TSANIA NISAUL JAMILAH
Kamis, 4 Maret 2026 – Momen kehangatan dan kebersamaan di Bulan Ramadhan kembali dirasakan warga MTsN 8 Kediri. Melalui kolaborasi antara Mahasiswa KKM UIN Malang dan OSIS MTsN 8 Kediri, diselenggarakan kegiatan buka Bersama (bukber) yang diikuti oleh tiga organisasi sekolah, yaitu OSIS-MPK, PMR, dan Pramuka. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Kepala Madrasah beserta bapak ibu guru pembina ketiga organisasi. Sejak sore hari, suasana madrasah sudah terasa berbeda. Para siswa tampak antusias berkumpul dan saling bercengkerama sambil menunggu acara dimulai. Kegiatan diawali dengan tadarus AL-Qur’an Bersama yang menambah suasana menjadi lebih khusyuk dan menenangkan. Setelah acara tadarus selesai, acara resmi diserahkan oleh OSIS kepada Mahasiswa KKM. Dua orang MC dari mahasiswa mulai mencairkan suasana dengan pembawaan yang ceria dan penuh semangat. Gelak tawa mulai memenuhi ruangan ketika siswa mengikuti permainan seru yang dibawakan oleh MC. Menjelang waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh dua mahasiswa KKM lainnya. Dalam kultum tersebut disampaikan pentingnya menjaga silaturrahmi, terutama di lingkungan sekolah dan organisasi. “Bukber ini bukan hanya sekedar ajang kumpul bareng, disini kita yang saling duduk melingkar, makan takjil, dan tertawa bersama adalah satu tim yang sama, saudara satu sama lain.” ujar salah satu mahasiswa. Tak lama kemudian, adzan magrib pun berkumandang bersamaan dengan ditutupnya acara. Suasana riuh dari siswa-siswi yang mengantri es kuwut menandakan momen berbuka disambut dengan penuh syukur dan kebahagiaan. Kebersamaan semakin terasa ketika siswa, guru, dan mahasiswa duduk lesehan bersama menikmati hidangan berbuka. Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah dan diteruskan dengan shalat Tarawih Bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar siswa, guru, dan mahasiswa KKM UIN Malang serta menjadi sarana meningkatkan nilai spiritual dan rasa kekeluargaan di bulan suci Ramadhan.
AINIA FIKRI RAHMAWATI
Suasana Senin (11/05/2026) di TPQ Al-Farony berbeda dari hari-hari sebelumnya. Deretan santri yang biasanya antre untuk menyetorkan bacaan mengajinya satu per satu, sore itu berbaris rapi untuk menanti giliran beradu cepat menyusun huruf hijaiyah. Inovasi ini dirancang sebagai penguatan literasi huruf hijaiyah santri. Kegiatan yang berlangsung pada penutupan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang ini menjadikan momen perpisahan semakin berkesan. Sebelumnya, tiga mahasiswa UIN Malang yang mengajar di TPQ Al-Farony telah melalui perjalanan pengabdian yang tidak singkat. Sejak pertengahan Januari 2026, ketiganya terlebih dahulu menjalani Asistensi Mengajar (AM) di MTsN 8 Kediri dari pagi sampai sore. Baru pulang dari sekolah hampir pukul setengah tiga dan tiba di posko sekitar seperempat jam kemudian. Jeda sebentar, mereka harus bergegas ke TPQ Al-Farony yang memulai pembelajaran pada 16.00 WIB. Begitu seterusnya, hampir setiap hari selama empat bulan. Di TPQ, para mahasiswa mendampingi santri mengaji dengan metode Tilawati. Mereka terlibat dalam proses pembelajaran, mulai dari membantu asatidz membimbing santri satu per satu, menyimak bacaan dan