ANI MUFIDATUR ROHIMAH
Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.
RAHMAT MAKRUF SYAHRULLAH
Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.
ANIDA SALSABILA RAHMA
Mahasiswa yang melaksanakan kegiatan tersebut merupakan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara pemaparan program kerja dikemas secara semi formal agar suasana tetap santai namun tetap tertib, sehingga masyarakat dapat mengikuti jalannya kegiatan dengan nyaman.Berbeda dari acara resmi pada umumnya, kegiatan ini tidak diawali dengan berbagai pihak tertentu. Setelah moderator membuka acara dan menjelaskan susunan acara secara singkat, acara langsung dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh mahasiswa KKM. Konsep ini dipilih agar waktu dapat dimanfaatkan secara efektif dan fokus kegiatan tetap berkomunikasi pada mengungkapkan rencana program kepada masyarakat. Sebanyak sembilan program kerja dipaparkan secara bergantian oleh anggota KKM UIN Malang. Setiap program disampaikan dengan penjelasan singkat mengenai tujuan dan rencana pelaksanaannya di Desa Ngadireso. Melalui pemaparan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami arah kegiatan KKM sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan program selama masa pengabdian siswa di desa tersebut.
MOH. RIFDA ZAMZAMI AL GHOZALI
Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon Suasana Madrasah tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu pagi. Ratusan pasang mata menyaksikan semarak lomba TPQ yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kelompok KKM ESHORA, pengurus TPQ, serta dukungan IPNU-IPPNU setempat. Sejak pagi hari, para santri dari beberapa TPQ di Dusun Gumul telah hadir dengan penuh semangat. Mereka datang sebagai perwakilan untuk mengikuti tiga cabang lomba, yaitu lomba sambung ayat Juz 30, lomba adzan, dan lomba kaligrafi. Setiap TPQ mengirimkan peserta terbaiknya sebagai bentuk partisipasi dan semangat ukhuwah antar-santri. Tiga Cabang Lomba Penuh Makna Lomba sambung ayat menjadi salah satu kategori yang paling menarik perhatian. Para peserta diuji kemampuan hafalan dan ketepatan dalam melanjutkan ayat Al-Qur’an dari Juz 30. Dengan sistem pengambilan undian ayat, para santri dituntut untuk fokus dan percaya diri saat tampil di depan juri dan peserta lainnya. Sementara itu, lomba adzan menghadirkan suasana yang khidmat. Satu per satu peserta maju untuk mengumandangkan adzan dengan suara terbaik mereka. Penilaian dilakukan berdasarkan tajwid, kelancaran, adab, dan penghayatan dalam melafalkan adzan. Di sisi lain, lomba kaligrafi menjadi ruang kreativitas bagi para santri. Dengan perlengkapan sederhana, mereka menuangkan keindahan ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam bentuk tulisan artistik. Kategori ini tidak hanya menilai kerapian tulisan, tetapi juga komposisi dan estetika. Kolaborasi Mahasiswa dan Remaja Masjid Kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen kolaborasi antara mahasiswa KKM ESHORA dengan pengurus madrasah dan organisasi kepemudaan setempat. Mahasiswa terlibat aktif dalam persiapan tempat, penyusunan teknis lomba, dokumentasi, hingga koordinasi dengan juri. Juri lomba terdiri dari perwakilan mahasiswa KKM dan anggota IPNU-IPPNU, sehingga proses penilaian berlangsung objektif dan transparan. Seluruh rangkaian acara dikemas secara sederhana namun tetap tertib dan penuh kekhidmatan. Pembukaan kegiatan dilakukan secara semi-formal agar suasana lebih santai dan ramah anak. Hal ini bertujuan agar peserta merasa nyaman dan tidak terlalu tegang saat mengikuti lomba. Membangun Kepercayaan Diri Santri Selain memperingati Isra Mi’raj, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar santri TPQ. Banyak peserta yang awalnya tampak gugup, namun setelah tampil justru menunjukkan keberanian dan kebanggaan. Orang tua yang hadir turut memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Suasana kebersamaan terasa kuat, terutama saat para peserta menerima apresiasi dan penghargaan di akhir acara. Ketua panitia menyampaikan bahwa lomba ini bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi untuk membangun semangat belajar Al-Qur’an di kalangan generasi muda Dusun Gumul. Penutup dan Harapan Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian hadiah kepada para pemenang. Meskipun kompetisi telah selesai, nilai kebersamaan dan semangat ukhuwah tetap terasa hingga akhir kegiatan. Lomba TPQ ini menjadi salah satu program keagamaan yang meninggalkan kesan mendalam selama pelaksanaan KKM di Dusun Gumul. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, mahasiswa dan masyarakat berhasil menciptakan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter religius pada anak-anak. KKM ESHORA berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat di tahun-tahun berikutnya, sehingga semangat belajar Al-Qur’an tetap tum buh dan berkembang di Dusun Gumul.
ICHA RAHMA PANGESTI
Desa Licin, Banyuwangi — Kelompok 166 KKM Mandiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Baranova) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Licin dengan fokus pada sosialisasi anti bullying dan pencegahan kenakalan remaja, digitalisasi ekonomi melalui QRIS, serta penguatan amaliah keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter sosial masyarakat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya tantangan sosial di lingkungan remaja, seperti kurangnya kesadaran akan dampak bullying, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu, pengabdian dirancang secara terpadu antara pendekatan edukatif, ekonomis, dan religius. Sosialisasi anti bullying dan kenakalan remaja dilaksanakan melalui pendampingan belajar mengajar di SDN 1 Licin dan MI Nahdhatul Wathan. Mahasiswa KKM memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak negatif perundungan, serta pentingnya menjaga sikap dan pergaulan sejak usia dini. Di bidang ekonomi, KKM 166 melaksanakan sosialisasi dan pendampingan penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM dan pedagang Pasar Jadoel Dusun Karangan. Kegiatan ini bertujuan mendorong kemudahan transaksi non-tunai dan meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan ekonomi digital. Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat tersebut secara eksplisit dikuatkan dengan amaliah keagamaan, seperti rutinan yasin dan tahlil, pengajian kitab Ihya’ Ulumuddin, jam’iyah fardhu kifayah, istighosah, serta pendampingan kegiatan TPQ. Melalui integrasi edukasi sosial, digitalisasi ekonomi, dan penguatan nilai keagamaan, KKM 166 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Licin.