AHMAD NUR WAHID
Pada tanggal 23 Januari 2026 telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok KKM 102 Ethora dengan tema "Edukasi Narkoba". Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta upaya pencegahan sejak dini. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP Dharma Wirawan 10 Lawang dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Rangkaian kegiatan penyuluhan diawali dengan pembukaan. Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kelompok KKM 102 Ethora, kemudian sambutan dari Kepala Sekolah SMP Dharma Wirawan 10 Lawang. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti yang berjudul "Anti Narkoba: Melindungi Diri dan Masa Depan Generasi Muda". Materi penyuluhan diawali dengan penjelasan mengenai pengertian narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif, yaitu zat yang dapat memengaruhi kesadaran, emosi, dan perilaku serta berpotensi menimbulkan ketergantungan apabila digunakan tanpa pengawasan medis. Selanjutnya, pemateri menjelaskan jenis-jenis narkoba, yaitu narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Narkotika dijelaskan sebagai zat yang dapat menurunkan kesadaran dan menimbulkan ketergantungan, dengan contoh seperti ganja, heroin, morfin, dan opium. Psikotropika merupakan zat yang memengaruhi kerja otak dan dapat mengubah suasana hati, pikiran, serta perilaku, dengan contoh seperti ekstasi, sabu-sabu, dan obat penenang tertentu. Selain itu, dijelaskan pula bahan adiktif lainnya yang meskipun legal dan mudah ditemukan, tetap dapat menimbulkan kecanduan, seperti rokok, alkohol, dan lem. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kehidupan sosial, seperti kerusakan organ tubuh, ketergantungan, gangguan emosi, rusaknya hubungan sosial, serta terhambatnya masa depan dan cita-cita generasi muda. Pemateri juga menyampaikan aturan hukum yang mengatur penyalahgunaan narkoba, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta sanksi yang dapat dikenakan kepada pelaku penyalahgunaan narkoba. Sebagai penutup materi, disampaikan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, antara lain menolak ajakan narkoba, memilih pergaulan yang baik, mengisi waktu dengan kegiatan positif, serta meminta dukungan keluarga dan lingkungan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penutup, berupa himbauan kepada peserta didik agar menjauhi narkoba dan menjadi generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bertanggung jawab, serta diakhiri dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf dari panitia pelaksana.
NISRINA NASYWA ZUFA NAHDA
Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan selalu berusaha untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan membangun karakter para siswanya. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan lomba oleh kelompok KKM Unggulan PSGA 267, terdapat dua lomba yang diikuti dengan baik oleh para siswa yaitu lomba mewarnai untuk siswa SD dan baca puisi untuk siswa SMA. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk melatih keberanian, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan. Lomba dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Lomba mewarnai dilaksanakan di kelas, sedangkan lomba membaca puisi dilaksanakan di aula sekolah dengan ditonton oleh teman-teman SMA seangkatannya dengan suasana penuh suasana semangat. Saat lomba mewarnai, para peserta diberikan gambar kaligrafi untuk diwarnai sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing. Para siswa tampak antusias menggunakan pensil warna untuk menghasilkan karya yang indah dan penuh makna. Ketika lomba membaca puisi, para peserta membacakan puisi bertema pendidikan. Mereka tampil dengan ekspresi, intonasi, dan keberanian yang luar biasa, sehingga mampu menyentuh hati para penonton dan juri. Tujuan diadakannya kegiatan lomba ini yaitu untuk mengasah kreativitas dan imajinasi siswa melalui seni mewarnai, melatih keterampilan berbahasa dan ekspresi diri lewat puisi, menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di depan umum, serta membangun kebersamaan antar siswa untuk saling mendukung satu sama lain. Karya-karya yang dihasilkan dari goresan warna menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas dan imajinasi yang berbeda. Sementara itu, pembacaan puisi menghadirkan suasana haru dan bangga, terutama ketika para siswa dengan penuh semangat dan lantang membacakan puisi. Juri, wali asuh, dan panitia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berkontribusi dalam kegiatan lomba. Melalui lomba mewarnai dan baca puisi ini, diharapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan dapat terus menumbuhkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan berani berkarya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang seni, ekspresi, dan keberanian untuk tampil di depan umum.
