Thumbnail
8 months ago
Penanaman TOSA dan Pelabelan Nama serta Manfaat Tanaman oleh Kelompok KKM 128

NEZA INDRA AYU ANGGRAENI

31 Januari 2026 SMP Sunan Giri Wagir Malang — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertugas di SMP Sunan Giri melaksanakan salah satu program kerja di bidang lingkungan, yaitu kegiatan penanaman Tanaman Obat Sekolah (TOSA) yang disertai dengan pelabelan nama latin serta manfaat dari setiap tanaman. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung penguatan Program Adiwiyata sekaligus memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran bagi siswa. Kegiatan penanaman TOSA dilaksanakan di area lingkungan sekolah yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM melakukan penanaman berbagai jenis tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan, kemudian memberikan label berisi nama tanaman dan kegunaannya. Pelabelan ini bertujuan agar siswa dapat mengenal jenis-jenis tanaman obat serta memahami manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga sekolah dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menambah wawasan mengenai pemanfaatan tanaman obat. Program penanaman TOSA dan pelabelan edukatif ini juga menjadi upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang hijau, sehat, dan edukatif.

Thumbnail
8 months ago
DarmaWidya Mengabdi: Lika-Liku, Perjuangan, dan Capaian Sertifikasi Halal Selama 40 Hari di Desa Pandanlandung

