Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM Mandiri FE UIN Malang Kolaborasi dengan Yatim Mandiri Hadirkan Safari Cerita Inspiratif Spesial Isra Mi'raj untuk Siswa SDN 1 Sidem

SENO ADJI SISWANTO

Peringatan Isra Mi'raj tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan menumbuhkan semangat belajar pada generasi muda. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa KKM Mandiri Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil peran aktif dengan menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi siswa sekolah dasar. Melalui Kelompok 180 Arutama Mandhala, mahasiswa KKM Mandiri berkolaborasi dengan Yayasan Amal Yatim Mandiri dan pihak SD Negeri 1 Sidem menyelenggarakan kegiatan Safari Cerita Inspiratif Spesial Isra Mi'raj 1447 H bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6, pada Kamis (15/1/2026), bertempat di SD Negeri 1 Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi dan motivasi untuk menginspirasi anak-anak agar semakin rajin belajar dan berakhlak mulia. Program Safari Cerita Inspiratif diisi dengan materi motivasi belajar yang dikemas secara menarik dan interaktif oleh Kak Tanti dari Yayasan Amal Yatim Mandiri, diselingi dengan sesi menyanyi bersama dan penampilan hadroh dari siswa SDN 1 Sidem. Ketua KKM Mandiri Kelompok 180 Arutama Mandhala, Heru Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan karakter anak sejak dini. “Momen Isra Mi’raj ini kami manfaatkan untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak agar lebih semangat dalam menuntut ilmu. Kami berkolaborasi dengan Yatim Mandiri karena mereka memiliki pengalaman dan metode penyampaian yang sangat baik untuk anak-anak,” jelasnya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM Mandiri berperan sebagai pendamping dan koordinator yang memastikan acara berjalan lancar dan kondusif. Mereka turut membantu dokumentasi kegiatan serta mengatur jalannya acara, mulai dari pembukaan, penyampaian materi motivasi oleh Kak Tanti, hingga sesi tanya jawab interaktif yang memberikan hadiah menarik bagi siswa yang aktif. Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi. Mereka tampak senang dan bersemangat mengikuti rangkaian acara, terutama saat sesi tanya jawab dengan pemateri. Banyak siswa yang aktif bertanya dan berani tampil untuk menjawab pertanyaan demi mendapatkan hadiah yang telah disiapkan. Momen penampilan hadroh dan menyanyi bersama juga menjadi bagian yang paling dinantikan, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan. Pihak sekolah menyambut baik kolaborasi ini dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKM Mandiri FE UIN Malang serta Yayasan Amal Yatim Mandiri. Kepala sekolah menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan semangat belajar dan membangun karakter positif siswa sejak usia dini. Kegiatan Safari Cerita Inspiratif Spesial Isra Mi'raj ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 SDN 1 Sidem. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Mandiri FE UIN Malang berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan bersemangat dalam menuntut ilmu.  

Thumbnail
8 months ago
Perjalanan Pengabdian Mahasiswa KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung

ZAKIYAH ROSSYDATUN NAFISYAH

Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.

Thumbnail
8 months ago
Cerita KKM 73 UIN Malang: Dampingi UMKM Lewat QRIS dan Google Maps

FAWWAZA TSIQOH NABILAH

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam cara pelaku usaha menjalankan bisnisnya. Namun, tidak semua pelaku UMKM bisa langsung mengikuti perubahan ini. Banyak sekalih usaha kecil di daerah pelosok dan terpencil yang masih mengandalkan transaksi tunai dan promosi dari mulut ke mulut. sehingga banyak tempat yang dirasa kurang terekspos dan kurang dijangkau dengan kalangan luar desa. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM 73 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir untuk mendampingi pelaku UMKM desa agar mampu beradaptasi dengan dunia digital melalui pemanfaatan QRIS dan Google Maps. Fokus utama pada program ini adalah mempermudah aktivitas jual beli melalui penerapan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Mahasiswa KKM mendampingi pelaku UMKM secara langsung secara door to door dalam proses pengenalan hingga penggunaan QRIS secara langsung. Dengan sistem ini, transaksi menjadi lebih praktis, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta membantu pelaku usaha mencatat pemasukan dengan lebih tertata. Bagi konsumen, QRIS memberi rasa aman dan kemudahan, terutama bagi pengunjung dari luar desa. Selain sistem pembayaran, aksesibilitas dan promosi usaha juga menjadi perhatian utama. Banyak UMKM dan Fasilitas Umum desa Yang belum terdaftar di platform digital, sehingga sulit dijangkau oleh masyarakat luas diluar desa. Melalui pendampingan penggunaan Google Maps, mahasiswa KKM membantu proses pendaftaran lokasi usaha dan Fasilitas umum, melengkapi informasi profil, serta memperbarui dokumentasi visual. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas desa dan mempermudah wisatawan maupun konsumen dalam menemukan lokasi yang dituju. Kedua Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor wisata edukasi desa. UMKM yang telah terdaftar di Google Maps menjadi lebih mudah dikunjungi oleh wisatawan, sementara sistem pembayaran QRIS mendukung transaksi yang cepat dan modern. Kolaborasi ini secara perlahan membentuk ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, saling terhubung, dan berkelanjutan. Melalui pendampingan QRIS dan Google Maps, KKM 73 UIN Malang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam proses digitalisasi desa. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan pengelola wisata edukasi. Dengan langkah ini, desa diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal secara lebih mandiri dan berdaya saing.

Thumbnail
8 months ago
Kajian Ba’da Subuh: “Jauhi HP, Dekatkan Al-Qur’an” Bersama Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag

DESI TRI WAHYUNI

https://kkm03arridloblimbing.blogspot.com/2025/12/kajian-ahad-bada-subuh-masjid-ar-ridlo.html?m=1#more   (28 Desember 2025 – Masjid Ar-Ridlo Blimbing) Dengan izin Allah SWT, pada Ahad, 28 Desember, kami berkesempatan mengikuti kajian ba’da Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag di Masjid Ar-Ridlo, Blimbing, Malang. Kajian ini menjadi salah satu agenda yang penuh manfaat, terutama bagi kami yang sedang melaksanakan KKM dan berusaha memperbaiki kualitas diri serta kedekatan kepada Allah SWT. Sebagai bagian dari komitmen pembelajaran, kami menginap sejak Sabtu malam di ruang sekretariat masjid, agar dapat mengikuti kajian tanpa terlewat dan merasakan suasana ibadah dari awal Subuh berjamaah.   ? Tema Kajian: Jauhi HP, Dekatkan Al-Qur’an Pada kajian ini, Ustadz Kasuwi menyampaikan materi bertema: "Jauhi HP, Dekatkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.” Beliau mengingatkan bahwa gadget dan media sosial memiliki potensi besar menjadi sumber kelalaian, melemahkan fokus ibadah, bahkan menjauhkan hati dari Allah jika tidak dikendalikan dengan baik. Ustadz menyampaikan pesan umum yang mengena: Waktu yang Allah berikan tidak boleh habis untuk scrolling tanpa manfaat. Al-Qur’an adalah pedoman yang akan menenangkan hati, bukan notifikasi yang datang dari layar ponsel. HP itu alat, bukan teman hidup. Al-Qur’an-lah yang harus menjadi pendamping kehidupan seorang muslim. Beliau mengajak kami untuk membuat batasan penggunaan HP: Mematikan notifikasi saat ibadah Mengurangi penggunaan sebelum tidur & setelah bangun tidur Mengarahkan penggunaan HP untuk kebaikan seperti dakwah, membaca tafsir, atau menyimak kajian Sunnah “Kalau harimu lebih banyak bersama HP daripada bersama Al-Qur’an, maka tanyakan pada dirimu: siapa yang sebenarnya kamu dekatkan?” — Ustadz Prof. Dr. Kasuwi Saiban Kalimat itu menjadi tamparan lembut bagi kami, terutama para mahasiswa yang sering kali terpaut pada layar lebih lama dibanding ayat.   ? Suasana Kajian Kajian berlangsung dengan suasana tenang dan penuh kekhidmatan. Jamaah berdatangan sejak sebelum azan Subuh, dan setelah sholat berjamaah, kami duduk melingkar mendengarkan arahan beliau hingga matahari mulai naik. Di sela penjelasan, ustadz juga memberikan contoh amalan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari: Membaca 5–10 ayat setiap pagi Menyisihkan waktu muroja’ah sebelum tidur Membaca tafsir singkat untuk memahami makna, bukan hanya melafalkan Hal-hal kecil yang insyaaAllah akan menjadi perubahan besar jika dilakukan konsisten.   ?️ Sajian Setelah Kajian Sebagai bentuk rasa syukur dan pelayanan untuk jamaah yang hadir, pihak masjid menyajikan kacang hijau hangat dan ketan untuk sarapan bersama. Sederhana namun penuh keberkahan. Kami menikmati hidangan tersebut sambil berbincang dengan jamaah dan takmir, mencoba membangun kedekatan dan memahami karakter masyarakat sekitar. Momen ini tidak hanya mengisi perut, tetapi juga menghangatkan hati — seperti keluarga baru yang Allah pertemukan melalui Masjid Ar-Ridlo.

Thumbnail
8 months ago
Mengajar Ekstrakurikuler

MAHARANI KARTIKA CHANDRA K. R.

Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 terlibat dalam berbagai aktivitas pendidikan di MI Al Fattah Darussalam, tidak hanya melalui pendampingan kegiatan TPQ dan tahfidz, tetapi juga dalam pendampingan kegiatan ekstrakurikuler rutin yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas mahasiswa selama pelaksanaan program KKM. Pendampingan kegiatan ekstrakurikuler di MI Al Fattah Darussalam dilaksanakan secara terjadwal pada hari Senin hingga Jumat dan bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu aktivitas rutin yang didukung oleh kelompok KKM Svarnanta 17. Jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan meliputi ekstrakurikuler Youtuber pada hari Senin, Menari pada hari Selasa, Olimpiade Matematika pada hari Rabu, Pramuka pada hari Kamis, serta Seni Suara pada hari Jumat. Seluruh kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan pada pukul 14.00 sampai dengan 15.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, pendampingan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan oleh mahasiswa KKM Svarnanta 17 sesuai dengan pembagian tugas dan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak seluruh anggota kelompok terlibat dalam setiap kegiatan, melainkan mahasiswa ditugaskan secara bergantian untuk mendampingi masing-masing jenis ekstrakurikuler sesuai dengan bidang dan jadwal yang telah disusun. Kegiatan ekstrakurikuler ini berjalan dengan tertib dan terkoordinasi serta menjadi bagian dari aktivitas rutin sekolah yang didukung oleh keterlibatan mahasiswa KKM Svarnanta 17 selama masa pelaksanaan program KKM.

Thumbnail
8 months ago
Eksplorasi pembuatan kenang-kenangan dalam bentuk rambu-rambu jalan dan kaca cembung dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM-Mandiri) Kelompok 180

HERU KURNIAWAN

Pada tanggal 2 Februari 2026, sebuah inisiatif nyata diwujudkan sebagai bentuk kontribusi positif dan kenang-kenangan bermakna bagi masyarakat sekitar melalui program pengadaan serta pemasangan plat rambu-rambu jalan dan kaca cembung. Program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya aspek keselamatan transportasi di wilayah yang memiliki titik-titik buta (blind spot) dan persimpangan yang rawan bagi pengguna jalan. Dengan dedikasi penuh, tim memasang rambu-rambu petunjuk dan peringatan yang jelas, serta menempatkan kaca cembung pada posisi strategis guna memperluas jarak pandang pengendara. Kehadiran sarana ini tidak hanya sekadar menjadi penanda fisik, tetapi juga berfungsi sebagai pemandu setia bagi warga lokal maupun pendatang yang melintas. Dengan adanya rambu-rambu yang informatif dan kaca cembung yang berfungsi optimal, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir secara signifikan dan kelancaran arus lalu lintas dapat terjaga. Program kerja ini merupakan simbol kepedulian yang ditinggalkan untuk memudahkan mobilitas harian masyarakat, memastikan setiap perjalanan menjadi lebih aman, sekaligus menjadi warisan bermanfaat yang mempererat ikatan antara pelaksana program dengan warga setempat.