SYAUQI AHMAD SAHNON
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan wujud nyata sinergi antara kampus dan masyarakat. Di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, mahasiswa dari kelompok KKM-158 Girinadiwana melaksanakan program pengabdian masyarakat yang komprehensif dan terstruktur, mencakup aspek keagamaan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi warga desa. Rangkaian kegiatan dimulai dengan orientasi wilayah dan silaturahmi dengan kepala desa serta ketua RT. Mahasiswa menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan masyarakat desa sehingga dampaknya terasa langsung dan relevan. Selain itu, mereka juga aktif dalam kegiatan kerja bakti membantu warga mengatasi masalah seperti dampak longsor di beberapa dusun. Salah satu fokus utama program adalah pendidikan. Mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) setempat. Pembelajaran di TPQ diarahkan secara bertahap, mulai dari kemampuan membaca Al-Qur’an, perbaikan tajwid, hingga praktik langsung yang membuat santri merasa nyaman dan interaktif. Di MI, kehadiran mahasiswa juga membantu kegiatan belajar mengajar, termasuk kegiatan ekstrakurikuler seperti kepramukaan. Selain pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM-158 juga berkontribusi besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka melakukan pendataan UMKM lokal — seperti usaha roti, tempe, tahu, dan toko kecil — serta memfasilitasi pemetaan lokasi usaha di Google Maps dan pelatihan penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi digital. Pendekatan ini sejalan dengan tren digitalisasi yang juga didorong oleh program serupa di daerah lain untuk meningkatkan visibilitas usaha dan memperluas pasar UMKM di desa. Tak hanya itu, semangat pengabdian masyarakat juga tercermin dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Mahasiswa membantu persiapan peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan di MI Desa Plumpung, lengkap dengan lomba dan kegiatan bernuansa religius yang berjalan meriah bersama warga dan siswa. Pada kesempatan ini, juga diadakan pelatihan keterampilan digital bagi ibu-ibu PKK, untuk menambah wawasan mereka dalam ekonomi kreatif berbasis digital. Keterlibatan mahasiswa tidak berhenti di situ — mereka juga mendukung kegiatan Posyandu, pemasangan papan informasi desa, bahkan penyerahan tempat sampah sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan lingkungan. Seluruh kegiatan ditutup dengan penuh rasa kebersamaan, doa bersama, dan penyerahan kenang-kenangan kepada masyarakat. Dengan pendekatan menyeluruh yang melibatkan pendidikan, digitalisasi ekonomi, dan pemberdayaan sosial, program KKM-158 Girinadiwana di Desa Plumpung menjadi contoh bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari satu kegiatan saja, tetapi dari manfaat luas yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat desa.
SOFI SENNIA
Pada hari kedua peringatan Isra' Mi'raj Pada Tanggal 15 Januari 2026 , Masjid Miftahul Jannah, Sawojajar, menjadi saksi meriahnya acara yang diselenggarakan oleh KKM 15 Pentaswara. Acara ini bertujuan tidak hanya untuk memperingati perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para peserta dan jamaah setempat. Berbagai kegiatan menarik diadakan, salah satunya adalah lomba Estafet Kata yang melibatkan anak-anak dari Jilid 1 hingga Jilid 6. Lomba Estafet Kata ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang terbagi dalam tim. Setiap tim terdiri dari enam anggota yang mewakili setiap jilid Al-Qur'an. Para peserta berlomba untuk menyusun potongan kata atau ayat dengan cepat dan tepat, yang tentunya menjadi tantangan seru bagi mereka. Lomba ini dinilai berdasarkan dua aspek utama: ketepatan dalam menyusun ayat dan kecepatan dalam menyelesaikan tugas. Acara ini berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai dengan persiapan lomba yang dimulai pada pukul 15.10 hingga 15.30, diikuti dengan pelaksanaan lomba utama dari pukul 15.30 hingga 17.00, yang diikuti oleh seluruh peserta. Pada pukul 17.00 hingga 17.15, juri melakukan penilaian terhadap hasil lomba, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang pada pukul 17.15 hingga 17.25. Sebagai penutup, acara ditutup dengan pembagian hadiah pada pukul 17.25 hingga 17.30. Setelah melewati persaingan yang sengit, pengumuman pemenang lomba Estafet Kata ini pun diumumkan dengan penuh kegembiraan. Juara 1 diraih oleh tim dari Jilid 4-6, Juara 2 oleh tim dari Jilid 2-3, dan Juara 3 oleh tim dari Jilid 1. Meskipun hanya ada tiga juara, semua peserta mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka yang luar biasa. Setiap tim yang berpartisipasi menunjukkan semangat yang tinggi dan belajar banyak dari pengalaman ini. Setelah pengumuman juara, acara dilanjutkan dengan pembagian snack kepada semua peserta dan hadirin. Kakak-kakak KKM dengan senang hati membagikan makanan ringan sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Suasana semakin hangat dan akrab, dengan tawa ceria anak-anak yang menikmati snack dan berbincang dengan teman-temannya. Kegiatan ini menjadi semakin menyenangkan berkat kebersamaan yang tercipta antara peserta, panitia, dan para jamaah. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kakak kakak KKM, memohon kepada Allah SWT agar acara ini membawa berkah dan manfaat untuk seluruh peserta dan jamaah. Doa tersebut juga diharapkan menjadi pengingat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga ukhuwah di antara sesama umat Islam. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan, yang melibatkan seluruh peserta, panitia, dan jamaah yang hadir. Foto bersama ini menjadi momen spesial yang mempererat rasa kebersamaan, sekaligus menjadi simbol dari keberhasilan acara ini. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan jamaah, serta menambah kebersamaan antar umat dalam merayakan Isra' Mi'raj. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik dan mempererat tali silaturahmi di antara seluruh elemen masyarakat.