AULIA RAHMADINA

Dari Kampus ke Desa: Awal Pengabdian Mahasiswa Sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Selama 40 hari, seluruh anggota kelompok DarmaWidya hadir bukan sebagai tamu, melainkan sebagai mitra belajar dan pendamping masyarakat. Fokus utama pengabdian diarahkan pada sosialisasi serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebagai langkah strategis membangun ekosistem ekonomi halal berbasis komunitas. Program ini menjadi bentuk nyata implementasi tridharma perguruan tinggi—membawa ilmu dari ruang kelas untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Latar Belakang: Rendahnya Literasi Halal Pelaku UMK Pelaksanaan program dilandasi temuan awal bahwa masih banyak pelaku UMK yang: belum memahami kewajiban sertifikasi halal, memiliki keterbatasan literasi administrasi, belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta merasa proses legalitas usaha terlalu rumit dan menakutkan. Padahal, sertifikasi halal bukan hanya bernilai religius, tetapi juga berperan penting dalam menjamin keamanan produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing usaha di tengah kebijakan wajib halal nasional. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk hadir sebagai fasilitator sekaligus pendamping teknis. Pembekalan Profesional: Mahasiswa sebagai Pendamping P3H Sebelum terjun ke lapangan, seluruh mahasiswa mengikuti pembekalan Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Pembekalan ini mencakup pemahaman: konsep halal–haram, alur sertifikasi halal, peran BPJPH, serta penggunaan sistem pendaftaran daring SIHALAL. Melalui proses ini, mahasiswa dipersiapkan secara akademik dan teknis agar mampu mendampingi masyarakat secara profesional, kredibel, dan solutif. Menyapa Warga: Survei dan Pendekatan Door to Door Program dimulai dengan koordinasi bersama pemerintah desa, dilanjutkan survei lapangan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi dan keberadaan pelaku usaha. Mahasiswa melakukan kunjungan langsung (door to door) ke rumah-rumah produksi. Dari interaksi tersebut terungkap bahwa sebagian besar pelaku UMK belum memahami prosedur sertifikasi dan merasa cemas menghadapi proses administrasi. Pendekatan personal inilah yang menjadi pintu masuk utama membangun kepercayaan. Pendampingan Intensif: Dari Bahan Baku hingga SIHALAL Menjawab berbagai kendala, mahasiswa memberikan pendampingan individual secara menyeluruh, meliputi: edukasi pemilihan bahan baku halal, pengecekan proses produksi, penataan sanitasi dan kebersihan, fasilitasi pembuatan NIB, hingga pengajuan sertifikasi melalui sistem SIHALAL. Pendekatan dialogis membuat pelaku usaha merasa didampingi, bukan dihakimi. Perlahan, rasa takut berubah menjadi semangat untuk berbenah. Edukasi Kolektif: Sosialisasi Desa hingga Kecamatan Selain pendampingan personal, DarmaWidya juga menggelar sosialisasi kolektif. Di tingkat desa, kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Firdaus Pandanlandung dengan melibatkan pelaku UMK dan warga sekitar. Sementara di tingkat kecamatan, sosialisasi dikemas dalam talkshow “Penguatan UMKM Menuju Daya Saing Unggul melalui Ekosistem Halal” di Pendopo Kecamatan Wagir, menghadirkan narasumber dari: Halal Center UIN Malang, Bank Indonesia Malang, serta dosen pendamping. Forum ini memperluas jangkauan edukasi hingga peserta dari 12 desa se-Kecamatan Wagir. Capaian Nyata: 14 UMK Resmi Bersertifikat Halal Upaya pendampingan membuahkan hasil signifikan. Dari 18 pelaku UMK yang didampingi, sebanyak 14 usaha berhasil memperoleh sertifikat halal, sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi. Capaian ini menunjukkan bahwa proses yang semula dianggap rumit ternyata dapat diselesaikan lebih cepat melalui pendampingan yang terstruktur. Produk-produk lokal kini memiliki legalitas resmi, kepercayaan konsumen meningkat, serta peluang pasar yang semakin luas. Lebih dari Sekadar Administrasi: Proses Pemberdayaan Dampak program tidak berhenti pada terbitnya sertifikat. Mahasiswa juga menyaksikan perubahan sikap pelaku usaha: yang awalnya ragu menjadi percaya diri, yang semula pasif menjadi proaktif, yang takut administrasi kini mulai melek legalitas. Transformasi ini menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya urusan dokumen, tetapi juga proses pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. DarmaWidya sebagai Jembatan Negara dan Masyarakat Selama 40 hari, DarmaWidya hadir sebagai penghubung antara kebijakan negara dan realitas pelaku usaha desa. Pendekatan humanis, partisipatif, dan berbasis komunitas terbukti efektif dalam: membangun literasi halal, menumbuhkan kepercayaan, serta memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berperan sebagai agen perubahan sosial. Penutup: Jejak Pengabdian yang Akan Terus Hidup Program KKM mungkin telah berakhir pada 4 Februari 2026, namun dampaknya akan terus terasa. Sertifikat halal yang terbit, pengetahuan yang dibagikan, dan hubungan yang terjalin menjadi warisan berharga bagi Desa Pandanlandung. Dari cerita, lika-liku, hingga pencapaian, DarmaWidya meninggalkan satu pesan sederhana: bahwa pengabdian bukan hanya tentang hadir, tetapi tentang memberi makna dan meninggalkan perubahan nyata.

Thumbnail
8 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

ILHAM ZUHRI MUHTAROM

Ucapan Selamat Tinggal Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid.       Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat.        Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih,

Thumbnail
8 months ago
Meneladani Perjalanan Agung Rasulullah: Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo

NABILA PUTRI NOVIANTI

Isra Mi'raj bukan sekadar peristiwa sejarah yang dihafal dari lembaran kitab sirah, melainkan perjalanan agung yang terus hidup dalam kesadaran umat Islam lintas generasi. Ini merupakan kisah tentang iman yang diuji, ketaatan yang dimuliakan, dan shalat yang ditetapkan sebagai tiang kehidupan. Kesadaran inilah yang coba dihidupkan kembali dalam peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad yang diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada Ahad, 18 Januari 2026, bertepatan dengan 29 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kelompok KKM 12 Bhavanaloka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berkolaborasi dengan Kelompok KKM 51 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam mengembangkan tradisi keislaman yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan desa. Pagi yang Penuh Harap: Menanam Nilai Sejak Dini  Sejak pagi hari, suasana Desa Sidorejo telah terasa berbeda. Anak-anak, orang tua, dan para undangan mulai berdatangan dengan wajah penuh antusias. Rangkaian acara pagi dibuka secara resmi dengan penuh khidmat, menandai dimulainya peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum refleksi spiritual dan pendidikan keagamaan. Sambutan-sambutan yang disampaikan menjadi pengantar makna, mengajak hadirin untuk tidak memandang Isra Mi'raj sebagai cerita yang jauh dari realitas, melainkan sebagai sumber nilai yang relevan bagi kehidupan sehari-hari. Nilai ketaatan, kedisiplinan shalat, serta kesadaran akan hubungan vertikal dan horizontal manusia menjadi pesan utama yang ditekankan. Suasana religius semakin menguat saat ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Bacaan Al-Qur'an tidak hanya membuka acara secara simbolik, tetapi juga menegaskan bahwa setiap kegiatan keislaman harus berpijak pada wahyu sebagai sumber utama nilai dan pedoman hidup. Menariknya, kegiatan pagi tidak berhenti pada aspek ritual semata. Penampilan Tari Gunung Jati turut dihadirkan sebagai bentuk ekspresi budaya yang selaras dengan nilai religius. Tarian ini menjadi simbol bahwa Islam tidak meniadakan budaya lokal, melainkan memuliakannya selama tetap berada dalam koridor adab dan nilai kebaikan. Setelah itu, peserta lomba mendapatkan briefing lomba sebagai bagian dari edukasi dan pembinaan. Agenda berlanjut dengan pelaksanaan lomba yang ditujukan bagi anak-anak, yakni lomba mewarnai, Adzan dan hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mencintai Al-Qur'an dan Isra Mi'raj dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan dunia mereka. Hafalan bukan hanya soal ingatan, tetapi tentang menanamkan ayat-ayat Allah di hati sejak dini. Malam Puncak Spiritualitas: Refleksi dan Doa Bersama Ketika malam tiba, rangkaian acara berlanjut dengan suasana yang lebih khusyuk dan reflektif. Agenda malam diawali dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha, keberanian, dan semangat belajar para peserta. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar anak-anak terus tumbuh dalam kecintaan terhadap ilmu dan Al-Qur'an. Nuansa spiritual semakin terasa dengan penampilan hadrah, yang menghadirkan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah . Irama hadrah tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana dzikir kolektif yang menyatukan hati jamaah dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad . Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sidorejo, yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai pondasi moral dan sosial masyarakat desa. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti Isra Mi'raj bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana membangun karakter masyarakat yang beriman, berakhlak, dan beradab. Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna Isra Mi'raj sebagai perjalanan spiritual yang sarat hikmah. Shalat ditegaskan sebagai hadiah langsung dari Allah kepada Rasulullah dan umatnya dimana ibadah yang tidak boleh dipandang ringan, karena di sanalah letak kualitas iman seorang Muslim. Ceramah disampaikan dengan bahasa yang menyejukkan, humoris, dan menyentuh realitas kehidupan masyarakat. Rangkaian acara ditutup dengan doa penutup yang juga dipimpin oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam keheningan doa, seluruh hadirin menundukkan hati, memohon keberkahan, keselamatan, serta keteguhan iman bagi diri, keluarga, dan Desa Sidorejo secara keseluruhan. Merawat Tradisi, Menatap Masa Depan Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman dapat terus hidup melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan menghargai tradisi masa lalu, namun tetap menghadirkan pendekatan edukatif dan kontekstual, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai iman yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga diamalkan. Lebih dari sekadar acara, Isra Mi'raj ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Allah selalu dimulai dari kesadaran diri, ketaatan dalam shalat, serta komitmen menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah perjalanan yang mungkin tidak setinggi Sidratul Muntaha, namun bermakna dalam setiap langkah kehidupan.    

