KAYYISUL FIKRI AL JUND
MALANG, 31 DESEMBER 2025 -- Alih-alih merayakannya dengan kembang api atau hura-hura di jalanan, Mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Kelompok 20 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama remaja GAMAS (Gerakan Anak Muda Masjid) Al-Basyiroh memilih cara yang berbeda. Mereka menggelar acara "Pesantren Akhir Tahun" di Masjid Al-Basyiroh untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Menariknya, sasaran utama dari kegiatan ini adalah para santriwan dan santriwati TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) di lingkungan sekitar masjid. Sinergi antara mahasiswa dan pemuda setempat ini berhasil menghidupkan suasana masjid dengan rangkaian acara yang padat, mulai dari Tadarus Al-Quran hingga Sholat Subuh berjamaah. Kemeriahan juga tercipta melalui Games Islami yang melibatkan interaksi seru antar santri dengan panitia dari mahasiswa KKM dan GAMAS. Berdasarkan jadwal yang disusun, kegiatan dimulai tepat setelah waktu Maghrib pada pukul 18.15 WIB, di mana para peserta mengawali malam dengan persiapan alat dan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Quran bersama pada pukul 20.00 WIB Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kolaborasi Mahasiswa KKM Kelompok 20 UIN Malang dengan Remaja Gammas Masjid Al-Basyiroh Sukses Sulap Malam Tahun Baru Menjadi Lebih Berkah", "Kolaborasi dengan GAMAS ini bukan sekadar menjalankan program kerja, tapi tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa berbaur dan memberi dampak positif bagi pemuda dan adik-adik santri di Masjid Al-Basyiroh," ujar perwakilan Kelompok 20 KKM UIN Malang. Memasuki tengah malam, suasana berubah menjadi lebih tenang dan emosional. Tepat pukul 22.46 WIB, seluruh peserta melaksanakan Sholat Tasbih dan Sholat Hajat berjamaah. Puncaknya adalah sesi Renungan Suci (Muhasabah) yang dilaksanakan pada pukul 23.00 WIB hingga detik-detik pergantian tahun. Acara ini sengaja digelar untuk mengalihkan euforia perayaan malam tahun baru yang biasanya identik dengan hura-hura di jalanan, menjadi kegiatan yang lebih religius dan mempererat tali silaturahmi antar pemuda. "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda untuk melakukan refleksi diri atas apa yang telah dilalui setahun ke belakang dan memanjatkan doa terbaik untuk tahun yang akan datang, agar anak-anak santri bisa mengisi waktu pergantian tahun dengan kegiatan yang bermanfaat," ujar salah satu panitia penyelenggara. Setelah beristirahat sejenak, rangkaian acara ditutup dengan persiapan Sholat Shubuh berjamaah pada pukul 03.00 WIB dan sesi dokumentasi pembagian hadiah pemenang game sebagai kenang-kenangan kebersamaan
ISHFI RIZQIYATI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari pelaksanaan KKM tersebut, Kelompok 59 Samudrawisesa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Rabu, 24 Desember, bertempat di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selama masa KKM di Desa Putukrejo. Pelaksanaan KKM Kelompok 59 Samudrawisesa membawa tema “Membangun Cahaya Kehidupan Baru di Desa Putukrejo”, yang merefleksikan semangat mahasiswa dalam berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan sosial dan lingkungan. Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah pembangunan reflektor sebagai upaya mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat desa. Acara pembukaan KKM dihadiri oleh Kepala Desa Putukrejo beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKM yang tergabung dalam Kelompok 59 Samudrawisesa. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan KKM agar dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Putukrejo, Bapak Heri Wibisono, menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa peserta KKM serta apresiasi kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Putukrejo sebagai lokasi pelaksanaan KKM. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa, khususnya melalui program-program yang bersifat edukatif, sosial, dan pemberdayaan potensi desa. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta beradaptasi dengan nilai-nilai sosial dan budaya yang ada di Desa Putukrejo. Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Taa'ib Maghfur, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan KKM merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kampus yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan. DPL juga menekankan pentingnya sikap tanggung jawab, disiplin, serta etika akademik dalam pelaksanaan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa diharapkan mampu membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat agar kegiatan KKM dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Kelompok 59 Samudrawisesa, Moh. Ahsanul Hidayat, yang mewakili seluruh mahasiswa peserta KKM. Dalam sambutannya, ketua kelompok menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Desa Putukrejo atas penerimaan dan dukungan yang diberikan. Ia juga menyampaikan komitmen mahasiswa untuk melaksanakan seluruh program kerja KKM dengan sebaik-baiknya, serta kesiapan untuk berkontribusi secara aktif dalam mendukung kegiatan dan pembangunan di Desa Putukrejo selama masa pengabdian. Kegiatan pembukaan KKM kemudian ditutup dengan doa dan sesi perkenalan mahasiswa kepada perangkat desa dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan pembukaan ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Putukrejo. Selain menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, kegiatan KKM ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan kerja sama, serta keterampilan kepemimpinan.
