Thumbnail
3 months ago

FIRMA RAHMA PUTRI AMALIA

Thumbnail
3 months ago
Kelompok 68 KKM UIN Malang Gelar Workshop Anyaman dan Besek Bambu di Desa Bangelan

AHMAD ZANUAR DITO ANANDA

Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.  

Thumbnail
3 months ago
Kelompok 68 KKM UIN Malang Gelar Workshop Anyaman dan Besek Bambu di Desa Bangelan

MUHAMMAD AGIL FAHADIAN

Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.

Thumbnail
3 months ago
Kelompok 68 KKM UIN Malang Gelar Workshop Anyaman dan Besek Bambu di Desa Bangelan

MUHAMMAD FATIH FARHAT

Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.

Thumbnail
3 months ago
Bersama Wali Murid, KKM 44 “Bhavishya” Wujudkan Generasi Anak Hebat Melalui Sosialisasi Parenting

MOHAMMAD ILMAN

Anak adalah cerminan dari cara mereka dibesarkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasiparenting pada Senin, (12/01/2026) pukul 09.00 WIB di PAUD Tunas Harapan Desa Gunung Jati. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu wali murid PAUD Tunas Harapan serta para guru PAUD. Kehadiran para pesertamenunjukkan antusiasme dan kepedulian yang tinggi terhadappentingnya pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang anak.Sosialisasi ini menjadi ruang edukatif sekaligus ajangsilaturahmi antara orang tua, guru, dan mahasiswa KKM dalam membangun sinergi pendidikan anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” memperkenalkan salah satu program kerja mereka di bidangpendidikan keluarga. Sosialisasi parenting ini bertujuan untukmemberikan pemahaman kepada para orang tua tentangpentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalampembentukan karakter, emosi, dan kepribadian anak. Nanik Indahayati, selaku kepala PAUD Tunas Harapan desaGunung Jati memeberikan sambutan sekaligus menyampaikanterima kasih kepada KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang karena telah mengadakan sosialisasiparenting ini. “Terima kasih banyak kepada kakak-kakakKKM sudah mengadakan sosialisasi parenting di PAUD ini,semoga bermanfaat untuk ibu-ibu wali murid dan bisaditerapkan untuk anak-anaknya”. Ujarnya. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ma’rifatul Munjiah, M.HI.,M.Pd. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, beliaumenekankan bahwa mendidik anak bukan hanya tentangmemenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan aspekemosional, psikologis, dan spiritual. Orang tua diharapkanmampu menjadi pendamping yang sabar, komunikatif, sertamemberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau mendidik anak itu jangan menggunakan kalimat yang keras, harus dengan ucapan yang lembut. Kalau anakmelakukan hal baik dan mencapai keberhasilan, orang tua bisamembrikan reward.” Ujarnya. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Para wali murid secara aktifberbagi pengalaman seputar tantangan dalam mendidik anak, mulai dari mengatasi emosi anak, penggunaan gawai, hinggakesulitan anak dalam bersosialisasi. Para guru PAUD pun turut menyampaikan pandangan mereka terkait pentingnyakeselarasan pola asuh di rumah dan di sekolah. Melalui sosialisasi parenting ini, KKM 44 “Bhavishya” berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal.Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswakepada masyarakat sekaligus upaya membangun generasiyang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik.

Thumbnail
3 months ago
peringatan isra mi’raj dan istiqbal ramadhan masjid jami’ al-khoirot

MOHAMMAD SYAHDAN MAULANA AZHARI

Isra Mi'raj merupakan peristiwa spiritual yang agung dalam perjalanan Rasulullah SAW, sekaligus momentum pemberian kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam. Peringatan Isra Mi'raj menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan meneladani keteguhan Rasulullah dalam menghadapi berbagai ujian. Sementara itu, menjelang datangnya bulan Ramadhan, umat Islam perlu mempersiapkan diri secara spiritual dan mental melalui kegiatan istiqbal (penyambutan) agar dapat memaksimalkan ibadah di bulan penuh berkah tersebut. Di tengah masyarakat desa yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, kegiatan peringatan Isra Mi'raj dan istiqbal Ramadhan menjadi sarana penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membangun semangat spiritual bersama. Melalui program ini, mahasiswa KKN kelompok 16 berupaya berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat di bidang keagamaan sekaligus memperkuat silaturahmi antarwarga.