ANIQUE NAURA ADHANI
FITK INSIGHT – Negeri Sembilan — Semangat kebersamaan dari Mahasiswa FITK IIP dengan Masyarakat tampak jelas dalam kegiatan gotong royong yang digelar di Kampung Sentosa Jaya pada Minggu (26 April 2026) mulai pukul 08.00 pagi. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampung bersama tim pembersih daerah sebagai respons terhadap dampak kebakaran hutan yang terjadi beberapa hari selepas Hari Raya. Sejak pagi, warga bahu-membahu membersihkan kawasan yang terdampak, menciptakan suasana penuh kepedulian dan solidaritas. Tidak hanya kaum lelaki, warga perempuan Sentosa Jaya juga turut berperan aktif dengan menyiapkan hidangan makan siang di Surau An-Nur. Kegiatan memasak berlangsung hingga pukul 12.00, kemudian seluruh warga dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan bersama-sama. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pengetua MTAS, Noor Hayati binti Baharum, serta Dr. Noor Azam bin Abd Aziz, Abdullah bin Othman, dan Zulfakar bin Idris. Turut hadir pula Ahmad Shari bin MB Shah yang memberikan dukungan atas kegiatan tersebut. Sebagai bentuk partisipasi nyata terhadap masyarakat, tim KKM juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong ini. Selain membantu proses pembersihan, mereka juga memberikan penghargaan kepada warga Kampung Sentosa Jaya atas semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat solidaritas masyarakat terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga dan membersihkan lingkungan kampung sentosa jaya.[iz] Email : fitk@uin-malang.ac.id Website: fitk.uin-malang.ac.id Instagram : fitkuinmlg Tiktok : fitk.uinmalang Youtube : fitkuinmlg Layanan : – WA : 0816561337 (15. Layanan FITK) – Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)
HUSNA AMALIA SUAIDAH
Surabaya - Perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari antusiasme warga Desa Kupang Krajan Tengah, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya dalam melaksanakan kegiatan Isra Mi'raj dan Megengan. Kedua kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial serta menanamkan nilai-nilai spiritual kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan Isra Mi'raj dilaksanakan sebagai bentuk peringatan atas perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah salat. Acara berlangsung dengan penuh khidmat melalui pembacaan sholawat dan diiringi al-banjari, ceramah agama, doa bersama, serta santunan kepada masyarakat sekitar. Kehadiran tokoh agama, anak-anak, hingga para orang tua menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenang peristiwa Isra Mi'raj, tetapi juga memahami makna penting ibadah, akhlak, serta kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan Isra Mi'raj, masyarakat juga melaksanakan tradisi Megengan sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi yang masih dilestarikan masyarakat Jawa ini diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, pembagian makanan, dan silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Dalam pelaksanaan kedua kegiatan tersebut, mahasiswa KKM turut berpartisipasi membantu persiapan acara, mendampingi jalannya kegiatan, hingga melakukan dokumentasi bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pengalaman berharga dalam memahami pentingnya menjaga tradisi keagamaan dan budaya lokal di tengah kehidupan perkotaan. Tradisi Isra Mi'raj dan Megengan membuktikan bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi jembatan yang memperkuat ukhuwah serta kepedulian sosial masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas yang tercipta dari kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan lingkungan. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, masyarakat Desa Kupang Krajan Tengah menunjukkan bahwa tradisi lokal dan nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan serta tetap relevan dalam kehidupan modern. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya serta memperkuat nilai religius di lingkungan sekitar. https://www.kompasiana.com/husnaamalia0489/6a0d84c734777c409e252d62/tradisi-dan-spiritual-cemara-ceramah-isra-mi-raj-dan-megengan-ramadhan-sebagai-penguat-kebersamaan-masyarakat
NAHDIA AFKARINA BAHIROH
Negeri Sembilan — Semangat kebersamaan dari Mahasiswa FITK IIP dengan Masyarakat tampak jelas dalam kegiatan gotong royong yang digelar di Kampung Sentosa Jaya pada Minggu (26 April 2026) mulai pukul 08.00 pagi. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampung bersama tim pembersih daerah sebagai respons terhadap dampak kebakaran hutan yang terjadi beberapa hari selepas Hari Raya. Sejak pagi, warga bahu-membahu membersihkan kawasan yang terdampak, menciptakan suasana penuh kepedulian dan solidaritas. Tidak hanya kaum lelaki, warga perempuan Sentosa Jaya juga turut berperan aktif dengan menyiapkan hidangan makan siang di Surau An-Nur. Kegiatan memasak berlangsung hingga pukul 12.00, kemudian seluruh warga dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan bersama-sama. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pengetua MTAS, Noor Hayati binti Baharum, serta Dr. Noor Azam bin Abd Aziz, Abdullah bin Othman, dan Zulfakar bin Idris. Turut hadir pula Ahmad Shari bin MB Shah yang memberikan dukungan atas kegiatan tersebut. Sebagai bentuk partisipasi nyata terhadap masyarakat, tim KKM juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong ini. Selain membantu proses pembersihan, mereka juga memberikan penghargaan kepada warga Kampung Sentosa Jaya atas semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat solidaritas masyarakat terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga dan membersihkan lingkungan kampung sentosa jaya.
