Thumbnail
3 months ago
Posyandu Balai Desa

MOCH NAUFAL MAHRUS BALAD ROSADI

Rangkaian kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dilaksanakan di balai desa pada tanggal 10 Januari. Sejak pagi hari, warga sudah mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Posyandu. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, nyaman, dan penuh kebersamaan antara petugas kesehatan, kader Posyandu, mahasiswa KKM, serta masyarakat.Dalam seluruh rangkaian kegiatan Posyandu tersebut, mahasiswa KKM Narawastra turut berperan aktif membantu kelancaran kegiatan. Mahasiswa KKM Narawastra terlibat langsung dalam membantu proses pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala balita. Selain itu, mahasiswa juga membantu mendata serta mengisi kertas kesehatan bagi para lansia. Partisipasi mahasiswa KKM Narawastra ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana pembelajaran langsung dalam bidang sosial dan kesehatan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa KKM Narawastra memberikan dampak positif terhadap kelancaran kegiatan Posyandu. Dengan adanya bantuan dari mahasiswa, proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan tertib, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan terlayani dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Gondowangi. Secara keseluruhan, kegiatan Posyandu berjalan dengan lancar tanpa kendala. Melalui kegiatan ini, kondisi kesehatan balita dan lansia dapat terpantau dengan baik, serta data kesehatan masyarakat dapat terdokumentasi secara rapi. Diharapkan kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dapat terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli, dan sejahtera.  

Thumbnail
3 months ago
RESMI DILEPAS KULIAH KERJA MAHASISWA (KKM) TAHUN 2025/2026 DI LAPANGAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG (KAMPUS 1).

MUHAMMAD ANUGERAH ANANDA

Desember 23, 2025 Malang, Selasa, 23 Desember 2025 menjadi momentum awal pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Seluruh mahasiswa peserta KKM, termasuk Mahasiswa KKM Kelompok 22, mengikuti agenda pelepasan yang digelar secara resmi oleh universitas sebagai penanda dimulainya proses pengabdian mahasiswa di lingkungan masyarakat.             Kegiatan pelepasan dilangsungkan di Lapangan Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan berlangsung dalam suasana tertib serta penuh kekhidmatan. Rangkaian acara disusun secara seremonial dengan menonjolkan nilai-nilai akademik dan spiritual, diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan pengibaran serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penguatan jiwa kebangsaan dan pengabdian.                   Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang, Dr. Isroqunnajah, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan KKM (Kuliah kerja Mahasiswa) merupakan wadah pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah, sekaligus melatih kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berdampak melalui program yang kontekstual dan berkelanjutan.             Arahan juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., yang menekankan bahwa KKM tidak semata-mata dijalankan untuk memenuhi persyaratan akademik, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.             Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan tugas, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si., secara simbolik menyerahkan dan menyematkan jas KKM kepada perwakilan mahasiswa. Prosesi tersebut menandai kesiapan mahasiswa untuk beralih dari peran akademisi menuju agen pengabdian di masyarakat.             Setelah agenda pelepasan selesai, Mahasiswa KKM Kelompok 22 melanjutkan perjalanan menuju wilayah penempatan masing-masing. Setibanya di lokasi pelaksanaan KKM di Masjid Agung Jami’  Malang, mahasiswa segera melakukan penataan dan persiapan area kegiatan sebagai langkah awal dalam mendukung kelancaran pelaksanaan seluruh program kerja yang telah dirancang.           Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan agenda silaturahmi bersama pengurus dan takmir Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Melalui pertemuan tersebut, Mahasiswa KKM Kelompok 22 memperkenalkan diri secara resmi sekaligus menjalin komunikasi awal dengan pihak pengelola masjid sebagai landasan koordinasi dan kerja sama selama masa KKM berlangsung.         Melalui rangkaian kegiatan awal ini, Mahasiswa KKM menunjukkan komitmen untuk melaksanakan pengabdian secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, dengan menghadirkan program-program yang partisipatif, adaptif, serta memberikan kontribusi positif bagi Masjid Agung Jami’ Malang dan masyarakat sekitarnya selama periode KKM.   

