AFKARINA ZAHRO`
Gebyar Ramadhan dan buka puasa bersama digelar oleh RTQ Yanbu’a Pondok Pesantren Miftahul Huda Singosari bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (9/3/2026) di Aula PPMH. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan para santri, asatidz, wali santri, serta mahasiswa peserta pengabdian masyarakat. Kepala RTQ Yanbu’a, Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur, S.Ag., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para dewan asatidz dan asatidzah. Para santriwan dan santriwati mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan diawali pada sore hari dengan pembacaan istighosah yang diikuti seluruh santri dengan khidmat. Setelah itu, panitia membuka secara resmi rangkaian acara Gebyar Ramadhan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan selama bulan suci. Memasuki sesi berikutnya, para santri menampilkan pembacaan Juz 30 yang dipadukan dengan permainan tebak ayat. Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur memandu langsung kegiatan tersebut dengan membacakan potongan ayat secara acak dari Juz 30 dan Juz 1, kemudian para santri diminta menebak serta melanjutkan ayat yang dibacakan. Kegiatan tersebut membuat suasana semakin hidup karena para santri saling berlomba menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an mereka. Rangkaian acara berlanjut dengan penampilan Pildacil (Pidato Cilik) yang dibawakan oleh salah satu santriwati RTQ Yanbu’a, Vera Rahmadhani. Penampilan tersebut merupakan hasil latihan intensif yang dilakukan selama sepekan bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk berani tampil di depan umum serta menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Imam Syafi’i menyampaikan sambutan sekaligus mauidhoh hasanah kepada para santri. Ia mengajak seluruh santri untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berani memiliki cita-cita yang tinggi. “Seorang pelajar harus selalu rendah hati dalam mencari ilmu. Ilmu yang sejati tidak akan terpisah dari adab. Tanpa adab, ilmu akan kehilangan keberkahannya,” ujar Ustadz Imam Syafi’i dalam tausiyahnya. Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan ngabuburit bersama melalui sesi tanya jawab berhadiah yang berkaitan dengan pengetahuan agama dan hafalan Al-Qur’an. Para santri tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, sehingga suasana semakin meriah dengan gelak tawa dan keceriaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Antusiasme para santri serta dukungan para asatidz menjadikan Gebyar Ramadhan ini tidak sekadar momen berbuka bersama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, tim AM-KKM 41 Nuradaya juga menyampaikan refleksi bahwa dunia pendidikan sering kali penuh tantangan dan kelelahan. Namun, keceriaan dan ketulusan anak-anak saat belajar Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah ladang kebaikan yang menghadirkan keikhlasan dan energi baru untuk terus menyebarkan manfaat bagi sesama.
NUR IMANIS SAKINAH
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang penuh dengan keberkahan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Salah satu tradisi yang sering dilakukan masyarakat Indonesia adalah berbagi takjil kepada sesama menjelang waktu berbuka puasa. Hal tersebut juga dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan berbagi takjil ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah. Sejak sore hari, mahasiswa telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman sederhana untuk dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para mahasiswa membagikan takjil kepada pengendara, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini menghadirkan suasana hangat yang penuh makna. Senyum dari masyarakat yang menerima takjil menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mahasiswa dan warga yang terlibat. Tidak hanya sekadar berbagi makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa empati, serta mengajarkan pentingnya saling peduli terhadap sesama. Kegiatan berbagi takjil juga menunjukkan bahwa kebahagiaan di bulan Ramadan dapat diwujudkan melalui hal-hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini membuktikan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh dengan baik di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami pentingnya pengabdian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap semangat berbagi dan kebersamaan dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, pada hakikatnya, berbagi bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kepedulian untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
MAKRIFATUL KAMELIA
Seremban, Malaysia | Serulingmedia.com – Kelompok Belajar Elysian dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan internasional. Melalui program asistensi mengajar, mereka menggelar kegiatan edukatif di Ma’had Tahfidz As-Saidiyyah, Seremban, Malaysia, Sabtu (11/4/2026). Wakil Ketua Kelompok Elysian, Alfi, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama satu hari penuh dengan rangkaian agenda yang terstruktur. Program ini menghadirkan sesi skill class dan muhadoroh yang dipandu langsung oleh mahasiswa praktikal UIN Malang. Kegiatan dimulai pukul 08.30 pagi dengan sesi skill class hingga waktu zuhur. Dalam sesi ini, para siswa dibimbing secara aktif untuk meningkatkan keterampilan berbicara, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi di depan umum. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Memasuki waktu siang, kegiatan dilanjutkan dengan jamuan raya atau halal bihalal yang bertepatan dengan suasana bulan Syawal di lingkungan sekolah rendah Islam As-Saidiyyah. Tradisi khas budaya Malaysia turut mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari busana Melayu hingga hidangan prasmanan yang mempererat kebersamaan. “Interaksi langsung seperti ini tidak hanya memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami sebagai mahasiswa untuk lebih memahami metode pengajaran yang efektif di lingkungan internasional,” tambahnya. Pada malam hari, pukul 19.00 waktu setempat, agenda dilanjutkan dengan sesi muhadoroh. Dalam sesi ini, mahasiswa praktikal memberikan contoh langsung teknik penyampaian pidato atau ceramah yang baik dan terstruktur. Para siswa kemudian mempraktikkan kemampuan tersebut dengan penuh semangat. Kegiatan yang berlangsung hingga waktu isya ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa maupun mahasiswa. Selain meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, program ini juga menegaskan peran aktif mahasiswa dalam memberikan kontribusi positif selama menjalankan asistensi mengajar di Ma’had Tahfidz As-Saidiyyah.
