IHDA EFROSYA FAJDA
Tamansari, Licin – Aktivitas pengabdian Kelompok KKM Wening Praja 166 di Desa Tamansari berjalan dinamis sejak pagi hingga petang. Rangkaian program yang dilaksanakan mahasiswa tidak hanya terfokus pada satu bidang, tetapi menyentuh kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta pembinaan keagamaan masyarakat. Pagi hari dimulai dengan jalan sehat bersama siswa SDN 1 Tamansari. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa telah berkumpul di halaman sekolah. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti rute yang telah ditentukan sambil membawa kupon undian. Kegiatan ini menjadi sarana membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antara mahasiswa, guru, dan siswa. Setelah kegiatan fisik, mahasiswa melanjutkan agenda sosialisasi bullying dan kenakalan remaja. Materi disampaikan melalui presentasi ringan, tanya jawab, serta permainan kelompok. Siswa diajak memahami bahwa perilaku mengejek, mengucilkan, maupun kekerasan verbal dapat berdampak serius bagi teman sebaya. Memasuki siang hari, tim ekonomi kreatif bergerak mengunjungi sejumlah toko kelontong. Mahasiswa mendampingi pemilik usaha mendaftar QRIS, membantu proses administrasi, hingga memberikan pelatihan penggunaan. Program ini diharapkan memudahkan transaksi digital serta meningkatkan omzet pedagang. Sore hari menjadi waktu pengabdian di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Mahasiswa membantu mengajar membaca Al-Qur’an, hafalan doa, dan pembinaan akhlak. Suasana belajar berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ketua kelompok menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan warga. “Kami ingin setiap jam pengabdian benar-benar bermanfaat,” ujarnya. Dengan pola kegiatan terjadwal dari pagi hingga sore, KKM Wening Praja 166 menunjukkan dedikasi penuh untuk masyarakat Tamansari.
HAMDAN TANZIL ICHWANA
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di kalangan anak-anak, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja Pesantren Kilat di Masjid AL-Iksan Gadang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, selama menjalankan program KKM. Program Pesantren Kilat dipilih atas kebutuhan masyarakat akan adanya pembinaan keagamaan yang lebih intensif bagi anak-anak, terutama di luar jam pendidikan formal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, sekaligus membentuk karakter peserta agar memiliki akhlak yang baik dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Pesantren Kilat dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dan bertempat di Masjid Al-Iksan Gadang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusiasme. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi keislaman, antara lain pembelajaran membaca Al-Qur'an, fun learning, pembinaan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari, serta hafalan surat-surat pendek. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta agar mudah dipahami. Mahasiswa KKM berperan aktif sebagai pendamping dan pengajar dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM turut bekerja sama dengan pihak TPQ sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Program Pesantren Kilat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya para orang tua peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat yang nyata dalam membantu meningkatkan pemahaman agama serta membentuk sikap religius anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKM melalui program ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pembinaan generasi muda di desa. Melalui pelaksanaan Pesantren Kilat, mahasiswa KKM berharap peserta dapat meningkatkan kefahaman keislaman serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan seharian. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu kepada masyarakat untuk terus melaksanakan pembinaan keagamaan secara berterusan, walaupun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.