Thumbnail
3 months ago
KKM Artha Mandala Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 1 Sidodadi

SINTA DHEA AGUSTINA

SIDODADI, LAWANG- KKM ARTHA MANDALA UIN Malang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi "Stop Bullying: yang dilaksanakan di SDN 1 Sidodadi pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara berlangsung di ruangg aula sekolah dengan suasana hangat, interaktif, dan penuh refleksi emosional. Kegiatan ini diikuti oleh siswa - siswi kelas 4 dan 5 yang tampak antusias sejak awal hingga akhir rangkaian acara. Acara ini dimulai pukul 07.15 WIB dan dipandu oleh MC Kak Sinta Dhea Agustina. Acara diawali dengan pembukaan penuh semangat yang mengajak seluruh siswa untuk berjanji menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan saling merangkul. Meskipun kegiatan bersifat nonformal dan tidak diawali sambutan resmi dari kepala sekolah maupun guru, acara tetap berjalan tertib, terstruktur, dan kondusif berkat koordinasi tim pelaksana KKM. Hadir sebagai pembicara utama, Kak Adiza Hafsoh Rahmani memaparkan materi edukatif mengenai jenis-jenis perundungan serta dampak psikologis yang ditimbulkan. Kak Adiza menekankan bahwa keberanian untuk melapor dan rasa empati adalah kunci utama memutus rantai bullying. Suasana yang tadinya penuh tawa berubah menjadi reflektif saat memasuki sesi "Surat dari Hati". Dalam sesi ini, para siswa diminta menuliskan surat berisi perasaan senang dan sedih mereka selama di sekolah, serta surat khusus yang ditujukan untuk orang tua mereka sebagai bentuk curahan hati yang jujur. Keheningan semakin terasa menyentuh saat Kak Meisya Fristy Putri Octava membacakan renungan di tengah-tengah peserta. Narasi yang dibawakan Kak Meisya berhasil membawa para siswa pada momen renungan mendalam tentang pentingnya menjaga perasaan orang lain. Renungan tersebut menekankan nilai kasih sayang, empati, dan pentingnya saling menghormati antar sesama. Beberapa siswa terlihat terharu hingga menangis, menandakan pesan yang disampaikan berhasil menyentuh perasaan mereka. Acara ditutup dengan rangkaian penutupan singkat dilanjutkan sesi foto bersama sebagai dokumentasi, serta pembuatan konten edukatif bertema anti- bulyying yang melibatkan partisipasi siswa guna menyebarkan pesan positif ke masyarakat luas. Melalaui sosialisasi ini, KKM Artha Mandala berharap kepada semua masyarakat terutama di SDN 1 Sidodadi semakin menguat sekolah ramah anak yang bebas dari  intimidasi, perundungan, dan kekerasan verbal maupun no-nverbal, serta mampu menumbuhkan budaya saling menghormati sejak dini. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM Artha Mandala Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 1 Sidodadi", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/miftahuljannah0386/698558d0c925c478860511c2/kkm-artha-mandala-gelar-sosialisasi-stop-bullying-di-sdn-1-sidodadi Kreator: KKM REGULER 99 UIN MALANG Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
3 months ago
Kajian Ba’da Subuh & Maghrib: “Hidup adalah Perubahan”

BIANTAZKIA SALZA ZAMBAQA

https://kkm03arridloblimbing.blogspot.com/2026/01/kajian-bada-subuh-maghrib-hidup-adalah.html?m=1 Kajian pertama dilaksanakan ba’da Sholat Subuh berjamaah. Jamaah hadir sejak dini hari, memenuhi shaf dengan penuh ketenangan. Setelah sholat, Ustadz Kasuwi menyampaikan kajian dengan tema: “Hidup adalah Perubahan” Beliau menekankan bahwa kehidupan manusia tidak pernah statis. Setiap hari adalah proses berubah—baik menuju kebaikan atau sebaliknya—tergantung bagaimana seseorang menyikapi waktu, ujian, dan hidayah dari Allah SWT. Ustadz mengingatkan bahwa Islam hadir sebagai pedoman agar perubahan hidup selalu mengarah kepada ketaatan, bukan sekadar mengikuti arus zaman.  

