Thumbnail
3 months ago
Pembuatan Qris membantu UMKM

FITRI SEKARWATI SUMARSONO

Desa Gondowangi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan sumber daya manusianya. Desa ini berada di lereng Gunung Kawi, memberikan bentang alam yang subur dan pemandangan yang asri. Mata pencaharian penduduk adalah Tani, Buruh, Industri rumah tangga, dagang. Sehingga terdapat keberagaman produksi masyarakat terutama pertanian. Potensi pertanian diantaranya kayu, tebu, polowijo, padi. Di sektor ekonomi, UMKM menjadi penggerak utama roda perekonomian desa. Berbagai usaha mikro dan kecil tumbuh sebagai sumber penghasilan masyarakat. Namun demikian, sebagian besar pelaku UMKM di Desa Gondowangi masih melakukan transaksi secara tunai dan belum memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS. Keterbatasan pemahaman terhadap teknologi digital serta minimnya pendampingan menjadi faktor yang menyebabkan pelaku UMKM belum sepenuhnya beradaptasi dengan sistem pembayaran cashless, padahal penerapan QRIS dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan daya saing usaha. Sebagian besar pelaku UMKM di Desa Gondowangi masih melakukan transaksi secara tunai dan belum memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS. Keterbatasan pemahaman terhadap teknologi digital serta minimnya pendampingan menjadi faktor yang menyebabkan pelaku UMKM belum sepenuhnya beradaptasi dengan sistem pembayaran cashless, padahal penerapan QRIS dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan daya saing usaha. https://www.kompasiana.com/narawastra9791/697d8332c925c420d82dae12/mendampingi-umkm-dalam-pembuatan-qris-sebagai-strategi-pengembangan-usaha

Thumbnail
3 months ago
Galon Bekas Jadi Pot Tanaman: Aksi Kreatif Mahasiswa KKM Narawastra 57 Tanamkan Cinta Lingkungan

DWI AYU SEPTIA NINGRUM

Mahasiswa KKM Narawastra 57 turut berkontribusi melalui kegiatan pembuatan pot tanaman berbahan dasar galon bekas air mineral Le Minerale sebagai langkah nyata mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih hijau. Pemanfaatan barang bekas ini menjadi solusi kreatif untuk menghadirkan lebih banyak tanaman tanpa harus menggunakan pot baru, sehingga area sekolah tetap asri sekaligus ramah lingkungan. Galon yang sebelumnya tidak terpakai diolah menjadi media tanam yang fungsional dan bernilai estetika. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penghijauan sekolah dapat dimulai dari hal sederhana, yakni memanfaatkan limbah menjadi sarana menanam berbagai tanaman hias maupun tanaman hijau lainnya. Dengan hadirnya pot-pot dari barang bekas tersebut, lingkungan sekolah diharapkan terlihat lebih segar, teduh, dan mendukung terciptanya suasana belajar yang nyaman serta berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
KKM Artha Mandala Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 1 Sidodadi Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM Artha Mandala Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 1 Sidodadi", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/miftahuljannah

MERRI RAHMANIA PURNAMASARI

SIDODADI, LAWANG- KKM ARTHA MANDALA UIN Malang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi “Stop Bullying: yang dilaksanakan di SDN 1 Sidodadi pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara berlangsung di ruangg aula sekolah dengan suasana hangat, interaktif, dan penuh refleksi emosional. Kegiatan ini diikuti oleh siswa - siswi kelas 4 dan 5 yang tampak antusias sejak awal hingga akhir rangkaian acara.   Acara ini dimulai pukul 07.15 WIB dan dipandu oleh MC Kak Sinta Dhea Agustina. Acara diawali dengan pembukaan penuh semangat yang mengajak seluruh siswa untuk berjanji menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan saling merangkul. Meskipun kegiatan bersifat nonformal dan tidak diawali Berbagai resmi dari kepala sekolah maupun guru, acara tetap berjalan tertib, terstruktur, dan kondusif berkat koordinasi waktu pelaksana KKM.   Hadir sebagai pembicara utama, Kak Adiza Hafsoh Rahmani memaparkan materi edukatif mengenai jenis-jenis perundungan serta dampak psikologis yang ditimbulkan. Kak Adiza menekankan bahwa keberanian untuk melapor dan rasa empati adalah kunci utama memutus rantai bullying. Suasana yang tadinya penuh tawa berubah menjadi reflektif saat memasuki sesi "Surat dari Hati". Dalam sesi ini, para siswa diminta menuliskan surat berisi perasaan senang dan sedih mereka selama di sekolah, serta surat khusus yang ditujukan untuk orang tua mereka sebagai bentuk curahan hati yang jujur.   Keheningan semakin terasa menyentuh saat Kak Meisya Fristy Putri Octava membacakan renungan di tengah-tengah peserta. Narasi yang dibawakan Kak Meisya berhasil membawa para siswa pada momen renungan mendalam tentang pentingnya menjaga perasaan orang lain. Renungan tersebut menekankan nilai kasih sayang, empati, dan pentingnya saling menghormati antar sesama. Beberapa siswa terlihat terharu hingga menangis, menandakan pesan yang disampaikan berhasil menyentuh perasaan mereka. Acara ditutup dengan rangkaian penutupan singkat dilanjutkan sesi foto bersama sebagai dokumentasi, serta pembuatan konten edukatif bertema anti-bulyying yang melibatkan partisipasi siswa guna menyebarkan pesan positif ke masyarakat luas. Melalaui sosialisasi ini, KKM Artha Mandala berharap kepada semua masyarakat terutama di SDN 1 Sidodadi semakin menguat sekolah ramah anak yang bebas dari intimidasi, perundungan, dan kekerasan verbal maupun non-nverbal, serta mampu menumbuhkan budaya saling menghormati sejak dini. 

