Thumbnail
3 months ago
One Day One Juz

NANDA ALIFIA NUR FITRIANA

KKM 03 Ar-Ridlo Blimbing: One Day One Juz – Menghidupkan Al-Qur’an di Speaker Masjid One Day One Jus merupakan salah satu program yang digagas oleh KKM 03 Ar-Ridlo Blimbing dengan tujuan untuk menghidupkan suasana islami dan menggaungkan semangat qur'ani pada masyarakat di lingkungan masjid Ar-Ridlo. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk mempererat ikatan sosial antara mahasiswa KKM dengan masyarakat di sekitar masjid, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan penuh berkah. One Day One Jus ini dilakukan setiap hari, dimulai pada pukul 17.00 WIB sampai menjelang maghrib. Pembacaan Al-Qur'an dilakukan secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dengan menggunakan microphone masjid, kemudian dilanjutkan dengan persiapan sholat maghrib. Sedangkan di hari Minggu, kami membacanya secara bersamaan.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM Kelompok 60 UIN Malang Wujudkan Peta Desa Kalipare sebagai Langkah Awal Pembangunan Berbasis Data

RIO SYAMS MAULANA ARIF

Kelompok 60 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah melaksanakan salah satu program unggulan berupa pembuatan peta desa untuk Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung ketersediaan data spasial desa yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun perangkat desa.  Proses pembuatan peta desa ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu. Tahapan awal dimulai dari perencanaan konsep peta, pemilihan bahan kayu mading sebagai media utama, hingga pengumpulan data wilayah Desa Kalipare. Mahasiswa KKM bekerja secara kolaboratif untuk memastikan peta yang dibuat tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki tampilan yang rapi dan menarik. Dalam prosesnya, desain peta desa mengalami revisi sebanyak dua kali. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari perangkat desa dan hasil evaluasi internal kelompok, agar peta yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi wilayah Desa Kalipare. Hal ini menunjukkan komitmen mahasiswa KKM dalam menghasilkan karya yang berkualitas dan bermanfaat jangka panjang.  Peta desa yang telah selesai diharapkan dapat menjadi sarana pendukung administrasi desa, media informasi bagi masyarakat, serta referensi awal dalam perencanaan pembangunan desa ke depannya. Melalui program ini, Kelompok 60 KKM UIN Malang membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang konkret dan berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM 44 UIN Malang Berikan PMT Puding Daun Kelor di Posyandu Desa Gunungjati

KHANSA YUDYT MARITZA

Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan sederhana namun berdampak nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 44 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding daun kelor bagi balita di Desa Gunungjati. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar tiga posyandu aktif yang ada di desa tersebut, yakni Posyandu Mawar dengan jumlah peserta sebanyak 65 balita, Posyandu Anggrek dengan 50 balita, serta Posyandu Melati yang diikuti oleh 100 balita. Total sebanyak 215 balita menjadi sasaran kegiatan PMT ini. Pemilihan daun kelor sebagai bahan utama PMT bukan tanpa alasan. Daun kelor dikenal sebagai salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, seperti protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin C. Kandungan gizi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita serta membantu mencegah risiko stunting. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 menyajikan daun kelor dalam bentuk puding agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi oleh balita. Olahan puding dinilai lebih ramah bagi anak-anak karena teksturnya lembut dan rasanya manis, sehingga dapat meningkatkan minat makan balita. Berbeda dari kegiatan kesehatan pada umumnya, pelaksanaan PMT ini tidak disertai dengan edukasi atau sosialisasi secara langsung kepada para ibu balita. Namun demikian, mahasiswa tetap memberikan nilai edukatif melalui pembagian selembaran informasi. Setiap ibu balita menerima leaflet yang berisi penjelasan singkat mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan anak serta tata cara sederhana pembuatan puding daun kelor di rumah. Dengan adanya selembaran tersebut, diharapkan para ibu dapat memperoleh pengetahuan dasar dan terdorong untuk mengolah daun kelor secara mandiri sebagai menu tambahan bagi anak-anak mereka. Kegiatan PMT puding daun kelor ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para ibu kader posyandu maupun bidan desa Gunungjati. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang menghadirkan inovasi PMT berbasis pangan lokal dengan pengolahan yang kreatif dan mudah diterapkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 UIN Malang tidak hanya berperan sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi praktis dalam upaya pencegahan stunting. Meskipun tanpa sosialisasi langsung, pembagian PMT dan leaflet informasi dinilai mampu memberikan dampak positif serta menambah wawasan ibu balita mengenai pentingnya asupan gizi seimbang. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi program kesehatan masyarakat lainnya, khususnya dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai langkah nyata menekan angka stunting di pedesaan.

Thumbnail
3 months ago
Gebyar Festival Islami Waworada sebagai Program Puncak BTQ KKM 191 Kalembo Ade

ANTIKA AISYAH AF FARRAS

Desa Waworada – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 191 Kalembo Ade menyelenggarakan Gebyar Festival Islami Waworada sebagai program kerja terakhir yang sekaligus menjadi tindak lanjut dari kegiatan mengajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) yang telah dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Festival ini bertujuan untuk menjadi wadah evaluasi, apresiasi, dan motivasi bagi anak-anak serta masyarakat dalam mengembangkan kemampuan keagamaan, kepercayaan diri, dan kreativitas. Kegiatan Gebyar Festival Islami Waworada dilaksanakan selama dua hari , yakni pada tanggal 26–27 Januari 2026 , dengan waktu pelaksanaan setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WITA . Festival ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan antara mahasiswa KKM, anak-anak, dan masyarakat Desa Waworada. Dalam pelaksanaannya, festival ini menghadirkan tiga cabang lomba , yaitu lomba tartil Al-Qur'an, lomba cerdas cermat, dan lomba fashion show Islami . Lomba ketiga tersebut dipilih untuk mewakili hasil pembelajaran BTQ sekaligus mengembangkan aspek pengetahuan, keberanian, dan ekspresi diri peserta. Pada hari pertama , kegiatan diawali dengan acara pembukaan , kemudian dilanjutkan dengan lomba cerdas cermat dan lomba tartil . Lomba kedua ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda , yakni Masjid dan Balai Desa , guna menyesuaikan kebutuhan tempat dan mendukung lancarnya kegiatan. Sementara itu, hari kedua diisi dengan lomba fashion show Islami yang sekaligus menjadi rangkaian acara penutup . Pada hari terakhir ini, suasana festival semakin meriah dengan adanya penampilan tari, pembacaan puisi, persembahan video dokumentasi , serta pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Pelaksanaan Gebyar Festival Islami Waworada mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat . Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar serta kehadiran para orang tua, khususnya ibu-ibu, yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak mereka. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat suasana festival berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM 191 Kalembo Ade berharap nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan melalui program BTQ tidak hanya berhenti pada proses belajar, tetapi juga dapat diterapkan, ditampilkan, dan diapresiasi bersama. Gebyar Festival Islami Waworada menjadi penutup yang bermakna sekaligus bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pelatihan keagamaan dan sosial masyarakat Desa Waworada

Thumbnail
3 months ago
Siroh Wengi 2026, Wujud Guyub Masyarakat Bendosari Rayakan Isra’ Mi’raj

MUHAMMAD FARHAN PRADANA

Bendosari — Panitia Gabungan KKM Ganesha 178 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama IPNU-IPPNU Ranting Dusun Cukal menggelar kegiatan Siroh Wengi 2026 dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 19 Januari 2026, bertempat di Masjid Jami’ Darul Muttaqin, Dusun Cukal, Desa Bendosari. Dan dihadiri oleh kurang lebih 250 jama’ah, yang terdiri dari para pemuda hingga lansia.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM 44 UIN Malang Berikan PMT Puding Daun Kelor di Posyandu Desa Gunungjati

AJI ICHWANUR GUSFITRA

Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan sederhana namun berdampak nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 44 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding daun kelor bagi balita di Desa Gunungjati. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar tiga posyandu aktif yang ada di desa tersebut, yakni Posyandu Mawar dengan jumlah peserta sebanyak 65 balita, Posyandu Anggrek dengan 50 balita, serta Posyandu Melati yang diikuti oleh 100 balita. Total sebanyak 215 balita menjadi sasaran kegiatan PMT ini. Pemilihan daun kelor sebagai bahan utama PMT bukan tanpa alasan. Daun kelor dikenal sebagai salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, seperti protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin C. Kandungan gizi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita serta membantu mencegah risiko stunting. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 menyajikan daun kelor dalam bentuk puding agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi oleh balita. Olahan puding dinilai lebih ramah bagi anak-anak karena teksturnya lembut dan rasanya manis, sehingga dapat meningkatkan minat makan balita. Berbeda dari kegiatan kesehatan pada umumnya, pelaksanaan PMT ini tidak disertai dengan edukasi atau sosialisasi secara langsung kepada para ibu balita. Namun demikian, mahasiswa tetap memberikan nilai edukatif melalui pembagian selembaran informasi. Setiap ibu balita menerima leaflet yang berisi penjelasan singkat mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan anak serta tata cara sederhana pembuatan puding daun kelor di rumah. Dengan adanya selembaran tersebut, diharapkan para ibu dapat memperoleh pengetahuan dasar dan terdorong untuk mengolah daun kelor secara mandiri sebagai menu tambahan bagi anak-anak mereka. Kegiatan PMT puding daun kelor ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para ibu kader posyandu maupun bidan desa Gunungjati. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang menghadirkan inovasi PMT berbasis pangan lokal dengan pengolahan yang kreatif dan mudah diterapkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 UIN Malang tidak hanya berperan sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi praktis dalam upaya pencegahan stunting. Meskipun tanpa sosialisasi langsung, pembagian PMT dan leaflet informasi dinilai mampu memberikan dampak positif serta menambah wawasan ibu balita mengenai pentingnya asupan gizi seimbang. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi program kesehatan masyarakat lainnya, khususnya dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai langkah nyata menekan angka stunting di pedesaan.