Thumbnail
8 months ago
Pengembangapengembangan umkm di desa sidem terkait penggunaan google maps dan sosialisasi qris untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan usaha lokal

ALDO ANDIKA PUTRA

Pada Sabtu, 3 Agustus 2026, mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) yang ditempatkan di Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, menginisiasi program pemberdayaan untuk membantu pengembangan UMKM di desa tersebut. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pemberian penanda usaha pada Google Maps yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha mikro dan kecil di desa. Dengan adanya penanda ini, masyarakat dapat dengan mudah menemukan berbagai usaha yang ada, memudahkan pelanggan untuk menemukan lokasi usaha, serta meningkatkan potensi pasar bagi pelaku UMKM. Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan sosialisasi mengenai penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang kini menjadi metode pembayaran yang semakin diminati karena kemudahannya dan keterhubungannya dengan berbagai platform digital. QRIS mempermudah transaksi antar masyarakat dan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, seperti efisiensi waktu dan keamanan dalam melakukan pembayaran. Selama kegiatan ini, mahasiswa KKM mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan 13 UMKM yang ada di Desa Sidem untuk memberikan pemahaman terkait teknologi digital yang dapat meningkatkan usaha mereka. Masyarakat sangat antusias menyambut inisiatif ini, karena diharapkan program ini tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi dan transaksi, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan perekonomian desa secara keseluruhan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM Desa Sidem di era digital, yang diharapkan dapat mengarah pada kemajuan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan teknologi, terutama Google Maps dan QRIS, diharapkan produk-produk lokal dapat lebih mudah diakses dan dinikmati oleh masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi positif yang tidak hanya berdampak pada peningkatan perekonomian desa, tetapi juga mendorong masyarakat untuk semakin aktif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kesejahteraan bersama.

Thumbnail
8 months ago
Menuju Pertanian Berbasis Digital, Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi di Ngadirejo

CHARISMA SHOFIA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menggelar kegiatan sosialisasi pertanian modern di era digitalisasi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian kepada masyarakat desa. Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok tani, Karang Taruna, hingga perangkat desa. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan tingginya perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan pertanian yang semakin menuntut pemanfaatan teknologi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM UIN Malang menghadirkan pemateri yang memahami dan berpengalaman di bidang pertanian modern. Pemateri memberikan penjelasan secara langsung mengenai penerapan teknologi digital dalam kegiatan pertanian yang dapat disesuaikan dengan kondisi desa. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan aplikasi pertanian, pemasaran hasil panen melalui media digital, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami agar dapat diterapkan oleh para petani. Para peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi yang berlangsung secara interaktif. Diskusi dan tanya jawab berjalan aktif, terutama saat membahas kendala yang sering dihadapi petani serta peluang pengembangan pertanian dengan dukungan teknologi digital. Kelompok tani menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru yang relevan dengan kebutuhan pertanian saat ini. Sementara itu, Karang Taruna diharapkan dapat menjadi jembatan dalam penerapan teknologi digital, khususnya bagi generasi muda desa. Perangkat Desa Ngadirejo menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM UIN Malang yang tidak hanya mengadakan sosialisasi, tetapi juga menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Ngadirejo semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Thumbnail
8 months ago
Last Chapter KKM GANISWARA 64 : Penuh Cerita, Penuh Makna

PARHAN ABDUL MALIK

Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen akhir dari seluruh rangkaian pengabdian yang telah dilaksanakan bersama masyarakat. Penutupan ini dilakukan secara bertahap pada setiap lokasi program kerja sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Setiap kegiatan penutupan berlangsung dengan suasana hangat, penuh rasa syukur, dan kebersamaan. Penutupan program Rumah Belajar dilaksanakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, bertepatan dengan jadwal rutin kegiatan Rumah Belajar. Kegiatan ini menjadi momen perpisahan antara mahasiswa KKM dan anak-anak yang selama ini rutin mengikuti bimbingan belajar. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKM menyampaikan pesan motivasi dan harapan agar anak-anak tetap semangat belajar serta terus mengembangkan kebiasaan belajar yang telah dibangun bersama. Suasana penutupan Rumah Belajar berlangsung sederhana namun penuh makna. Anak-anak menunjukkan antusiasme sekaligus rasa haru karena kegiatan belajar bersama yang selama ini menemani malam mereka telah sampai pada akhir. Mahasiswa KKM berharap ilmu, pengalaman, dan semangat belajar yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, penutupan kegiatan asistensi mengajar di TPQ Sirotul Mustaqiem dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan penutupan ini dilakukan bersama pengurus TPQ, ustadz dan ustadzah, serta para santri. Mahasiswa KKM berpamitan sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penutupan kegiatan KKM juga dilaksanakan di SDN 1 Arjosari pada Sabtu, 31 Januari 2026, pada jam sekolah. Penutupan ini menjadi momen perpisahan mahasiswa KKM dengan pihak sekolah dan para siswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin serta harapan agar kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah. Puncak penutupan KKM Ganiswara Kelompok 64 dilaksanakan secara resmi pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Balai Desa. Acara penutupan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh anggota KKM. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan laporan singkat pelaksanaan program kerja dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan KKM. Dengan terlaksananya seluruh rangkaian penutupan tersebut, maka berakhirlah kegiatan KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Meskipun masa pengabdian telah selesai, pengalaman, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama KKM diharapkan dapat terus dikenang. Mahasiswa KKM berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Arjosari.

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 20 Wujudkan Kepedulian Sosial Melalui Penyaluran Infaq

MIFTAHUL JANNAH

Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 20 mewujudkan kepedulian sosial melalui kegiatan penyaluran infaq kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk nyata pengabdian dan implementasi nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini turut dibantu oleh pihak Masjid Al-Basyirah yang menjadi lokasi penempatan awal KKM, sehingga proses pengumpulan dan penyaluran infaq dapat berjalan dengan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, pemuda masjid turut turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang berhak menerima, sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan sekitar. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai empati, solidaritas, dan semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat. https://www.kompasiana.com/kkm20luminara6010/6989b66c34777c2a9e7600d2/mahasiswa-kkm-uin-malang-kelompok-20-wujudkan-kepedulian-sosial-melalui-penyaluran-infaq

Thumbnail
8 months ago
Penyerahan Media Kepada CJH

ABIMANYU RAFA RIANDRA

Kegiatan KKM HIPE Kelompok 12 yang paling berkesan adalah pada saat penyerahan media kepada kedua Calon Jamaah Haji yaitu Bapak Hasan dan Ibu Tri. Sebelum penyerahan kami beserta kedua CJH berjalan disekitar rumah beliau yang terletak di Torongrejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Kegiatan berjalan ini dilakukan selama kurang lebih 2 jam, dengan start dan finish di rumah beliau.  Setelah perjalanan didapatkan kami bersama CJH berhasil mencapai 1000 langkah lebih. Kembali ke rumah beliau kami pun menyerahkan media media kami. Antara lain adalah dua poster yang membahas asam urat dan hipertensi, booklet, dan journaling. Kedua CJH kami sangat senang atas pemberian media tersebut, dan berkata bahwa semoga perbuatan kami membawa berkah. Selain itu beliau juga berkata bahwa media kami tidak hanya bermanfaat untuk mereka sendiri namun juga orang lain yang biasanya berkunjung ke rumah mereka.

Thumbnail
8 months ago
Dari Dapur ke Ladang: Inovasi KKM Arsana Muda Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Air Lindih

RACHEL ALMAYDA YUSUF

Sampah dapur kerap dipandang sebagai limbah tak berguna. Sisa sayuran, kulit buah, nasi basi, dan daun kering biasanya langsung dibuang tanpa dipikirkan dampaknya. Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah organik justru dapat menjadi sumber daya yang bernilai guna tinggi bagi lingkungan dan pertanian. Berangkat dari kesadaran inilah, KKM Arsana Muda Kelompok 248 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggagas kegiatan bertajuk "Dari Dapur ke Ladang: Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Air Lindih." Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan warga dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk cair yang bermanfaat bagi tanaman pekarangan dan lahan pertanian. Sampah Organik sebagai Permasalahan Lingkungan Desa Dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap rumah tangga menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang cukup besar. Sayangnya, minimnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah menyebabkan limbah organik ini langsung dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Akibatnya, sampah menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap, serta berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Mahasiswa KKM Arsana Muda melihat bahwa permasalahan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal hilangnya peluang pemanfaatan sumber daya lokal. Sampah organik sejatinya dapat diolah melalui proses fermentasi sederhana untuk menghasilkan air lindih, yaitu cairan hasil penguraian bahan organik yang kaya akan unsur hara dan sangat baik digunakan sebagai pupuk cair. Edukasi dan Praktik Langsung Bersama Masyarakat Kegiatan "Dari Dapur ke Ladang" tidak hanya disampaikan melalui penjelasan teoritis, tetapi juga dikemas dalam bentuk edukasi interaktif dan praktik langsung. Mahasiswa KKM bersama warga memulai kegiatan dengan pengenalan konsep air lindih, jenis sampah organik yang layak digunakan, serta bahan-bahan yang sebaiknya dihindari seperti plastik dan sisa makanan berlemak berlebih. Warga kemudian diajak untuk mempraktikkan pemilahan dan pengolahan awal sampah organik. Sampah dipisahkan dan dicacah dengan ukuran ideal sekitar 3--5 cm agar proses fermentasi berjalan lebih optimal. Langkah ini menjadi momen penting untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah masing-masing. Proses Fermentasi Menggunakan Instalasi Sederhana Salah satu keunggulan dari program ini adalah penggunaan wadah sederhana dari galon bekas sebagai media fermentasi. Sampah organik dimasukkan secara bertahap ke dalam galon, kemudian ditambahkan bahan starter seperti EM4, MOL, atau air cucian beras untuk mempercepat proses penguraian. Galon ditutup rapat dan dibiarkan selama kurang lebih 14 hari. Dalam rentang waktu tersebut, mikroorganisme bekerja menguraikan sampah organik dan menghasilkan cairan di bagian bawah galon. Cairan inilah yang disebut air lindih.