keluarga. Penyampaian bahan yang segar dan tidak monoton membuat suasana di dalam aula lama menjadi sangat hidup. Siswa-siswi tampak aktif mencatat poin-poin penting dan tidak ragu untuk berinteraksi langsung. Saat sesi tanya jawab dibuka, ruang aula dipenuhi dengan diskusi yang hangat. Berbagai pertanyaan kritis khas remaja bermunculan dari para audiens. Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan keaktifan para siswa selama berdiskusi, panitia memberikan penghargaan berupa cinderamata langsung di atas panggung yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Refleksi Akhir dan Harapan ke Depan Rangkaian seminar yang berlangsung produktif ini akhirnya ditutup dengan pembacaan doa bersama secara khidmat oleh perwakilan panitia. Melalui pelaksanaan seminar ini, panitia berhasil menyimpulkan bahwa target peningkatan spiritual bagi siswa Fase E (Kelas X) MAN 1 Kota Kediri telah tercapai dengan sangat optimal. Kehadiran aktif dari 344 siswa menjadi bukti nyata tingginya kepekaan generasi muda terhadap pentingnya perbaikan kualitas diri. Kendati acara berjalan dengan sukses dan lancar, panitia tetap memandang penting adanya evaluasi demi kesempurnaan program serupa di masa mendatang. Beberapa poin refleksi seperti manajemen estimasi waktu yang lebih disiplin serta penyediaan fasilitas ruang pertemuan yang lebih memadai menjadi catatan berharga untuk perbaikan di masa depan. Lebih dari itu, harapan terbesar dari diselenggarakannya Seminar PERMATA ini adalah lahirnya komitmen berkelanjutan. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh tidak boleh menguap begitu saja setelah seminar berakhir, melainkan harus terus dipupuk, diawasi, dan disembunyikan ke dalam program keagamaan harian sekolah, khususnya selama bulan suci Ramadhan nanti. Dengan demikian, transformasi spiritual yang dicita-citakan benar-benar mewujud dalam karakter pribadi siswa yang beriman dan berakhlak mulia.

Thumbnail
4 months ago
Kegiatan Mitigasi Bencana Anak Usia Dini Oleh Mahasiswa KKM Sebagai Bentuk Edukasi Keselamatan Sejak Dini

AHYINA YASYIFA PUTRI

Mahasiswa KKM Bhavana Citraloka dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan mitigasi bencana pada tanggal 30 Januari 2026 di KB BA Arafah Malang yang berlokasi di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan bencana kepada anak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. Mitigasi bencana merupakan upaya untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam maupun nonalam. Anak usia dini perlu dikenalkan mengenai langkah-langkah keselamatan sejak dini agar mereka memiliki pemahaman dasar ketika menghadapi situasi darurat. Oleh karena itu, mahasiswa KKM Bhavana Citraloka mengadakan edukasi mitigasi bencana dengan tema gempa bumi, hujan deras disertai banjir, dan kebakaran. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif dengan metode bermain sambil belajar. Mahasiswa memberikan penjelasan sederhana mengenai berbagai jenis bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar. Anak-anak dikenalkan tentang tanda-tanda terjadinya gempa bumi, hujan deras yang dapat menyebabkan banjir, serta bahaya kebakaran. Selain itu, anak-anak juga diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri yang sesuai dengan usia mereka. Pada simulasi gempa bumi, anak-anak diajak mempraktikkan cara melindungi kepala dan berlindung di bawah meja saat terjadi guncangan. Setelah itu, mereka diarahkan untuk keluar ruangan secara tertib menuju tempat yang aman. Dalam simulasi hujan deras disertai banjir, mahasiswa menjelaskan pentingnya menjauhi aliran air, tidak bermain di genangan banjir, dan segera mencari tempat yang aman ketika air mulai meninggi. Sedangkan pada simulasi kebakaran, anak-anak diajarkan untuk tidak panik, menjauhi sumber api, serta meminta bantuan kepada orang dewasa. Agar kegiatan lebih menarik, mahasiswa juga menggunakan media gambar, lagu, dan permainan edukatif tentang kebencanaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Melalui pendekatan yang menyenangkan, materi mitigasi bencana dapat diterima dengan lebih mudah oleh peserta didik. Kegiatan mitigasi bencana ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan guru KB BA Arafah Malang. Guru menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan dan kesiapan anak dalam menghadapi situasi darurat sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM Bhavana Citraloka dalam menerapkan ilmu Pendidikan Islam Anak Usia Dini di lingkungan sekolah. Dengan adanya kegiatan mitigasi bencana ini, diharapkan anak-anak memiliki kesadaran dasar mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri ketika terjadi bencana. Mahasiswa KKM Bhavana Citraloka berharap edukasi kebencanaan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar budaya sadar bencana dapat tertanam sejak usia dini.

Thumbnail
4 months ago
Semarak Lomba Dalam Kegiatan Bersih Kampung di TPQ Al Ikhlas Desa Clumprit Pagelaran Bersama Mahasiswa KKM Kelompok 45 UIN Malang

FIRDAUS MAULANA BACHTIAR

TPQ Al-Ikhlas menyelenggarakan kegiatan Lomba Bersih Kampung yang dikemas secara menarik dengan nuansa perlombaan khas 17 Agustusan. Kegiatan ini dilaksanakan pada [isi hari, tanggal] bertempat di lingkungan TPQ Al-Ikhlas, dengan melibatkan seluruh santri serta didukung oleh Mahasiswa Asistensi Mengajar dari UIN Malang sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan dengan mahasiswa dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi santri. Selain bertujuan untuk menanamkan nilai kebersihan sebagai bagian dari iman, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta rasa tanggung jawab sosial.     Sejak awal kegiatan, suasana tampak meriah dan penuh semangat. Para santri terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan simbolis pemotongan pita sebagai tanda dimulainya lomba, yang disambut dengan sorak gembira dari para peserta. Berbagai jenis perlombaan khas perayaan 17 Agustus turut memeriahkan kegiatan ini, seperti lomba estafet, lomba ketangkasan, lomba kekompakan tim, serta permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia santri. Selain itu, kegiatan utama berupa lomba bersih kampung juga menjadi fokus utama, di mana para santri diajak untuk membersihkan lingkungan sekitar TPQ, merapikan area belajar, serta menjaga kebersihan fasilitas yang ada.     Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang berperan aktif dalam mengoordinasikan jalannya kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Mereka juga memberikan pendampingan langsung kepada santri selama kegiatan berlangsung, sehingga tercipta suasana yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa ini memberikan warna tersendiri serta menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus semangat dalam menuntut ilmu.Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan nilai-nilai positif seperti kebersamaan, kepedulian, serta rasa tanggung jawab. Santri terlihat saling membantu, berbagi tugas, dan bekerja sama dalam menyelesaikan setiap kegiatan yang diberikan.     Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pemberian apresiasi kepada kelompok terbaik. Meskipun demikian, seluruh peserta tetap mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik. Secara keseluruhan, kegiatan Lomba Bersih Kampung yang dikombinasikan dengan lomba 17 Agustusan ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keceriaan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter santri yang peduli lingkungan, disiplin, serta memiliki semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, TPQ Al-Ikhlas bersama Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang kreatif dan inovatif, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara keagamaan, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.