Thumbnail
8 months ago
Yasinan dan Dibaan, Jalan Menuju Hati yang Tenang

SABRINATUL AZHAROTINA

Kegiatan keagamaan terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dusun Tulakan, Desa Panggungrejo. Salah satu tradisi yang rutin dilaksanakan adalah kegiatan dibaan dan yasinan yang digelar setiap hari Rabu malam dan Kamis malam. Kegiatan dibaan dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh sebagian warga dusun, termasuk anak-anak yang tampak begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Lantunan shalawat yang dibaca bersama menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan. Kehadiran anak-anak dalam kegiatan ini menjadi pemandangan yang membahagiakan, sekaligus menjadi upaya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini. Sementara itu, kegiatan yasinan juga tidak kalah meriah. Rutinan ini diikuti oleh ibu-ibu warga Dusun Tulakan yang dengan penuh semangat meluangkan waktu untuk berkumpul dan beribadah bersama. Dalam pelaksanaannya, kegiatan yasinan biasanya diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang memberikan nasihat dan penguatan spiritual bagi para jamaah. Melalui kegiatan rutin ini, masyarakat Dusun Tulakan tidak hanya mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi dibaan dan yasinan menjadi wadah kebersamaan yang membawa keberkahan serta menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan religiusitas masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat dusun tulakan desa panggungrejo.

Thumbnail
8 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung

IBNATIA HASNA FAWWAZ

KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.

Thumbnail
8 months ago
blog

VERI NURANI

https://drive.google.com/drive/folders/1GJmG2t_HxG78N-AJQjQWmn5gr_PQRFgv?usp=drive_link

Thumbnail
8 months ago
KKM NAVASHILA DORONG KADER POSYANDU KARANGANYAR MENJADI GARDA TERDEPAN MENCEGAH STUNTING DAN MEMPERBAIKI PARENTING

NUR ALIA ASHSHIDQIYYAH

Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.  

Thumbnail
8 months ago
Mengabdi dengan Hati: Perjalanan KKM 74 Sukma Warih Bersama Masyarakat Wonosari

ZIDAN RAHMAT RAMADHANI

https://docs.google.com/document/d/1EyAesfwc7cnuuIOVZtEsz6aw2Xcw-9N8/edit?usp=drive_link&ouid=107769532701634485907&rtpof=true&sd=true

Thumbnail
8 months ago
Cegah Stunting Sejak Dini: Sosialisasi Parenting KKM 25 UIN Malang Disambut Antusias Warga Kauman

ZALFA SYAHIRA HIDAYAH

Judul: Cegah Stunting Sejak Dini: Sosialisasi Parenting KKM 25 UIN Malang Disambut Antusias Warga Kauman isi: Malang - Komitmen untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas terus diwujudkan melalui kegiatan edukatif di tengah masyarakat. Kelompok KKM 25 Sevanagara UIN Malang telah merealisasikan kegiatan Sosialisasi Stunting dan Parenting pada Senin, 5 Januari 2026 bertempat di Taman Posyandu Harapan Bunda, RT 03 RW 08, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 35 peserta dan berlangsung dengan tertib serta lancar tanpa hambatan. Suasana acara terasa hangat dan interaktif sejak awal, menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap isu kesehatan anak dan pola asuh dalam keluarga. Acara dipandu oleh MC Nur Sofia, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Beragam. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua KKM 25 Sevanagara, Fawwaz Fudhail Muchammad, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi pelajar dan masyarakat dalam peningkatan literasi kesehatan keluarga. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua PKK RW, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar di lingkungan warga. Sesi inti diisi oleh pemaparan materi dari Zalfa Syahira Hidayah, yang membahas secara jelas dan aplikatif mengenai stunting dan parenting. Materi mencakup pemahaman dasar stunting, faktor penyebab dan dampaknya bagi tumbuh kembang anak, serta peran penting orang tua dalam penerapan pola asuh yang tepat. Penyampaian materi dibuat mudah dipahami sehingga peserta dapat menangkap poin-poin penting dan menghubungkannya dengan kondisi sehari-hari. Aktivitas semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab (QnA). Pada sesi ini, peserta yang bertanya maupun memberikan feedback mendapatkan reward, sehingga mendorong warga untuk lebih aktif berdiskusi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, tanggapan, hingga berbagi pengalaman pribadi yang relevan. Interaksi yang intens ini menjadi bukti bahwa warga tidak hanya hadir, tetapi benar-benar terlibat dan peduli terhadap topik yang dibahas. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia. Melalui sosialisasi ini, diharapkan warga Kelurahan Kauman semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini serta mampu menerapkan pola asuh yang sehat demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.