AZZAH MAULIDIA
Bendosari — Panitia Gabungan KKM Ganesha 178 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama IPNU-IPPNU Ranting Dusun Cukal menggelar kegiatan Siroh Wengi 2026 dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 19 Januari 2026, bertempat di Masjid Jami’ Darul Muttaqin, Dusun Cukal, Desa Bendosari. Dan dihadiri oleh kurang lebih 250 jama’ah, yang terdiri dari para pemuda hingga lansia. Mengusung tema “Guyub Nggayuh Berkah Isra’ Mi’raj”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang memadukan nilai spiritual, edukatif, dan sosial. Tema tersebut merefleksikan semangat kebersamaan masyarakat dalam meraih keberkahan melalui peringatan peristiwa monumental Isra’ Mi’raj, yang tidak hanya dimaknai secara historis, tetapi juga kontekstual dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua Pelaksana Siroh Wengi 2026, Ahmad Zainal Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar kolektif untuk menghadirkan kembali ruang spiritual yang inklusif dan bermakna di tengah dinamika kehidupan modern. “Melalui Siroh Wengi, masyarakat diajak untuk tidak sekadar mengenang Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad saw., khususnya terkait kewajiban salat dan penguatan iman,” ujarnya. Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Bendosari, dengan harapan mampu mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Selain itu, Siroh Wengi 2026 juga menjadi sarana integrasi nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal, sehingga peringatan Isra’ Mi’raj tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membumi dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat . Acara puncak Siroh Wengi 2026 akan diisi dengan mau’idzatul hasanah yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Sudirman An-Nahrawi, M.Ag., dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam tausiyahnya, beliau diharapkan dapat mengupas makna mendalam peristiwa Isra’ Mi’raj, khususnya terkait keteladanan Nabi Muhammad saw. serta urgensi salat sebagai fondasi kehidupan spiritual umat Islam.Mau’idzotul Hasanah oleh Prof. Dr. KH. Sudirman An-Nahrawi, M.Ag. Selain dihadiri oleh masyarakat Desa Bendosari, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah petinggi desa dan tokoh Nahdlatul Ulama. Di antaranya Kepala Desa Bendosari, Ketua Syuriah dan Ketua Tanfidziyah, Ketua Muslimat, Fatayat, Ansor, serta ta’mir Masjid Jami’ Darul Muttaqin. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan yang berorientasi pada penguatan ukhuwah dan kebersamaan umat. Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganesha 178, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Panitia berharap Siroh Wengi 2026 dapat memberikan manfaat spiritual yang berkelanjutan serta memperkuat nilai kebersamaan dalam meraih keberkahan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. secara kolektif.
MUHAMMAD ALFIAN
Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 105 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Perinci, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai program edukatif, sosial, dan keagamaan, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi positif serta memberdayakan masyarakat setempat. Kegiatan KKM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan warga serta memahami kebutuhan lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM 105 melaksanakan berbagai program yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Program pendidikan menjadi salah satu fokus utama, seperti pendampingan belajar bagi siswa, kegiatan literasi, serta sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sejak usia dini akan pentingnya pendidikan dan pola hidup sehat. Selain itu, mahasiswa juga turut aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Kegiatan mengaji bersama anak-anak, partisipasi dalam kegiatan masyarakat, serta penyelenggaraan program edukasi keagamaan menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pendidikan dan keagamaan, mahasiswa KKM 105 juga berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas dan kesadaran menjaga kebersihan. Partisipasi aktif warga dalam setiap kegiatan menunjukkan antusiasme serta dukungan yang tinggi terhadap program-program yang dilaksanakan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan kehadiran mahasiswa KKM 105 dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Perinci. Program yang dilaksanakan tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bersama. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian menjadi nilai utama yang terus dijunjung tinggi selama pelaksanaan KKM. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan hubungan baik ini dapat terus terjalin dan memberikan inspirasi bagi kegiatan pengabdian selanjutnya.