hafalan, hingga membangun kedekatan dengan santri-santri yang datang dengan berbagai latar belakang kemampuan. Tak jarang, calon-calon pendidik dari Kota Apel itu memberikan rumus “ajaib” untuk memudahkan santri mengingat bacaan huruf hijaiyah dan doa-doa. “Kalau atasnya lengkung, ini dibaca ‘a, kalau lurus dibaca kha,” terang Ainia sambil menunjuk dua huruf yang masih sulit dibedakan oleh santri jilid 1. Selama empat bulan itu pula, mahasiswa KKM melihat langsung dinamika keseharian TPQ, mulai dari keterbatasan waktu pembelajaran dan jumlah pengajar hingga tantangan menjaga motivasi santri agar hadi secara konsisten. Alokasi waktu pada RPP selama 90 menit yang harus dipadatkan menjadi satu jam membuat 4–5 asatidz harus mahir mengondisikan 40 santri. “Kadang pengen kasih bimbingan lebih intensif ke santri yang belum lancar, tapi lihat jam sudah mepet waktu pulang, akhirnya nggak jadi, cuma koreksi singkat saja,” dilema Eni mewakili perasaan seluruh pengajar. Memang tidak mudah, tetapi justru dari sana mereka menyadari betapa berartinya setiap hal kecil yang bisa dilakukan. Pada hari terakhir, Senin (1/05/2026), mahasiswa KKM menghadirkan Fun Hijaiyah Game. Media yang digunakan pada lomba edukatif ini mereka buat sendiri dari bahan-bahan sederhana dan terjangkau. Di tengah kesibukan asistensi mengajar dan kuliah online, mereka menyiapkan kotak tulis-hapus berlubang, stik es krim berlabel huruf hijaiyah, grid huruf hijaiyah, dan potongan kartu huruf. Sebagai mahasiswa pendidikan, mereka merancang pengenalan dan penyusunan huruf hijaiyah berdasarkan prinsip deep learning: joyful, mindful, dan meaningful. “Kami berharap pembelajaran huruf hijaiyah yang menyenangkan dan kompetitif (joyful), mendorong santri berpikir, mengingat, dan menganalisis (meaningful), namun tetap relevan dengan tahap belajar masing-masing santri (mindful),” ujar Ainia. Acara dibuka dengan pengarahan teknis lomba dan pengelompokan santri. Bukan berdasarkan usia, santri dikelompokkan menurut tahap mengaji masing-masing. Santri jilid 1–2 masuk ke zona Recall Class of Champion (COC) Huruf Hijaiyah untuk mengingat posisi Sembilan huruf hijaiyah dari grid kertas lalu menuliskannya kembali di papan tulis. Santri jilid 3–4 bermain Ramu Kata dengan menancapkan stik es krim berlabel huruf hijaiyah ke kotak sesuai tiga huruf sambung yang tertulis. Sementara santri jilid 5 sampai Al-Qur’an bekompetisi di Rangkai Lafadz. Mereka harus memilih dan menyusun potongan huruf hijaiyah yang membantuk lafadz dengan huruf sambung yang lebih kompleks dari jilid di 3–4. Semua lomba berlangsung serentak dengan sistem duel. Di satu sesi, dua santri beradu kecepatan menyelesaikan tantangan sehingga suasana menjadi riuh dan penuh sportivitas. Menariknya, sepanjang sesi berlangsung, kelas justru lebih tertib dari biasanya. Santri yang kerap keluar ketas untuk bermain atau membeli jajan saat menunggu giliran mengaji dan berdoa, kali itu fokus, antusias, dan enggan melewatkan satu momen pun dari permainan yang berlangsung. Sebuah pemandangan yang tidak luput dari perhatian asatidz. Selepas permainan selesai, perwakilan mahasiswa menyampaikan sambutan sekaligus pamit kepada seluruh asatidz dan