FATHIMAH AZZAHRA FATIHATUL AULYA
FITK INSIGHT – Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia — Langkah nyata menuju internasionalisasi pendidikan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui keikutsertaan dalam International Internship Program (IIP) 2026 yang berada di bawah koordinasi International Office and Students Affairs (IOSA) FITK. Pada April 2026, mahasiswa IIP melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di Maahad Tahfiz As-Sa’idiyyah (MTAS) dengan menghadirkan program “Mengajar dan Skill Class”, sebuah pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik secara langsung di dalam kelas. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa untuk langsung mempraktikkan apa yang dipelajari melalui berbagai aktivitas aplikatif. Metode ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Suasana kelas berlangsung aktif dan dinamis. Para siswa terlibat dalam diskusi, simulasi, serta praktik langsung yang mendorong mereka untuk berpikir kritis dan berani mengekspresikan ide. Pendekatan ini terbukti mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan tidak monoton. Mahasiswa IIP berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang kreatif dan adaptif. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, mereka berhasil membangun suasana kelas yang kolaboratif, di mana setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif. Program ini juga menjadi wadah pengembangan soft skills siswa, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepercayaan diri. Tidak hanya itu, mahasiswa turut memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola kelas di lingkungan internasional, sekaligus memahami dinamika pembelajaran lintas budaya. Pihak Maahad Tahfiz As-Sa’idiyyah (MTAS) memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa FITK yang dinilai mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dan aplikatif. Sementara itu, IOSA FITK menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mencetak calon pendidik yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global. Program “Mengajar dan Skill Class” yang dilaksanakan mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Maahad Tahfiz As-Sa’idiyyah Malaysia menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi pedagogik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menciptakan pengalaman belajar yang inspiratif bagi siswa. Keberhasilan ini diharapkan terus menjadi pemantik semangat inovasi dalam dunia pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.[iz]
A. SYIFA` AL QOLBI
Kegiatan “Amazing Santri Festival” merupakan program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM 19 Satyakarsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di TPQ Sindujoyo, Kabupaten Gresik, pada tanggal 6–17 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar mengaji, mengembangkan kemampuan sosial santri, serta menanamkan karakter religius dan moderasi beragama melalui pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Program ini meliputi pendampingan belajar mengaji menggunakan metode Qiro’ati, perlombaan edukatif dan keagamaan seperti lomba mewarnai dan adzan, pemberian motivasi kepada santri, serta kegiatan yang mendorong keberanian dan kerja sama antar peserta. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan bersama pihak TPQ dan masyarakat sekitar sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan, aktif, dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, santri memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan tidak monoton, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri, kreativitas, dan interaksi sosial antar santri. Program ini juga menjadi langkah nyata mahasiswa KKM dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan berbasis karakter di lingkungan masyarakat.
FARADILLA NURUNNI`MAH
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang penuh dengan keberkahan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Salah satu tradisi yang sering dilakukan masyarakat Indonesia adalah berbagi takjil kepada sesama menjelang waktu berbuka puasa. Hal tersebut juga dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan berbagi takjil ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah. Sejak sore hari, mahasiswa telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman sederhana untuk dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para mahasiswa membagikan takjil kepada pengendara, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini menghadirkan suasana hangat yang penuh makna. Senyum dari masyarakat yang menerima takjil menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mahasiswa dan warga yang terlibat. Tidak hanya sekadar berbagi makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa empati, serta mengajarkan pentingnya saling peduli terhadap sesama. Kegiatan berbagi takjil juga menunjukkan bahwa kebahagiaan di bulan Ramadan dapat diwujudkan melalui hal-hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini membuktikan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh dengan baik di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami pentingnya pengabdian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap semangat berbagi dan kebersamaan dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, pada hakikatnya, berbagi bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kepedulian untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.