NISHFI ROHMATUN NAZILAH
Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang menggelar kegiatan sosialisasi di SDN 3 Gading Kembar yang menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini berfokus pada dua isu yang semakin relevan di lingkungan sekolah dasar, yakni bullying dan penggunaan gawai secara bijak. Sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang dampak perilaku perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, serta membangun pemahaman dasar mengenai batasan penggunaan gadget di usia sekolah. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan pendekatan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman sehari-hari. Respons positif ini menunjukkan bahwa isu bullying dan penggunaan gadget memang dekat dengan realitas anak-anak, meskipun sering kali dianggap sepele. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping yang membuka ruang dialog bagi siswa. Sosialisasi semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan sadar teknologi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa hambatan berarti. Lebih dari sekadar program KKN, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa edukasi karakter dan literasi digital perlu dilakukan secara konsisten, dimulai dari lingkungan sekolah dasar.
CINDY ALDA ANATASYA
Acara Penutupan KKM 43 Pradipta dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Desa Gading Kembar, dan dimulai pada pukul 18.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak di antaranya Kepala Desa Gading Kembar beserta jajaran perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh mahasiswa KKM 43 Pradipta. Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk pengharapan akan keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah sosialisasi Rocket Stove, yaitu kompor hemat energi yang dirancang sebagai solusi alternatif bagi masyarakat dalam memanfaatkan bahan bakar secara lebih efisien dan ramah lingkungan. Sosialisasi dilakukan melalui pemutaran video mengenai proses pembuatan dan cara penggunaan Rocket Stove. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Gading Kembar mengenai teknologi tepat guna yang dapat mendukung aktivitas rumah tangga, khususnya dalam hal memasak, sekaligus sebagai upaya pengurangan penggunaan bahan bakar yang boros dan tidak ramah lingkungan. Setelah pemutaran video Rocket Stove dan video dokumentasi kegiatan KKM, acara dilanjutkan dengan sambutan perpisahan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Kelompok KKM 43 Pradipta yang berisi refleksi kegiatan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Gading Kembar yang mewakili masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM serta berharap agar ilmu dan program yang telah diberikan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Sebagai simbol penutupan kegiatan, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Kelompok KKM bersama Kepala Desa Gading Kembar. Prosesi ini melambangkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan KKM dengan baik serta menjadi simbol perpisahan yang penuh makna. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa penutup yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Doa tersebut menjadi bentuk harapan agar seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKM membawa keberkahan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Gading Kembar. Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi halal bihalal, foto bersama, serta makan bersama sebagai bentuk penguatan silaturahmi antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa. Acara Penutupan KKM 43 Pradipta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gading Kembar tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Penyerahan Rocket Stove menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi berbasis teknologi tepat guna. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta nilai-nilai pengabdian, kolaborasi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam diri mahasiswa sebagai calon intelektual yang berintegritas.
SHEILA APRILIANI PUTRI
Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang menggelar kegiatan sosialisasi di SDN 3 Gading Kembar yang menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini berfokus pada dua isu yang semakin relevan di lingkungan sekolah dasar, yaitu bullying dan penggunaan gawai secara bijak Sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang dampak perilaku perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, serta membangun pemahaman dasar mengenai batasan penggunaan gadget di usia sekolah. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan pendekatan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman sehari-hari. Respons positif ini menunjukkan bahwa isu bullying dan penggunaan gadget memang dekat dengan realita anak-anak, meskipun sering kali dianggap sepele. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping yang membuka ruang dialog bagi siswa. Sosialisasi semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan sadar teknologi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib tanpa hambatan berarti. Lebih dari sekadar program KKN, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa edukasi karakter dan literasi digital perlu dilakukan secara konsisten, dimulai dari lingkungan sekolah dasar.
ESYA DEWI CLARISSA ARISANTI
Jabung - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.