Thumbnail
8 months ago
Ceriakan Pagi : Mahasiswa KKM UIN Malang Jadi Instruktur Senam di SDN 3 Wringinanom

NELY NURCAHYA SAFITRI

Suasana pagi di lapangan Sekolah Dasar Negeri (SDN) tampak berbeda dari biasanya. Gelak tawa dan teriakan riang ratusan siswa pecah saat sekelompok mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mengambil posisi di depan barisan sebagai instruktur senam. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk meningkatkan kesehatan sekaligus membangun kedekatan emosional dengan anak-anak melalui aktivitas fisik yang menyenangkan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi ini mengusung misi sederhana namun bermakna: menularkan semangat hidup sehat sejak dini. Tidak hanya sekadar menggerakkan badan, kehadiran para mahasiswa memberikan warna baru bagi rutinitas olahraga di sekolah tersebut. Semangat Pagi yang Menular Menciptakan momen keceriaan anak SDN melalui gerakan senam pagi sehat yang dirancang khusus oleh para mahasiswa mengabdi. Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa sudah berkumpul dengan seragam olahraga mereka. Di depan para siswa dan di bagian kanan dan kiri mahasiswa KKM mulai memperagakan gerakan senam yang energik namun mudah diikuti. Musik bertempo cepat yang sedang populer di kalangan anak-anak diputar, menambah kemeriahan suasana. Sebagai instruktur senam, para mahasiswa tidak hanya berdiri kaku. Mereka sering kali Mengumbar senyum sehingga menambah kehangatan suasana, dan memberikan apresiasi lewat jempol atau tepuk tangan bagi siswa yang bergerak paling semangat. Gaya instruksi yang komunikatif dan ramah anak ini membuat para siswa tidak merasa sedang menjalankan kewajiban sekolah, melainkan sedang bermain bersama kakak-kakak mahasiswa. Membangun Fokus Lewat Kebugaran, Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Menurut para guru, kehadiran sosok "kakak mahasiswa" memberikan motivasi tambahan yang jarang didapatkan dari rutinitas harian. Setelah senam selesai, wajah-wajah lelah namun berseri terlihat di sepanjang selasar sekolah. Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan fisik seperti ini sangat berdampak pada kesiapan mental siswa di kelas. Anak-anak sangat antusias. Ketika fisik mereka segar dan suasana hati mereka senang setelah senam bersama mahasiswa KKM, mereka jadi lebih fokus dan semangat saat masuk ke jam pelajaran pertama. Kegiatan ini membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak melulu soal program pembangunan fisik, tetapi juga sentuhan humanis yang mampu membangkitkan keceriaan di lingkungan pendidikan dasar. Harapan untuk Pola Hidup Sehat, Program kerja ini diharapkan tidak berhenti saat masa KKM berakhir. Para mahasiswa juga membagikan daftar lagu dan panduan gerakan senam sederhana kepada guru olahraga agar bisa diterapkan secara rutin. Melalui interaksi yang positif ini, mahasiswa KKM berhasil menanamkan pesan bahwa menjadi sehat itu bisa dimulai dengan cara yang sangat menyenangkan. Keceriaan pagi itu ditutup dengan berakhirnya sesi senam antara mahasiswa dan siswa. Sebuah momen sederhana yang membekas, membuktikan bahwa dedikasi mahasiswa di lapangan mampu membawa perubahan positif bagi semangat belajar generasi penerus bangsa.      

Thumbnail
8 months ago
Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari

ARIF ABDILLAH

Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari. Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
SATU RUANG, BERJUTA MAKNA: PERTEMUAN PUNCAK DAN SALAM PERPISAHAN KKM KELOMPOK 22 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, KEPADA SEMUA YAYASAN LEMBAGA DI AULA MASJID AGUNG JAMI’ MALANG

