Thumbnail
3 months ago
UIN Malang Berdaya! Kolaborasi Dinas Perikanan dan Karang Taruna Desa Pakis Kembar, KKM UIN Malang Jadikan Sungai Desa Sentra Ekonomi Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "UIN Malang Berdaya! Kolaborasi Dinas Perikanan dan Karang Taru

M.ADITYA DZAKIYYUL FIKRI

https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi

Thumbnail
3 months ago
Kegiatan Keagamaan Bersama Masyarakat: Jamaah Maghrib hingga Isya

AISYAH ALYA RAHMA

Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kelompok Ranasvara turut aktif dalam kegiatan keagamaan bersama warga Desa Sumbersuko. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah mengikuti salat Maghrib berjamaah di masjid bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan nilai spiritual selama masa pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Setelah melaksanakan salat Maghrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an bersama. Mahasiswa KKM menerapkan konsep one day one juz, yaitu membaca Al-Qur'an secara bergantian hingga menunggu waktu salat Isya. Kegiatan tadarus ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, serta menjadi momen yang menenangkan setelah menjalani berbagai aktivitas pengabdian sepanjang hari. Menjelang waktu Isya, mahasiswa KKM bersama masyarakat kembali melaksanakan salat Isya berjamaah. Kebersamaan dalam menjalankan ibadah ini semakin mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga Desa Sumbersuko, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan ini, kelompok Ranasvara berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memberikan contoh positif dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari upaya mahasiswa KKM dalam berbaur, beradaptasi, dan berkontribusi secara langsung di tengah-tengah masyarakat Desa Sumbersuko.

Thumbnail
3 months ago
UIN Malang Berdaya! Kolaborasi Dinas Perikanan dan Karang Taruna Desa Pakis Kembar, KKM UIN Malang Jadikan Sungai Desa Sentra Ekonomi

EARLY NAJWAH MUROJ

https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi

Thumbnail
3 months ago
SUARA PERLINDUNGAN DARI MAHASISWA: MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 MENGUPAS BAHAYA CHILD GROOMING DI RADIO MADINAH FM

HAPPY MARSHA AUDINA

Di tengah deru frekuensi dakwah Radio Madinah FM yang memancar dari kompleks Masjid Agung Jami’ Malang, mahasiswa KKM Kelompok 22 mengambil peran yang sangat vital. Pada sesi siaran kali ini, mereka tidak hanya menyapa pendengar dengan kabar pengabdian, melainkan membawa sebuah isu krusial yang menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda: "Child Grooming". Duduk di depan mikrofon studio, para mahasiswa Kelompok 22 menyadari bahwa child grooming adalah topik yang sensitif namun mendesak untuk dibicarakan. Di bawah lampu merah tanda "On Air", mereka mulai mengupas tuntas fenomena ini. Child grooming sebuah upaya manipulatif yang dilakukan orang dewasa untuk membangun hubungan emosional dengan anak-anak demi tujuan eksploitasi-dipaparkan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas, terutama para orang tua yang menjadi pendengar setia Madinah FM.   "Kita harus waspada jika ada orang dewasa yang mencoba membangun rahasia khusus dengan anak kita," tegas salah satu perwakilan mahasiswa melalui pengeras suara. Edukasi ini menjadi sangat kuat karena dilakukan di Radio Madinah FM, di mana nilai-nilai keluarga dan agama sangat dijunjung tinggi. Para mahasiswa menekankan bahwa menjaga anak bukan hanya tugas fisik, tetapi juga menjaga ruang digital mereka dengan kasih sayang dan keterbukaan. Siaran ini menjadi bukti nyata bahwa KKM Kelompok 22 mampu membawa misi akademis ke dalam ruang publik yang luas. Pengelola Radio Madinah FM memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan topik ini. Bagi mereka, dakwah tidak hanya soal ibadah mahdah, tetapi juga tentang hifzhun nafs (menjaga jiwa) dan hifzhun nasl (menjaga keturunan), yang salah satunya dilakukan dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya predator anak. Respon dari pendengar pun terasa hangat. Melalui saluran interaktif, beberapa orang tua menyampaikan rasa terima kasihnya karena menjadi lebih paham mengenai batasan-batasan interaksi sosial anak yang sehat. Mahasiswa Kelompok 22 berhasil menciptakan ruang diskusi yang aman, di mana rasa khawatir diubah menjadi kewaspadaan yang cerdas. Sesi siaran ditutup dengan pesan yang mendalam: bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh kejujuran. Mahasiswa Kelompok 22 mengajak seluruh masyarakat Malang Raya untuk tidak abai dan terus memperkuat komunikasi dalam keluarga. Pengalaman bersiaran di Radio Madinah FM tentang child grooming ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi Kelompok 22. Mereka pulang dari studio dengan harapan bahwa suara yang mereka pancarkan hari itu bisa menjadi benteng bagi satu, dua, atau bahkan ratusan anak di luar sana. Dari balik mikrofon di jantung Kota Malang, mereka telah menyuarakan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda.