ADAM SYARIFANI MUHAMMAD
Malang, Senin 05 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Hari Pertama masuk di KB-TK Masuk Agung Jami' Malang, Pertemuan ini sebagai bentuk kami dalam mengabdi dan berkontribusi langsung ke dalam lingkup Masjid Agung Jami' Malang. Kunjungan perkenalan ini menjadi semakin bermakna karena lokasi KB-TK yang berada di bawah naungan Masjid Agung Jami' Malang. Nilai-nilai religiusitas terpancar dari setiap sudut kegiatan. Para mahasiswa melihat bagaimana adab diajarkan sejak dini, mulai dari cara bersalaman kepada orang yang lebih tua hingga doa-doa pendek yang dilantunkan dengan fasih. Para guru memberikan arahan dengan penuh kasih, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKM diharapkan tidak hanya untuk membantu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga untuk memberikan warna baru dalam pembentukan kreativitas siswa. Perkenalan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara mahasiswa dan dewan guru mengenai program kerja yang akan dilaksanakan ke depan, memastikan bahwa kehadiran mereka benar-benar membawa manfaat bagi institusi pendidikan yang bersejarah ini. Bagi para mahasiswa, memasuki lingkungan KB-TK adalah tantangan tersendiri. Ada rasa gugup yang menyelip di antara senyuman mereka. Mereka yang biasanya berhadapan dengan tugas kuliah dan teori-teori rumit, kini harus bersiap berhadapan dengan puluhan pasang mata jernih yang menatap penuh rasa ingin tahu.. Momen perkenalan dimulai. Satu per satu Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, berdiri di depan kelas. Tidak ada istilah-istilah ilmiah yang keluar; yang ada hanyalah sapaan ramah dan gerakan tangan yang mencoba mengikuti ritme dunia anak-anak. "Halo adik-adik, perkenalkan kami dari Kakak-Kakak Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang," ucap salah satu perwakilan mahasiswa dengan nada riang. Sapaan itu disambut dengan teriakan "Halo Kakak!" yang serempak dan nyaring, seketika meruntuhkan dinding kecanggungan yang sempat terbangun. Mahasiswa KKM Kelompok 22 menyadari bahwa di tempat ini, gelar mahasiswa mereka ditanggalkan sejenak untuk menjadi teman bermain sekaligus kakak pelindung. Mereka belajar kembali cara menyapa dengan tulus, cara mendengarkan cerita-cerita imajinatif, dan cara berbagi senyum tanpa beban. Perkenalan hari itu di KB-TK Masjid Agung Jami’ Malang Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, pulang dengan perasaan lega dan hati yang dipenuhi inspirasi. Mereka belajar satu hal penting: "bahwa pendidikan yang paling mendasar adalah tentang cinta dan keteladanan." Dengan restu dari para guru dan tawa ceria dari adik-adik KB-TK, Mahasiswa KKM siap melangkah lebih jauh. Mereka bukan lagi sekadar mahasiswa yang datang untuk menuntaskan tugas kampus, melainkan bagian dari keluarga besar yang ingin ikut serta menanam benih kebaikan di Kota Malang.