MOCH NAUFAL FADLURROCHMAN

https://kkm22multividahikmara.blogspot.com/2026/02/satu-ruang-berjuta-makna-pertemuan.html Malang, Kamis 5 Februari 2026. Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, mengikuti perpisahan terakhir bersama ketua yayasan dari semua lembaga Masjid Agung Jami' Malang. Mulai dari Abu Al-Yatama, Madrasyah Diniyah, KB-TK dan juga Pondok Pesantren Masjid Agung Jami' Malang.             Pagi itu, Aula Masjid Agung Jami’ Malang menjadi saksi sebuah pertemuan yang sarat akan makna kebersamaan. Di dalam ruang rapat yang sejuk dan tenang tersebut, duduk melingkar para pimpinan unit dan tokoh lembaga masjid yang selama ini menjadi pilar pergerakan Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pertemuan ini bukan sekadar penutupan biasa, melainkan momen rasa kebersamaan dan ucapan terima kasih sebelum mahasiswa kembali ke bangku perkuliahan.             Suasana ruang rapat terasa begitu hangat saat satu per satu tokoh hadir. Di meja utama, tampak Bapak Mahmudi selaku Sekretaris Masjid, yang membuka pertemuan dengan nada penuh wibawa namun kebapakan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Kelompok 22 telah memberikan warna tersendiri dalam kehangatan bersama di masjid. Di sampingnya, Ibu Ulfi Andrian Sari, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menatap bangga ke arah mahasiswanya. Beliau menghaturkan terima kasih yang mendalam kepada pihak yayasan yang telah bersedia memberi tempat tinggal dan kenyamanan yang telah diberikan bagi anak didiknya.               Satu per satu pimpinan unit memberikan testimoninya, dimulai dari Bapak Ikhwan Kurniawan, S.Pd. Beliau memaparkan bagaimana keceriaan mahasiswa telah menghidupkan suasana di KB-TK. Tak lama kemudian, Ibu Nisfuana, S.Ag., S.Pd., M.Pd. menyambung dengan nada haru, mengisahkan ketulusan mahasiswa saat membimbing santri di Madrasah Diniyah (Madinah). Beliau menekankan bahwa kedekatan mahasiswa dengan santri adalah prestasi yang lebih tinggi daripada sekadar angka di kertas nilai.     Sumbangan Donasi dari KKM Kelompok22 kepada bapak Luqman  selaku pengurus Abu Al-Yatama Majis Agung Jami' Malang sebesar Rp.3.100.000.00 secara cash.   Penyerahan cinderamata kepada bapak Mahmudi selaku sekretaris Masjid Agung Jami' Malang.     Penyerahan cinderamata kepada bapak Ikhwan kurniawan S.Pd selaku ketua KB-TK Masjid Agung Jami' Malang.     Penyerahan cinderamata kepada bapak Lukman selaku pengurus Abu Al-Yatama Masjid Agung Jami' Malang.       Di tengah aula, prosesi penyerahan kenang-kenangan dilakukan secara simbolis kepada Bapak Mahmudi dan para pimpinan unit lainnya. Momen ini menjadi puncak kegiatan dari berakhirnya masa bakti Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pertukaran senyum, jabatan tangan yang erat, dan tatapan mata penuh terima kasih menjadi bahasa isyarat bahwa sebuah ikatan kekeluargaan telah lahir di sini.         Pertemuan di ruang rapat tersebut ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati. Ruangan yang tadinya penuh dengan diskusi teknis, mendadak senyap dalam kekhusyukan, memohon agar ilmu yang dibagikan menjadi berkah dan silaturahmi yang dibangun menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.         Mahasiswa KKM, melangkah keluar dari aula masjid dengan perasaan yang lapang namun berat untuk berpisah. Mereka menyadari bahwa pertemuan di satu ruang rapat tersebut adalah rangkuman dari sebuah perjalanan hebat. Mereka pulang membawa bekal berharga: ketertiban dari Bapak Mahmudi, bimbingan dari Ibu Ulfi, kesabaran dari Bapak Ikhwan, kedalaman ilmu dari Ibu Nisfuana, kasih sayang dari Bapak Soleh, keberanian dari Ibu Syahrotsah, dan kelembutan hati dari Ibu Anik. Terimakasih semuanya dan sampai berjumpa di lain waktu untuk semua yayasan lembaga di Masjid Agung Jami' Malang tercinta. Beberapa kenangan foto kegiatan Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, pada semua yayasan lembaga yang ada di Masjid Agung Jami' Malang;   Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,  bersama adik-adik dan Guru TK-KB Masjid Agung Jami' Malang.     Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,  bersama adik-adik dan Guru Abu Al-Yatama Masjid Agung Jami' Malang.     Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,  bersama adik-adik dan Guru Madrasah Diniyah Masjid Agung Jami' Malang.     Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,  bersama pengurus Radio Madinah FM Masjid Agung Jami' Malang.     Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,  ikut serta dalam menyukseskan Majelis Al-Khidmah di depan Masjid Agung Jami' Malang.     Mahasiswa KKM Kelompok 22  mengabdi menjadi santri di Pondok Pesantren Masjid Agung Jami' Malang.     Kesimpulan yang dapat diambil bagi kami Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang;       "Perjalanan di Masjid Agung Jami’ Malang bukan sekadar tentang menuntaskan program kerja kuliah, melainkan tentang bagaimana ketujuh tokoh hebat dan setiap sudut yayasan ini telah berhasil membentuk ulang cara kami memandang ketulusan, kesabaran, dan pengabdian yang sesungguhnya."     "Kami datang sebagai orang asing yang membawa buku dan teori, namun kami pulang sebagai bagian dari keluarga besar Masjid Agung Jami’ yang membawa bekal kearifan dari KB-TK, Madin, Abu Al Yatama, hingga ruang siar radio dalam sanubari kami."     "KKM 22 di Masjid Agung Jami' adalah sebuah prosesi memanusiakan manusia, sebuah perjalanan singkat yang meninggalkan jejak pengabdian abadi di setiap lini layanan yayasan."     "Kesimpulan dari pengabdian KKM Kelompok 22 adalah terciptanya kolaborasi harmonis antara nilai akademik dan spiritualitas, di mana bimbingan para pimpinan unit dan DPL telah mengubah mahasiswa dari pengajar menjadi pembelajar yang peka terhadap realitas sosial dan pendidikan."     "Melalui arahan Bapak Mahmudi dan Ibu Ulfi, serta bimbingan teknis dari Bapak Ikhwan, Ibu Nisfuana, Bapak Soleh, ibu Syahrotsah, dan Ibu Anik, kami menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan pengabdian masyarakat terletak pada kerendahan hati untuk mendengar dan ketulusan untuk berbagi."                                                                                                      SEKIAN DARI KAMI MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 MULTIVIDA HIKMARA                                                                UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA  MALIK IBRAHIM MALANG                                TERIMAKASIH DAN SAMPAI JUMPA DI LAIN KESEMPATAN                                                        WALAIKUMSALAM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Thumbnail
8 months ago
Dari Limbah Jadi Manfaat: KKM 55 Uin Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk KOHE dan POC Untuk Dukung Pertanian Berkelanjutan

