Thumbnail
1 week ago
Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

GARNIS ISMA AHSANAL IMAMAH

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama. Persiapan Matang Jelang Acara Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat. Rangkaian Acara yang Khidmat Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini. Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut. Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda: "Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami) Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam: 1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya. 2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah. 3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta. 4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa. 5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat. Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini. Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia.

Thumbnail
1 week ago
Menyemai Cinta Al-Qur'an, Membentuk Generasi Beriman: Pondok Ramadhan di MTsN 1 Malang

NASHFAH MASLAHATUL DINIYAH

Ada yang berbeda di MTsN 1 Kota Malang sepanjang Ramadhan 1447 H ini. Koridor yang biasanya ramai oleh canda siswa, kini tiap pagi bergema lantunan tadarus. Kelas-kelas disulap jadi halaqah kecil. Itulah wajah Pondok Ramadhan: ikhtiar madrasah menyemai benih cinta Al-Quran langsung ke hati generasi mudanya.Semua proses menyemai itu mencapai puncaknya pada malam 17 Ramadhan. Malam Nuzulul Quran. Malam ketika Al-Quran, kitab cinta dari langit, pertama kali diturunkan untuk manusia. Aula madrasah penuh. Siswa, guru, wali murid, semua duduk bersila, menunggu disiram "hujan" nasihat dari Drs. H. Sahid, M.M.Cinta Itu Dibuktikan, Bukan Diucap"Cinta Al-Quran itu bukan status WA," tegas Drs. H. Sahid, M.M membuka mauidhohnya. "Cinta itu kalau dibaca, dipahami, lalu diamalkan. Kalau cuma diucap, itu gombal." Kalimat itu langsung menampar lembut. Beliau mengajak jamaah merenungi tema besar malam itu: Menyemai Cinta Al-Quran, Membentuk Generasi Beriman dan Berakhlak Mulia. Tiga kata kuncinya diurai satu per satu.  1. Menyemai Cinta: Dari Mushaf ke Mushaf Hati "Benih cinta Al-Quran itu tidak tumbuh dari paksaan," ujar beliau. "Tumbuh dari kebiasaan kecil. Satu hari satu ayat. Satu ayat satu pemahaman. Lama-lama hatimu akan nagih. Karena Al-Quran itu kalau sudah masuk hati, rasanya menenangkan." Beliau menantang siswa: "Punya pacar kamu chat tiap hari. Punya Al-Quran, kapan terakhir kamu chat dengan baca artinya?" 2. Membentuk Generasi Beriman: Iman Itu Akar, Bukan Daun Di era krisis identitas, iman adalah akar yang menguatkan. "Anak MTsN 1 harus beda," lanjutnya. "Bedanya di mana? Di iman. Iman itu yang bikin kamu berani jujur saat ujian online. Iman itu yang bikin kamu nggak ikut-ikutan tren yang ngerusak. Al-Quran itu pupuknya. Makin sering kamu dekat, makin kokoh imanmu." 3. Berakhlak Mulia: Buah dari Cinta yang Benar Ini muara dari semuanya. "Untuk apa hafal 30 juz kalau sama teman masih suka nge-bully? Untuk apa khatam berkali-kali kalau sama orang tua masih bentak-bentak?" Drs. H. Sahid, M.M menegaskan, Rasulullah disebut Al-Quran Berjalan bukan karena hafalannya, tapi karena akhlaknya. "Jadi kalau cintamu ke Al-Quran benar, tandanya satu: akhlakmu ikut mulia. Senyummu ikhlas, katamu jujur, tanganmu suka nolong."Malam yang Menjadi Titik Tanam Malam itu tidak ada yang pulang dengan tangan kosong. Ada yang pulang dengan tekad memperbaiki bacaan. Ada yang pulang dengan janji mulai tadabbur satu ayat sehari. Ada guru yang berkaca-kaca, merasa dititipi amanah besar: menyemai benih itu agar tidak mati.Pondok Ramadhan MTsN 1  Malang boleh saja ditutup dengan doa dan foto bersama. Tapi sesungguhnya, ia baru saja membuka musim tanam. Menanam cinta Al-Quran di lahan paling subur: hati para remaja.Karena generasi beriman dan berakhlak mulia tidak lahir dari seminar sehari. Ia lahir dari perjumpaan rutin dengan Al-Quran, dari teladan guru, dan dari malam-malam seperti ini: malam ketika kita diingatkan bahwa Al-Quran turun bukan untuk dipajang, tapi untuk diperjuangkan.Dari madrasah ini, semoga lahir generasi yang tidak hanya pintar baca kitab, tapi juga pintar menjaga sikap. Sebab itulah buah termanis dari cinta kepada Al-Quran.  

