SALSABILA HUSNA HUMAIRA
Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang bertugas di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025. Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial. Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Jalan Munajat tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar selalu diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
ARRI JULIANI PUJI ESTI
Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan sederhana namun berdampak nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 44 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding daun kelor bagi balita di Desa Gunungjati. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar tiga posyandu aktif yang ada di desa tersebut, yakni Posyandu Mawar dengan jumlah peserta sebanyak 65 balita, Posyandu Anggrek dengan 50 balita, serta Posyandu Melati yang diikuti oleh 100 balita. Total sebanyak 215 balita menjadi sasaran kegiatan PMT ini. Pemilihan daun kelor sebagai bahan utama PMT bukan tanpa alasan. Daun kelor dikenal sebagai salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, seperti protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin C. Kandungan gizi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita serta membantu mencegah risiko stunting. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 menyajikan daun kelor dalam bentuk puding agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi oleh balita. Olahan puding dinilai lebih ramah bagi anak-anak karena teksturnya lembut dan rasanya manis, sehingga dapat meningkatkan minat makan balita. Berbeda dari kegiatan kesehatan pada umumnya, pelaksanaan PMT ini tidak disertai dengan edukasi atau sosialisasi secara langsung kepada para ibu balita. Namun demikian, mahasiswa tetap memberikan nilai edukatif melalui pembagian selembaran informasi. Setiap ibu balita menerima leaflet yang berisi penjelasan singkat mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan anak serta tata cara sederhana pembuatan puding daun kelor di rumah. Dengan adanya selembaran tersebut, diharapkan para ibu dapat memperoleh pengetahuan dasar dan terdorong untuk mengolah daun kelor secara mandiri sebagai menu tambahan bagi anak-anak mereka. Kegiatan PMT puding daun kelor ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para ibu kader posyandu maupun bidan desa Gunungjati. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang menghadirkan inovasi PMT berbasis pangan lokal dengan pengolahan yang kreatif dan mudah diterapkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 UIN Malang tidak hanya berperan sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi praktis dalam upaya pencegahan stunting. Meskipun tanpa sosialisasi langsung, pembagian PMT dan leaflet informasi dinilai mampu memberikan dampak positif serta menambah wawasan ibu balita mengenai pentingnya asupan gizi seimbang. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi program kesehatan masyarakat lainnya, khususnya dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai langkah nyata menekan angka stunting di pedesaan.
FADIL FERDIKA FABILLAH
Di Desa Persiapan Batu Asak, beberapa Posyandu berada di lokasi yang cukup tersembunyi di dalam gang-gang kecil, sehingga menyulitkan masyarakat maupun pihak luar dalam menemukan keberadaannya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya informasi dan penanda yang jelas guna mendukung akses terhadap layanan kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari program kerja, Kelompok 176 berinisiatif untuk melakukan pembuatan plang nama Posyandu. Plang tersebut berfungsi sebagai penanda lokasi sekaligus sarana identifikasi bagi masyarakat, kader kesehatan, serta pihak lain yang ingin berkontribusi dalam kegiatan Posyandu. Melalui program ini, diharapkan akses menuju Posyandu menjadi lebih mudah dan keberadaan layanan kesehatan desa dapat semakin dikenal. Selain itu, pembuatan plang ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Desa Persiapan Batu Asak.
RAJA ALDIANSYAH FAJRUL FALAH
Kegiatan mengajar di TPQ Alaamiin yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandhaloka di Desa Kluwut dilaksanakan pada hari Senin, 5 Januari 2026 sampai dengan hari Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan setiap hari pada pukul 16.00 WIB hingga selesai sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran keagamaan di lingkungan TPQ Alaamiin. Seluruh mahasiswa/i KKM Mandhaloka berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Materi pembelajaran yang diberikan difokuskan pada penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid melalui metode pembelajaran yang terstruktur dan mudah dipahami. Selain itu, setiap hari Jumat juga dilaksanakan kegiatan pembelajaran praktik sholat serta pembiasaan doa-doa sehari-hari guna meningkatkan pemahaman dan pengamalan ibadah para santri. Pelaksanaan kegiatan mengajar diawali dengan doa bersama sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dan diakhiri dengan penutupan serta evaluasi singkat. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran keagamaan di TPQ Alaamiin Desa Kluwut, sekaligus menjadi sarana penguatan pengalaman pengabdian bagi mahasiswa/i KKM Mandhaloka.
PASHA BERLIANA ASHAR
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 80 dalam Kegiatan Munajat Jalanan di Pondok Pesantren Al-Ghozali Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang melaksanakan pengabdian di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025. Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial. Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Munajat Jalan tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan dari anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
FIRDANIA ZAHROTUL AMALIA
Jalan pagi hari ini spesial banget! Bukan cuma cari keringat, tapi juga cari berkah. Kami berkesempatan mendampingi kegiatan jalan santai calon jamaah haji di Batu Panorama. Sepanjang jalan isinya bukan cuma obrolan santai, tapi juga untaian doa dan nasihat buat kami yang masih muda ini. Melalui kegiatan KKM ini, kami belajar bahwa ibadah bukan hanya soal dahi yang bersujud, tapi juga tentang kaki yang melangkah untuk mempersiapkan diri memenuhi panggilan-Nya. Melihat semangat mereka di usia senja, rasa lelah kami seketika luruh. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi saksi ketulusan niat menuju Baitullah.