Thumbnail
8 months ago
Tak Hanya Teori, KKM Sarimi Adhiyaksa bersama Muslimat Belajar Merawat Jenazah

MOH. FAKHRAN AL FARABI

Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar. Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Thumbnail
8 months ago
Beda dari yang lain, Masjid An-Nur gandeng mahasiswa KKM khatmil qur’an sebagai penutup tahun

AHMAD MUSTHAVA ALY HADZIQY

MALANG (31-12/2025) Menjelang pergantian tahun 2025, Masjid An-Nur memilih jalan yang berbeda untuk merayakan momen transisi tahun. Alih-alih merayakannya dengan kemeriahan pesta, Masjid An-Nur adakan khatmil qur’an dalam rangka mengakhiri tahun 2025 bersama mahasiswa KKM UIN Malang dan warga setempat. Kegiatan ini diinisiasi oleh masyarakat setempat sebagai upaya menciptakan suasana akhir tahun yang lebih bermanfaat dan penuh berkah. Jika malam tahun baru biasanya identik dengan acara bakar-bakar atau keramaian, Masjid An-Nur menawarkan solusi spiritual untuk mempererat tali silaturahmi antar-warga.   "Kalau soal pahala, insyaAllah kita dapat. Namun yang tidak kalah penting adalah kebersamaan kita, termasuk momen makan-makan bareng itu. Dulu mungkin hanya dibaca beberapa orang dari pagi sampai sore, tapi sekarang Khotmil harus punya nilai sosial yang lebih kuat daripada sekadar bacaan saja” ujar Pak Wasis.    Mengenai makna di balik kegiatan ini, Pak Wasis menjelaskan bahwa nilai sosial memegang peranan yang sangat penting. Beliau menekankan bahwa acara ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan wadah aktualisasi diri dan sarana silaturahmi yang efektif. "Ini adalah bentuk menjalin persaudaraan. Bapak-bapak yang mungkin biasanya jarang berkumpul, lewat momen Khotmil ini akhirnya bisa duduk bersama kembali.”   Sebagai penutup, beliau menjelaskan mengenai menu spesial yang selalu dinanti sebagai pengikat keakraban. "Manfaatnya makin lengkap karena ada makan-makannya. Ada kepala sapi, kepala kambing, nasi kebuli, sampai sate. Jadi, jangan lupakan ikatan silaturahmi kita ini. Kalau diundang, silahkan datang dan mari kita teruskan tradisi baik ini," pungkasnya        Khataman dilaksanakan setelah sholat ashar tepatnya pukul 16.00 WIB, dibuka oleh Bapak Taufik sebagai pemimpin khatmil, dilanjutkan dengan pembacaan khatmil qur’an dengan suasana khidmat menyelimuti ruangan saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara bergantian oleh para mahasiswa KKM dan jamaah. Sebagai pamungkas, rangkaian acara ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama. Warga dan mahasiswa KKM membaur menikmati hidangan sederhana yang disiapkan secara gotong royong, menandai akhir tahun yang penuh berkah sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan Masjid An-Nur.         Partisipasi aktif terlihat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan positif ini. Sebagai tempat berkegiatan, masjid bukan hanya tempat beribadah, tapi juga tempat belajar dan menjalin silaturahmi. Kegiatan ini menegaskan posisi masjid an-nur bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan ruang bagi masyarakat untuk menjalin kebersamaan. Dengan berakhirnya khataman ini, warga berharap keberkahan al-quran dapat mengiringi langkah mereka memasuki tahun yang baru.

Thumbnail
8 months ago
Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari

MOCHAMAD HANIF ARROYYAN AMZI

Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari.   Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk   Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah.   Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai.   Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga.   Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
Hajj Fit & Nature Walk: Strategi Intervensi Kesehatan Berkelanjutan untuk Calon Jemaah Haji

NURMASYITAH

Dalam konteks persiapan ibadah haji, aspek Istitha'ah Kesehatan sering kali menjadi tantangan terbesar bagi calon jemaah, mengingat beratnya aktivitas fisik yang harus dijalani di Tanah Suci. Berangkat dari kesadaran akan urgensi tersebut, saya bersama rekan-rekan KKM Unggulan Fakultatif FKIK UIN Malang Kelompok 9 merancang sebuah program pendampingan kesehatan yang holistik bagi tiga Calon Jemaah Haji (CJH) di lokasi pengabdian kami. Fokus utama kami bukan sekadar pemantauan Kesehatan & intervensi Kesehatan melalui media, melainkan pada pembentukan strategi intervensi yang adaptif dan berkelanjutan, serta manajemen aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara mandiri. Implementasi strategi Nature Walk menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena inisiatif proaktif justru datang dari Bapak Almustain. Beliau secara antusias mengajak kami untuk menelusuri desa melalui aktivitas jalan pagi. Rute eksplorasi kami melewati jalur dengan kontur perbukitan yang cukup ekstrem dan menantang. Udara sejuk yang kaya oksigen, pemandangan asri desa yang sangat memukau membuat semangat pantang mundur. Di bawah pimpinan langkah beliau, kami menempuh jarak 4,24 km dalam durasi 42 menit. Bagi saya pribadi, ini adalah pengalaman perdana berolahraga di medan perbukitan yang memberikan rasa lega dan syukur mendalam; melihat bagaimana Bapak Almustain begitu semangat memimpin perjalanan menjadi validasi nyata atas ketahanan fisik beliau yang luar biasa. Kami juga mengimplementasikan strategi kedua berupa home-based exercise yang kami beri tajuk "Hajj Fit Workouts for Obese". Program ini dipraktikkan secara intensif di kediaman Ibu Umi dan Ibu Rohmatul. Sebagai pemandu program, saya merancang gerakan senam ini berdasarkan riset dengan prinsip low impact namun efektif dalam pembakaran kalori, sehingga aman bagi individu dengan berat badan berlebih dan minim risiko cedera sendi. Tujuannya adalah menciptakan rutinitas yang inklusif dan fleksibel. Hal ini terbukti dari respons Ibu Rohmatul, seorang guru dengan mobilitas tinggi, yang menyampaikan bahwa senam ini sangat bermanfaat secara personal karena durasinya yang efisien memungkinkan beliau untuk tetap berolahraga di tengah padatnya aktivitas mengajar sehari-hari. Demikian rangkaian program ini diharapkan tidak berhenti seiring berakhirnya masa KKM kami. Esensi dari program ini adalah keberlanjutan (sustainability), di mana pola hidup sehat yang telah terbentuk dapat terus diterapkan secara mandiri oleh Bapak Almustain, Ibu Umi, dan Ibu Rohmatul hingga keberangkatan mereka ke Tanah Suci, bahkan setelah kembali ke tanah air. Intervensi kesehatan ini adalah bentuk kontribusi akademis sekaligus sosial kami dalam mempersiapkan fisik jemaah agar dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan prima.

Thumbnail
8 months ago
Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari

VINA JAYA AULIAH

Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari.   Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk   Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah.   Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai.   Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga.   Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari

KHAMALIA BAROROH PUTRI MIYADI

Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari. Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.