Thumbnail
1 week ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Laksanakan Pemasangan Kaca Cembung untuk Tingkatkan Keselamatan Jalan di Dusun Pucang Anom

SAFIRA NUR FITRIA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 519 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja pemasangan kaca cembung di Dusun Pucang Anom, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan, khususnya pada titik jalan dengan jarak pandang terbatas. Kegiatan diawali dengan pemasangan tiang kaca cembung yang dilaksanakan pada malam hari, tepatnya tanggal 07 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM bersama warga setempat agar tiang dapat terpasang dengan kuat dan sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan.   Program kerja ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi lapangan dan masukan dari masyarakat sekitar. Selain itu, meningkatnya aktivitas masyarakat, anak-anak sekolah, serta pengguna sepeda listrik di area tersebut menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya program pemasangan kaca cembung. Koordinator KKM Kelompok 519 menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar lebih waspada saat berkendara. “Pemasangan kaca cembung ini diharapkan mampu membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah lain sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan,” ujarnya. Masyarakat Dusun Pucang Anom menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Dengan adanya kaca cembung ini, warga berharap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat semakin meningkat. Selanjutnya, pemasangan kaca cembung dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Kaca cembung dipasang pada titik strategis yang dinilai rawan terjadi kecelakaan karena kondisi jalan yang sempit serta adanya tikungan yang membatasi pandangan pengendara dari arah berlawanan.

Thumbnail
1 week ago
GOTONG ROYONG PASCA KEBAKARAN HUTAN DI KAMPUNG SENTOSA JAYA, WARGA BERSATU BERSIHKAN LINGKUNGAN

ZAHRA AMALIA

Negeri Sembilan — Semangat kebersamaan tampak jelas dalam kegiatan gotong royong yang digelar di Kampung Sentosa Jaya pada Minggu (26 April 2026) mulai pukul 08.00 pagi. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampung bersama tim pembersih daerah sebagai respons terhadap dampak kebakaran hutan yang terjadi beberapa hari selepas Hari Raya. Sejak pagi, warga bahu-membahu membersihkan kawasan yang terdampak, menciptakan suasana penuh kepedulian dan solidaritas. Tidak hanya kaum lelaki, warga perempuan Sentosa Jaya juga ikut berpartisipasi aktif dalam menyiapkan hidangan makan siang di Surau An-Nur. Kegiatan memasak berlangsung hingga pukul 12.00, kemudian seluruh warga dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan bersama-sama. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pengetua MTAS, Noor Hayati binti Baharum, serta Dr. Noor Azam bin Abd Aziz, Abdullah bin Othman, dan Zulfakar bin Idris. Turut hadir pula Ahmad Shari bin MB Shah yang memberikan dukungan atas kegiatan tersebut. Sebagai bentuk partisipasi nyata terhadap masyarakat, tim KKM juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong ini. Selain membantu proses pembersihan, mereka juga memberikan penghargaan kepada warga Kampung Sentosa Jaya atas semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat solidaritas masyarakat terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga dan membersihkan lingkungan kampung sentosa jaya.

Thumbnail
1 week ago
Pendampingan Lomba Syahrahan dan Kaligrafi di SABP Mahad AHMADI Negeri Sembilan