HANUM AMANDA MAHFUD
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan talkshow bertajuk “Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Upaya Meningkatkan Kesadaran Diri di Tengah Krisis Kehidupan” pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2 sebagai audiens utama. Talkshow ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang fokus pada penguatan literasi digital dan kesehatan mental santri di era modern. Kegiatan talkshow ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya penggunaan media sosial di kalangan remaja dan generasi muda, termasuk santri. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, sumber informasi, serta media pembentukan identitas diri. Namun di sisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan digital, pengukuran sosial berlebihan, penurunan kepercayaan diri, hingga tekanan psikologis yang berakhir pada kecemasan dan kebingungan dalam menentukan arah masa depan atau yang dikenal dengan istilah Quarter Life Crisis . Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif menyelenggarakan talkshow edukatif sebagai ruang dialog dan refleksi bagi santri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri ( self-awareness ) santri, menanamkan sikap bijak dalam bermedia sosial, serta membekali santri dengan pemahaman dasar terkait kesehatan mental agar mampu menghadapi tantangan di era digital secara positif dan bertanggung jawab. Talkshow ini menghadirkan dua pemateri yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Pemateri pertama, Bapak Badrus Zaman, S.Kom., M.Si . , dosen Universitas Airlangga (UNAIR), menyampaikan materi mengenai bijak bermedia sosial. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan dasar yang harus dimiliki generasi muda. Santri diajak untuk memahami etika bermedia sosial, mengenali dampak positif dan negatif konten digital, serta mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoax, kebencian, maupun konten yang bertentangan dengan nilai moral dan keislaman. Pemateri kedua, Bapak Abdul Hamid Cholili, M.Psi., Psikolog, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan materi mengenai Quarter Life Crisis dari perspektif psikologi. Dalam pengungkapannya, beliau menjelaskan bahwa perasaan cemas, bingung, dan khawatir terhadap masa depan merupakan fase yang wajar dialami oleh remaja dan generasi muda. Namun kondisi tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius. Santri diajak untuk mengenali potensi diri, memahami emosi, serta membangun kesadaran diri sebagai langkah awal dalam menjaga kesehatan mental. Pelaksanaan talkshow dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui pemaparan materi, diskusi terbuka, serta sesi tanya jawab. Santri menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam mengajukan pertanyaan, maupun menyampaikan pendapat. Antusiasme tersebut mencerminkan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dan dekat dengan realita kehidupan santri saat ini. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2. Melalui talkshow ini, santri diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Selain itu, santri diharapkan memiliki kesadaran diri yang lebih baik dalam menghadapi tekanan psikologis, sehingga mampu menjalani proses perkembangan diri dengan lebih sehat dan seimbang. Kegiatan talkshow ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pengembangan karakter, literasi digital, dan kesehatan mental santri di lingkungan pesantren. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya menciptakan generasi santri yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta berakhlak mulia.
ALIFIA HOIRUN NISA`
Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 3 yang digelar di Perumahan Pondok Mutiara Asri (POMURI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di lingkungan perumahan yang dikenal memiliki banyak pelaku UMKM rumahan tersebut. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara nilai religiusitas dan nasionalisme dalam setiap program pengabdian yang dijalankan. Ketua Kelompok 3 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga POMURI yang telah menerima mahasiswa dengan hangat serta berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja, khususnya pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM rumahan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat dan tumbuh bersama,” ujarnya. Sambutan turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, serta Ketua Takmir Masjid Al Firdaus. Ketiganya memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penguatan ekosistem usaha halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Gebyar penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan dari lintas generasi. Anak-anak TPQ Masjid Al Firdaus menampilkan tari kreatif dan pertunjukan pantomim yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin. Remaja desa turut mempersembahkan tari khas Jawa Timur yang energik dan sarat nilai budaya lokal. Tak kalah memukau, ibu-ibu Majelis Hadrah Jidor Al Firdaus tampil membawakan lantunan shalawat yang menggugah suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga. Sebagai penampilan pamungkas, mahasiswa KKM mempersembahkan drama musikal yang mengisahkan perjalanan pengabdian mereka selama di POMURI—mulai dari pendampingan UMKM, pelatihan kreatif, hingga kebersamaan dengan anak-anak TPQ. Drama tersebut sukses menghadirkan tawa sekaligus haru di penghujung acara. Selain pentas seni, momen penting lainnya adalah pengumuman pemenang lomba kreasi anak yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pemberdayaan. Tidak hanya itu, secara simbolis juga diumumkan capaian sertifikat halal bagi pelaku usaha yang telah berhasil lolos proses pendampingan, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan UMKM di lingkungan perumahan. Acara ditutup dengan penayangan video after movie KKM dalam format short film yang merangkum seluruh perjalanan pengabdian mahasiswa. Tayangan tersebut menjadi refleksi sekaligus kenangan manis atas kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Ketua RW POMURI menyampaikan harapannya agar silaturahmi tetap terjaga meski masa KKM telah berakhir. “Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran adik-adik mahasiswa, terutama bagi UMKM rumahan yang menjadi kekuatan ekonomi warga,” ungkapnya. Gebyar penutupan ini bukan sekadar seremoni akhir kegiatan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kreativitas di tengah lingkungan perumahan yang produktif.