LINA HIMMATUL MAULIYAH

Dalisodo, Wagir - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk KOHE (Kotoran hewan) dan POC (Pupuk Organik Cair) sebagai bentuk pengabdian kep

Thumbnail
8 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung

RAHMAT BENING SETIAWAN

KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.

Thumbnail
8 months ago
Penutupan Rangkaian Kegiatan KKM di TPQ Nurul Huda

MUHAMMAD DAVIN KAUTSAR

Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ashta Traya di TPQ Nurul Huda ditutup melalui kegiatan penutupan yang melibatkan santri, pengajar TPQ, serta mahasiswa KKM. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya pendampingan dan program yang telah dilaksanakan selama masa KKM di lingkungan TPQ. Acara penutupan berlangsung secara sederhana dan tertib. Mahasiswa KKM Ashta Traya bersama pengajar TPQ berkumpul dalam satu kegiatan yang dikemas untuk menutup seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan pendampingan yang telah dilakukan bersama santri. Salah satu rangkaian dalam kegiatan penutupan ini adalah penyerahan vandel dari mahasiswa KKM Ashta Traya kepada pihak TPQ Nurul Huda. Penyerahan vandel tersebut menjadi simbol kenang-kenangan sekaligus bentuk apresiasi atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan oleh pihak TPQ selama pelaksanaan kegiatan KKM. Setelah penyerahan vandel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kebersamaan bersama santri. Mahasiswa dan santri berinteraksi dalam suasana santai sebagai penutup kegiatan. Momen ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berpamitan secara langsung dengan santri serta menyampaikan pesan-pesan positif terkait pentingnya belajar dan menjaga semangat dalam menuntut ilmu. Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Santri mengikuti kegiatan dengan tertib, sementara pengajar TPQ turut memberikan sambutan dan pesan kepada mahasiswa KKM Ashta Traya. Apresiasi disampaikan atas keterlibatan mahasiswa dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan aktivitas keagamaan di TPQ Nurul Huda. Bagi mahasiswa KKM Ashta Traya, penutupan kegiatan di TPQ Nurul Huda menjadi momen refleksi atas proses pengabdian yang telah dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan santri serta memahami peran pendidikan nonformal dalam pembentukan karakter anak. Secara keseluruhan, penutupan rangkaian kegiatan KKM di TPQ Nurul Huda berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini menutup proses pendampingan mahasiswa di TPQ dengan kesan positif serta memperkuat hubungan antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan pihak TPQ Nurul Huda.