INAYATUL HUSNIYAH
BLITAR – Sebagai upaya memperdalam nilai-nilai spiritual siswa, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Seruni Aksara Kelompok 24 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan program Pembiasaan Tadarus Pagi. Program ini dikhususkan bagi siswa kelas atas (kelas 4, 5, dan 6) di MI Al Huda Tumpang, Blitar. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 19 Januari 2026 ini dilaksanakan setiap hari di musholla sekolah. Menariknya, kegiatan ini dimulai lebih awal sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, yakni pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Pendampingan Intensif oleh Mahasiswa Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UIN Malang terjun langsung untuk menyemak (menyimak) bacaan Al-Qur'an para siswa. Untuk memastikan kualitas bacaan dan ketertiban, mahasiswa telah menyusun jadwal piket harian. Setiap pagi, terdapat dua mahasiswa yang bertugas secara bergantian untuk mendampingi para siswa di musholla. Kehadiran mahasiswa ini bertujuan untuk membantu memperbaiki tajwid serta kelancaran membaca Al-Qur'an para siswa kelas atas sebelum mereka memasuki ruang kelas untuk menerima materi pelajaran. Memanfaatkan Waktu "Golden Hour" Pemilihan waktu di pagi hari bukan tanpa alasan. Suasana pagi yang tenang di lingkungan sekolah dinilai sebagai waktu terbaik bagi siswa untuk fokus beribadah dan menenangkan pikiran. "Kegiatan ini kami arahkan agar siswa kelas atas memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan Al-Qur'an. Dengan memulai hari melalui tadarus, kami berharap suasana hati siswa menjadi lebih siap dan tenang dalam menerima pelajaran saat bel masuk berbunyi pada jam 7 pagi," ujar salah satu perwakilan mahasiswa Kelompok 24. Dampak Positif bagi Siswa Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Selain meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur'an, pembiasaan ini juga melatih kedisiplinan siswa untuk hadir di sekolah lebih awal. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa UIN Malang dalam mendukung visi sekolah yang berkarakter islami. Diharapkan, melalui bimbingan rutin dari kakak-kakak mahasiswa AM KKM 24 Seruni Aksara, para siswa kelas 4 hingga 6 MI Al Huda Tumpang dapat istiqomah dalam membaca Al-Qur'an dan menjadikannya sebagai gaya hidup sehari-hari.
DITA AYU AZZAHROH
SIDOARJO — Kelompok AM KKM Dharma Praja Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Yayasan Insan Tamma Rabbani Sawotratap menggelar kegiatan bakti sosial kepada masyarakat di kawasan Gedangan, Sidoarjo, pada Sabtu (28/2). Kegiatan tersebut melibatkan 10 mahasiswa dengan membagikan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan bakti sosial dilakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga di lingkungan Sawotratap. Para mahasiswa bersama relawan yayasan menyerahkan bantuan sembako sekaligus berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak pagi hari. Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Para peserta tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berbincang dan mendengarkan kondisi warga setempat. Interaksi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial di tengah masyarakat. Koordinator kegiatan AM KKM Dharma Praja menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari implementasi nilai pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga perlu hadir memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. “Kami ingin kegiatan ini bukan hanya menjadi program kerja semata, tetapi benar-benar bisa memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujarnya. Salah satu momen yang menarik perhatian terlihat ketika mahasiswa menyerahkan bantuan sembako kepada warga lanjut usia. Warga tampak menyambut kedatangan mahasiswa dengan penuh antusias dan rasa syukur. Senyum hangat yang terpancar dari penerima bantuan menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat. Pihak Yayasan Insan Tamma Rabbani Sawotratap turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Mereka menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial mampu membawa energi positif sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat. “Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa bisa terjun langsung dan memahami kondisi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ungkap salah satu perwakilan yayasan. Melalui kegiatan bakti sosial ini, mahasiswa AM KKM Dharma Praja FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Pengalaman terjun langsung ke masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Ke depan, kegiatan sosial serupa direncanakan akan terus dilaksanakan sebagai bentuk komitmen mahasiswa dan lembaga dalam membangun semangat berbagi serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.
MUHAMMAD ZIDAN RIFA`I
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar kegiatan santunan di panti asuhan As-Sa’diyah Gondang Wetan, Pasuruan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai rangkaian aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna bagi anak-anak panti. Pada hari pertama, Sabtu 11 April 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, mahasiswa KKM memperkenalkan diri kepada anak-anak panti dengan cara yang interaktif dan penuh kehangatan. Suasana keakraban pun mulai terbangun sejak awal, menciptakan hubungan yang dekat antara mahasiswa dan anak-anak. Keceriaan semakin terasa saat memasuki sesi games. Berbagai permainan seru berhasil menghadirkan tawa dan semangat anak-anak panti. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga melatih kerja sama, kekompakan, serta kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi. Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sesi melukis bersama di atas tas. Dalam aktivitas ini, anak-anak bebas mengekspresikan kreativitas mereka melalui gambar dan warna. Mahasiswa KKM turut mendampingi, sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan sekaligus penuh kebersamaan. Memasuki hari kedua, Minggu 12 April 2026, kegiatan kembali dilanjutkan dengan suasana yang tidak kalah meriah. Acara diawali dengan ice breaking untuk membangkitkan semangat, dilanjutkan dengan adu jargon yang semakin mempererat kekompakan antara mahasiswa dan anak-anak panti. Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada sesi reflektif melalui program “Pohon Harapan”. Anak-anak panti diajak untuk menuliskan cita-cita serta pesan untuk diri mereka sendiri di masa depan. Harapan-harapan tersebut kemudian ditempelkan sebagai simbol mimpi yang terus tumbuh dan harus diperjuangkan. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan acara santunan berupa penyerahan sejumlah uang dan pakaian kepada anak-anak panti. Momen ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa syukur, menjadi wujud nyata kepedulian serta semangat berbagi dari mahasiswa KKM UIN Malang. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan pengalaman berharga bagi anak-anak panti. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta memahami makna kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.