ARINA AL KHAQ
Hari/Tanggal: 12 Januari 2026 Tempat: Masjid Al Ghozali Peserta: Santri RTQ Al Ghozali Deskripsi Kegiatan Kegiatan edukatif dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kreativitas, keterampilan, serta semangat belajar santri melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai jenjang. Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, kondusif, dan penuh kebersamaan dengan pendampingan para pengajar. Adapun bentuk kegiatan meliputi: Eco Print bagi santri usia >9, bertujuan mengembangkan kreativitas, ketelitian, serta keterampilan melalui seni berbasis bahan alami. Mewarnai bagi santri usia <9, bertujuan meningkatkan motorik halus, konsentrasi, dan minat belajar melalui aktivitas kreatif. Hasil dan Penutup Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para santri. Selain meningkatkan kreativitas dan keterampilan, kegiatan ini juga memperkuat interaksi sosial serta semangat belajar Al-Qur’an. Diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung perkembangan intelektual, spiritual, dan karakter santri RTQ Al Ghozali.
ACHMAD CHOIRIL ANWAR
Perjalanan Pengabdian Mahasiswa KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.
MARSHANDA PUTRI ARDIANA
Mahasiswa KKM Kelompok 20 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama remaja Gerakan Anak Muda Masjid (GAMAS) Al-Basyiroh sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Pesantren Akhir Tahun" di Masjid Al-Basyiroh, Malang. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2025 ini bertujuan untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih berkah dan bermanfaat dibandingkan sekadar merayakannya dengan kembang api atau hura-hura di jalanan. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah para santriwan dan santriwati TPQ di lingkungan sekitar masjid. Sinergi antara mahasiswa dan pemuda setempat berhasil menghidupkan suasana masjid melalui rangkaian acara yang padat, mulai dari persiapan alat setelah Maghrib pada pukul 18.15 WIB hingga Tadarus Al-Quran bersama pada pukul 20.00 WIB. Keseruan acara juga terlihat melalui adanya Games Islami yang melibatkan interaksi aktif antara santri dengan panitia dari mahasiswa KKM dan GAMAS. Perwakilan Kelompok 20 KKM UIN Malang menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya mahasiswa untuk berbaur dan memberikan dampak positif secara nyata bagi masyarakat. Memasuki tengah malam, suasana berubah menjadi lebih tenang dan emosional ketika seluruh peserta melaksanakan Sholat Tasbih serta Sholat Hajat berjamaah pada pukul 22.46 WIB. Kegiatan kemudian mencapai puncaknya pada sesi Renungan Suci atau Muhasabah yang dimulai pukul 23.00 WIB hingga detik-detik pergantian tahun sebagai wadah refleksi diri atas apa yang telah dilalui selama setahun terakhir. Penyelenggaraan acara ini sengaja dirancang untuk mengalihkan euforia perayaan tahun baru menjadi kegiatan religius yang mempererat tali silaturahmi antar pemuda. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri dapat mengisi waktu mereka dengan hal-hal yang bermanfaat serta memanjatkan doa-doa terbaik untuk tahun yang akan datang. Setelah beristirahat sejenak, seluruh rangkaian acara ditutup dengan persiapan Sholat Subuh berjamaah pada pukul 03.00 WIB, yang kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi dan pembagian hadiah bagi para pemenang game sebagai kenang-kenangan kebersamaan mereka. https://www.kompasiana.com/kkm20luminara6010/695b9e4ac925c4792b26b892/kolaborasi-mahasiswa-kkm-kelompok-20-uin-malang-dengan-remaja-gammas-masjid-al-basyiroh-sukses-sulap-malam-tahun-baru-menjadi-lebih-berkah