Thumbnail
3 months ago
Menyemai Nilai-Nilai Qurani di Ruang-ruang Belajar Sederhana melalui Pengabdian KKM UIN Malang

EDO SUPYANDANA

Pendidikan keagamaan pada jenjang dasar memegang peranan penting dalam membentuk karakter, spiritualitas, serta fondasi moral generasi muda. Di tengah tantangan perkembangan zaman, penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak usia dini menjadi bagian esensial dalam membangun generasi yang berakhlak dan berintegritas. Atas dasar kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 38 melaksanakan kegiatan pendampingan mengajar mengaji di TPQ As-Shidiqi sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap pukul 14.00 hingga 16.00 WIB selama masa KKM berlangsung. Mahasiswa mendampingi santri dalam membaca Al-Qur’an, memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah, membimbing bacaan sholat, jilid, serta doa-doa harian. Kehadiran mahasiswa tidak menggantikan peran ustaz dan ustazah, melainkan memperkuat proses pembelajaran yang telah berjalan melalui pola kemitraan yang saling mendukung. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif, sabar, dan berbasis keteladanan. Mahasiswa berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif agar santri merasa percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, baik melalui bimbingan individual maupun kelompok kecil, sehingga setiap santri memperoleh perhatian sesuai dengan tingkat kemampuannya Dampak dari kegiatan ini terlihat pada peningkatan kelancaran bacaan Al-Qur’an serta pemahaman santri terhadap bacaan sholat dan doa-doa harian. Santri menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan menunjukkan keberanian untuk membaca secara mandiri. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan santri juga memperkuat suasana belajar yang lebih hidup dan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan secara rutin menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan. Dengan jadwal yang terstruktur, santri memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki bacaan dan meningkatkan hafalan secara bertahap. Konsistensi tersebut juga membangun kedekatan emosional yang positif antara mahasiswa dan santri, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Seluruh kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 38, Kivah Aha Putra, M.Pd.I., yang memberikan arahan akademik dan penguatan konseptual kepada mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian. Bimbingan tersebut memastikan bahwa kegiatan tetap selaras dengan prinsip pendidikan Islam yang moderat, humanis, dan berorientasi pada pembinaan karakter. Melalui pendampingan di TPQ As-Shidiqi, mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini  menjadi wujud nyata bahwa pengabdian tidak sekadar program formal, melainkan upaya kolektif dalam membangun generasi yang cakap membaca Al-Qur’an dan berakhlak mulia. Kata Kunci 1. KKM UIN Malang 2. TPQ As-Shidiqi 3. Literasi Al-Qur’an 4. Pendidikan Islam 5. Pengabdian Masyarakat

Thumbnail
3 months ago
Lebih dari Sekadar Saudara: Hangatnya Ketulusan Warga Dusun Lendang Sambut Mahasiswa KKM di Malam Tahun Baru 2026

MUHAMMAD ALWI

Dusun Lendang, Desa Sukarara, Jonggat, Lombok Tengah, NTB, 1 Januari 2026 - Rencana sederhana mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang 2025 untuk merayakan pergantian tahun bersama remaja desa, berubah menjadi momentum haru yang tak terlupakan. Mengusung konsep do'a bersama dan "bakar-bakar" sederhana, antusiasme warga justru meluap hingga melampaui ekspektasi. Awalnya, tim KKM sempat merasa khawatir terkait pembengkakan anggaran jika acara melibatkan banyak orang. Namun, kekhawatiran itu sirna seketika oleh ketulusan warga yang hadir tanpa dibuat-buat. Tanpa diminta, warga silih berganti mengantarkan bantuan logistik sebagai bentuk dukungan. Mulai dari kebutuhan masak, peralatan bakar-bakar, dan berbagai kebutuhan lainnya.   "Kami sangat terkejut. Niatnya hanya acara kecil, tapi warga justru sangat antusias. Kami menerima lebih dari tiga ekor ayam dan sekarung ikan mujair dari masyarakat. Ini bukan lagi soal donasi, tapi soal rasa kekeluargaan," ujar Prayogi Prasetyo, perwakilan mahasiswa KKM.   Kehadiran yang Menghidupkan Suasana   Bagi masyarakat setempat, kehadiran mahasiswa KKM dianggap membawa semangat baru. Bukan sekadar tamu yang menjalankan tugas kampus, warga mengaku sudah menganggap para mahasiswa sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan remaja kampung saat mempersiapkan acara menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial di desa ini. Keramahtamahan yang ditunjukkan warga bersifat alami dan spontan, mencerminkan kearifan lokal dalam memuliakan tamu yang sudah dianggap seperti saudara kandung Doa Bersama Sebagai Penutup Tahun Acara yang berlangsung pada malam pergantian tahun 2026 tersebut diisi dengan do'a bersama yang dikenal dengan istilah dzikir oleh masyarakat setempat, yang mana bertujuan untuk keselamatan desa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dari hasil swadaya masyarakat. Kelimpahan makanan malam itu menjadi simbol bahwa kemauan untuk berbagi tidak selalu diukur dari materi, melainkan dari kedekatan hati. Kebersamaan semakin terasa dengan konsep makan bersama menggunakan daun pisang yang disusun memanjang. Pengalaman ini menjadi catatan penting dalam riset sosial tim KKM bahwa di tengah modernitas, nilai-nilai keguyuban dan ketulusan di desa masih sangat kental dan menjadi pondasi utama keharmonisan masyarakat.