Thumbnail
8 months ago
KKM Unggulan Fakultatif UIN Malang Gelar Konseling Sebaya di Pondok Pesantren An-Najiyah 2

MAY INTAN NURLAILA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultatif Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah melaksanakan program konseling sebaya di Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2, Tambakberas, Jombang. Program kerja ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan psikologi secara langsung di lingkungan pesantren. Mahasiswa KKM berupaya menghadirkan layanan konseling sebaya yang menjadi ruang aman dan mudah diakses bagi para santri yang ingin berbagi cerita. Program konseling sebaya sendiri merupakan layanan pendampingan psikologis yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai konselor sebaya. Layanan ini memberikan kesempatan kepada para santri untuk berbagi cerita, keluh kesah, dan permasalahan pribadi lainnya secara terbuka. Mahasiswa KKM sebagai konselor berusaha memberikan ruang aman bagi para santri (klien) tanpa menghakimi selama proses konseling berlangsung. Hal ini sebagai bentuk upaya agar santri merasa aman, nyaman, dan merasa bahwa mereka dipahami. Pelaksanaan konseling sebaya mendapatkan respons positif di para santri. Hal ini terlihat dari antusiasme minat yang tinggi santri untuk mengakses layanan konseling sebaik-baiknya. Banyak santri yang secara sukarela mengikuti sesi konseling dan berusaha terbuka saat berbagi cerita dan permasalahan. Hal ini menunjukkan bahwa program konseling sebaya mampu menjawab kebutuhan santri akan ruang untuk mereka berbagi cerita. Program konseling sebaya dilatarbelakangi oleh kebutuhan santri untuk memperoleh dukungan emosional dalam berbagi cerita atau permasalahan. Santri seringkali menghadapi berbagai macam tekanan baik tekanan akademik, sosial, maupun personal. Namun mereka tidak selalu memiliki tempat yang memadai untuk mengekspresikan perasaan dan kebingungan yang dialami.  Selain itu, latar belakang pelaksanaan konseling sebaya juga diperkuat oleh hasil program kerja sebelumnya, yaitu Sharing Session. Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa banyak santri yang mengalami kebingungan terkait masa depan, seperti perencanaan pendidikan selanjutnya, perkuliahan, pilihan karir, serta permasalahan pertemanan. Temuan ini menunjukkan adanya urgensi untuk menghadirkan layanan pendampingan yang pada hal ini telah Mahasiswa KKM realisasikan dalam bentuk konseling sebaya.  Program konseling sebaya dilaksanakan selama tiga pekan, yakni mulai tanggal 8 hingga 26 Januari 2026. Program ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren An-Najiyah 2 untuk santri putra dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2 untuk santri putri. Pembagian lokasi tersebut dilakukan agar seluruh santri memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan konseling. Menyesuaikan dengan padatnya jadwal kegiatan pesantren, layanan konseling dilaksanakan secara terjadwal sebanyak dua kali dalam satu minggu, yakni pada Senin malam dan Kamis malam. Jadwal konseling untuk santri putra dijadwalkan pada 21.00 - 23.00, sedangkan untuk santri putri dijadwalkan pada pukul 20.00 - 22.00. Setiap jadwal konseling dilayani oleh tiga konselor, baik untuk santri putra maupun santri putri. Dalam pelaksanaannya, setiap sesi konseling berlangsung dengan durasi maksimal 60 menit untuk setiap klien. Apabila sesi konseling selesai sebelum batas waktu tersebut, konselor dapat melanjutkan sesi dengan klien berikutnya. Pengaturan durasi yang fleksibel ini memungkinkan layanan konseling menjangkau lebih banyak santri tanpa mengurangi kualitas konseling, sekaligus memastikan bahwa proses konseling tetap berlangsung secara efektif. Pelaksanaan program konseling sebaya menunjukkan adanya berbagai permasalahan yang dialami santri. Selama periode pelaksanaan program, tercatat kurang lebih 70 santri yang sudah mengakses layanan konseling sebaya dan secara aktif memanfaatkan sesi konseling yang disediakan. Berdasarkan hasil pendampingan selama proses konseling, permasalahan yang kerap kali muncul berkaitan dengan aspek akademik dan perencanaan karir di masa depan. Dalam banyak kasus, permasalahan ini juga berkaitan dengan dinamika keluarga. Sejumlah santri mengungkapkan kebingungan dalam menentukan arah pendidikan selanjutnya, seperti pilihan jurusan dan rencana melanjutkan pendidikan. Sementara di sisi lain mereka juga menghadapi tuntutan atau harapan tertentu dari keluarga yang tidak selalu sejalan dengan keinginan pribadi. Selain permasalahan yang berkaitan dengan aspek akademik dan dinamika keluarga, konflik pertemanan serta proses pencarian jati diri juga menjadi permasalahan yang cukup sering muncul dalam sesi konseling sebaya. Permasalahan-permasalahan tersebut menunjukkan bahwa santri menghadapi berbagai tekanan dalam proses perkembangan diri mereka dan membutuhkan dukungan untuk mengelola masalah yang dihadapi. Melalui konseling sebaya, santri mendapatkan ruang untuk memahami permasalahan yang dialami, mengekspresikan perasaan, serta mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih tepat dalam menyikapi berbagai permasalahan tersebut.  Melalui pelaksanaan program konseling sebaya ini, Mahasiswa KKM Unggulan Fakultatif Psikologi UIN Malang berharap layanan konseling serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan di lingkungan pesantren. Konseling sebaya diharapkan dapat berkelanjutan menjadi ruang bagi santri untuk berbagi cerita dan mengelola permasalahan yang dihadapi, khususnya terkait aspek akademik, perencanaan masa depan, serta dinamika sosial dan keluarga. Selain itu, Mahasiswa KKM juga berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut antara pihak pesantren dengan perguruan tinggi, terutama untuk menghadirkan program-program yang lebih fokus pada kesehatan mental santri. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan keberlanjutan program konseling sebaya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti saat masa KKM berlangsung, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pesantren yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis para santri. Kehadiran konseling sebaya ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi santri untuk didengarkan serta didampingi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mereka alami.

