Thumbnail
3 months ago
Pengaplikasian Bottle Trap Kebun Jeruk Sebagai Upaya Pengendalian Hama Lalat Buah

EUIS NUR MUFADZILLAH

Sukodadi — Kelompok KKM 250 Terravera melaksanakan kegiatan implementasi bottle trap sebagai upaya pengendalian hama lalat buah pada kebun jeruk milik warga pada 18 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai metode pengendalian hama yang sederhana, ramah lingkungan, dan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Kegiatan diawali dengan pembuatan bottle trap menggunakan botol plastik bekas yang dimodifikasi secara sederhana. Botol tersebut kemudian diisi dengan umpan khusus untuk menarik lalat buah. Setelah selesai, bottle trap dipasang di beberapa titik di sekitar tanaman jeruk yang berpotensi terserang hama. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kelompok KKM 250 Terravera juga memberikan penjelasan kepada warga terkait fungsi bottle trap, cara pembuatan, serta cara memantau hasil tangkapan sebagai langkah evaluasi efektivitas alat tersebut. Warga terlihat antusias dan tertarik dengan metode yang mudah diterapkan secara mandiri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari edukasi pertanian ramah lingkungan kepada masyarakat. Metode bottle trap dipilih karena dinilai lebih aman, murah, dan mudah diterapkan oleh petani tanpa risiko pencemaran lingkungan. Melalui implementasi bottle trap ini, diharapkan masyarakat mampu mengurangi populasi hama lalat buah secara berkelanjutan, sekaligus mendorong pemanfaatan barang bekas menjadi alat yang berguna serta mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
Do’a Bersama Menyambut Tahun Baru 2026 & Open Donasi Untuk Bencana Sumatra

NURIL UMMAH

Do’a Bersama Menyambut Tahun Baru 2026 & Open Donasi Untuk Bencana Sumatra menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian sosial yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 57 bersama warga Desa Gondowangi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus upaya menghadirkan ruang refleksi spiritual di akhir tahun. Melalui doa bersama, mahasiswa KKM UIN Malang 57 dan warga Gondowangi menyatukan harapan untuk menyambut tahun 2026 dengan semangat baru, sembari mengirimkan doa terbaik bagi saudara-saudara di Sumatra yang tengah terdampak bencana alam. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pergantian tahun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ajakan untuk memperkuat empati dan rasa kemanusiaan. Tidak berhenti pada kegiatan spiritual, mahasiswa KKM UIN Malang 57 juga membuka open donasi sebagai bentuk aksi nyata kepedulian sosial. Donasi yang dihimpun dari warga Gondowangi dan berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai penghubung antara kepedulian masyarakat dan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

Thumbnail
3 months ago
Pembuatan Plang Posyandu sebagai Upaya Memudahkan Akses Layanan Kesehatan Desa

DWI SILVIANA PUTRI

Di Desa Persiapan Batu Asak, beberapa Posyandu berada di lokasi yang cukup tersembunyi di dalam gang-gang kecil, sehingga menyulitkan masyarakat maupun pihak luar dalam menemukan keberadaannya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya informasi dan penanda yang jelas guna mendukung akses terhadap layanan kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari program kerja, Kelompok 176 berinisiatif untuk melakukan pembuatan plang nama Posyandu. Plang tersebut berfungsi sebagai penanda lokasi sekaligus sarana identifikasi bagi masyarakat, kader kesehatan, serta pihak lain yang ingin berkontribusi dalam kegiatan Posyandu. Melalui program ini, diharapkan akses menuju Posyandu menjadi lebih mudah dan keberadaan layanan kesehatan desa dapat semakin dikenal. Selain itu, pembuatan plang ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Desa Persiapan Batu Asak.

Thumbnail
3 months ago
UNTAIAN DOA DI AKHIR PENGABDIAN: SALAM PERPISAHAN MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, DI MADRASAH DINIYAH MASJID AGUNG JAMI’ MALANG

