ADAM NAUFAL AMAR CHOLIQ
Kesadaran akan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Sharing Session UMKM Desa Sukowilangun yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Sukowilangun, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM lokal Desa Sukowilangun sebagai peserta utama. Sharing session ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pemanfaatan e-commerce dan pemasaran digital sebagai strategi pengembangan usaha di era digital yang semakin kompetitif. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan singkat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pengenalan e-commerce. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai pengertian e-commerce, manfaat penggunaan platform digital bagi UMKM, serta peluang yang dapat dimanfaatkan melalui penjualan produk secara online. Materi disampaikan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta, khususnya bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mengenal pemasaran digital.gram Terpopuler Terbaru Headline Topik Pilihan Komunitas Event Video K-Rewards LAGI RAME! Mulai Hari Ini, Kategori Kompasiana Akan Disesuaikan Sekarang, Saatnya Kamu Mengusulkan Ide Topik Pilihan di Kompasiana Gentengisasi: Ketika Negara Ngurusin Atap Rumah Warga Wajah Lain Savana Taman Nasional Baluran Saat Musim Hujan Prilly, Kiki, dan Kisah "Banting Setir" Karir Selebriti Buku dan Pena Tak Terbeli, Anak SD di NTT Bunuh Diri Satyavarakkm62 Mahasiswa KKM - Satyavara Kelompok 62 Akun resmi KKM Satyavara Kelompok 62 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025/2026, sebagai media publikasi kegiatan pengabdian masyarakat. SELANJUTNYA FOLLOW BUSINESS Pelatihan UMKM Desa Sukowilangun: Pengenalan E-Commerce, Pemasaran Digital, dan Pendaftaran Jualan Online 29 Januari 2026 09:19 Diperbarui: 29 Januari 2026 09:19 28 0 0 + Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Lihat foto Foto Bersama Pelaku UMKM ( Sumber : PDD KKM UIN Malang Kelompok 62 ) Kesadaran akan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Sharing Session UMKM Desa Sukowilangun yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Sukowilangun, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM lokal Desa Sukowilangun sebagai peserta utama. Sharing session ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pemanfaatan e-commerce dan pemasaran digital sebagai strategi pengembangan usaha di era digital yang semakin kompetitif. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan singkat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pengenalan e-commerce. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai pengertian e-commerce, manfaat penggunaan platform digital bagi UMKM, serta peluang yang dapat dimanfaatkan melalui penjualan produk secara online. Materi disampaikan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta, khususnya bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mengenal pemasaran digital. Foto Pendampingan Pembuatan Toko Marketplace ( Sumber : PDD KKM UIN Malang Kelompok 62 ) Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan langsung pembuatan akun marketplace, khususnya pada platform Shopee. Peserta dibimbing langkah demi langkah dalam proses pendaftaran akun, mulai dari pembuatan akun, pengenalan fitur dasar, hingga penjelasan awal mengenai cara memasarkan produk secara online. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan program Shopee Affiliate sebagai salah satu alternatif strategi pemasaran dan peluang tambahan penghasilan melalui promosi produk. Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi pendampingan langsung. Ibu-ibu pelaku UMKM aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait pemanfaatan fitur-fitur yang ada di dalam marketplace. Beberapa peserta secara langsung menanyakan mekanisme penggunaan fitur Shopee Affiliate, seperti halnya cara kerja sistem affiliate. Melalui kegiatan sharing session ini, diharapkan para pelaku UMKM Desa Sukowilangun dapat meningkatkan literasi digital, memanfaatkan e-commerce sebagai sarana pemasaran produk, serta mampu memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mendorong UMKM lokal agar lebih siap menghadapi tantangan dan peluang usaha di era digital. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Desa Sukowilangun dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan.
LAZUARDY ARSYAD HARIS
https://www.kompasiana.com/yogaardiansah9920/695fb2e1c925c413c5476f67/hikmah-kkm-di-desa-turirejo-keteladanan-guru-sma-plus-darussalam?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop
NAJWA NAILA KHARISMA CITRA
Tawa anak-anak terdengar riuh di halaman MI Al Hidayah pada pertengahan Januari lalu. Di balik keceriaan itu, tersimpan satu realitas yang tidak selalu terlihat, bullying atau perundungan masih sering terjadi di lingkungan sekolah tanpa disadari. Berangkat dari kepedulian tersebut, Kelompok 35 Pandareka KKM UIN Malang mengadakan kegiatan sosialisasi Stop Bullying sebagai upaya menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya saling menghargai. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 12, 13, dan 14 Januari, dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6 MI Al Hidayah. Di tingkatan kelas tersebut merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, sehingga edukasi mengenai bullying menjadi sangat relevan untuk diberikan. Kegiatan dikemas dalam bentuk penyampaian materi secara interaktif. Anak-anak diajak berdiskusi ringan dan terlibat aktif melalui sesi tanya jawab. Pertanyaan sederhana seperti, “Apakah mengejek teman termasuk bullying?” ternyata memancing banyak respon dan cerita dari peserta. Dalam sosialisasi ini, siswa dikenalkan pada pengertian bullying sebagai tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Mereka juga diajak memahami bahwa bullying tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga bisa hadir melalui kata-kata maupun sikap. Kami menjelaskan tiga bentuk bullying yang sering terjadi: Bullying fisik, seperti mendorong, menendang, atau menyakiti secara langsung. Bullying verbal, seperti mengejek, menghina, atau memberi julukan yang tidak baik. Bullying mental atau psikologis, seperti mengucilkan teman atau membuatnya merasa malu dan tidak dihargai. Ketika contoh-contoh tersebut disampaikan, beberapa siswa terlihat mulai memahami bahwa candaan berlebihan atau ejekan yang dianggap biasa ternyata bisa melukai perasaan teman. Dalam sesi diskusi, siswa juga diajak memahami dampak dari bullying. Tidak sedikit yang terkejut ketika mengetahui bahwa perundungan dapat menyebabkan seseorang kehilangan rasa percaya diri, sulit berkonsentrasi saat belajar, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Melalui penjelasan sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan mereka, siswa mulai menyadari bahwa tindakan kecil yang dianggap sepele bisa meninggalkan luka yang mendalam. Selama tiga hari pelaksanaan, antusiasme siswa terasa begitu kuat. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengangkat tangan untuk berbagi pengalaman, bahkan berani mengungkapkan perasaan mereka. Momen-momen tersebut menjadi bagian paling berkesan dalam kegiatan ini. Bagi kami, Kelompok 35 Pandareka, kegiatan ini bukan sekadar menyampaikan materi. Ini adalah proses belajar bersama, belajar mendengar, memahami, dan membangun empati. Seluruh anggota kelompok terlibat mulai dari penyusunan materi, pembagian tugas penyampaian, hingga mendampingi siswa selama diskusi berlangsung. Kerja sama tim dan dukungan dari pihak sekolah menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan ini. Dari kegiatan ini, kami menyadari bahwa edukasi mengenai bullying perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masih ada siswa yang belum memahami batas antara bercanda dan menyakiti. Namun, langkah kecil yang dimulai dari ruang kelas MI Al Hidayah ini menjadi awal yang berarti. Kami berharap, setelah mengikuti sosialisasi ini, siswa kelas 4, 5, dan 6 MI Al Hidayah dapat lebih peduli terhadap perasaan teman, berani berkata tidak pada tindakan perundungan, serta tidak ragu untuk berbicara jika mengalami atau menyaksikan bullying. Karena sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan bermimpi.
OLIVIA MAGHFIROTUL IZZA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus menjalin koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah diperkenalkan sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode bercocok tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
NISA NAJA NELA
Jabung -- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum" dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah.Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Pemateri menyampaikan materi mengenai bullying kepada para pelajar dalam kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di aula sekolah. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.
NUR MUIZZA IMAMUL QOMARIAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus menjalin koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah diperkenalkan sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode bercocok tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.