MIDZA MARSHA YUDIANA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus menjalin koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah diperkenalkan sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode bercocok tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
SHOFIYATUL WIDAD
Pembangunan Insinerator dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari
INDI LAYYIN NATUSSYFA
Belajar tidak selalu harus terpaku pada buku dan papan tulis. Melalui konsep fun learning, proses belajar dapat dikemas menjadi lebih menyenangkan, aktif, dan mudah diterima oleh anak-anak. Hal inilah yang diterapkan oleh mahasiswa KKM 62 Satyavara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan pendampingan belajar anak-anak TK Dharmawanita. Kegiatan fun learning diawali dengan belajar membaca dan mengeja kata sederhana, Diaman kakak kkm sudah menyiapkan beberapa lembar kertas acak yang berisi dengan berbagai suku kata yang nantinya akan membentuk sebuah kata. Saat kakak pendamping menyebutkan kata "lima", anak-anak diminta untuk mencari dan melompat ke suku kata yang tepat secara berurutan. Permainan dilakukan secara bergiliran agar tetap rapi dan tertib. Jika ada anak yang keliru, ia diminta kembali ke barisan belakang dan menunggu giliran berikutnya hingga berhasil. Melalui permainan ini, anak-anak belajar membaca sambil bergerak, sehingga suasana belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan. Kegiatan selanjutnya adalah mendengarkan cerita pendek yang dipandu oleh kakak pendamping menggunakan boneka tangan (puppet). Cerita disampaikan secara ekspresif dan interaktif agar anak-anak tertarik untuk menyimak. Setelah cerita selesai, kakak pendamping mengajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk menguji pemahaman anak terhadap isi cerita. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan menyimak, konsentrasi, serta daya ingat anak. Setelah itu, anak-anak diajak bermain berhitung melalui permainan yang dikemas menyerupai ular-ularan. Setiap anak ditempeli nomor di bagian punggung. Anak yang mendapatkan nomor satu bertugas mencari nomor berikutnya hingga membentuk urutan angka. Permainan ini membantu anak mengenal konsep bilangan dan urutan angka, sekaligus melatih interaksi sosial dan kerja sama. Sebagai penutup, kegiatan fun learning dilanjutkan dengan mewarnai gambar. Aktivitas mewarnai berfungsi untuk mengasah kreativitas, melatih motorik halus, meningkatkan fokus, serta memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka melalui pilihan warna. Melalui rangkaian kegiatan fun learning ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca, mendengarkan, dan berhitung, tetapi juga diajak untuk berani mencoba, aktif, dan belajar sambil bermain. Suasana belajar yang menyenangkan membuat anak-anak lebih antusias, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dan dikenang dengan lebih baik. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Fun Learning: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak-anak", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara1706/697a2d10ed64157483422b02/fun-learning-menciptakan-pembelajaran-menyenangkan-untuk-anak-anak?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop Kreator: Satyavarakkm62 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
AGUS FAQIH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan salah satu program kerja bertema kepedulian lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sampah bertajuk “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”. Program ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sederhana namun berdampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai bahaya sampah anorganik yang sulit terurai. Papan informasi tersebut berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam. Beberapa contoh yang dicantumkan di dalam papan informasi antara lain styrofoam yang tidak dapat terurai, botol plastik yang membutuhkan waktu sekitar 450 tahun, kaleng yang membutuhkan waktu sekitar 200 tahun, kemasan sachet sekitar 20 tahun, serta puntung rokok yang membutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk terurai. Melalui informasi tersebut, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami bahwa sampah yang terlihat kecil dan sepele ternyata memiliki dampak besar bagi lingkungan dalam jangka panjang. Edukasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah. Program kerja papan informasi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Dusun Jambangan. Dengan adanya papan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak adalah tanggung jawab9 bersama demi kelestarian lingkungan yang lebih baik.