Thumbnail
3 months ago

ANASTASYA LADY NAURA SYUKROINI

Thumbnail
3 months ago
"Sosialisasi Menabung Sejak Dini : KKM 56 Ajak Siswa SDN 3 Jedong Membuat Celengan Kreatif dan Menanamkan Budaya Hemat"

MIFTAKHUL ULA IRZALIA FEBRIANTI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 56 sukses menggelar kegiatan sosialisasi literasi keuangan bertajuk “Saving Money” bagi siswa-siswi SDN 3 Jedong pada Sabtu (24/1). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui program ini, mahasiswa berupaya menumbuhkan kesadaran pentingnya gemar menabung serta mengedukasi siswa agar tidak berperilaku boros dalam mengelola uang saku mereka. Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sejak pagi hari, suasana aula tampak ramai dan penuh semangat. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias, terlebih karena sosialisasi dikemas secara menarik dan interaktif. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui metode ceramah konvensional, tetapi juga diselingi dengan penayangan video animasi edukatif yang menjelaskan pentingnya menabung dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Ketua KKM 56 membuka kegiatan dengan memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para siswa. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa kebiasaan kecil seperti menyisihkan uang saku setiap hari dapat memberikan manfaat besar di masa depan. Ia juga mengajak siswa untuk mulai belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga uang yang dimiliki dapat digunakan secara lebih bijak. Setelah sesi pemaparan materi, suasana semakin meriah saat memasuki kegiatan praktik pembuatan celengan kreatif. Pada sesi ini, siswa diajak memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik dan sedotan untuk diubah menjadi celengan unik dan menarik. Selain melatih kebiasaan menabung, kegiatan ini juga sekaligus mengajarkan nilai kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep daur ulang. Untuk menjaga kondusivitas dan memaksimalkan pendampingan, sesi praktik dilaksanakan di kelas masing-masing. Setiap kelas didampingi oleh anggota KKM 56 yang bertugas memberikan arahan dan membantu siswa selama proses pembuatan. Tawa dan canda terdengar di setiap sudut kelas ketika siswa mulai menghias celengan mereka dengan berbagai warna dan bentuk. Hasilnya pun beragam, mulai dari celengan berbentuk hewan, karakter kartun, hingga desain sederhana namun penuh warna. Raut wajah bahagia dan rasa bangga terlihat jelas ketika para siswa berhasil menyelesaikan karya mereka. Celengan yang semula hanyalah botol bekas kini berubah menjadi tempat menabung yang personal dan bermakna. Momen tersebut tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi siswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 56 berharap siswa SDN 3 Jedong tidak hanya memahami teori tentang pentingnya menabung, tetapi juga terdorong untuk langsung mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki celengan hasil karya sendiri, diharapkan semangat menabung akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan. Lebih dari itu, program ini menjadi langkah kecil namun nyata dalam membangun generasi muda yang cerdas finansial, hemat, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak dini.   Link Berita Acara Kegiatan : https://www.kompasiana.com/afiqmuhammad2970/6976d7fec925c460dc004f14/tanamkan-budaya-hemat-kelompok-kkm-56-ajak-siswa-sdn-3-jedong-buat-celengan-kreatif-dan-gemar-menabung?page=1&page_images=2 

Thumbnail
3 months ago
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 80 dalam Kegiatan Munajat Jalanan di Pondok Pesantren Al-Ghozali

YUHANNA PUTRI WAHYUNINGRUM

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang melaksanakan pengabdian di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025. Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial. Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Munajat Jalan tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan dari anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.  

Thumbnail
3 months ago
Mengajar Tpq Desa Gondowangi

INDAH SAKINAH SALSABILA

Keadaan keagamaan di Desa Gondowangi secara umum tergolong aktif dan berjalan dengan baik. Kehidupan religius masyarakat tercermin dari berbagai kegiatan keagamaan rutin yang dilaksanakan secara istiqamah. Beberapa kegiatan seperti mengajar tpq, Berdasarkan hasil pengamatan, masih banyak anak-anak di Desa Gondowangi yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Pemahaman mengenai kaidah tajwid, makhraj huruf, serta panjang dan pendek bacaan (mad dan qashar) masih tergolong rendah. Sebagian anak-anak masih membaca Al-Qur’an secara terbata-bata dan belum sesuai dengan aturan bacaan yang semestinya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara aktivitas keagamaan masyarakat secara umum dengan kualitas pembelajaran Al-Qur’an pada anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya pendampingan dan pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan, khususnya dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an bagi anak-anak. Lima TPQ yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa KKM Narawastra meliputi TPQ Nurul Huda, TPQ Atthoriqul Huda, TPQ Miftahul Jannah, TPQ Baitul Muttaqin, dan TPQ Roudhatul Muttaqin. Mahasiswa KKM dibagi menjadi lima kelompok dan secara rutin melaksanakan kegiatan mengajar setiap sore hari di masing-masing TPQ. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa turut mendampingi ustaz dan ustazah setempat dalam membimbing santri membaca Al-Qur'an, menghafal doa-doa harian, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah. Kehadiran mahasiswa KKM memberikan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi para santri.    https://www.kompasiana.com/narawastra9791/697c786234777c26c46ce6a2/dari-sore-di-tpq-hingga-semarak-isra-mi-raj-kiprah-kkm-narawastra-uin-malang-di-gondowangi    

Thumbnail
3 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

HUSNA NAJWA AL MAULA

[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun,kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.

Thumbnail
3 months ago
Kelompok 68 KKM UIN Malang Gelar Workshop Anyaman dan Besek Bambu di Desa Bangelan

MELA NAJWA AILYA

Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat meningkatkan peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam menyampaikan materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan Perayaan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.