SITI ALZUMROTUL FITRIYAH
TALUN, BLITAR – Kelompok KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Seruni Aksara Kelompok 24 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi memulai program pengabdian masyarakat di TPQ Thariqun Naja. Terletak di Jalan Randu Gede, Bendilputih, Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, kehadiran para mahasiswi ini disambut hangat oleh pengurus dan santri setempat. Pembukaan dan Inisiasi Program Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan simbolis pada Senin, 02 Februari 2026. Kehadiran kelompok Seruni Aksara 24 di desa Tumpang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan penguatan pendidikan Al-Quran di tingkat lokal. Kontribusi dalam Proses Belajar Mengajar Sejak pembukaan tersebut, para mahasiswi telah aktif turun tangan langsung dalam proses belajar mengajar di TPQ Thariqun Naja. Fokus utama kami meliputi: Pendampingan Tartil Al-Quran: Memberikan bimbingan intensif mengenai tajwid dan makhrajul huruf agar santri dapat membaca dengan lebih fasih. Penyegaran Metode Pembelajaran: Memperkenalkan metode belajar yang interaktif dan menyenangkan guna meningkatkan antusiasme para santri. Pendidikan Karakter Islami: Selain mengaji, mahasiswi juga menyisipkan materi mengenai adab dan sejarah Islam dalam setiap sesi pertemuan.
NABILA FIKROTUZZAKIYAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 519 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja pemasangan kaca cembung di Dusun Pucang Anom, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan, khususnya pada titik jalan dengan jarak pandang terbatas. Kegiatan diawali dengan pemasangan tiang kaca cembung yang dilaksanakan pada malam hari, tepatnya tanggal 07 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM bersama warga setempat agar tiang dapat terpasang dengan kuat dan sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan. Selanjutnya, pemasangan kaca cembung dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Kaca cembung dipasang pada titik strategis yang dinilai rawan terjadi kecelakaan karena kondisi jalan yang sempit serta adanya tikungan yang membatasi pandangan pengendara dari arah berlawanan. Program kerja ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi lapangan dan masukan dari masyarakat sekitar. Selain itu, meningkatnya aktivitas masyarakat, anak-anak sekolah, serta pengguna sepeda listrik di area tersebut menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya program pemasangan kaca cembung. Koordinator KKM Kelompok 519 menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar lebih waspada saat berkendara. “Pemasangan kaca cembung ini diharapkan mampu membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah lain sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan,” ujarnya. Masyarakat Dusun Pucang Anom menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Dengan adanya kaca cembung ini, warga berharap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat semakin meningkat.
GANIFA BUANA KASIH HIDAYAH
TPQ Darul Fatah, Kupang Krajan, Surabaya. resmi menyelenggarakan kegiatan lomba islami bertajuk "Jejak Cahaya Qur'ani" yang diikuti oleh para santri dengan penuh antusias dan keceriaan. kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus sebagai kegiatan terakhir bagi mahasiswa KKM dalam menjalankan pengabdian di TPQ tersebut. Berbagai cabang lomba diikuti dengan penuh antusias seperti kaligrafi, hafalan do'a harian dll. suasana kegiatan berlangsung meriah dengan dukungan para ustadz/ah TPQ dan mahasiswa KKM. mahasiswa KKM menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar kegiatan penutup progam kerja, melainkan juga bentuk penguatan hubungan emosional antara mahasiswa dengan masyarakat. Selama pelaksanaan pengabdian banyak pengalaman, pembelajaran, serta nilai kebersamaan yang diperoleh melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan para santri tPQ Darul Fatah. Meskipun kegiatan telah berakhir kebersamaan yang terjalin diharapkan tetap menjadi kenangan baik dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan masyarakat. melalui kegiatan ini tidak hanya menjadi momen perpisahan biasa, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya berbagi ilmu, pengalaman, dan kebahagiaan bersama masyarakat.
