DELIYA SHAFA OKTANTIA
Salah satu momen paling menyenangkan dan membekas selama KKM adalah ketika kami menemani CJH (Calon Jamaah Haji) dalam agenda aktivitas fisik berupa berjalan pagi. Awalnya, kegiatan ini kami bayangkan hanya sebatas olahraga ringan untuk menjaga kebugaran. Namun, pagi itu justru berubah menjadi pengalaman yang jauh lebih berkesan dan penuh makna. Kami diajak langsung oleh Ibu Mudrikah, salah satu CJH, untuk berjalan santai menuju Cafe Concrete. Sepanjang perjalanan, suasana pagi Desa Punten terasa begitu sejuk dan menenangkan. Udara segar dan pemandangan alam yang indah membuat langkah kaki terasa ringan. Setibanya di Cafe Concrete, kami mengabadikan momen dengan berfoto bersama sambil menikmati panorama sekitar yang memanjakan mata. Hal yang paling mengesankan terjadi ketika kami diajak memetik buah tin. Ini menjadi pengalaman pertama bagi saya melihat langsung pohon tin dan bentuk buahnya. Buah ini terasa istimewa karena memiliki kedudukan khusus dalam Al-Qur’an. Allah SWT mengabadikannya dalam Surah At-Tin ayat 1, “Demi (buah) tin dan (buah) zaitun.” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa buah tin bukan sekadar buah biasa, melainkan buah yang memiliki nilai spiritual sekaligus manfaat besar bagi kesehatan manusia. Buah tin dikenal kaya akan serat yang baik untuk melancarkan pencernaan, membantu menjaga kesehatan usus, serta mendukung metabolisme tubuh. Kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral di dalamnya juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan jantung, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Manfaat-manfaat inilah yang sangat relevan bagi CJH sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fisik sebelum menunaikan ibadah haji. Perjalanan kami berlanjut dengan berkeliling desa wisata hingga akhirnya tiba di Taman Kungkuk. Di sanalah kami piknik dan sarapan bersama. Momen kebersamaan ini terasa semakin bermakna ketika kami dapat mencicipi langsung buah tin yang sebelumnya dipetik. Rasanya sederhana, namun memberikan pengalaman baru yang tidak terlupakan, karena dinikmati bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Aktivitas fisik pagi itu bukan hanya tentang berjalan dan bergerak, tetapi juga menjadi sarana penyegaran pikiran. Bagi CJH, kegiatan ini memberikan manfaat ganda, yaitu menjaga kebugaran tubuh sekaligus kesehatan mental. Berjalan pagi, berinteraksi sosial, menikmati alam, dan melakukan aktivitas yang menyenangkan mampu mengurangi stres, menenangkan pikiran, serta menumbuhkan perasaan bahagia. Dengan ditemani pemandangan indah Desa Punten Bumi Aji, aktivitas sederhana ini menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental CJH dapat dilakukan melalui kegiatan yang ringan, menyenangkan, dan penuh makna.
MUHAMMAD FAHRIZAL MAULANA
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ganesha 178 menggelar kegiatan Sosialisasi Kolase Daur Ulang Sampah pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Aula Koperasi Susu, Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran pelajar sejak dini akan pentingnya menjaga lingkungan dengan cara kreatif, yakni mengolah sampah menjadi karya seni kolase. Lebih dari 100 peserta didik dari PAUD Maju Mapan, TK Anak Sholeh, RA Nur Hidayah, MI Hidayatul Fata, dan SDN 2 Bendosari mengikuti kegiatan ini dengan antusias, mulai dari pemaparan materi jenis sampah daur ulang hingga praktik langsung pembuatan kolase dari bahan bekas yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta, panitia juga mengadakan penilaian karya kolase dengan hasil Juara 1 diraih oleh siswa RA Nur Hidayah, Juara 2 oleh siswa MI Hidayatul Fata, dan Juara 3 oleh siswa SDN 2 Bendosari. Melalui kegiatan ini, KKM Ganesha 178 berharap para peserta dapat memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi limbah yang merugikan, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta didik maupun pihak lembaga pendidikan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menanamkan kepedulian lingkungan dan kreativitas anak sejak usia dini.
RIZKI MUSTIKA TRIJAYANTI
Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakankegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambusebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alamberupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namunbelum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakatsetempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupayamendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produkkerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjangpeningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasmepeserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besekbambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidangkerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telahberkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahanbambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilaijual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkandengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, KepalaDesa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktikberlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana pesertadibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahanhingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama sertabernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasiatas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatanini, diharapkan para peserta dapat mengembangkanketerampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahanyang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkankesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.
MUHAMMAD ARDANI ROZAQI
Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakankegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambusebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alamberupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namunbelum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakatsetempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupayamendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produkkerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjangpeningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasmepeserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besekbambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidangkerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telahberkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahanbambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilaijual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkandengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, KepalaDesa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktikberlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana pesertadibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahanhingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama sertabernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasiatas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatanini, diharapkan para peserta dapat mengembangkanketerampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahanyang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkankesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.
NISA DIAN ISLAMIATY
Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan
SANIA NABILA
Malang, Sabtu 10 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Di sudut kompleks Masjid Agung Jami’ Malang yang bersejarah, terdapat sebuah ruang kecil yang menjadi corong kebaikan bagi masyarakat Malang Raya, yakni Radio Madinah FM Masjid Agung Jami' Malang.Ruang itu adalah studio Radio Madinah FM, tempat di mana suara-suara kedamaian dipancarluaskan. Hari ini, suasana studio terasa sedikit berbeda dari biasanya. Ada energi muda yang memenuhi ruangan; mereka adalah mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berkesempatan untuk mengudara, menyapa pendengar dalam sebuah sesi siaran khusus. Bagi para mahasiswa, masuk ke ruang siaran Radio Madinah FM adalah sebuah tantangan baru yang memacu adrenalin. Duduk di depan mikrofon, mengenakan headset, dan berhadapan dengan meja operator siaran memberikan sensasi tanggung jawab yang besar. Ini bukan sekadar bicara, tapi bagaimana menyampaikan pesan pengabdian dan nilai-nilai positif melalui gelombang udara ke ribuan telinga pendengar setiaSaat lampu tanda "On Air" menyala merah, percakapan pun dimulai. Dengan nada bicara yang ramah dan tertata, perwakilan mahasiswa KKM Kelompok 22 mulai memperkenalkan diri. Mereka berbagi cerita mengenai program kerja KKM yang sedang dijalankan, visi mereka untuk masyarakat, hingga kesan mendalam mereka selama tinggal dan mengabdi di lingkungan Masjid Agung Jami' Malang. Siaran di Radio Madinah FM menjadi sarana komunikasi publik yang sangat efektif bagi Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Di sela-sela pemutaran nasyid dan informasi religi, para mahasiswa menyelipkan pesan-pesan edukatif-mulai dari pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak, hingga ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari imaInteraksi yang terjadi terasa begitu hangat. Radio Madinah FM, yang dikenal dengan audiensnya yang santun dan religius, menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan warga Malang secara luas, melampaui batas-batas fisik lokasi KKM mereka. Melalui siaran ini, Kelompok 22 ingin menunjukkan "bahwa mahasiswa masa kini tidak hanya pandai berteori di kelas, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang membawa kesejukan bagi umat." Sesi siaran berakhir dengan sebuah penutup yang menyentuh, berisi harapan agar kehadiran Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, selama masa KKM dapat meninggalkan jejak manfaat yang abadi. Meski durasi siaran terbatas oleh waktu, gema pesan yang disampaikan diharapkan tetap tinggal di hati para pendengar. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 22, pengalaman di Radio Madinah FM bukan sekadar "siaran radio biasa". Ini adalah tentang belajar mengolah kata menjadi makna, dan mengubah suara menjadi doa. Dari lantai atas Masjid Agung Jami’, mereka telah belajar bahwa kebaikan harus terus disuarakan, agar dunia tetap dipenuhi dengan nada-nada kedamaian