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” UIN Malang Dorong Kesejahteraan Masyarakat melalui Workshop Buket Pita Satin di Desa Gunung Jati

MAZIATUN NAFISAH

  Mahasiswa KKM Reguler Kelompok 44 “Bhavishya” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Pembuatan Buket Berbahan Kain Pita Satin sebagai upayamendorong pengembangan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan potensi UMKM desa. Kegiatanini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai Desa Gunung Jati. Workshop tersebut diikuti oleh 27 peserta yang merupakanibu-ibu PKK Desa Gunung Jati. Kegiatan ini bertujuan untukmemberikan keterampilan kreatif yang dapat dikembangkanmenjadi peluang usaha mandiri, sehingga mampu menunjangpeningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat desa secaraberkelanjutan. Pemilihan kain pita satin sebagai bahan utama dalamworkshop ini dipilih secara pertimbangan matang. Jannah, salah satu mahasiswa KKM 44 “Bhavishya”, menyampaikanbahwa bahan pita satin sangat direkomendasikan karenamudah diperoleh di lingkungan sekitar, harganya relatifterjangkau, serta mudah dibentuk tanpa memerlukan peralatankhusus. Selain itu, kain pita satin dinilai memiliki nilaiestetika tinggi dan fleksibel untuk dikreasikan menjadiberbagai bentuk buket yang menarik dan bernilai jual. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihanlangsung mengenai pembuatan buket dari kain pita satin, mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar perakitan, hinggapenyusunan buket agar terlihat rapi dan menarik. Seluruhmateri disampaikan oleh mahasiswa KKM sendiri sebagainarasumber, dengan metode praktik langsung yang mudahdipahami oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.Ibu-ibu PKK aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, berdiskusi, serta mempraktikkan langsung teknik yang diajarkan. Hasilnya, seluruh peserta berhasil menghasilkanbuket kain pita satin sesuai dengan arahan, yang dinilaimemiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produkUMKM kreatif Desa Gunung Jati. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” UIN Malang berharap keterampilan yang diberikan dapat terusdikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya pemberdayaanekonomi berbasis kreativitas, sekaligus menjadi langkah nyatadalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa secaraberkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
Pojok baca, Langkah Sederhana Menumbuhkan Minat Literasi

SEPTI ZAHRANI

Pojok baca menjadi salah satu upaya sederhana yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dalam menumbuhkan minat literasi siswa di SDN 1 dan SDN 2 Sumberngepoh. Program ini hadir sebagai respons terhadap pentingnya membiasakan anak membaca sejak dini melalui cara yang menyenangkan dan tidak memaksa. Meski hanya memanfaatkan sudut ruang kelas dengan beberapa koleksi buku bacaan anak, keberadaan pojok baca mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Buku-buku cerita bergambar, pengetahuan umum, hingga bacaan ringan disusun secara rapi agar mudah dijangkau oleh siswa. Melalui pojok baca, kegiatan literasi dapat dimulai secara alami. Siswa diberi kebebasan untuk membaca pada waktu senggang, seperti saat jam istirahat atau setelah menyelesaikan tugas. Dengan cara ini, membaca tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Program pojok baca juga menunjukkan bahwa peningkatan literasi tidak selalu membutuhkan fasilitas yang besar. Niat, konsistensi, serta dukungan dari guru dan lingkungan sekolah menjadi kunci utama agar budaya membaca dapat terus berjalan. Dari ruang kecil inilah diharapkan tumbuh kebiasaan baik yang memberikan dampak positif bagi proses belajar siswa, bahkan setelah kegiatan KKM berakhir.

Thumbnail
3 months ago
Partisipasi KKM Artana sebagai Panitia Isra Mi’raj dan Penguatan Moderasi Beragama

FERA PUTRI UTAMA

Hari ke-33 pelaksanaan KKM menjadi momen berkesan bagi Kelompok Artana. Atas ajakan Bapak Ketua LPMK, mahasiswa KKM dipercaya untuk turut terlibat sebagai panitia dalam kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh agama, yang menambah kekhidmatan sekaligus makna kebersamaan dalam acara tersebut. Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, Kelompok Artana ikut membantu berbagai kebutuhan kegiatan agar acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Peringatan Isra Mi’raj berlangsung dengan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali mengingat dan merenungkan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, sekaligus meneladani nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.        Nilai moderasi beragama dalam kegiatan ini tercermin dari kebersamaan berbagai unsur masyarakat yang hadir. Kehadiran aparatur kelurahan, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam satu kegiatan menjadi contoh nyata sikap saling menghormati, menjaga keharmonisan, dan hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman. Tanpa disampaikan secara formal, nilai-nilai tersebut terlihat melalui kebersamaan dan keteladanan para tokoh yang terlibat. Bagi Kelompok Artana, keterlibatan sebagai panitia dalam kegiatan ini bukan hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga bentuk nyata pengabdian dan pembelajaran langsung tentang pentingnya kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. KKM Artana — Mengabdi dengan Iman, Meneladani Harmoni, Tumbuh Bersama Masyarakat.