SITI NUR KHADIJAH

Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, mengikuti perpisahan terakhir di yayasan Madrasah diniyah (MADIN) Masjid Agung Jami' Malang.  Di atas lantai 2 serambi Masjid Agung Jami’ Malang yang legendaris, sebuah perjalanan spiritual dan edukatif akhirnya menemui titik pamitnya. Sore itu, Mahasiswa KKM Kelompok 22 berkumpul bersama para santri dan asatidz untuk melaksanakan agenda Salam Perpisahan di Madrasah Diniyah (Madin). Acara ini menjadi momentum emosional untuk menutup pengabdian mereka dalam membantu syiar pendidikan agama di jantung Kota Malang.           Kehadiran Ibu Nisyfuana, S.Ag., S.Pd., M.Pd. selaku pimpinan, memberikan makna mendalam pada prosesi perpisahan ini. Beliau, yang selama ini menjadi sosok mentor sekaligus ibu bagi para mahasiswa, menyampaikan pesan yang sangat menyentuh. Dalam sambutannya, Ibu Nisyfuana mengapresiasi keikhlasan mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mendampingi para santri dalam mempelajari ilmu agama, mulai dari baca tulis Al-Qur'an hingga pembentukan adab.  "Kehadiran kami mahasiswa telah memberikan motivasi baru bagi para santri. Ilmu yang kalian bagikan mungkin sederhana, namun ketulusan kalian akan menjadi amal jariyah yang mengalir di masjid yang mulia ini," tutur beliau dengan penuh keteduhan. Sebagai akademisi sekaligus praktisi pendidikan agama, Ibu Nisyfuana juga menekankan pentingnya menjaga istiqomah dalam berdakwah, di mana pun kelak mahasiswa Kelompok 22 berada setelah masa KKM ini usai. Bagi mahasiswa Kelompok 22, Madin Masjid Agung Jami’ adalah tempat di mana mereka belajar tentang kesabaran tingkat tinggi. Selama berminggu-minggu, mereka telah bergelut dengan keriuhan santri, menyimak hafalan surat-surat pendek, hingga membantu mengoreksi tulisan pegon. Saat sesi ramah tamah berlangsung, suasana haru tak terbendung. Para santri tampak berebut untuk menyalami kakak-kakak mahasiswa, seolah ingin menahan mereka agar tidak pergi lebih cepat. Selama masa pengabdian, KKM Kelompok 22 merasa sangat terbantu oleh arahan strategis Ibu Nisyfuana. Beliau tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengajar, tetapi juga membekali mereka dengan wawasan tentang psikologi santri dan metode dakwah yang merangkul. Sinergi ini menciptakan atmosfer belajar yang harmonis, di mana nilai-nilai akademik kampus bertemu dengan tradisi pesantren diniyah yang kental.Ketua Kelompok 22 dalam pesan pamitnya mengungkapkan bahwa pengalaman di Madin ini telah mempertebal spiritualitas mereka. Mereka belajar bahwa menjadi pendidik agama bukan hanya soal penguasaan materi, melainkan soal menjadi teladan perilaku bagi anak-anak yang sedang mencari jati diri islami. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh ananda Naufal, disaksikan langsung oleh Ibu Nisyfuana. Doa-doa tulus dipanjatkan agar ilmu yang telah diajarkan menjadi berkah bagi para santri dan menjadi pembuka jalan kesuksesan bagi masa depan studi mahasiswa Kelompok 22, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.        Meskipun langkah kaki mahasiswa Kelompok 22 kini perlahan meninggalkan Madin Masjid Agung Jami’Malang. namun bayang-bayang wajah ceria para santri dan wejangan bijak dari Ibu Nisyfuana akan tetap tersimpan dalam ingatan. "Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru di mana mereka akan membawa semangat dakwah dan pengabdian ini ke cakrawala yang lebih luas."

Thumbnail
3 months ago
Melatih Keberanian Bicara dan Nalar Kritis Pelajar Pandansari melalui FGD Bersama KKM 35 Pandareka UIN Maulana Malik Ibrahim

AMALIA NAILUR RAHMA

Pandansari, 2 Januari 2026  Mengawali tahun baru dengan kegiatan bermanfaat, saya bersama Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 35 Pandareka UIN Maulana Malik Ibrahim mengadakan pelatihan public speaking bagi pelajar Desa Pandansari. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari ini kami tujukan kepada para pelajar setempat sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus daya kritis mereka.  Inisiatif Kelompok KKM 35 Pandareka UIN Malang dalam menggelar pelatihan public speaking di Desa Pandansari menurut saya merupakan sebuah langkah cerdas dalam mendobrak stigma bahwa belajar bicara di depan umum itu membosankan. Alih-alih menggunakan metode ceramah konvensional, penerapan Focus Group Discussion (FGD) dan bedah studi kasus menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi yang baik sebenarnya berakar dari ketajaman nalar dan berpikir kritis. Saya melihat penggunaan kertas plano sebagai media diskusi kelompok kecil bukan sekadar alat bantu visual, melainkan strategi jitu untuk menciptakan "ruang aman" bagi pelajar  setempat agar berani berpendapat tanpa merasa terintimidasi. Hal ini sangat krusial, karena para peserta tidak hanya diajarkan tentang teknis berbicara, tetapi juga dipaksa untuk membedah masalah organisasi dan berdiskusi di kelas secara sistematis sehingga pendapat yang dihasilkan memiliki isi dan solusi yang kuat. Dengan adanya sesi presentasi yang penuh antusiasme dan pemberian apresiasi bagi seluruh peserta, kegiatan ini bagi saya adalah investasi nyata dalam membangun rasa percaya diri pelajar agar tidak hanya piawai merangkai kata, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tekanan serta tantangan organisasi di masa depan. Dari proses diskusi hingga sesi presentasi, terlihat bagaimana para pelajar mulai berani menyuarakan pendapat dan percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa ruang belajar yang aman dan nyaman mampu menumbuhkan rasa keberanian, penalaran kritis, serta rasa percaya diri yang tinggi. Harapannya, nilai-nilai yang tumbuh melalui kegiatan pelatihan public speaking ini dapat terus melekat dan menjadi bekal berharga bagi pelajar Desa Pandansari dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.   