ANDARINI RANU

FITK INSIGHT – Negeri Sembilan — Group Elysian mendampingi siswa Maahad tahfidz as-saidiyyah lomba syarahan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta lomba kaligrafi berlangsung dengan lancar di SABP (Sekolah Agama Berasrama Penuh) Maahad Ahmadi. Acara ini diwakili oleh 11 peserta lomba dengan didampingi 5 orang yaitu Alfi, Syabrina, Andarini, Nurul, dan Afkarina. Pada hari Kamis, 16 April 2026 kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 pagi dan berlangsung hingga sore hari. Acara secara resmi dibuka oleh panitia lomba dengan suasana yang tertib dan penuh semangat dari seluruh peserta. Dalam pelaksanaannya, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang syarahan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta keterampilan seni dalam lomba kaligrafi. Para pendamping turut berperan aktif dalam memberikan arahan dan motivasi kepada peserta selama kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara, mencerminkan semangat kompetisi yang sehat dan keinginan untuk terus mengembangkan potensi diri. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan keterampilan bahasa dan seni Islami di kalangan pelajar. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengalaman berharga serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkompetisi di bidang akademik dan non-akademik khususnya di Mahaad Tahfidz As-Saidiyyah, Seremban.[iz]   Email : fitk@uin-malang.ac.id Website: fitk.uin-malang.ac.id Instagram : fitkuinmlg Tiktok : fitk.uinmalang Youtube : fitkuinmlg Layanan : – WA : 0816561337 (15. Layanan FITK) – Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Thumbnail
1 week ago
Kolaborasi KKM UIN Malang Kelompok 77 Satyaseva dan MAN 2 Malang Gelar Rangkaian Edukasi "Madrasah Ramah Anak" Guna Cegah Perundungan dan Adiksi

MUHAMMAD IZZUL ISLAM

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan mental remaja, perundungan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan adiksi digital, sekolah dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagai kasus kekerasan verbal, diskriminasi sosial, hingga tekanan psikologis yang dialami pelajar menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di tingkat global maupun nasional, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan lokal. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, MAN 2 Malang terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026 di Masjid Al-Asmu'i MAN 2 Malang. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Rangkaian acara dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang membahas isu keberagaman, kesetaraan, anti perundungan, kesehatan mental, hingga pencegahan adiksi di kalangan remaja. Tidak hanya menjadi kegiatan edukatif biasa, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial maupun emosional. Hari Pertama : Seminar "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan" Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00-15.10 WIB dengan seminar bertema "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan". Seminar ini menghadirkan Drs. Khotfirul Aziz, Fadilla Atsjira, dan Afiq Fatturrohman Vidiansyah sebagai pemateri. Dua pemateri terakhir merupakan mahasiswa AM UM Malang yang turut berpartisipasi dalam memberikan edukasi kepada peserta. Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Para pemateri menekankan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, maupun kemampuan individu bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Selain itu, seminar juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang sering muncul di lingkungan remaja, baik secara verbal, sosial, maupun psikologis. Banyak tindakan yang sering dianggap "candaan biasa" ternyata dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hari Kedua : Talkshow "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" Kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.00-14.00 WIB melalui kegiatan Talkshow bertema "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" yang menghadirkan Diah Mayasari, M.Psi. sebagai pemateri utama. Seminar ini dimoderatori oleh M. Izzul Islam, mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam pemaparannya, Diah Mayasari menekankan bahwa konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar program formal atau slogan sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Membangun Madrasah Ramah Anak bukan sekadar label, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan sistem perlindungan nyata bagi siswa," jelasnya di hadapan peserta seminar. Beliau juga mengajak para siswa untuk mulai lebih peka terhadap kondisi teman di sekitar mereka. Terkadang, tindakan sederhana seperti menghargai, mendengarkan, dan tidak merendahkan orang lain dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Sesi seminar berlangsung dinamis dan komunikatif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. Hari Kedua : Workshop "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Workshop ini menghadirkan Octaviana R., S.Psi. sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Sania Sahril M., mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja masa kini, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan sosial. Pemateri menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan gadget secara berlebihan dapat memicu berbagai bentuk adiksi yang berdampak pada kesehatan mental, pola belajar, hingga hubungan sosial siswa. Selain membahas tentang adiksi digital, workshop juga mengupas pentingnya menjaga keseimbangan emosional, mengelola stres akademik, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebihan, kelelahan emosional, dan penurunan motivasi belajar. Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman maupun fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan kondisi remaja saat ini. Wujud Kolaborasi Madrasah dan Mahasiswa dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman Rangkaian kegiatan "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati sosial, dan kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Kolaborasi lintas institusi ini menghadirkan suasana kegiatan yang lebih dinamis dan dekat dengan para siswa. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya membantu proses pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pendekatan edukatif yang lebih relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Para mahasiswa turut berperan aktif dalam pendampingan peserta, koordinasi kegiatan, hingga membangun suasana diskusi yang komunikatif dan interaktif. Sinergi antara pihak madrasah, organisasi siswa, dan mahasiswa Asistensi Mengajar ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Malang. Melalui kegiatan ini pula, para siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mental, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk perundungan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif bagi semua.