ANISA ROHMATUL AULIA
MALANG - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan mental remaja, perundungan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan adiksi digital, sekolah dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagai kasus kekerasan verbal, diskriminasi sosial, hingga tekanan psikologis yang dialami pelajar menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di tingkat global maupun nasional, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan lokal. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, MAN 2 Malang terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026 di Masjid Al-Asmu'i MAN 2 Malang. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Rangkaian acara dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang membahas isu keberagaman, kesetaraan, anti perundungan, kesehatan mental, hingga pencegahan adiksi di kalangan remaja. Tidak hanya menjadi kegiatan edukatif biasa, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial maupun emosional. Hari Pertama : Seminar "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan" Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00-15.10 WIB dengan seminar bertema "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan". Seminar ini menghadirkan Drs. Khotfirul Aziz, Fadilla Atsjira, dan Afiq Fatturrohman Vidiansyah sebagai pemateri. Dua pemateri terakhir merupakan mahasiswa AM UM Malang yang turut berpartisipasi dalam memberikan edukasi kepada peserta. Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Para pemateri menekankan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, maupun kemampuan individu bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Selain itu, seminar juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang sering muncul di lingkungan remaja, baik secara verbal, sosial, maupun psikologis. Banyak tindakan yang sering dianggap "candaan biasa" ternyata dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hari Kedua : Talkshow "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" Kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.00-14.00 WIB melalui kegiatan Talkshow bertema "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" yang menghadirkan Diah Mayasari, M.Psi. sebagai pemateri utama. Seminar ini dimoderatori oleh M. Izzul Islam, mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam pemaparannya, Diah Mayasari menekankan bahwa konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar program formal atau slogan sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Membangun Madrasah Ramah Anak bukan sekadar label, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan sistem perlindungan nyata bagi siswa," jelasnya di hadapan peserta seminar. Beliau juga mengajak para siswa untuk mulai lebih peka terhadap kondisi teman di sekitar mereka. Terkadang, tindakan sederhana seperti menghargai, mendengarkan, dan tidak merendahkan orang lain dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Sesi seminar berlangsung dinamis dan komunikatif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. Hari Kedua : Workshop "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Workshop ini menghadirkan Octaviana R., S.Psi. sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Sania Sahril M., mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja masa kini, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan sosial. Pemateri menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan gadget secara berlebihan dapat memicu berbagai bentuk adiksi yang berdampak pada kesehatan mental, pola belajar, hingga hubungan sosial siswa. Selain membahas tentang adiksi digital, workshop juga mengupas pentingnya menjaga keseimbangan emosional, mengelola stres akademik, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebihan, kelelahan emosional, dan penurunan motivasi belajar. Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman maupun fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan kondisi remaja saat ini. Wujud Kolaborasi Madrasah dan Mahasiswa dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman Rangkaian kegiatan "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati sosial, dan kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Kolaborasi lintas institusi ini menghadirkan suasana kegiatan yang lebih dinamis dan dekat dengan para siswa. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya membantu proses pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pendekatan edukatif yang lebih relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Para mahasiswa turut berperan aktif dalam pendampingan peserta, koordinasi kegiatan, hingga membangun suasana diskusi yang komunikatif dan interaktif. Sinergi antara pihak madrasah, organisasi siswa, dan mahasiswa Asistensi Mengajar ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Malang. Melalui kegiatan ini pula, para siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mental, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk perundungan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif bagi semua.
DYNA EVALINA PRIMA SARI
23 April 2026 -- Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti acara penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis (23/04). Setelah menjalani masa pengabdian selama kurang lebih tiga bulan, para mahasiswa secara resmi berpamitan kepada pihak TPQ Al Mabrur. Perjalanan pengabdian ini dimulai sejak 19 Januari 2026. Selama masa KKM, fokus utama para mahasiswa adalah membantu peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan mengajar di Kelas Pra dan Kelas Madrasah Diniyah. Program ini dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam seminggu, menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan dari pihak TPQ Al Mabrur. Mengajar di Kelas Pra dan Madrasah Diniyah memberikan tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Di Kelas Pra, mahasiswa dituntut untuk kreatif dalam mengenalkan dasar dasar literasi dan karakter kepada anakVanak usia dini. Sementara di Madrasah Diniyah, fokus beralih pada penguatan aspek spiritual dan pemahaman agama dengan mempelajari kitab mabadi' fiqih. Bagi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, momen ini adalah jembatan untuk menyalurkan ilmu sekaligus menyelami realita sosial di masyarakat. Mahasiswa membawa metode pembelajaran yang lebih modern, interaktif, dan menyenangkan ke dalam kelas yang mungkin selama ini masih menggunakan metode konvensional. Ini membantu meningkatkan semangat santri dalam belajar di TPQ Al Mabrur. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang, tanggal 23 April bukan sekadar akhir dari tugas akademik, melainkan awal dari ikatan silaturahmi yang baru. Dengan berakhirnya masa pengabdian ini, diharapkan inovasi dan metode pembelajaran yang sempat diterapkan oleh mahasiswa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan semangat belajar santri di TPQ Al Mabrur. Momen penarikan ini ditutup dengan suasana penuh kehangatan saat para mahasiswa berpamitan secara resmi kepada seluruh pengurus dan santri TPQ Al-Mabrur. Sebagai bentuk apresiasi dan tanda kasih atas kesempatan belajar yang diberikan, mahasiswa memberikan cinderamata kepada TPQ Al-Mabrur. Penyerahan kenang-kenangan ini bukan hanya sekadar simbol fisik, melainkan wujud rasa syukur dan ikatan batin yang telah terjalin selama masa pengabdian, dengan harapan hubungan silaturahmi ini tetap terjaga meski tugas formal telah usai.
KHATHIBUL UMAM MAWARDY
Garum, Juni 2026 — Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), kami melaksanakan kegiatan sosialisasi penggunaan pembayaran digital QRIS kepada pelaku usaha di wilayah Garum, Kota Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu toko bangunan yang berada di Kecamatan Garum dengan suasana yang hangat dan penuh antusias. Pada kegiatan tersebut, kami memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan sistem pembayaran digital di era modern saat ini. QRIS menjadi salah satu metode pembayaran yang dinilai praktis, cepat, dan memudahkan transaksi baik bagi penjual maupun pembeli. Melalui sosialisasi ini, pemilik toko dikenalkan mengenai manfaat QRIS serta cara penggunaannya dalam kegiatan jual beli sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari pemilik usaha. Selain memberikan penjelasan, kami juga membantu memperkenalkan langkah-langkah penggunaan QRIS secara sederhana agar lebih mudah dipahami. Suasana kebersamaan dan komunikasi yang santai membuat kegiatan ini terasa lebih dekat dengan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap dapat membantu pelaku usaha kecil agar lebih siap mengikuti perkembangan teknologi digital. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga mampu membawa manfaat nyata yang dapat dirasakan secara langsung. Kegiatan sederhana ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar berinteraksi, bekerja sama, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar.