NURAZIZAH HIDAYATUN NADHIFAH
Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Luminara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi parenting pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai RT 06, Perumahan Puri Cempaka II, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Acara yang mengusung tema "Emotionally Healthy Parenting: Kesehatan Mental Anak Dimulai dari Kesehatan Emosional Orang Tua" ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh. Mengingat kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan emosional yang diciptakan oleh orang tua di rumah. Sosialisasi ini menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd., C.HT, yang merupakan Dosen Program Studi Psikologi, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa orang tua perlu memiliki keterampilan sederhana dalam mengelola emosi agar dapat menciptakan hubungan yang hangat dan suportif dengan anak. Kegiatan yang diikuti oleh warga sekitar Perumahan Puri Cempaka II ini berlangsung secara interaktif. Alur acara dimulai dengan pembukaan oleh MC pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, pemaparan materi inti selama 45 menit, hingga sesi diskusi tanya jawab yang dinamis. Sebagai penutup, panitia memberikan cenderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang dibagikan. Ketua Kelompok 20 KKM Luminara, Muhammad Alfin Nurullah, berharap melalui sosialisasi ini, para orang tua di wilayah Kedungkandang dapat lebih sadar akan kondisi psikis mereka sendiri demi masa depan mental anak-anak yang lebih baik. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan orang tua dalam mengikuti diskusi. Banyak peserta yang mengaku memperoleh wawasan baru terkait pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang ramah terhadap kesehatan mental anak. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Mahasiswa KKM Kelompok 20 UIN Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sosialisasi parenting ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat mental, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.
TAHTA ALFI NADHIROH
Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar. Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
IRHAM AHMAD BAIHAQI
Sementara seminar parenting berlangsung, anak-anak mengikuti kegiatan lomba kreasi yang diselenggarakan secara terpisah. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak tetap mendapatkan ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna, tanpa mengganggu jalannya seminar. Lomba kreasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh unsur, baik orang tua maupun anak. Lomba yang diselenggarakan berupa pembuatan tong sampah dari galon bekas. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas anak sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, anak-anak dikenalkan pada konsep pemanfaatan barang bekas menjadi sesuatu yang berguna. Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak untuk berkreasi dengan memanfaatkan galon bekas yang telah disediakan. Dengan pendampingan mahasiswa KKM Ashta Traya, peserta lomba dengan antusias merancang dan menghias tong sampah sesuai dengan imajinasi masing-masing. Proses ini mendorong anak untuk berpikir kreatif dan percaya diri terhadap hasil karyanya. Beragam hasil karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas dan keunikan setiap peserta. Suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh semangat, menjadikan lomba kreasi ini sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar membuat karya, tetapi juga memahami nilai kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa KKM Ashta Traya berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan, baik pada seminar parenting maupun lomba kreasi anak. Mulai dari persiapan, pengondisian peserta, pendampingan selama kegiatan, hingga dokumentasi, mahasiswa terlibat secara langsung untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri. Kerja sama tersebut mencerminkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengasuhan anak secara holistik dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua mendapatkan wawasan pengasuhan yang lebih baik, sementara anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang kreatif dan edukatif. Dengan melibatkan anak secara langsung dalam aktivitas positif, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran lingkungan dan karakter sejak usia dini.
MAHDIYYATUN NAFISAH SALSABILAH
Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arsana Muda melaksanakan kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di SDN 01 Sukodadi, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukatif untuk membangun kepedulian lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar. Sosialisasi ini menyasar siswa dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan menyenangkan. Mahasiswa KKM Arsana Muda menyampaikan materi tentang pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta pentingnya memilah sampah sejak dari rumah dan sekolah. Anak-anak dikenalkan pada perbedaan sampah organik dan anorganik, lengkap dengan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Agar materi mudah dipahami, penyampaian dilakukan secara interaktif. Mahasiswa tidak hanya menjelaskan secara satu arah, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi dan bertanya jawab. Antusiasme siswa terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan dan menceritakan kebiasaan membuang sampah yang biasa mereka lakukan. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dikemas dengan game edukatif berhadiah. Melalui permainan sederhana, siswa diajak mempraktikkan langsung cara memilah sampah dengan benar. Metode ini terbukti efektif menarik perhatian siswa dan membuat mereka belajar tanpa merasa digurui. Hadiah kecil yang diberikan menjadi motivasi tambahan sekaligus bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka. Tidak berhenti sampai di situ, mahasiswa KKM Arsana Muda juga mengadakan lomba kerajinan dari barang bekas. Siswa diajak memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang yang memiliki nilai guna dan estetika. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus mengajarkan bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Lomba kerajinan berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Setiap karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas siswa yang beragam. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa pengelolaan sampah tidak hanya tentang membuang, tetapi juga tentang mengolah dan memanfaatkan kembali. Kegiatan sosialisasi, permainan, dan lomba ini mendapat respon positif dari pihak sekolah. Guru dan siswa menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM Arsana Muda yang membawa konsep pembelajaran lingkungan secara menyenangkan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menyampaikan edukasi lingkungan kepada anak-anak dengan pendekatan yang sesuai usia. Melalui kegiatan ini, KKM Arsana Muda berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan yang terus dibawa hingga dewasa. Sosialisasi di SDN 01 Sukodadi menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.
MUHLIS WIJAYA
Dalisodo, Wagir - Upaya pelestarian lingkungan hidup membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda. Kesadaran inilah yang mendorong kami selaku mahasiswa KKM 55 Abhiyana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon pinus bersama masyarakat Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kab. Malang. Kegiatan ini mengusung tema "Penanaman Pohon Hari Ini untuk Lingkungan yang Lestari di Masa Depan" sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/12), mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di wilayah Sempu Kerep, Desa Dalisodo, tepatnya di Wisata Pancuran Mbok Rondo Kuning. Sejak pagi hari, mahasiswa KKM bersama perangkat desa dan warga setempat telah berkumpul di lokasi kegiatan. Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa kuat sejak awal pelaksanaan, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Penanaman pohon pinus dipilih sebagai bentuk aksi nyata karena memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan. Pohon pinus memiliki berbagai kegunaan penting, baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Secara ekologis, pohon pinus berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sistem perakaran pinus yang kuat mampu menahan struktur tanah sehingga efektif mencegah erosi dan longsor, terutama di wilayah perbukitan dan lereng. Selain itu, pinus membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, sehingga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko banjir. (Mahasiswa Uin Malang bersama Kepala Desa Dalisodo) Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM 55 Abhiyana UIN Malang bersama Bapak Kepala Desa dan masyarakat Desa Dalisodo telah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat berawal dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Penanaman pohon yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar aktivitas simbolis, melainkan wujud nyata komitmen kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui langkah kecil ini, harapan akan terciptanya lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan di masa depan mulai ditanam dan dirawat sejak sekarang, demi kesejahteraan generasi yang akan datang
ATALIE ISAURA SYAHDA MUSTOFA
Pada hari Jum'at 30 Januari 2026, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa Unggulan PSGA Kelompok 267 menghadirkan seminar sex education di Sekolah Rakyat Terinterasi 48 Pasuruan sebagai upaya memberikan pemahaman yang tepat dan sehat mengenai pendidikan seksualitas kepada para siswa SMA. Kegiatan ini didukung oleh pihak sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMA yang hadir dalam seminar tersebut. Seminar ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga diri, memahami batasan dalam pergaulan, serta relasi yang sehat. Pada Seminar bertemakan sex education, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 menggandeng dua pemateri yaitu Ibu Siti Zulaichah, M.Hum yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pemateri pertama dan Bapak Zaenal Arifin Priyo Sembodo, S.Pd., Gr. merupakan guru BK yang mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Pasuruan sebagai pemateri kedua. Para pemateri menjelaskan dengan sederhana yang disertai contoh nyata relevan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa mendengarkan dan mengamati dengan baik penjelasan dari dua pemateri. Ada pun beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh para siswa dan dijawab dengan hati-hati oleh pemateri. Sex education bukanlah hal tabu yang tidak layak dibicarakan, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter siswa. Dengan pemahaman yang tepat, para siswa diharapkan mampu menghindari kesalahpahaman informasi, menjaga kesehatan, serta membangun sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu dari rangkaian program kerja KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 yang berfokus pada sosialisasi seksual melalui pendidikan. Harapannya, seminar ini dapat menjadi langkah awal agar para siswa memahami batasan pergaulan, hubungan yang sehat, dan menjaga diri dari hal-hal yang merugikan sehingga para siswa bisa menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan yang benar dan tepat.