MASLIKHAH DESI NUR AINI
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari antusiasme warga Desa Kupang Krajan Tengah, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya dalam melaksanakan kegiatan Isra Mi'raj dan Megengan. Kedua kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial serta menanamkan nilai-nilai spiritual kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan Isra Mi'raj dilaksanakan sebagai bentuk peringatan atas perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah salat. Acara berlangsung dengan penuh khidmat melalui pembacaan sholawat dan diiringi al-banjari, ceramah agama, doa bersama, serta santunan kepada masyarakat sekitar. Kehadiran tokoh agama, anak-anak, hingga para orang tua menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenang peristiwa Isra Mi'raj, tetapi juga memahami makna penting ibadah, akhlak, serta kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan Isra Mi'raj, masyarakat juga melaksanakan tradisi Megengan sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi yang masih dilestarikan masyarakat Jawa ini diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, pembagian makanan, dan silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Dalam pelaksaanaan kedua kegiatan tersebut, mahasiswa KKM turut berpartisipasi membantu persiapan acara, mendampingi jalannya kegiatan, hingga melakukan dokumentasi bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pengalaman berharga dalam memahami pentingnya menjaga tradisi keagamaan dan budaya lokal di tengah kehidupan perkotaan. Tradisi Isra Mi'raj dan Megengan membuktikan bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi jembatan yang memperkuat ukhuwah serta kepedulian sosial masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas yang tercipta dari kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan lingkungan. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, masyarakat Desa Kupang Krajan Tengah menunjukkan bahwa tradisi lokal dan nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan serta tetap relevan dalam kehidupan modern. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya serta memperkuat nilai religius di lingkungan sekitar.
NAILAH NADWAH ARDIANINGSIH
Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya? Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan. Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu. Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional” Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah. Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada. Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung. Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional. Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah. Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar. Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!Selamat Tinggal Revisi Berulang! Mewujudkan Kemandirian Organisasi Murid MTsN 2 Malang Lewat Pelatihan Proposal Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya? Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan. Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu. Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional” Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah. Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada. Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung. Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional. Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah. Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar. Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!
REZA FAHLEVI MUSLIH
Kota Kediri - Di tengah upaya penguatan pendidikan karakter di madrasah, MTsN 2 Kota Kediri terus mengembangkan program pembinaan keagamaan melalui SKUA (Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah). Program ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran sebagai bentuk penguatan nilai-nilai ibadah dan akhlak peserta didik. Kegiatan SKUA dilaksanakan secara konsisten setiap hari Sabtu dan melibatkan mahasiswa asistensi mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Para mahasiswa tersebut berperan sebagai pendamping dalam proses pembelajaran, membantu guru dalam membimbing siswa agar lebih terarah dalam kegiatan ubudiyah dan pembentukan akhlak. Kegiatan yang dilakukan dalam SKUA berfokus pada pembiasaan ibadah sehari-hari, khususnya membaca dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an serta doa-doa harian. Siswa dibiasakan untuk membaca bersama-sama terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan hafalan secara individu maupun berkelompok. Setelah itu, siswa melakukan setoran hafalan kepada pendamping secara bergiliran. Proses ini dilakukan secara berulang agar hafalan lebih kuat dan melekat dalam ingatan. Selain surat-surat pendek, doa-doa harian juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Doa seperti sebelum dan sesudah belajar, doa makan, hingga doa kegiatan sehari-hari lainnya diajarkan dan dihafalkan secara rutin. Pembiasaan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, religius, dan penuh semangat. Mahasiswa asistensi mengajar turut aktif membimbing pelafalan siswa, memperbaiki bacaan, serta memberikan motivasi agar siswa lebih percaya diri dalam menghafal. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta didik menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan, sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan. Melalui program SKUA ini, MTsN 2 Kota Kediri berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat serta berakhlakul karimah. Kolaborasi dengan mahasiswa asistensi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu bentuk sinergi positif dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
DARA TRIBUANA
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari antusiasme warga Desa Kupang Krajan Tengah, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya dalam melaksanakan kegiatan Isra Mi'raj dan Megengan. Kedua kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial serta menanamkan nilai-nilai spiritual kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan Isra Mi'raj dilaksanakan sebagai bentuk peringatan atas perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah salat. Acara berlangsung dengan penuh khidmat melalui pembacaan sholawat dan diiringi al-banjari, ceramah agama, doa bersama, serta santunan kepada masyarakat sekitar. Kehadiran tokoh agama, anak-anak, hingga para orang tua menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenang peristiwa Isra Mi'raj, tetapi juga memahami makna penting ibadah, akhlak, serta kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan Isra Mi'raj, masyarakat juga melaksanakan tradisi Megengan sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi yang masih dilestarikan masyarakat Jawa ini diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, pembagian makanan, dan silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Dalam pelaksanaan kedua kegiatan tersebut, mahasiswa KKM turut berpartisipasi membantu persiapan acara, mendampingi jalannya kegiatan, hingga melakukan dokumentasi bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pengalaman berharga dalam memahami pentingnya menjaga tradisi keagamaan dan budaya lokal di tengah kehidupan perkotaan. Tradisi Isra Mi'raj dan Megengan membuktikan bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi jembatan yang memperkuat ukhuwah serta kepedulian sosial masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas yang tercipta dari kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan lingkungan. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, masyarakat Desa Kupang Krajan Tengah menunjukkan bahwa tradisi lokal dan nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan serta tetap relevan dalam kehidupan modern. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya serta memperkuat nilai religius di lingkungan sekitar.
