ALYA AFRILLIA MASITOH
https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi
NABILA REYNA RAHMADHANI
Dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ, Madin Masjid Ar Ridho menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan religius yang melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang usia. Acara ini diselenggarakan oleh Kelompok KKM Kalyanagraha sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan nilai-nilai keislaman sejak dini. Kegiatan diawali dengan lomba mewarnai yang terbuka untuk semua tingkatan. Lomba ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal kisah Isra Mi’raj melalui media visual yang menyenangkan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat dan hasil karya yang beragam serta penuh warna. Selanjutnya, digelar lomba Ranking Satu yang dikhususkan untuk siswa kelas 3 hingga 6 SD. Melalui format kuis interaktif, peserta diuji pengetahuan seputar keislaman dengan cara yang kompetitif namun tetap edukatif. Kegiatan ini tidak hanya melatih daya ingat, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan sportivitas. Untuk peserta usia dini, Madin Masjid Ar Ridho menyelenggarakan lomba shalat bagi anak TK hingga kelas 2 SD. Lomba ini bertujuan menanamkan pemahaman tata cara shalat yang benar sejak usia awal, dengan pendekatan yang ramah anak dan penuh pembinaan. Melalui rangkaian kegiatan ini, peringatan Isra Mi’raj di Madin Masjid Ar Ridho diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ibadah dan nilai-nilai Islam. Kelompok KKM Kalyanagraha berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman bermakna serta memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual dan karakter generasi muda.
SAFINATUL FADLYAH DAHLAN
Kegiatan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi salah satu program edukasi yang dilaksanakan oleh Kelompok KKM 75 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kawira Aksena. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa sekolah dasar sebagai upaya mengenalkan manfaat tanaman herbal sejak dini. Sosialisasi dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Mahasiswa KKM berperan sebagai fasilitator yang menyampaikan materi secara sederhana. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai bermanfaat bagi pengetahuan siswa. Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam edukasi kesehatan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis tanaman obat yang sering dijumpai di sekitar lingkungan rumah. Siswa diajak mengenal nama tanaman, bentuk daun, serta manfaat kesehatannya. Materi disampaikan menggunakan gambar dan contoh nyata agar lebih menarik. Siswa tampak antusias mengikuti penjelasan yang diberikan. Interaksi aktif terjadi melalui sesi tanya jawab sederhana. Pendekatan ini membantu siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik pengenalan langsung tanaman obat. Siswa diberi kesempatan melihat dan memegang contoh tanaman yang telah disiapkan. Mahasiswa menjelaskan cara sederhana merawat tanaman obat di rumah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat siswa dalam memanfaatkan tanaman herbal. Pengalaman belajar langsung membuat siswa lebih tertarik mengikuti kegiatan. Suasana kegiatan berlangsung menyenangkan dan penuh semangat. Pihak sekolah memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengenalan TOGA ini. Guru-guru menilai kegiatan tersebut mampu menambah wawasan siswa mengenai manfaat tanaman herbal. Dukungan sekolah menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa berlangsung dengan baik selama kegiatan. Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan lingkungan sekolah. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi positif dalam edukasi kesehatan. Melalui kegiatan pengenalan TOGA ini, KKM Kawira Aksena berharap siswa dapat memahami pentingnya pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi bagian dari upaya pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan KKM untuk memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan kesehatan. Diharapkan siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan rumah masing-masing. Dengan demikian, kesadaran pemanfaatan tanaman obat dapat tumbuh sejak usia dini.
QOTRIN NADA FIRDAUSI
https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi
RENGGA ADITYA HIDAYATULLAH
https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi
AZKIYA MUTHMAINAH
Dalam rangka mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk lebih dekat dengan dunia literasi, Tim KKM Unggulan Fakultatif 249 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Gelar Membaca dan Mewarnai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat membaca sekaligus mengembangkan kreativitas anak melalui aktivitas mewarnai dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Sejak awal kegiatan, suasana ceria sudah terasa ketika anak-anak mulai berdatangan. Ada yang langsung asyik membaca dan mewarnai, ada pula yang masih tampak malu-malu. Namun seiring berjalannya waktu, antusiasme anak-anak semakin terlihat. Suara tawa dan celoteh mereka yang riang membuat suasana menjadi hidup dan penuh kehangatan. Pada kegiatan ini, panitia menyediakan berbagai bahan bacaan anak serta lembar gambar atau kertas mewarnai yang dapat digunakan secara bebas. Selain itu, bagi masyarakat yang berminat menjadi anggota Taman Baca Masyarakat, disediakan kartu anggota yang berlaku selama satu tahun dan dapat digunakan untuk peminjaman buku. Fasilitas ini diharapkan mampu mendorong anak-anak agar terbiasa membaca dan memanfaatkan TBM (Taman Baca Masyarakat) secara berkelanjutan. Anggota KKM turut aktif mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Mereka menemani anak-anak saat membaca dan mewarnai, mengajak mengobrol, serta membantu memilihkan buku yang sesuai dengan usia dan minat anak. Pendampingan ini membuat anak-anak merasa lebih nyaman dan semakin menikmati kegiatan. Respons positif juga datang dari para orang tua. Mereka merasa senang dengan adanya kegiatan yang bersifat edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Melalui kegiatan sederhana ini, diharapkan dapat tumbuh kesadaran akan pentingnya literasi sejak dini, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap buku pada anak-anak. Ke depannya, Tim KKM berharap kegiatan seperti Gelar Membaca dan Mewarnai ini dapat terus berlanjut, sehingga anak-anak semakin antusias dan tertarik untuk membaca, serta budaya literasi dapat tumbuh dan berkembang di Desa Ngenep.