santri. “Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan untuk dapat bergabung dan bekerjasama dengan TPQ Al-Farony. Setelah ini, kami pamit untuk kembali ke kampus,” ujar Ainia penuh syukur. Ustadz Toni sebagai Kepala TPQ mewakili asatidz turut mengucapkan rasa terimakasih sekaligus berpesan. “Semoga penutupan ini tidak menjadi akhir dari silaurrahmi kita. “Apabila Mbak-mbak nanti ke Kediri lagi, silahkan mampir. Pintu kami selalu terbuka untuk Panjenengan,” sebuah pesan yang membuat suasana semakin hangat dan penuh ketulusan. Setelah sambutan, sorak-sorai kembali pecah saat pengumuman juara game. Hafidz, Kayla, dan Mila berurutan maju sebagai juara Recall COC Huruf Hijaiyah, Ramu Kata, dan rangkai Lafadz. Fun Hijaiyah Game meninggalkan kesan yang berari bagi mereka serta teman-temannya yang belum juara. Bagi para santri, ini adalah pengalaman pertama kegiatan belajar huruf hijaiyah yang terasa seperti bermain sungguhan. "Belum pernah ada kegiatan kayak gini sebelumnya," sahut beberapa santri hampir bersamaan. Acara ditutup dengan mushafahah lalu foto bersama. Momen sederhana, namun cukup untuk merangkum empat bulan kebersamaan dalam satu bingkai. Meskipun KKM resmi selesai, jejak para mahasiswa masih terasa dalam semangat santri-santri Al-Farony yang kini tahu bahwa belajar huruf hijaiyah bisa menjadi petualangan yang seru.
RAKA ARDHI PRANATA AKASA
Singosari, 2 Mei 2026 – Asistensi Mengajar (AM) Navasakha 40 menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi anggota Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs AlMaarif 02 Singosari pada Sabtu (2/5). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan diikuti oleh seluruh anggota OSIM dengan antusias. Acara dibuka pada pagi hari dengan pengarahan dari pembina OSIM yang menekankan pentingnya peran siswa dalam membangun organisasi yang aktif dan bertanggung jawab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi kepemimpinan oleh Muhammad Rowi Bagus Wicaksono, S.Pd. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pentingnya sikap disiplin dalam berorganisasi. “Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, baik dalam sikap maupun tindakan. Disiplin dan tanggung jawab adalah kunci utama,” ujar Rowi dalam pemaparannya. Selain materi kepemimpinan, peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan desain melalui materi editing Canva yang disampaikan oleh Finfin Nadliroh. Dalam sesi ini, siswa diajarkan cara membuat desain visual yang menarik untuk mendukung kebutuhan publikasi kegiatan OSIM. Kegiatan LDK ditutup dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas anggota OSIM. Sebanyak tujuh kelompok turut berpartisipasi, menampilkan berbagai pertunjukan yang menghibur sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota. Pembina OSIM menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi peserta. “Kami berharap melalui LDK ini, siswa dapat meningkatkan kedisiplinan, memperbaiki tingkah laku, serta memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang lebih baik,” ujarnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MTs AlMaarif 02 Singosari berkomitmen untuk terus membina siswa agar menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan siap memimpin di masa depan.