ALIFIYA ZAFIRA ERDA AFIFAH
TALUN, BLITAR – Suasana bulan suci Ramadhan di Desa Tumpang terasa semakin meriah dengan hadirnya serangkaian kegiatan positif yang diinisiasi oleh mahasiswi KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Seruni Aksara Kelompok 24 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada Selasa, 10 Maret 2026, kelompok ini menggelar acara lomba mewarnai dan aksi sosial bagi-bagi takjil di lingkungan TPQ dan Madin Thariqun Naja. Kreativitas Santri dalam Lomba Mewarnai Kegiatan yang berpusat di Jalan Randu Gede, Bendilputih, Kecamatan Talun ini diawali dengan lomba mewarnai yang diikuti oleh para santri TPQ dan Madin Thariqun Naja. Mahasiswi KKM menyediakan wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui seni visual dengan tema Islami. "Lomba ini bertujuan untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa (ngabuburit) dengan hal yang produktif sekaligus mengasah motorik dan imajinasi para santri," ujar salah satu anggota kelompok Seruni Aksara 24. Aksi Sosial Bagi-Bagi Takjil Menjelang waktu berbuka, kegiatan berlanjut dengan aksi solidaritas berupa pembagian takjil gratis. Mengambil lokasi strategis tepat di depan gedung TPQ/Madin Thariqun Naja, para mahasiswi bersama murid TPQ dan Madin kelas atas membagikan paket takjil kepada warga sekitar dan pengendara yang melintas di Jalan Randu Gede. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian sosial mahasiswi UIN Malang terhadap masyarakat Bendilputih, sekaligus mempererat silaturahmi antara civitas akademika dengan warga lokal selama bulan Ramadhan. Keberlanjutan Program Pengabdian Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja besar Kelompok 24 yang telah resmi mengabdi sejak awal Februari lalu. Selain fokus pada pengajaran rutin di Madin dan TPQ, inovasi kegiatan seperti lomba dan aksi sosial ini diharapkan dapat meninggalkan kesan positif dan memotivasi santri untuk lebih semangat dalam belajar agama. Kehadiran mahasiswi KKM Seruni Aksara 24 di TPQ dan Madin Thariqun Naja terus membawa dampak dinamis bagi pendidikan karakter dan sosial di Kabupaten Blitar, khususnya di wilayah Kecamatan Talun.
HILWA AMALIA ROSALBA
TPQ Darul Fatah, Kupang Krajan, Surabaya. resmi menyelenggarakan kegiatan lomba islami bertajuk "Jejak Cahaya Qur'ani" yang diikuti oleh para santri dengan penuh antusias dan keceriaan. kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus sebagai kegiatan terakhir bagi mahasiswa KKM dalam menjalankan pengabdian di TPQ tersebut. Berbagai cabang lomba diikuti dengan penuh antusias seperti kaligrafi, hafalan do'a harian dll. suasana kegiatan berlangsung meriah dengan dukungan para ustadz/ah TPQ dan mahasiswa KKM. mahasiswa KKM menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar kegiatan penutup progam kerja, melainkan juga bentuk penguatan hubungan emosional antara mahasiswa dengan masyarakat. Selama pelaksanaan pengabdian banyak pengalaman, pembelajaran, serta nilai kebersamaan yang diperoleh melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan para santri tPQ Darul Fatah. Meskipun kegiatan telah berakhir kebersamaan yang terjalin diharapkan tetap menjadi kenangan baik dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan masyarakat.