KHILDATUS SOLIKAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus mewujudkan koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang fokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah dimulai sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
JIHAN HANIFA NURAIDIN
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus mewujudkan koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang fokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah dimulai sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
MUHAMMAD AL FARABI
Grand Opening dan Pemaparan Program Kerja KKM Desa Batujai Dalam rangka menandai dimulainya kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Batujai, telah dilaksanakan acara Grand Opening dan Pemaparan Program Kerja KKM Desa Batujai yang bertempat di Kantor Desa Batujai. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, serta dihadiri oleh perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, mahasiswa KKM, dan tamu undangan lainnya. Persiapan dan Registrasi Peserta Kegiatan diawali pada pukul 08.00–09.00 WITA dengan persiapan panitia yang dikoordinasikan langsung oleh anggota KKM Desa Batujai. Selanjutnya, pada pukul 09.00–09.30 WITA, dilakukan registrasi peserta dan konsumsi, yang ditangani oleh panitia guna memastikan kelancaran acara sejak awal. Grand Opening Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WITA dengan rangkaian Grand Opening. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan penanaman nilai nasionalisme. Sesi ini dipandu oleh MC Azwin Syahwadi, dengan petugas tilawah dan pendukung acara lainnya. Sambutan-Sambutan Memasuki acara inti, pada pukul 09.35–10.15 WITA, disampaikan beberapa sambutan penting sebagai bentuk dukungan dan arahan terhadap pelaksanaan KKM, antara lain: Sambutan dari Ketua KKM, Sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sambutan dari Kepala Desa Batujai, Sambutan dari Kepala Desa Batuasak. Sambutan-sambutan ini menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam menjalankan program kerja yang bermanfaat dan berkelanjutan. Pemaparan Program Kerja KKM Pada pukul 10.15–11.25 WITA, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja KKM Desa Batujai oleh perwakilan mahasiswa. Dalam sesi ini, dijelaskan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, mencakup bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penyerahan Simbolis dan Penutup Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM, dilakukan penyerahan simbolis kepada pihak Desa Batujai pada pukul 11.25–11.30 WITA. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama pada pukul 11.30–11.35 WITA, yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, sebagai harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan diberi keberkahan. Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama pada pukul 11.35–11.40 WITA sebagai bentuk arsip dan kenang-kenangan atas terselenggaranya acara Grand Opening KKM Desa Batujai. Penutup Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KKM dapat menjalankan seluruh program kerja dengan baik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Batujai. Acara ini juga menjadi awal dari kolaborasi yang positif antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
TALITHA ARDANI PUTRI PERDANA
Kegiatan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang diselenggarakan di Balai Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, merupakan program kesehatan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup lansia melalui edukasi dan deteksi dini penyakit. Kelompok KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut terlibat aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai wujud pengabdian masyarakat di sektor kesehatan. Pelaksanaan Selantang pada hari ke-9 program KKM melibatkan sekitar 19 peserta lansia perempuan dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas ditambah Ketua PLKB bu ariedne (bu rien) sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKM 49 berperan sebagai fasilitator dalam berbagai aspek operasional, mulai dari penyediaan konsumsi, penataan ruangan, pemasangan banner, hingga pendampingan pemeriksaan kesehatan berupa penimbangan berat badan dan pengukuran tekanan darah. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendataan hasil pemeriksaan, pengabsenan, serta pembagian konsumsi dan hadiah.
NUR ZAIBI AMALIA
Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.