Thumbnail
8 months ago
Meriah dan Penuh Haru, Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Malang Kelompok 3 di POMURI

ARKAN ZAKI

Malang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 3 yang digelar di Perumahan Pondok Mutiara Asri (POMURI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di lingkungan perumahan yang dikenal memiliki banyak pelaku UMKM rumahan tersebut. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara nilai religiusitas dan nasionalisme dalam setiap program pengabdian yang dijalankan. Ketua Kelompok 3 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga POMURI yang telah menerima mahasiswa dengan hangat serta berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja, khususnya pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM rumahan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat dan tumbuh bersama,” ujarnya. Sambutan turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, serta Ketua Takmir Masjid Al Firdaus. Ketiganya memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penguatan ekosistem usaha halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Gebyar penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan dari lintas generasi. Anak-anak TPQ Masjid Al Firdaus menampilkan tari kreatif dan pertunjukan pantomim yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin. Remaja desa turut mempersembahkan tari khas Jawa Timur yang energik dan sarat nilai budaya lokal. Tak kalah memukau, ibu-ibu Majelis Hadrah Jidor Al Firdaus tampil membawakan lantunan shalawat yang menggugah suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga. Sebagai penampilan pamungkas, mahasiswa KKM mempersembahkan drama musikal yang mengisahkan perjalanan pengabdian mereka selama di POMURI—mulai dari pendampingan UMKM, pelatihan kreatif, hingga kebersamaan dengan anak-anak TPQ. Drama tersebut sukses menghadirkan tawa sekaligus haru di penghujung acara. Selain pentas seni, momen penting lainnya adalah pengumuman pemenang lomba kreasi anak yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pemberdayaan. Tidak hanya itu, secara simbolis juga diumumkan capaian sertifikat halal bagi pelaku usaha yang telah berhasil lolos proses pendampingan, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan UMKM di lingkungan perumahan. Acara ditutup dengan penayangan video after movie KKM dalam format short film yang merangkum seluruh perjalanan pengabdian mahasiswa. Tayangan tersebut menjadi refleksi sekaligus kenangan manis atas kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Ketua RW POMURI menyampaikan harapannya agar silaturahmi tetap terjaga meski masa KKM telah berakhir. “Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran adik-adik mahasiswa, terutama bagi UMKM rumahan yang menjadi kekuatan ekonomi warga,” ungkapnya. Gebyar penutupan ini bukan sekadar seremoni akhir kegiatan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kreativitas di tengah lingkungan perumahan yang produktif.