Thumbnail
8 months ago
Menumbuhkan Cinta Islam Sejak Dini, Mahasiswa KKM dan Warga Balearjosari Gelar Peringatan Isra' Mi'raj

BERLIAN AULIA SALSA SABILA

Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga.   Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun kompetisi yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini.   Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat dengan warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh golongan masyarakat dari yang muda sampai dengan yang tua.   Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah.   Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah terdiam meresapi makna ayat yang dibacakan.   Dalam sambutannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan sambutan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta apresiasi kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid.   Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah.   Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut.   Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.

Thumbnail
8 months ago
Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah di Dusun Duren Desa Dawuhan.jpeg

LAILATUL FITRI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini mengusung tema "Edukasi dan Aksi Partisipatif dalam Pengelolaan Sampah" sebagai langkah awal dalam menyampaikan dan menyamakan informasi terkait program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Duren. Sosialisasi menjadi tahapan penting untuk membangun pemahaman bersama antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, sekaligus menjalin koordinasi agar seluruh program kerja dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan program kerja KKM 93 Kalventra serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM 93 Kalventra memaparkan tiga program kerja utama yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, yaitu Program Bank Sampah, Program Hidroponik, dan Program Pembuatan Kompos. Program Bank Sampah diperkenalkan sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik dengan cara memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap pemilahan sampah serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Program Hidroponik sebagai alternatif metode bercocok tanam yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Program kerja lainnya adalah pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Antusiasme masyarakat Dusun Duren terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan serta dukungan terhadap program-program yang akan dijalankan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap dapat membangun sinergi yang baik dengan masyarakat Dusun Duren, Desa Dawuhan. Dengan mengedepankan edukasi dan aksi partisipatif, program Bank Sampah, Hidroponik, dan Pembuatan Kompos diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
Sharing Session Eco Enzyme: Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Bersama PKK Sukowilangun

ADZURA BUNGA DIVA

Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari, bertempat di Balai Desa Sukowilangun. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun di Desa Sukowilangun. Setiap dusun mengirimkan tiga perwakilan, sehingga dari empat dusun yang ada, total peserta dari PKK berjumlah dua belas orang. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan perangkat desa dan juga perwakilan anggota karang taruna. Acara diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai apa itu eco enzyme dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta. Eco enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pengurai limbah organik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dimulai dari memotong bahan-bahannya hingga proses penimbangan. Dalam praktik tersebut, digunakan galon berukuran lima liter dengan takaran tiga liter air, 300 gram sampah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran, serta 100 gram gula merah sebagai bahan fermentasi. Proses praktik dilakukan secara interaktif dengan melibatkan audiens. Beberapa ibu PKK dan juga perangkat desa tampak antusias untuk  mencoba langsung memasukkan sampah organik yang sudah dipotong-potong ke dalam galon. Untuk menambah pemahaman peserta, panitia juga memperlihatkan sampel eco enzyme yang telah jadi. Tidak hanya ditunjukkan secara visual, efektivitas eco enzyme juga dibuktikan secara langsung dengan menggunakannya untuk membersihkan kerak membandel yang ada di lantai balai desa. Hasilnya, kerak tersebut dapat dibersihkan dengan cukup mudah, sehingga membuat para peserta semakin yakin akan manfaat eco enzyme. Selama proses praktik berlangsung, suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Beberapa ibu-ibu PKK yang aktif bertanya, salah satunya mengenai alasan mengapa sampah organik yang digunakan tidak boleh terlalu keras, seperti kulit durian dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa sampah yang terlalu keras membutuhkan waktu penguraian yang sangat lama dan dapat menghambat proses fermentasi, sehingga hasil eco enzyme menjadi kurang optimal. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses perawatan eco enzyme setelah pembuatan. Dijelaskan bahwa pada satu minggu pertama, tutup botol galon harus dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Sementara itu, pada minggu-minggu berikutnya, tutup botol cukup dibuka satu kali dalam seminggu hingga proses fermentasi selesai selama kurang lebih 3 bulan. Secara keseluruhan, kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta, serta pembuktian langsung manfaat eco enzyme, membuat kegiatan ini terasa seru dan mudah dipahami. Diharapkan, melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Sharing Session Eco Enzyme: Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Bersama PKK Sukowilangun", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara1706/697a27f634777c7a437d3272/sharing-session-eco-enzime-edukasi-dan-praktik-pengelolaan-sampah-organik-bersama-pkk-sukowilangun?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop Kreator: Satyavarakkm62 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.  

Thumbnail
8 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo

SAUSAN SHALIHAH ALFIRDAUSI

Jabung -- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum" dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah.Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Pemateri menyampaikan materi mengenai bullying kepada para pelajar dalam kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di aula sekolah.  Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.  

Thumbnail
8 months ago
Stop Deg-deg-an di Tikungan! KKM Ganiswara 64 Datang Bawa Solusi

MUHAMMAD BAIHAQI RAHMAT WILDANI

Program kerja KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal mengajar dan kegiatan keagamaan, tetapi juga tentang aksi nyata demi keselamatan warga. Salah satu langkah kecil namun berdampak besar yang dilakukan adalah pemasangan kaca cembung di titik jalan yang rawan kecelakaan. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi jalan desa yang memiliki pandangan terbatas. Setelah melakukan pengamatan langsung dan berdiskusi bersama perangkat desa, mahasiswa KKM menemukan beberapa titik yang dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Jalan yang sempit dan berbelok tajam menjadi alasan utama diperlukannya alat bantu keselamatan. Dari hasil koordinasi tersebut, diputuskan pemasangan kaca cembung sebagai solusi yang paling tepat dan mudah diterapkan. Dua titik strategis akhirnya dipilih sebagai lokasi pemasangan kaca cembung, yaitu di dekat rumah Pak Joko dan di dekat rumah Pak Mudin. Kedua lokasi ini dikenal sebagai jalur yang sering dilalui warga dan memiliki jarak pandang yang terbatas. Kehadiran kaca cembung diharapkan dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Proses pemasangan kaca cembung berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Mahasiswa KKM Ganiswara 64 turun langsung bersama warga sekitar untuk memasang kaca di lokasi yang telah ditentukan. Mulai dari menyiapkan alat, menentukan posisi terbaik, hingga memastikan kaca terpasang dengan aman, semuanya dilakukan bersama-sama. Program ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Dengan adanya kaca cembung, pengendara dapat lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan yang rawan. Langkah sederhana ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan lingkungan desa. Selain memberikan manfaat fisik berupa alat keselamatan, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian bersama. Mahasiswa KKM mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan sesama pengguna jalan. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui program pemasangan kaca cembung ini, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. Aksi kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi warga dan menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keselamatan adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. https://www.kompasiana.com/ganiswara0838/697c514934777c14452510a2/stop-deg-deg-an-di-tikungan-kkm-ganiswara-64-datang-bawa-solusi

Thumbnail
8 months ago
Fun Learning: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak-anak Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Fun Learning: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak-anak", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara

DWI SASI KHOIRUN NISAK

Belajar tidak selalu harus terpaku pada buku dan papan tulis. Melalui konsep fun learning, proses belajar dapat dikemas menjadi lebih menyenangkan, aktif, dan mudah diterima oleh anak-anak. Hal inilah yang diterapkan oleh mahasiswa KKM 62 Satyavara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan pendampingan belajar anak-anak TK Dharmawanita. Kegiatan fun learning diawali dengan belajar membaca dan mengeja kata sederhana, Diaman kakak kkm sudah menyiapkan beberapa lembar kertas acak yang berisi dengan berbagai suku kata yang nantinya akan membentuk sebuah kata. Saat kakak pendamping menyebutkan kata "lima", anak-anak diminta untuk mencari dan melompat ke suku kata yang tepat secara berurutan. Permainan dilakukan secara bergiliran agar tetap rapi dan tertib. Jika ada anak yang keliru, ia diminta kembali ke barisan belakang dan menunggu giliran berikutnya hingga berhasil. Melalui permainan ini, anak-anak belajar membaca sambil bergerak, sehingga suasana belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan. Foto Kegiatan Fun Learning ( Sumber : PDD KKM UIN Malang Kelompok 62 ) Kegiatan selanjutnya adalah mendengarkan cerita pendek yang dipandu oleh kakak pendamping menggunakan boneka tangan (puppet). Cerita disampaikan secara ekspresif dan interaktif agar anak-anak tertarik untuk menyimak. Setelah cerita selesai, kakak pendamping mengajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk menguji pemahaman anak terhadap isi cerita. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan menyimak, konsentrasi, serta daya ingat anak. Setelah itu, anak-anak diajak bermain berhitung melalui permainan yang dikemas menyerupai ular-ularan. Setiap anak ditempeli nomor di bagian punggung. Anak yang mendapatkan nomor satu bertugas mencari nomor berikutnya hingga membentuk urutan angka. Permainan ini membantu anak mengenal konsep bilangan dan urutan angka, sekaligus melatih interaksi sosial dan kerja sama. Sebagai penutup, kegiatan fun learning dilanjutkan dengan mewarnai gambar. Aktivitas mewarnai berfungsi untuk mengasah kreativitas, melatih motorik halus, meningkatkan fokus, serta memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka melalui pilihan warna. Melalui rangkaian kegiatan fun learning ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca, mendengarkan, dan berhitung, tetapi juga diajak untuk berani mencoba, aktif, dan belajar sambil bermain. Suasana belajar yang menyenangkan membuat anak-anak lebih antusias, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dan dikenang dengan lebih baik. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Fun Learning: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak-anak", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm62satyavara1706/697a2d10ed64157483422b02/fun-learning-menciptakan-pembelajaran-menyenangkan-untuk-anak-anak?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop Kreator: Satyavarakkm62 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com