Thumbnail
3 months ago
Kehangatan Kekeluargaan dalam Pelaksanaan Edukasi Kesehatan Calon Jamaah Haji melalui Media Video dan Kegiatan Jalan Pagi

MASYAYU MAYSA AZ ZAHRA

Selama pelaksanaan KKM, pengalaman yang paling berkesan adalah kunjungan ke-2, pada tanggal 3 Januari 2026. Pada kunjungan tersebut, kami (saya dan rekan-rekan kelompok) bersama Ibu Demi dan Bapak Sugeng (CJH) melaksanakan kegiatan jalan kaki pagi dan memberikan edukasi video. Setibanya di rumah, Bapak dan Ibu CJH menyambut kami dengan sangat ramah dan hangat, layaknya keluarga sendiri. Kami juga disuguhi sarapan nasi jagung pecel yang sederhana, kerupuk, buah pisang, dan air putih. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan jalan kaki pagi sejauh kurang lebih 3 km. Selama perjalanan, terlihat jelas semangat Bapak Sugeng dan IBu Demi yang tetap baik dan tidak memperlihatkan kelelahan, meskipun beliau telah berusia 62 tahun. Hal tersebut tak luput dari kegiatan sehari-hari Bapak Sugeng dan Ibu Demi yang mengelola sawah dan biasanya senam pagi satu minggu sekali. Tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi kami dan mencerminkan pentingnya menjaga kebugaran fisik, terutama bagi CJH. Kegiatan jalan pagi tersebut semakin mempererat keakraban antara kami dengan Bapak dan Ibu CJH. Sepanjang perjalanan, kami saling berbincang dengan hangat dan santai, membahas berbagai hal seputar kehidupan sehari-hari. Di sela-sela itu, kami juga menyisipkan edukasi kesehatan serta diskusi ringan mengenai aktivitas dan kondisi yang mungkin dihadapi saat pelaksanaan ibadah haji nanti. Suasana terasa sangat akrab dan penuh kekeluargaan, sehingga kegiatan berjalan dengan nyaman dan menyenangkan. Setelah selesai jalan pagi, kami kembali ke rumah Bapak dan Ibu CJH dan beristirahat selama kurang lebih 15–20 menit. Pada waktu tersebut, kami melanjutkan obrolan sekaligus memberikan tayangan video edukasi kesehatan. Video tersebut berisi pengetahuan singkat mengenai kondisi cuaca di Makkah dan Madinah, serta berbagai risiko masalah kesehatan yang dapat muncul, seperti gejala hipertensi, diabetes, asam urat, kolesterol, dan heat stroke. Selain itu, disampaikan pula cara penanganan dan pengendalian kondisi tersebut, serta beberapa keringanan dalam pelaksanaan ibadah haji apabila jamaah mengalami masalah kesehatan. Bapak dan Ibu CJH terlihat menyimak video dengan baik, memahami materi yang disampaikan, serta aktif mengajukan pertanyaan. Antusiasme tersebut ditunjukkan dengan komunikasi dua arah yang sangat positif dan akrab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kami pun berpamitan untuk pulang. Selama kunjungan, Bapak Sugeng juga kerap melontarkan candaan ringan bersama Ibu Demi, yang memperlihatkan kasih sayang dan keharmonisan di antara keduanya. Hal ini membuat kami benar-benar merasakan kehangatan suasana keluarga yang kami rindukan diperantauan. Ibu Demi pun menunjukkan sikap yang sangat penuh perhatian dan keibuan. Meskipun baru merupakan kunjungan kedua, kami sudah dianggap seperti anak sendiri. Pada setiap kunjungan, Bapak dan Ibu CJH selalu menyambut kami dengan baik, hangat, dan penuh semangat, serta menerima setiap edukasi yang diberikan dengan terbuka dan penuh pemahaman. Sejujurnya, seluruh kegiatan KKM selama ini, kunjungan ke rumah Bapak Sugeng dan Ibu Demi menjadi momen yang berkesan dan tidak terlupakan.