MUHAMMAD SYAMIL
Sidem, Tulungagung – Pendidikan bukan sekadar tentang apa yang tertulis di papan tulis, melainkan juga tentang lingkungan yang memicu inspirasi. Menyadari hal tersebut, kelompok KKM Arutama Mandhala UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menginisiasi sebuah proyek perubahan fisik yang bermakna: revitalisasi halaman sekolah melalui pembuatan taman berbasis Do It Yourself (DIY) di SDN 2 Sidem. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026 ini bertujuan untuk mengubah area gersang di sudut sekolah menjadi fase hijau yang menyegarkan mata sekaligus menjadi media pembelajaran luar ruangan bagi siswa. Halaman sekolah seringkali menjadi area yang terlupakan, padahal di sanalah interaksi sosial siswa paling banyak terjadi. Sebelum sentuhan tangan siswa KKM tiba, area depan kelas di SDN 2 Sidem tampak gersang dan kurang tertata. Dengan semangat pengabdiannya, Arutama Mandhala memutuskan untuk menyulap lahan terbatas tersebut menjadi fase hijau yang menyejukkan mata. Proyek ini bukan sekedar menanam bunga, melainkan sebuah perwujudan dari pilar "Lingkungan Sehat" dalam program kerja mereka. Konsep DIY dipilih bukan tanpa alasan; Selain efisiensi biaya, konsep ini menekankan pada kreativitas dan keinginan. Langkah awal dimulai dengan pembersihan lahan dan pemetaan zona tanam. Siswa bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengumpulkan materi pendukung. Keunikan dari taman ini terletak pada elemen-elemennya: Pemanfaatan Material Lokal: Penggunaan batu alam sekitar dan kayu sisa untuk pembatas taman (edging). Media Tanam Organik: Pencampuran tanah dengan pupuk organik guna memastikan nutrisi tanaman tetap terjaga dalam jangka panjang. Pemilihan Vegetasi: Mahasiswa memilih jenis tanaman yang tahan cuaca namun estetis, seperti lidah mertua (Sansevieria), pucuk merah, dan berbagai jenis tanaman hias daun yang memberikan gradasi warna yang segar. Setiap pagi dan sore, para siswa bahu-membahu mencangkul, mengecat pot, hingga menata komposisi tanaman agar terlihat harmonis secara visual. Hal yang paling menarik dari proyek ini adalah keterlibatan para siswa SDN 2 Sidem. Mahasiswa Arutama Mandhala tidak bekerja sendiri; mereka menjadikan momen ini sebagai sarana edukasi luar kelas. “Kami ingin adik-adik di sini merasa memiliki taman ini. Jika mereka ikut menanam, mereka akan lebih peduli untuk menyiram dan menjaga kelaknya,” ujar salah satu anggota KKM Arutama Mandhala. Anak-anak mengajarkan cara memindahkan bibit dengan benar, pentingnya drainase pada pot, serta bagaimana menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Gelak tawa dan antusiasme siswa saat tangan mereka kotor terkena tanah menjadi pemandangan indah yang menghiasi hari-hari pengabdian di Desa Sidem. Hasilnya kini bisa dinikmati oleh seluruh warga sekolah. Halaman yang dulunya tampak kusam kini berganti rupa menjadi sudut yang asri dan Instagrammable. Perubahan ini membawa dampak psikologis yang positif; suasana belajar menjadi lebih tenang dan udara di sekitar kelas terasa lebih segar. Kepala Sekolah SDN 2 Sidem pun memberikan apresiasi yang tinggi. Kehadiran mahasiswa UIN Malang dianggap membawa "napas baru" bagi estetika sekolah yang selama ini belum sempat tergarap maksimal karena keterbatasan SDM. Program pembuatan taman DIY ini adalah bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat tidak harus selalu berupa seminar formal. Melalui aksi nyata yang menyentuh aspek visual dan lingkungan, KKM Arutama Mandhala telah mewariskan warisan fisik yang akan terus tumbuh seiring dengan bertumbuhnya cita-cita siswa di SDN 2 Sidem. Taman ini kini berdiri sebagai simbol kolaborasi antara pelajar dan masyarakat desa—sebuah bukti bahwa dengan sedikit kreativitas dan kerja keras, lingkungan yang sederhana bisa berubah menjadi ruang yang luar biasa.
MUHAMMAD WIJAYA
Dalam rangka mempererat hubungan dengan lembaga pendidikan keagamaan di Desa Sumbersuko, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan kegiatan silaturahmi ke TPQ Darussalam 2. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri kepada para masyayikh, para guru, serta murid-murid yang sedang menimba ilmu di TPQ tersebut. Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting, mengingat salah satu program kerja utama kelompok KKM adalah berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran di TPQ. Melalui kegiatan silaturahmi ini, mahasiswa KKM menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran mereka, sekaligus memohon izin serta dukungan untuk turut membantu proses belajar mengajar di TPQ Darussalam 2 selama masa pelaksanaan KKM. Para masyayikh dan guru TPQ Darussalam 2 menyambut kedatangan mahasiswa KKM dengan baik dan penuh kehangatan. Dalam suasana yang akrab, mahasiswa KKM juga berkesempatan untuk berkenalan langsung dengan para santri. Interaksi awal ini diharapkan dapat membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan murid-murid, sehingga proses pembelajaran selanjutnya dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan efektif. Melalui kegiatan silaturahmi ini, mahasiswa KKM berharap dapat berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan semangat belajar para santri, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur�an dan keagamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen mahasiswa KKM dalam mendukung dan berperan serta dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Desa Sumbersuko
FAIQOTUL HIMMAH
Maraknya penipuan digital di tengah masyarakat menjadi perhatian serius mahasiswa KKM Mandiri Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menyikapi kondisi tersebut, Kelompok 180 Arutama Mandhala berkolaborasi dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) menggelar seminar edukasi kejahatan digital bagi masyarakat Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Sidem, bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait berbagai bentuk kejahatan siber, khususnya penipuan online, pinjaman online ilegal (pinjol), dan judi online (judol) yang kian meresahkan. Ketua KKM Mandiri Kelompok 180 Arutama Mandhala, Heru Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan interaksi langsung mahasiswa dengan masyarakat desa. “Setelah melakukan observasi, kami menemukan permasalahan yang cukup serius dan meresahkan masyarakat, seperti pinjol, judol, serta penipuan melalui media online. Bahkan ada warga yang terjerat utang pinjol akibat tertipu dan tidak mengetahui harus melapor ke mana,” ujarnya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang memutuskan untuk menyelenggarakan seminar edukasi sebagai upaya preventif agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam permasalahan serupa serta mampu lebih waspada terhadap modus kejahatan digital. Sesi Penyampaian Pemateri Oleh Dosen Pembimbing Lapangan Nur Laili Fikriah M.Sc Kegiatan ini turut didukung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Nur Laili Fikriyah M.Sc, dosen Fakultas Ekonomi UIN Malang, yang hadir langsung sebagai pemateri meskipun harus menempuh perjalanan jauh ke Desa Sidem. Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai keresahan yang selama ini dihadapi terkait kejahatan digital kepada pemateri. Salah satu kepala dusun Desa Sidem menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia menilai seminar ini memberikan pencerahan dan membantu memecah kebingungan masyarakat ketika menghadapi permasalahan penipuan digital. Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 35 peserta, yang terdiri dari masyarakat desa, anggota Karang Taruna, serta sejumlah perangkat desa setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Mandiri FE UIN Malang berharap masyarakat Desa Sidem memiliki pengetahuan yang lebih baik, bersikap lebih kritis, dan mampu melindungi diri dari ancaman kejahatan digital yang semakin marak.
M BAHAUDIN ARIF
Sidem, Tulungagung — Sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan serangkaian kegiatan sosial dan lingkungan di Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 30 Januari 2026, dengan agenda kerja bakti pada pagi hari dan reboisasi lingkungan pada sore hari. Kegiatan diawali dengan kerja bakti yang dilaksanakan sejak pagi hari di Balai Desa Sidem. Mahasiswa KKM bersama perangkat desa dan warga setempat secara gotong royong membersihkan lingkungan balai desa, meliputi halaman, area parkir, selokan, gudang, serta fasilitas umum lainnya. Suasana kebersamaan dan kekompakan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat Desa Sidem. Kerja bakti ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan balai desa yang bersih, sehat, dan nyaman, mengingat balai desa merupakan pusat pelayanan dan aktivitas masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup sehat dan berkelanjutan. Setelah kegiatan kerja bakti selesai, mahasiswa KKM melanjutkan agenda pengabdian pada sore hari dengan kegiatan reboisasi di kawasan Embung Sidem. Reboisasi dilakukan dengan penanaman sejumlah bibit tanaman buah alpukat, durian, nangka dan kelengkeng di sekitar embung sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung fungsi embung sebagai sumber daya air bagi masyarakat. Penanaman pohon ini diharapkan mampu mencegah terjadinya erosi tanah, menjaga kualitas air, serta menciptakan kawasan embung yang lebih hijau dan asri. Kegiatan reboisasi ini juga menjadi bentuk edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya peran vegetasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mahasiswa KKM mengajak warga untuk bersama-sama merawat tanaman yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Melalui rangkaian kegiatan kerja bakti dan reboisasi ini, mahasiswa KKM UIN Malang berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Sidem, baik dari segi sosial maupun lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Warga dan perangkat Desa Sidem menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKM UIN Malang. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan, kelestarian alam, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa.
MOCH. BAHRUL ULUM
https://www.kompasiana.com/ariefrahmanhakim2237/695ccbfaed6415546f7086b2/ciptakan-cuan-dari-keripik-tempe-kkm-47-2026-desa-ngadirejo-lakukan-kunjungan-ke-tempat-produksi
IMROATUL AZIZAH
Kegiatan belajar mengajar KKM Kelompok 111 di Madin Al Hikmah, Dusun Ringin Anom, Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, berlangsung penuh semangat setiap Senin hingga Jumat pukul 15.30-16.30 WIB. Mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok ini secara rutin hadir untuk membimbing santri dalam mempelajari Al-Quran, hafalan surah pendek, dan dasar-dasar keagamaan Islam lainnya. Suasana kelas yang telah direvitalisasi dengan pengecatan dinding hijau cerah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan, sebagaimana terlihat pada foto kegiatan yang menunjukkan santri duduk rapi di meja kayu sederhana sambil mengikuti arahan pengajar. Program ini merupakan bagian dari upaya Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk mendukung pendidikan nonformal di madrasah diniyah setempat. Selain mengajar, kelompok 111 juga melakukan perbaikan fasilitas seperti penataan ruang kelas dan penambahan sarana belajar, yang meningkatkan minat santri terhadap kegiatan keagamaan, seperti ekstrakulikuler yang terdiri dari Tari, Pidacil, dan Kaligrafi. Lokasi Madin Al-Hikmah ini terletak strategis bagi anak-anak, sehingga pembelajaran dapat berjalan konsisten tanpa hambatan yang signifikan. Dampak dari kegiatan ini terasa nyata, di mana santri menunjukkan peningkatan hafalan dan pemahaman materi secara bertahap. Pengajar menggunakan metode interaktif, seperti kelompok diskusi dan permainan edukatif, untuk menjaga fokus anak-anak usia dini. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperkuat landasan pendidikan agama di tingkat desa, sekaligus menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan masyarakat.