Thumbnail
3 months ago
Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah

AMMAR DZAKY MUBAROKH

anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Pagelaran Literasi di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas melalui membaca bersama, story telling, dan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan usaha murid. Sebanyak 84 murid terlibat aktif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa, mulai dari membantu membaca, membacakan cerita, hingga mendorong anak menceritakan kembali isi bacaan. Pagelaran literasi ini menjadi ikhtiar sederhana untuk mengajak anak kembali dekat dengan buku di tengah dominasi gawai, sekaligus menanamkan nilai bahwa membaca adalah aktivitas menyenangkan, bermakna, dan penting sebagai bekal pembentukan karakter serta kecintaan terhadap ilmu sejak dini.    Sebagai upaya menumbuhkan kembali ruang bermain yang sehat bagi anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Aksara Vardhana menyelenggarakan Gebyar Permainan Tradisional pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya interaksi sosial anak usia sekolah dasar akibat dominasi penggunaan gawai. Berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor dihadirkan dengan suasana gembira dan partisipatif, di mana mahasiswa turut bermain bersama anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan permainan tradisional sebagai alternatif positif yang sesuai dengan dunia dan perkembangan anak. Selain pendidikan formal, mahasiswa juga membuka program bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir dua pekan dengan materi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan PPKN. Metode pembelajaran visual dan interaktif dipadukan dengan kuis berbasis cerdas cermat untuk menumbuhkan semangat belajar, kerja sama, dan sportivitas. Hasilnya, dua kelompok binaan berhasil melaju hingga babak semifinal Lomba Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo.Perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pendampingan kegiatan Posyandu Desa Gubugklakah. Mahasiswa membantu kader posyandu, mendampingi ibu dan balita, serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Keterlibatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif sebagai tanggung jawab bersama. Di ranah keagamaan, Kelompok 41 KKM UIN Malang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan religius masyarakat. Mahasiswa terlibat dalam peringatan Isra’ Mi’raj dengan menghadirkan kajian keislaman bertema Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan yang menyajikan perspektif keislaman yang humanis dan kontekstual. Selain itu, lomba-lomba keagamaan bagi santri TPQ turut diselenggarakan sebagai sarana pembentukan karakter, keberanian, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.   Di tingkat internal kelompok, mahasiswa juga membiasakan pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah selama masa KKM. Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam. Sholat berjamaah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan tanpa paksaan dan secara konsisten menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, kepedulian sosial, serta penguatan ikatan persaudaraan antaranggota. Selain bernilai ibadah dengan landasan kuat dalam ajaran Islam, kebiasaan ini turut menciptakan suasana religius yang terjaga dan menjadi bentuk keteladanan sederhana yang dijalankan secara istiqamah.   Komitmen spiritual mahasiswa diperkuat melalui program One Day One Juz yang dilaksanakan secara konsisten dan ditutup dengan khotmil Al-Qur’an bersama masyarakat sebagai bentuk syukur dan penguatan kebersamaan. Mahasiswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran di TPQ Baiturrohim dengan mendampingi santri dalam belajar Al-Qur’an, doa harian, bacaan sholat, serta pengenalan tajwid.Nilai toleransi dan moderasi beragama tercermin dalam keterlibatan Kelompok 41 pada Diskusi Lintas Agama di Karmel Ngadireso. Melalui dialog terbuka dan inklusif, mahasiswa turut merawat ruang kebersamaan dalam keberagaman, menegaskan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkaya kehidupan sosial. Pada bidang ekonomi, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memfokuskan program pengabdian pada penguatan UMKM Desa Gubugklakah sebagai desa wisata. Program ini berangkat dari pengamatan lapangan terhadap aktivitas ekonomi warga yang sebenarnya telah berjalan cukup baik, khususnya pada sektor kedai dan homestay yang melayani wisatawan menuju kawasan Bromo. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek pendukung usaha, seperti kurangnya identitas visual kedai, penataan daftar menu yang belum optimal, serta homestay yang belum terdaftar di Google Maps sehingga menyulitkan wisatawan dalam menemukan lokasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejak 10 Januari 2026 mahasiswa menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM. Fokus kegiatan meliputi pembuatan banner dan daftar menu kedai, serta pendampingan pembuatan dan pengelolaan Google Maps bagi pemilik homestay. Program diawali dengan diskusi langsung bersama pelaku usaha untuk menggali kebutuhan, konsep usaha, serta harapan pengembangan ke depan. Proses perancangan dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan karakter produk, suasana desa wisata, dan preferensi pemilik usaha. Hasil dari program ini mulai dirasakan secara nyata. Banner dan daftar menu telah dicetak dan digunakan oleh pemilik kedai, sementara homestay yang didampingi kini telah terdaftar dan mudah diakses melalui Google Maps. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik usaha, memperkuat identitas UMKM lokal, serta mendorong peningkatan kunjungan dan penjualan. Melalui pendampingan sederhana namun tepat sasaran, mahasiswa berupaya mendukung pengembangan ekonomi Desa Gubugklakah agar potensi wisata yang telah ada dapat tumbuh secara lebih optimal dan berkelanjutan. Pada aspek budaya, mahasiswa turut mendukung pelestarian adat Barikan, tradisi leluhur masyarakat Tengger yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali di punden desa. Selain itu, kolaborasi strategis dilakukan bersama komunitas Lampahklakah dalam penyusunan Kamus Bahasa Tengger. Inisiatif ini menjadi langkah nyata pelestarian bahasa ibu sebagai identitas budaya sekaligus kontribusi literasi yang bernilai akademik dan sosial.   Di bidang pelayanan publik dan teknologi, Kelompok 41 KKM UIN Malang mengembangkan sistem pembayaran air bersih desa berbasis web. Digitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan air bersih, sekaligus menjadi langkah awal transformasi digital desa. Mahasiswa juga melaksanakan piket rutin di Balai Desa Gubugklakah untuk membantu administrasi dan pelayanan masyarakat, serta terlibat dalam penyambutan kunjungan Wakil Gubernur Kabupaten Malang dalam rangka pengembangan potensi pertanian desa. Seluruh dinamika kehidupan masyarakat Desa Gubugklakah kemudian dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah”. Film ini merekam potret desa dari aspek budaya, religius, pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga sejarah sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian kearifan lokal. Rangkaian pengabdian ditutup dengan Pentas Seni Penutupan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana. Acara ini menjadi ruang ekspresi budaya, apresiasi masyarakat, serta simbol penutup kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses merawat hubungan, menumbuhkan kesadaran, dan meninggalkan jejak kebermanfaatan yang berkelanjutan. Desa Gubugklakah tidak hanya menjadi tempat mengabdi, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan makna kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Thumbnail
3 months ago
Renovasi Pendopo Sinau Bareng: Wujud Kepedulian Mahasiswa terhadap Fasilitas Sosial Desa