AISHA MAHARANI
Mahasiswa KKM Bhavana Citraloka dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang berada dalam satu Yayasan Arafah Malang. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 2 Maret hingga 12 Maret 2026, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat serta dukungan terhadap pendidikan keagamaan anak. Kegiatan pendampingan TPQ dilaksanakan setiap sore mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Dalam kegiatan ini, mahasiswa membantu guru TPQ dalam mendampingi santri belajar membaca Al-Qur'an, menghafal doa-doa pendek, murojaah surat pendek, serta membantu mengondisikan kelas agar proses pembelajaran berjalan dengan tertib dan menyenangkan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang nyaman dan interaktif sehingga santri TPQ lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain mendampingi membaca Al-Qur'an, mahasiswa juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar rajin belajar agama dan tetap semangat mengaji setiap hari. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan baik dari guru maupun para santri karena dinilai membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kegiatan pendampingan TPQ ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan anak-anak di lingkungan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pembelajaran keagamaan, tetapi juga belajar membangun komunikasi, kesabaran, dan kedekatan emosional dengan para santri. Sebelum kegiatan berakhir, mahasiswa juga melaksanakan penyerahan sertifikat secara sederhana kepada pihak TPQ sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kerja sama yang telah terjalin selama kegiatan berlangsung. Penyerahan sertifikat dilakukan dengan penuh rasa syukur dan diterima dengan baik oleh pihak TPQ Yayasan Arafah Malang. Pada pertemuan terakhir, kegiatan ditutup dengan acara buka bersama antara mahasiswa KKM Bhavana Citraloka, guru TPQ, dan para santri. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat karena kegiatan tersebut juga bertepatan dengan hari terakhir masuk TPQ sebelum libur Hari Raya Idulfitri. Acara buka bersama menjadi momen sederhana namun penuh makna bagi seluruh peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhavana Citraloka berharap dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar serta mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Selain itu, kegiatan pendampingan TPQ diharapkan dapat menjadi pengalaman positif yang memberikan kesan baik bagi para santri maupun mahasiswa yang terlibat.
FIKA NUR KHOIRIYAH
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang penuh dengan keberkahan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Salah satu tradisi yang sering dilakukan masyarakat Indonesia adalah berbagi takjil kepada sesama menjelang waktu berbuka puasa. Hal tersebut juga dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan berbagi takjil ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah. Sejak sore hari, mahasiswa telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman sederhana untuk dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para mahasiswa membagikan takjil kepada pengendara, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini menghadirkan suasana hangat yang penuh makna. Senyum dari masyarakat yang menerima takjil menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mahasiswa dan warga yang terlibat. Tidak hanya sekadar berbagi makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa empati, serta mengajarkan pentingnya saling peduli terhadap sesama. Kegiatan berbagi takjil juga menunjukkan bahwa kebahagiaan di bulan Ramadan dapat diwujudkan melalui hal-hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini membuktikan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh dengan baik di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami pentingnya pengabdian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap semangat berbagi dan kebersamaan dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, pada hakikatnya, berbagi bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kepedulian untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Takjil On The Road: Upaya Mahasiswa KKM Menanamkan Nilai Kepedulian Sosial", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/husnaamalia0489/6a0d94ad34777c6bbf0ad482/takjil-on-the-road-upaya-mahasiswa-kkm-menanamkan-nilai-kepedulian-sosial Kreator: Husna Amalia Suaidah Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
ZAHRA DLIYA`ATHIRAH SALSABILLAH
Malang - Seminar berbasis pembelajaran (learning-based seminar) bertajuk "Pengaruh Distraksi Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja" digelar di perpustakaan MAN 2 Kota Malang, Selasa (28/4/2026) pukul 12.40 WIB. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari kelompok Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Niskala Madya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar ini diikuti oleh siswa kelas X-O MAN 2 Kota Malang sebagai partisipan utama. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mengingat topik yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Tiko Setiawan, founder Sanggar Kedanton Katikoan, yang juga merupakan mahasiswa aktif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang program studi Pendidikan IPS serta mengampu mata pelajaran Geografi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, hingga penurunan kepercayaan diri. Seminar ini dirancang tidak hanya sebagai penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang interaktif bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Metode learning-based yang digunakan memungkinkan siswa lebih aktif dalam memahami dampak distraksi digital serta cara mengelolanya secara bijak. Salah satu perwakilan panitia menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital. "Kami berharap peserta tidak hanya memahami dampaknya, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan yang lebih sehat dalam menggunakan media sosial," ujarnya. Seminar ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa melalui kegiatan Asistensi Mengajar dan KKM Niskala Madya yang berfokus pada penguatan literasi dan kesejahteraan psikologis siswa di lingkungan sekolah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 2 Kota Malang, khususnya kelas X-O, dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital.