Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM 44 UIN Malang Berikan PMT Puding Daun Kelor di Posyandu Desa Gunungjati

AJI ICHWANUR GUSFITRA

Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan sederhana namun berdampak nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 44 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding daun kelor bagi balita di Desa Gunungjati. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar tiga posyandu aktif yang ada di desa tersebut, yakni Posyandu Mawar dengan jumlah peserta sebanyak 65 balita, Posyandu Anggrek dengan 50 balita, serta Posyandu Melati yang diikuti oleh 100 balita. Total sebanyak 215 balita menjadi sasaran kegiatan PMT ini. Pemilihan daun kelor sebagai bahan utama PMT bukan tanpa alasan. Daun kelor dikenal sebagai salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, seperti protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin C. Kandungan gizi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita serta membantu mencegah risiko stunting. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 menyajikan daun kelor dalam bentuk puding agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi oleh balita. Olahan puding dinilai lebih ramah bagi anak-anak karena teksturnya lembut dan rasanya manis, sehingga dapat meningkatkan minat makan balita. Berbeda dari kegiatan kesehatan pada umumnya, pelaksanaan PMT ini tidak disertai dengan edukasi atau sosialisasi secara langsung kepada para ibu balita. Namun demikian, mahasiswa tetap memberikan nilai edukatif melalui pembagian selembaran informasi. Setiap ibu balita menerima leaflet yang berisi penjelasan singkat mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan anak serta tata cara sederhana pembuatan puding daun kelor di rumah. Dengan adanya selembaran tersebut, diharapkan para ibu dapat memperoleh pengetahuan dasar dan terdorong untuk mengolah daun kelor secara mandiri sebagai menu tambahan bagi anak-anak mereka. Kegiatan PMT puding daun kelor ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para ibu kader posyandu maupun bidan desa Gunungjati. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang menghadirkan inovasi PMT berbasis pangan lokal dengan pengolahan yang kreatif dan mudah diterapkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 UIN Malang tidak hanya berperan sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi praktis dalam upaya pencegahan stunting. Meskipun tanpa sosialisasi langsung, pembagian PMT dan leaflet informasi dinilai mampu memberikan dampak positif serta menambah wawasan ibu balita mengenai pentingnya asupan gizi seimbang. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi program kesehatan masyarakat lainnya, khususnya dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai langkah nyata menekan angka stunting di pedesaan.

Thumbnail
3 months ago
KKM 41 Aksara Vardhana Merawat Desa, Menumbuhkan Makna "Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah"

NUR LATIFATUL QALBI

Rabu, 24 Desember 2025 menjadi awal perjalanan pengabdian Kelompok 41 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Gubugklakah tidak hanya dikenal sebagai jalur wisata menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tetapi juga sebagai desa dengan kekayaan alam, budaya, keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat pengabdian, mahasiswa hadir tidak semata menjalankan program kerja, melainkan berupaya menyatu, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Sejak hari-hari awal, pendekatan sosial menjadi fondasi utama pengabdian. Melalui kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat, keterlibatan dalam diba’an, pengajian, serta berbagai aktivitas sosial, mahasiswa membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan dengan warga. Interaksi ini menegaskan posisi mahasiswa bukan sebagai pihak luar, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Desa Gubugklakah. Pembukaan resmi KKM yang dilaksanakan pada 30 Desember 2025 menandai dimulainya rangkaian program pengabdian secara formal. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, lembaga adat, serta komunitas pemuda Lampahklakah. Mahasiswa mengenakan busana adat Tengger sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penegasan penerimaan sosial dan adat. Kolaborasi dengan Lampahklakah menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian budaya desa. Eksplorasi potensi alam Desa Gubugklakah dilakukan melalui kegiatan tadabur alam ke Ledhok Amprong dan kunjungan ke Coban Pelangi. Mahasiswa menyusuri sungai, hutan, dan jalur tracking untuk mengenal langsung kekayaan alam desa, sekaligus mendokumentasikannya sebagai bagian dari promosi wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa potensi wisata Gubugklakah tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ekologis dan edukatif. Di bidang pendidikan, Kelompok 41 aktif mengajar di MI KH Hasyim Asy’ari dengan pendekatan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) sebagai media pembentukan karakter. Nilai percaya diri, empati, kepedulian lingkungan, dan sikap anti perundungan ditanamkan melalui metode pembelajaran kreatif dan ramah anak. Sebagai penguatan pendidikan karakter anti perundungan, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan kegiatan sosialisasi anti bullying di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah melalui lomba mewarnai bertema anti bullying yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai media visual yang mudah dipahami dan membekas bagi murid kelas 1 hingga kelas 6, dengan gambar dan pesan moral sederhana tentang etika pertemanan tanpa kekerasan. Melalui kegiatan ini, nilai saling menyayangi, menghargai, dan menolak perundungan ditanamkan secara menyenangkan, sekaligus melatih jiwa kompetitif yang sehat melalui pemberian apresiasi berupa piala dan sertifikat. Lomba mewarnai ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan sikap anti bullying dalam kehidupan sehari-hari muri Dalam upaya menumbuhkan kembali minat baca anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Pagelaran Literasi di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas melalui membaca bersama, story telling, dan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan usaha murid. Sebanyak 84 murid terlibat aktif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa, mulai dari membantu membaca, membacakan cerita, hingga mendorong anak menceritakan kembali isi bacaan. Pagelaran literasi ini menjadi ikhtiar sederhana untuk mengajak anak kembali dekat dengan buku di tengah dominasi gawai, sekaligus menanamkan nilai bahwa membaca adalah aktivitas menyenangkan, bermakna, dan penting sebagai bekal pembentukan karakter serta kecintaan terhadap ilmu sejak dini. Sebagai upaya menumbuhkan kembali ruang bermain yang sehat bagi anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Aksara Vardhana menyelenggarakan Gebyar Permainan Tradisional pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya interaksi sosial anak usia sekolah dasar akibat dominasi penggunaan gawai. Berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor dihadirkan dengan suasana gembira dan partisipatif, di mana mahasiswa turut bermain bersama anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan permainan tradisional sebagai alternatif positif yang sesuai dengan dunia dan perkembangan anak. Selain pendidikan formal, mahasiswa juga membuka program bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir dua pekan dengan materi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan PPKN. Metode pembelajaran visual dan interaktif dipadukan dengan kuis berbasis cerdas cermat untuk menumbuhkan semangat belajar, kerja sama, dan sportivitas. Hasilnya, dua kelompok binaan berhasil melaju hingga babak semifinal Lomba Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo. Perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pendampingan kegiatan Posyandu Desa Gubugklakah. Mahasiswa membantu kader posyandu, mendampingi ibu dan balita, serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Keterlibatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif sebagai tanggung jawab bersama. Di ranah keagamaan, Kelompok 41 KKM UIN Malang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan religius masyarakat. Mahasiswa terlibat dalam peringatan Isra’ Mi’raj dengan menghadirkan kajian keislaman bertema Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan yang menyajikan perspektif keislaman yang humanis dan kontekstual. Selain itu, lomba-lomba keagamaan bagi santri TPQ turut diselenggarakan sebagai sarana pembentukan karakter, keberanian, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Di tingkat internal kelompok, mahasiswa juga membiasakan pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah selama masa KKM. Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam. Sholat berjamaah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan tanpa paksaan dan secara konsisten menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, kepedulian sosial, serta penguatan ikatan persaudaraan antaranggota. Selain bernilai ibadah dengan landasan kuat dalam ajaran Islam, kebiasaan ini turut menciptakan suasana religius yang terjaga dan menjadi bentuk keteladanan sederhana yang dijalankan secara istiqamah. Komitmen spiritual mahasiswa diperkuat melalui program One Day One Juz yang dilaksanakan secara konsisten dan ditutup dengan khotmil Al-Qur’an bersama masyarakat sebagai bentuk syukur dan penguatan kebersamaan. Mahasiswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran di TPQ Baiturrohim dengan mendampingi santri dalam belajar Al-Qur’an, doa harian, bacaan sholat, serta pengenalan tajwid.Nilai toleransi dan moderasi beragama tercermin dalam keterlibatan Kelompok 41 pada Diskusi Lintas Agama di Karmel Ngadireso. Melalui dialog terbuka dan inklusif, mahasiswa turut merawat ruang kebersamaan dalam keberagaman, menegaskan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkaya kehidupan sosial. Pada bidang ekonomi, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memfokuskan program pengabdian pada penguatan UMKM Desa Gubugklakah sebagai desa wisata. Program ini berangkat dari pengamatan lapangan terhadap aktivitas ekonomi warga yang sebenarnya telah berjalan cukup baik, khususnya pada sektor kedai dan homestay yang melayani wisatawan menuju kawasan Bromo. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek pendukung usaha, seperti kurangnya identitas visual kedai, penataan daftar menu yang belum optimal, serta homestay yang belum terdaftar di Google Maps sehingga menyulitkan wisatawan dalam menemukan lokasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejak 10 Januari 2026 mahasiswa menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM. Fokus kegiatan meliputi pembuatan banner dan daftar menu kedai, serta pendampingan pembuatan dan pengelolaan Google Maps bagi pemilik homestay. Program diawali dengan diskusi langsung bersama pelaku usaha untuk menggali kebutuhan, konsep usaha, serta harapan pengembangan ke depan. Proses perancangan dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan karakter produk, suasana desa wisata, dan preferensi pemilik usaha. Hasil dari program ini mulai dirasakan secara nyata. Banner dan daftar menu telah dicetak dan digunakan oleh pemilik kedai, sementara homestay yang didampingi kini telah terdaftar dan mudah diakses melalui Google Maps. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik usaha, memperkuat identitas UMKM lokal, serta mendorong peningkatan kunjungan dan penjualan. Melalui pendampingan sederhana namun tepat sasaran, mahasiswa berupaya mendukung pengembangan ekonomi Desa Gubugklakah agar potensi wisata yang telah ada dapat tumbuh secara lebih optimal dan berkelanjutan. Pada aspek budaya, mahasiswa turut mendukung pelestarian adat Barikan, tradisi leluhur masyarakat Tengger yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali di punden desa. Selain itu, kolaborasi strategis dilakukan bersama komunitas Lampahklakah dalam penyusunan Kamus Bahasa Tengger. Inisiatif ini menjadi langkah nyata pelestarian bahasa ibu sebagai identitas budaya sekaligus kontribusi literasi yang bernilai akademik dan sosial. Di bidang pelayanan publik dan teknologi, Kelompok 41 KKM UIN Malang mengembangkan sistem pembayaran air bersih desa berbasis web. Digitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan air bersih, sekaligus menjadi langkah awal transformasi digital desa. Mahasiswa juga melaksanakan piket rutin di Balai Desa Gubugklakah untuk membantu administrasi dan pelayanan masyarakat, serta terlibat dalam penyambutan kunjungan Wakil Gubernur Kabupaten Malang dalam rangka pengembangan potensi pertanian desa. Seluruh dinamika kehidupan masyarakat Desa Gubugklakah kemudian dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah”. Film ini merekam potret desa dari aspek budaya, religius, pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga sejarah sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian kearifan lokal. Rangkaian pengabdian ditutup dengan Pentas Seni Penutupan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana. Acara ini menjadi ruang ekspresi budaya, apresiasi masyarakat, serta simbol penutup kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses merawat hubungan, menumbuhkan kesadaran, dan meninggalkan jejak kebermanfaatan yang berkelanjutan. Desa Gubugklakah tidak hanya menjadi tempat mengabdi, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan makna kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Thumbnail
3 months ago
KKM Artha Mandala Pasang Plang Edukasi Terurai Sampah di 7 Dusun Desa Sidodadi

DHEA SASIKA SEPTI

Sidodadi, 17 Januari 2026 --- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Artha Mandala melaksanakan kegiatan pemasangan plang edukasi tentang jenis sampah terurai di Desa Sidodadi pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara merata di tujuh dusun yang ada di Desa Sidodadi, yaitu Dusun Krajan, Dusun Klosot, Dusun Ngandeng, Dusun Pilang, Dusun Gedangan, Dusun Boro, dan Dusun Kalianyar. Pemasangan plang edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah yang dapat terurai secara alami. Melalui plang tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami jenis-jenis sampah organik serta cara pengelolaannya yang ramah lingkungan. Ketujuh dusun dipilih sebagai lokasi pemasangan agar edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Desa Sidodadi. Plang edukasi dipasang di titik-titik strategis yang mudah dilihat dan sering dilalui oleh warga. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM Artha Mandala berharap masyarakat dapat mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah serta berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan pemasangan plang edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Dengan adanya plang edukasi jenis sampah terurai tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Sidodadi terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM Artha Mandala Pasang Plang Edukasi Terurai Sampah di 7 Dusun Desa Sidodadi", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/miftahuljannah0386/6980e8e1c925c47c032fba42/kkm-artha-mandala-pasang-plang-edukasi-terurai-sampah-di-7-dusun-desa-sidodadi Kreator: KKM REGULER 99 UIN MALANG Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
3 months ago
Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah

NURMA KHAFIDHOTUL MA`WA

    Rabu, 24 Desember 2025 menjadi awal perjalanan pengabdian Kelompok 41 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Gubugklakah tidak hanya dikenal sebagai jalur wisata menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tetapi juga sebagai desa dengan kekayaan alam, budaya, keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat pengabdian, mahasiswa hadir tidak semata menjalankan program kerja, melainkan berupaya menyatu, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Sejak hari-hari awal, pendekatan sosial menjadi fondasi utama pengabdian. Melalui kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat, keterlibatan dalam diba’an, pengajian, serta berbagai aktivitas sosial, mahasiswa membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan dengan warga. Interaksi ini menegaskan posisi mahasiswa bukan sebagai pihak luar, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Desa Gubugklakah. Pembukaan resmi KKM yang dilaksanakan pada 30 Desember 2025 menandai dimulainya rangkaian program pengabdian secara formal. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, lembaga adat, serta komunitas pemuda Lampahklakah. Mahasiswa mengenakan busana adat Tengger sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penegasan penerimaan sosial dan adat. Kolaborasi dengan Lampahklakah menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian budaya desa. Eksplorasi potensi alam Desa Gubugklakah dilakukan melalui kegiatan tadabur alam ke Ledhok Amprong dan kunjungan ke Coban Pelangi. Mahasiswa menyusuri sungai, hutan, dan jalur tracking untuk mengenal langsung kekayaan alam desa, sekaligus mendokumentasikannya sebagai bagian dari promosi wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa potensi wisata Gubugklakah tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ekologis dan edukatif. Di bidang pendidikan, Kelompok 41 aktif mengajar di MI KH Hasyim Asy’ari dengan pendekatan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) sebagai media pembentukan karakter. Nilai percaya diri, empati, kepedulian lingkungan, dan sikap anti perundungan ditanamkan melalui metode pembelajaran kreatif dan ramah anak. Sebagai penguatan pendidikan karakter anti perundungan, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan kegiatan sosialisasi anti bullying di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah melalui lomba mewarnai bertema anti bullying yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai media visual yang mudah dipahami dan membekas bagi murid kelas 1 hingga kelas 6, dengan gambar dan pesan moral sederhana tentang etika pertemanan tanpa kekerasan. Melalui kegiatan ini, nilai saling menyayangi, menghargai, dan menolak perundungan ditanamkan secara menyenangkan, sekaligus melatih jiwa kompetitif yang sehat melalui pemberian apresiasi berupa piala dan sertifikat. Lomba mewarnai ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan sikap anti bullying dalam kehidupan sehari-hari murid. Dalam upaya menumbuhkan kembali minat baca anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Pagelaran Literasi di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas melalui membaca bersama, story telling, dan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan usaha murid. Sebanyak 84 murid terlibat aktif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa, mulai dari membantu membaca, membacakan cerita, hingga mendorong anak menceritakan kembali isi bacaan. Pagelaran literasi ini menjadi ikhtiar sederhana untuk mengajak anak kembali dekat dengan buku di tengah dominasi gawai, sekaligus menanamkan nilai bahwa membaca adalah aktivitas menyenangkan, bermakna, dan penting sebagai bekal pembentukan karakter serta kecintaan terhadap ilmu sejak dini.    Sebagai upaya menumbuhkan kembali ruang bermain yang sehat bagi anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Aksara Vardhana menyelenggarakan Gebyar Permainan Tradisional pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya interaksi sosial anak usia sekolah dasar akibat dominasi penggunaan gawai. Berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor dihadirkan dengan suasana gembira dan partisipatif, di mana mahasiswa turut bermain bersama anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan permainan tradisional sebagai alternatif positif yang sesuai dengan dunia dan perkembangan anak. Selain pendidikan formal, mahasiswa juga membuka program bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir dua pekan dengan materi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan PPKN. Metode pembelajaran visual dan interaktif dipadukan dengan kuis berbasis cerdas cermat untuk menumbuhkan semangat belajar, kerja sama, dan sportivitas. Hasilnya, dua kelompok binaan berhasil melaju hingga babak semifinal Lomba Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo.   Perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pendampingan kegiatan Posyandu Desa Gubugklakah. Mahasiswa membantu kader posyandu, mendampingi ibu dan balita, serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Keterlibatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif sebagai tanggung jawab bersama. Di ranah keagamaan, Kelompok 41 KKM UIN Malang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan religius masyarakat. Mahasiswa terlibat dalam peringatan Isra’ Mi’raj dengan menghadirkan kajian keislaman bertema Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan yang menyajikan perspektif keislaman yang humanis dan kontekstual. Selain itu, lomba-lomba keagamaan bagi santri TPQ turut diselenggarakan sebagai sarana pembentukan karakter, keberanian, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.   Di tingkat internal kelompok, mahasiswa juga membiasakan pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah selama masa KKM. Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam. Sholat berjamaah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan tanpa paksaan dan secara konsisten menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, kepedulian sosial, serta penguatan ikatan persaudaraan antaranggota. Selain bernilai ibadah dengan landasan kuat dalam ajaran Islam, kebiasaan ini turut menciptakan suasana religius yang terjaga dan menjadi bentuk keteladanan sederhana yang dijalankan secara istiqamah.   Komitmen spiritual mahasiswa diperkuat melalui program One Day One Juz yang dilaksanakan secara konsisten dan ditutup dengan khotmil Al-Qur’an bersama masyarakat sebagai bentuk syukur dan penguatan kebersamaan. Mahasiswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran di TPQ Baiturrohim dengan mendampingi santri dalam belajar Al-Qur’an, doa harian, bacaan sholat, serta pengenalan tajwid.Nilai toleransi dan moderasi beragama tercermin dalam keterlibatan Kelompok 41 pada Diskusi Lintas Agama di Karmel Ngadireso. Melalui dialog terbuka dan inklusif, mahasiswa turut merawat ruang kebersamaan dalam keberagaman, menegaskan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkaya kehidupan sosial. Pada bidang ekonomi, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memfokuskan program pengabdian pada penguatan UMKM Desa Gubugklakah sebagai desa wisata. Program ini berangkat dari pengamatan lapangan terhadap aktivitas ekonomi warga yang sebenarnya telah berjalan cukup baik, khususnya pada sektor kedai dan homestay yang melayani wisatawan menuju kawasan Bromo. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek pendukung usaha, seperti kurangnya identitas visual kedai, penataan daftar menu yang belum optimal, serta homestay yang belum terdaftar di Google Maps sehingga menyulitkan wisatawan dalam menemukan lokasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejak 10 Januari 2026 mahasiswa menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM. Fokus kegiatan meliputi pembuatan banner dan daftar menu kedai, serta pendampingan pembuatan dan pengelolaan Google Maps bagi pemilik homestay. Program diawali dengan diskusi langsung bersama pelaku usaha untuk menggali kebutuhan, konsep usaha, serta harapan pengembangan ke depan. Proses perancangan dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan karakter produk, suasana desa wisata, dan preferensi pemilik usaha.   Hasil dari program ini mulai dirasakan secara nyata. Banner dan daftar menu telah dicetak dan digunakan oleh pemilik kedai, sementara homestay yang didampingi kini telah terdaftar dan mudah diakses melalui Google Maps. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik usaha, memperkuat identitas UMKM lokal, serta mendorong peningkatan kunjungan dan penjualan. Melalui pendampingan sederhana namun tepat sasaran, mahasiswa berupaya mendukung pengembangan ekonomi Desa Gubugklakah agar potensi wisata yang telah ada dapat tumbuh secara lebih optimal dan berkelanjutan. Pada aspek budaya, mahasiswa turut mendukung pelestarian adat Barikan, tradisi leluhur masyarakat Tengger yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali di punden desa. Selain itu, kolaborasi strategis dilakukan bersama komunitas Lampahklakah dalam penyusunan Kamus Bahasa Tengger. Inisiatif ini menjadi langkah nyata pelestarian bahasa ibu sebagai identitas budaya sekaligus kontribusi literasi yang bernilai akademik dan sosial.   Di bidang pelayanan publik dan teknologi, Kelompok 41 KKM UIN Malang mengembangkan sistem pembayaran air bersih desa berbasis web. Digitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan air bersih, sekaligus menjadi langkah awal transformasi digital desa. Mahasiswa juga melaksanakan piket rutin di Balai Desa Gubugklakah untuk membantu administrasi dan pelayanan masyarakat, serta terlibat dalam penyambutan kunjungan Wakil Gubernur Kabupaten Malang dalam rangka pengembangan potensi pertanian desa. Seluruh dinamika kehidupan masyarakat Desa Gubugklakah kemudian dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah”. Film ini merekam potret desa dari aspek budaya, religius, pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga sejarah sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian kearifan lokal. Rangkaian pengabdian ditutup dengan Pentas Seni Penutupan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana. Acara ini menjadi ruang ekspresi budaya, apresiasi masyarakat, serta simbol penutup kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses merawat hubungan, menumbuhkan kesadaran, dan meninggalkan jejak kebermanfaatan yang berkelanjutan. Desa Gubugklakah tidak hanya menjadi tempat mengabdi, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan makna kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Thumbnail
3 months ago
Merawat Tradisi dan Menyemai Perubahan: Pembukaan KKM Kelompok 12 di Desa Sidorejo

INTANIA RAFI`AH RAMADHANI

Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Kelompok 12 Bhavanaloka dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2025 di Aula Kantor Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi proses pengabdian mahasiswa di tengah kehidupan masyarakat desa. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan serta kesiapan untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam pelaksanaan program KKM

Thumbnail
3 months ago
PIKET BALAI DESA GONDOWANGI

DWI PUTRA ARTA SANJAYA

Kegiatan di Balai Desa Gondowangi dilaksanakan oleh dua orang mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertugas membantu perangkat desa dalam menunjang kelancaran pelayanan masyarakat, khususnya pada bidang administrasi desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut berperan aktif dalam membantu proses pengelolaan administrasi, pengarsipan dokumen, serta kegiatan administratif lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa.   Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama pihak Balai Desa Gondowangi, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM dan perangkat desa, serta memberikan manfaat nyata bagi pemerintahan dan masyarakat Desa Gondowangi.