ABDULLAH KEVIN FATONI

Sinau Bareng, sebuah perkumpulan yang bertujuan baik dalam segala kegiatan yang dilakukan. Perkumpulan ini berada di Dusun Krajan, Desa Bunutwetan, Kec. Pakis, Kab. Malang. Dalam kegiatan Sinau Bareng hampir semuanya berdampak pada masyarakat, diantaranya ialah pengajian rutinan, santunan, sholawatan, dan beragam kegiatan lain. Untuk menunjang berbagai kegiatan tersebut, Sinau Bareng memiliki sebuah tempat khusus yang menjadi pusat aktivitas warga, yaitu Pendopo Sinau Bareng. Pendopo ini tidak hanya digunakan oleh anggota Sinau Bareng, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum untuk beragam kegiatan sosial dan keagamaan. Melihat kondisi pendopo yang kurang nyaman dan sedikit berantakan, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 76 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berinisiatif melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa renovasi Pendopo Sinau Bareng. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki dan memperindah fasilitas pendopo agar dapat kembali digunakan dengan nyaman sebagai tempat berkumpul dan berinteraksi masyarakat. Proses renovasi dilakukan secara bergotong royong, melibatkan mahasiswa KKM bersama warga sekitar, khususnya anggota perkumpulan Sinau Bareng. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar berkontribusi nyata di tengah masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai sosial dan kebersamaan. Diharapkan hasil renovasi pendopo Sinau Bareng dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun Krajan, sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik.